CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
Bab 36. Kedatangan keluarga Damian


__ADS_3

Persiapan perjamuan untuk keluarga Damian, sudah mulai dilakukan. Masakan khas daerah dan juga makanan dari kota kelahiran Damian, sudah disiapkan. Semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


Sementara itu, Vera ikut membantu menyiapkan kue yang akan disajikan dibantu beberapa temannya termasuk Siya. Vera sengaja meminta Siya datang untuk memberinya semangat sekaligus meminta Siya bekerja di yayasan Vera Cantika sebagai pengajar.


Saat itu, Damian juga ikut membantu keluarga menyiapkan tempat untuk para tamu. Damian sesekali berhenti hanya untuk melihat Vera yang asyik bercanda dengan teman-temannya. Ada sedikit rasa cemburu karena Vera lebih memperhatikan sahabat-sahabatnya daripada dirinya.


"Damian, ayo jadi bantu nggak?" tanya Dedi sambil mencolek lengan Damian. "Atau kamu ingin bicara sama Vera?"


"Tidak, a ... aku tidak ada yang perlu di bicarakan. Ayo kita pergi saja," jawab Damian.


Vera dan teman-temannya mendengar ucapan Damian. Mereka langsung menggoda Vera hingga Vera tersipu malu.


Sementara itu, Pak Anto sedang berbicara dengan Doni yang kebetulan di undang secara khusus oleh pak Anto. Mereka berbicara di depan rumah hanya berdua.


"Pak Anto, maafkan Doni yang terlalu menghayati peran Doni sebagai calon suami pura-pura Vera. Doni akui, Doni sudah menyukai Vera sejak lama. Sebelum Vera bersama Rendra. Mungkin memang bukan jodoh Doni, dan Doni harus ikhlas menerimanya," ucap Doni sambil sesekali mengenal napas berat.

__ADS_1


"Sesungguhnya, bapak lebih senang jika Vera menikah dengan laki-laki dari daerah sendiri. Tetapi, Vera malah jatuh cinta dengan pria kota. Tapi, bapak senang karena kamu bisa menerima keputusan bapak hari ini. Bahkan kamu juga mau datang ke sini," ucap pak Anto sambil tersenyum lega.


Kini, sudah tidak lagi kekhawatiran di hati pak Anto jika Doni marah atau kecewa. Karena dulu dia pernah berjanji, jika dia bisa membuat Vera jatuh cinta padanya, maka pak Anto akan merestui Doni menikah dengan Vera.


Pagi telah berganti siang. Rombongan keluarga Damian sudah mulai terlihat dibatas kampung. Dan hanya dalam waktu 5 menit, rombongan keluarga Damian sudah tiba di ruang Vera. Satu persatu mulai turun dari dalam mobil.


Pandangan Abian menyapu seluruh halaman, seperti sedang mencari sesuatu. Tatapan matanya tertuju pada Vera yang tengah berdiri diantara penyambut tamu. Tanpa banyak pikir, Abian langsung berlari menuju ke arah Vera.


Damian yang melihat hal itu, langsung menangkap tubuh Abian. Hal ini membuat Abian kesal pada pamannya.


"Paman, aku mau ketemu Bu Guru. Lepas, paman!" terima Abian.


Abian tampak cemberut dan dengan kesal melakukan pelukan Damian. Abian langsung berlari memeluk Vera. Vera dengan lembut membalas pelukan Abian. Damian kini yang tampak kesal dengan ulah Abian. Dia saja belum pernah memeluk Vera, kenal Abian dengan bebasnya memeluk Vera. Vera juga membuat Damian cemburu dengan memeluk Abian.


Apa yang terjadi antara Abian, Vera dan Damian membuat semua yang ada di rumah itu tertawa. Tetapi Damian dan Abian seperti sedang saling mengejek satu sama lain. Suasana menjadi penuh kekeluargaan.

__ADS_1


Pertemuan dua keluarga ini, hanyalah untuk mempertegas hubungan antara Vera dan Damian. Keluarga Damian, ada papi dan Mami, kedua kakaknya, mbak Dewi dan Mas Rudy. Selesai acara silaturahmi, mereka melanjutkan dengan acara pertunangan Vera dan Damian. Damian menyematkan sebuah cincin di jari manis Vera disaksikan semua yang hadir. Tepuk tangan dan ucapan selamat mengakhiri acara pertunangan sederhana tersebut.


Kini saatnya acara makan bersama. Abian tidak mau ketinggalan dan terus mendekati Vera. Makan pun Abian ingin di suapi Vera. Timbul niat dihati Damian untuk menggoda mereka berdua. Damian duduk di sebelah Abian dan bersikap seperti anak kecil seusia Abian.


Vera hanya bisa tersenyum melihat sikap kedua pria yang sangat disayanginya itu. Vera mulai menyuapi Abian dan Damian secara bergantian. Meskipun Abian sangat kesal tetapi dia cukup terhibur melihat pamannya bersikap seperti dirinya.


"Abian, Damian, apa-apaan ini. Kalian minta disuapi Vera?" tanya mbak Dewi kaget.


"Tidak apa-apa, Mbak. Mereka memang suka seperti itu kalau ketemu aku. Berasa sedang mengajar anak TK," jawab Vera sambil tersenyum.


"Abian, sini. Ibu saja yang sudah kamu," ajak mabuk Dewi sambil menatap lembut Abian.


"Hore, ibu mau suapin Abian. Bu Guru, Abian ikut ibu saja," ucap Abian lalu berjalan ke arah ibunya.


Sebenarnya apa yang di ajukan Abian hanyalah sikap ingin diperhatikan oleh ibunya. Ketika perhatian itu sudah didapatkan, Abia merasa sangat senang. Damian juga bernapas lega, saingan kecilnya telah mendapatkan tempat bermanja.

__ADS_1


Damian menatap intens wajah Vera. Ingin rasanya memeluk dan mencium wanita yang kini sudah menjadi tunangannya. Tetapi, Damian berusaha menahannya hingga Vera resmi menjadi istrinya nanti. Damian tidak ingin, merusak apa yang Vera jaga selama ini. Menjaga diri dari sentuhan pria yang bukan muhrimnya.


Bersambung


__ADS_2