CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
TERJEBAK


__ADS_3

Setelah selesai menyantap makanan, mereka bertiga pun kembali berpencar untuk mencari Kristal kehidupan.


Melihat jika Fan Jianying dan peramal Yan sudah semakin dalam masuk kedalam hutan kematian.


Kaisar Muzeng pun mulai melangkah menuju kearah danau jernih dengan aura murni yang sangat kuat tadi.


Setelah memastikan kondisi disekitar danau aman, diapun segera masuk dan menyelam kedalam danau yang ternyata sangat dalam tersebut.


Tanpa kaisar Muzeng sadari, setelah tubuhnya masuk kedalam danau diam – diam ada lumut halus kasat mata yang mulai membungkus tubuhnya dan menyerap kekuatannya secara perlahan.


Meski kaisar Muzeng sedikit menyadari jika tubuhnya mulai kelelahan, namun hal tersebut tak dihiraukannya waktu melihat ada benda bersinar di tepi bagian danau yang lumayan dalam itu.


Diapun semakin menyelam kedalam danau hingga tubuhnya sudah tak terlihat lagi dipermukaan.


Melihat tubuh kaisar Muzeng sudah menghilang di dalam danau, Fan Jianying dan peramal Yan yang sudah berada di tepi danau segera berdiri berseberangan.


Disebelah kanan danau ada Fan Jianying dan disebelah kiri danau ada peramal Yan. Keduanya segera membacakan mantra sambil menutup kedua matanya dan menjulurkan kedua tangan kearah danau.


Tak lama kemudian di atas danau terdapat sebuah simpul rumit yang akan menjadi segel agar tidak ada seoarang makhluk pun yang bisa masuk dan keluar dari dalam danau tak berujung tersebut.


Sementara itu, didalam danau kaisar Muzeng mulai tersenyum lebar wktu melihat Kristal kehidupan yang dicarainya menancap sempuran diantara bebatuan di pinggir danau yang ada dihadapannya.


Tampaknya Kristal kehidupan palsu yang ditancapkan oleh Sunny tersebut cukup kuat hingga kaisar Muzeng kesulitan untuk mengeluarkannya.


Dengan menggunakan energy yang tersisa, dia berusaha untuk mengeluarkan Kristal palsu tersebut.


“ Akhirnya….”, batin kaisar Muzeng lega waktu mendapatkan Kristal biru tersebut ditangannya.


Setelah Kristal kehidupan palsu tersebut berada ditangannya, lumut kasat mata tersebut tiba – tiba saja mulai terlihat dan bergerak agresif untuk membungkus seluruh tubuh kaisar Muzeng hingga menyerupai seperti mummy sekarang.


Karena danau tersebut tak berujung, maka kaisar Muzeng tidak bisa tenggelam karena danau tersebut tak memiliki dasar.


Dia hanya bisa terapung di kedalaman yang tak terhingga dimana sekelilingnya gelap gulita karena sudah sangat jauh dari permukaan danau.


Karena jantung kaisar Muzeng tidak berada didalam tubuhnya akibat bersekutu dengan iblis, maka dia tidak bisa mati meski seluruh kekuatannya sudah tidak ada dan tubuhnya berada di dalam air yang dalam.


“ Sial !!!...rupanya mereka berdua sengaja menjebakku !!!....”, batin kaisar Muzeng geram.

__ADS_1


Saat ini dia hanya bisa mengandalkan keberuntungannya saja agar ada seseorang yang mampu mengeluarkannya dari danau tak berujung ini.


“ Aku sama sekali tak menyangka jika dia bisa semudah itu dijebak….”, ucap Fan Jianying tersenyum riang.


“ Itu karena keserakahan yang ada dalam dirinya hingga membuatnya terjerumus kedalam lembah kegelapan seperti sekarang. Namun, selama jantungnya masih berdetak ditempat lain, dia tidak akan pernah bisa mati….”, ucap peramal Yan mengingatkan.


“ Daripada kita mencari jantungnya sekarang dan  mengirimnya ke neraka dengan segera.Biarkan dia tersiksa lebih lama di dalam danau….”, ucap Fan Jianying sinis.


Dalam ingatannya yang berangsur – angsur mulai kembali, selain melihat sosok asing yang familier.


Fan Jianying juga dapat mengingat bagaimana bodohnya Ratu Elisabeth yang dibutakan oleh cinta hingga bisa bertindak tanpa berpikir panjang  seperti itu hanya karena termakan rayuan dan sedikit kata – kata manis dari kaisar Muzeng.


Jika mengingat hal tersebut, meski bukan Fan Jianying sendiri yang mengalaminya,  tapi dia merasa sangat kesal dengan segala macam rayuan dan tipu daya yang dilakukan oleh kaisar Muzeng untuk membuat Ratu Elisabeth terpikat dan hilang akal sehat karena dirinya.


“ Apakah yang kamu lihat itu benar kaisar Huang Lo yang mencuri Kristal kehidupan dari tangan kaisar Muzeng ?...”, tanya Fan Jianying kembali fokus pada misinya untuk segera mendapatkan Kristal kehidupan dan menyerahkannya kembali kepada kaisar langit.


Dia juga sangat berharap, dengan kembalinya Kristal kehidupan tersebut ke kerajaan langit maka jiwanya mungkin akan bisa kembali kedalam tubuh aslinya mengingat tugasnya di dunia asing ini telah selesai.


Permala Yan hanya mengaggukan kepala, menanggapi pertanyaan Ratu hutan kematian tersebut. Melihat tidak ada kebohongan di kedua mata peramal Yan, Fan Jianying pun bertekad bulad untuk segera kembali ke ibukotam dan menanyakannya langsung kepada kaisar Huang.


Setelah semua barang langkah yang didapatkannya sudah terkumpul, Fan Jianying segera masuk kedalam cincin ruangnya untuk mengolah apa yang didapatkannya didalam laboratorium pribadinya.


Dia membuat berbagai macam pil dan racun sebagai persediaan tempur dirinya nanti pada saat berada di ibukota.


Pada saat Fan Jianying sibuk berada didalam cincin ruangnya, peramal Yan terlihat berjalan mengeliling hutan kematian untuk menemukan beberapa hewan kontrak yang sudah sangat lama dia tinggalkan disana.


Sebelum matahari terbit, Fan Jianyingpun segera memasukkan kembali hewan kontraknya kedalam cincin ruangnya dan menyisakan Lexus yang akan menemaninya kembali kedalam kamp milter pasukan Huangshan.


Sedangkan peramal Yan, dia juga sudah memiliki kuda hitam yang diberi nama Black yang langsung datang begitu dipanggil.


Fan Jianying dan peramal Yan segera memacu kuda mereka dengan kecepatan tinggi sehingga mampu berada didalam kamp militer sebelum matahari muncul dilangit.


Kedua  kuda tersebut berlari kencang seperti angin yang melesat cepat menembus guyuran salju yang turun dini hari ini.


Begitu matahari terbit di ujung cakrawala, Fan Jianying sudah berada didalam kamp militer pasukan Huangshan dan langsung masuk kedalam tendanya untuk beristirahat sebentar.


Bai Cheung yang baru saja terbangun kembali menutup mata waktu melihat istrinya masuk kedalam tenda.

__ADS_1


Fan Jianying yang melihat jika suaminya terlelap, perlahan mulai membaringkan tubuhnya di sebelah Bai Cheung.


Melihat gadis disebelahnya sudah tidak ada pergerakan lagi, diam – diam Bai Cheung mulai membuka mata dan memiringkan tubuhnya menghadap Fan Jianying.


Cukup lama Bai Cheung memandang wajah cantik istrinya hingga tiba – tiba tubuh Fan Jianying bergerak maju dan menelusup kedalam dekapannya.


Melihat istrinya bergerak mencari kehangatan, Bai Cheung pun langsung memeluk tubuh Fan Jianying dengan erat sambil tersenyum lebar.


Bai Cheung sudah merasa bahagia meski dia hanya bisa memeluk tubuh istrinya tanpa bisa melakukan lebih dari itu.


Sementara itu, di perbatasan ibukota lagi – lagi pangeran keempat Wei Jie berhasil mengagalkan rencana pengeran Song Yu dengan menangkap kereta yang digunakan untuk  penyelundupan seratus ton bahan makanan keluar ibukota.


Peristiwa yang menghebohkan ibukota tersebut telah menyeret nama Heng Yuan sebagai menteri pangan negara Huangshan.


Ternyata bukan hanya kali ini saja departemen pangan menyelundupkan bahan makanan keluar ibukota.


Putra mahkota segera membeberkan data yang berhasil dihimpunnya dari berbagai daerah tempat bahan pangan tersebut diselundupkan dan dijual dengan harga tinggi.


Meski dia tak bisa membuktikan jika dana yang diperoleh dari hasil penyelundupan pangan tersebut dipergunakan untuk membiayai pasukan rahasia milik pangeran Song Yu.


Tapi dengan adanya bukti penggelapan ini bisa dipastikan posisi menteri pangan menjadi tidak aman.


Didalam pengadilan, wajah pangeran kedua Song Yu terlihat merah madam dengan kedua tangan terkepal kuat menahan amarah.


Tapi dia juga tak bisa melakukan pembelaan apapun kepada Heng Wunan karena hal tersebut nantinya pasti akan dipergunakan oleh putra mahkota Qin Shi Huang sebagai senjata untuk memojokkan dirinya dan membuatnya kehilangan kesempatan sebagai penerus.


Kaisar Huang Lo terlihat sangat murka dengan kejadian tersebut dan memerintahkan pengawasan pengadilan untuk melakukan penyelidikan.


Mendengar jika permasalahan tersebut diserahkan kepada departemen pengawasan pengadilan dan penyidik tubuh pangeran Song Yu langsung lemas.


Siapapun tahu jika dalam depertemen tersebut berisi orang – orang milik kaisar Huang Lo sehingga mereka tidak akan bisa dengan mudah di intimidasi oleh Ratu Qilin.


Wajah Heng Wunan terlihat pucat pasi. Jika kepada departemen pengawasan pengadilan dan penyidik menemukan semua kejahatannya bukan tidak mungkin kaisar akan menghukum berat dirinya dan mencopotnya dari jabatan menteri pangan serta menurunkan status sosial keluarganya.


Melihat sanga adik menatapnya penuh kebencian, putra mahkota Qin Shi Huang hanya bisa tersenyum tipis dengan tatapan meremehkan.


“ Kurang ajar !!!...lihat saja, akan aku balas perbuatan kalian kepadaku hari ini !!!....”, batin pangeran Song Yu penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2