CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
Bab 27. Menjadi Guru


__ADS_3

Pagi ini hari tampak cerah. Matahari bersinar dengan terangnya. Anak-anak sudah masuk sekolah, sehingga tidak ada lagi yang berlalu lalang di jalanan. Sementara, orang-orang sudah pergi melakukan aktivitasnya masing-masing.


Dengan penuh semangat, Vera pergi menuju proyek tempatnya bekerja. Meskipun, semalam dia baru mengalami hal yang sangat membuatnya down. Tetapi, dia menyadari, bahwa dia tidak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan.


Tetapi, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Tristan memecat Vera seperti yang Damian inginkan. Tristan mengatakan bahwa dialah yang memegang proyek ini, bukan Damian.


Awalnya, Vera berniat ingin marah dan mengamuk di sini, karena menganggap Damian sudah mempermainkannya. Padahal baru kemarin dia di terima bekerja, tetapi hari ini, dia sudah dipecat.


Vera hanya bisa menarik napas dalam-dalam untuk membayar hatinya tenang dan tidak emosi. Apalagi, Tristan mengatakan bahwa Damian tidak akan datang ke daerah ini lagi. Itu artinya, Vera harus bisa menahan diri dan melupakan semuanya.


Lengkaplah sudah kesedihan hatinya. Gagal menikah dan gagal mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi, Vera tetap tidak putus asa. Dia tetap semangat dan ingin memulai usaha baru yang masih berhubungan dengan keahliannya.


Vera membuka les untuk anak-anak sekolah dasar. Dengan 3 ribu rupiah per anak, setiap satu kali pertemuan. Meskipun, bisa dibilang terlalu kecil, tetapi Vera menjalaninya dengan sabar dan ikhlas.


Satu bulan kemudian, Vera mendengar kabar jika Rendra akan menikah. Menikah dengan pernah gadis cantik yang berasal dari kota. Gadis itu anak orang kaya yang merupakan anak dari atasannya sendiri.


Kabar pernikahan Rendra, cukup membuat Vera sedih. Mulai saat ini, tidak akan ada lagi, satu kenangan pun yang akan Vera ingat tentangnya lagi. Karena setelah Rendra menikah, tidaklah pantas baginya mengingat suami orang. Rendra sekarang hanyalah mantan yang harus dihapus dari setiap langkahnya ke depan.


Semenjak Rendra menikah, ada beberapa orang yang terus meledeknya sebagai wanita yang tidak tahu terima kasih. Sudah ditolong oleh keluarga Rendra, tetapi malah mengkhianati Rendra dengan menolak pernikahan yang sudah disiapkan. Sedih dan sakit hati mendengar semua tuduhan itu. Padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya antara dia dan Rendra.

__ADS_1


Vera menjalani hari-harinya dengan berusaha menebarkan senyum di hadapan semua orang. Vera ingin tampak lebih bahagia dibandingkan dahulu.


Lima bulan kemudian.


Proyek pembuatan sekolah milik perusahaan Damian telah selesai. Berita pembukaan sekolah baru itupun sudah terdengar keberbagai pelosok daerah di sekitarnya. Perekrutan guru dan karyawan sudah mulai dilakukan.


Vera berpikir untuk ikut mendaftar menjadi salah satu guru di sekolah baru itu. Meskipun Vera tahu, sekolah itu milik Damian, tetapi, niatnya hanya untuk menjadi seorang guru dan mengajar anak-anak.


"Ayah, Vera ingin mendaftar menjadi guru di sekolah baru," ucap Vera berusaha melihat reaksi ayahnya.


"Bukannya, kamu sudah membuka les di rumah?" tanya pak Anto.


"Tapi, Vera lebih ingin menjadi guru di sekolah. Ayah tahu kan, itu cita-cita Vera sejak kecil," jawab Vera.


"Keinginan apa?"


"Ayah dan ibu, ingin kamu segera menikah," jawab sang ayah cukup pelan tapi sempat membuat Vera kaget.


"Ayah, ibu. Kalian tahu, setelah putus dengan Rendra, Vera tidak mempunyai calon lain. Lalu Vera harus menikah dengan siapa?" tanya Vera berusaha menghindari pernikahan.

__ADS_1


"Kami tahu. Makanya, ayah dan ibu sudah memilihkan calon suami yang tepat untuk kamu," jawab sangat ayah.


"Siapa?" tanya Vera penasaran.


"Doni. Kemarin ayahnya datang menemui ayah untuk melamar kamu. Tapi, ayah untuk meminta waktu untuk bertanya padamu terlebih dahulu," ucap pak Anto.


Vera yang sudah pernah salah memilih calon suami, kini berpikir untuk menuruti apa yang diinginkan orangtuanya. Vera akhirnya memutuskan untuk menerima pilihan ayah dan ibunya, meskipun Vera tidak pernah mencintai Doni.


Setelah mendapatkan persetujuan dari sang ayah, Vera segera mengirimkan lamaran ke sekolah baru tersebut. Dan tidak membutuhkan waktu lama, Vera diterima sebagai guru di sekolah tersebut. Setelah diterima, Vera dan para guru lainnya bersiap-siap untuk mempersiapkan acara pembukaan sekolah tersebut.


Acara pembukaan akhirnya tiba. Pagi itu, semua guru sudah berdiri di luar untuk menyambut kedatangan pemilik yayasan. Tak terkecuali Vera. Dengan sedikit rasa takut, Vera berusaha bersikap biasa saja. Seharusnya, ibunya Damian tidak akan mengingat lagi dirinya. Gadis yang pernah berpura-pura menjadi kekasih Damian dan bahkan sudah merusak nama baiknya sendiri dihadapan ibunya Damian.


Dari kejauhan, tampak iring-iringan mobil sudah berhenti di luar gedung. Satu persatu mulai turun dari mobil mereka masing-masing. Tampak jelas, Damian dan ibunya, Bu Farida berjalan paling depan memimpin yang lainnya.


Bu Farida berhenti tepat di depan Vera yang tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya.


Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya temen aku judulnya Love Me Please Daddy karya Tyatul.


Jangan lupa mampir ya

__ADS_1


Ceritanya bagus dan keren loh



__ADS_2