CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEGALAUAN HATI


__ADS_3

Malam semakin larut, semua makhluk sudah terlelap dalam peraduannya. Namun hal tersebut tak berlaku bagi kaisar muda ini.


Qin Shi Huang yang baru saja diangkat sebagai kaisar satu minggu yang lalu malam ini tidak bisa tidur.


Dia membolak -  balikkan badannya dengan gelisah. Bukan sedang memikirkan masalah pemerintahan ataupun hal lain sejenisnya.


Yang membuat hatinya tak tenang adalah semua hal yang tak sengaja dia dengar waktu dirinya hendak mengunjungi sang adik di Meigui Palace.


Kaisar Qin Shi Huang yang sangat rindu dengan Fan Jianying akhirnya memutuskan untuk mendatanginya langsung di Meigui Palace setelah hampir selama satu minggu dia sama sekali tak melihat sosok wanita yang dicintainya dalam diam itu.


Dia hanya melihat sebentar Fan Jianying waktu acara pelantikan dirinya menjadi kaisar menggantikan sang ayah.


Itupun hanya sejenak, selanjutnya dia tak pernah lagi melihat sosok wanita muda itu didalam istana.


Karena kesibukannya di dalam istana, kaisar Qin Shi Huang pun tak sempat untuk mengunjungi Meigui Palace, dimana sang adik tinggal.


Dan hari ini, begitu ada waktu sedikit longgar dia pun bergegas pergi ke Meigui Palace dengan perasaan yang membuncah.


Namun, baru saja dia masuk kedalam kediamanan tanpa sengaja dia melihat sang adik berpelukan erat dengan suaminya.


Bukan karena cemburu yang membuatnya gelisah, tapi isi percakapan yang keduanya lakukanlah yang membuatnya tak tenang hingga tak bisa tertidur malam ini.


“ Apa dia akan benar – benar kembali kedunianya ?...”


“ Lalu, bagaimana denganku ?....”


“ Kenapa dia tega meninggalkanku tanpa mengucapkan sepetah katapun kepadaku….”


“ Apa yang harus aku lakukan sekarang ?….”


“ Apa aku bisa mencegahnya ?....”


Banyak hal yang muncul terus menerus dikepala kaisar Qin Shi Huang. Membuat hatinya semakin gelisah tak menentu.


Ating, penjaga bayangan milik kaisar Qin Shi Huang ikut merasa gelisah waktu melihat junjungannya tersebut gundah gulana seperti itu.


Namun, dia juga tak berani bertanya karena masih sayang nyawa. Jadi yang bisa dia lakukan hanyalah berdiri dalam diam sambil mengamati keadaan yang ada.

__ADS_1


Dia baru akan bertindak jika ada hal yang dirasa membahayakan orang nomor satu di negara Huangshan tersebut.


Pagi harinya, setelah sarapan Fan Jianying menulis semua amalan yang wajib dia lakukan nantinya agar bisa kembali ke negara Huangshan ini.


Bai Cheung langsung menyimpan catatan yang diberikan oleh istrinya tersebut dengan rapi dan tersembunyi. Dia berjanji akan melakukan amalan tersebut juga disini agar sang istri bisa kembali bersamanya lagi.


“ Apa rencana istri hari ini ?....”, tanya Bai Cheung lembut.


“ Aku akan mengunjungi kediaman ibunda hari ini. Sudah lama aku tidak bercengkerama dengan beliau….”, ucap Fan Jianying sambil tersenyum manis.


“ Baiklah…tapi ingat, jangan terlalu capek….”, ucap Bai Cheung sambil menepuk pucuk kepala sang istri dengan lembut.


“ Aku akan kembali begitu semua urusanku beres….”, Bai Cheung berkata sambil mengecup kening Fan Jianying sebelum berangkat kerja.


Fan Jianying mengantarkan sang suami hingga depan pintu kediaman dan langsung masuk begitu tubuh sang suami hilang dibalik tembok.


Sesuai rencana, Fan Jianying berkunjung ke Helio Palace untuk menemui ibundanya sambil membawakan kudapan yang baru selesai dibuatnya bersama Dayu tadi pagi.


Karena sudah lama tak berjumpa, Fan Jianying terlihat sangat bersemangat waktu mengobrol dengan permaisuri Wei.


Bahkan kehadiran sang kakak putri Wei Xieun yang juga datang mengunjungi ibundanya membuat suasana semakin ceria dan rame.


Semua mereka bahas sambil sesekali tertawa lepas begitu ada hal yang mereka anggap lucu atau menggembirakan.


Setelah puas bercengkerama dengan ibu dan kakaknya, Fan JIanying yang sudah sedikit lelah akhirnya pamit undur diri.


Dalam perjalanan tanpa sengaja dia bertemu dengan kaisar Qin Shi Huang yang langsung menahan langkahnya dan mengajaknya untuk berbicara empat mata di dalam ruang pribadinya.


“ Ada apa ini ?...kenapa wajah kakak tampak terlihat sangat tegang ?....”, batin Fan Jianying resah.


Begitu tiba di ruang pribadi sang kakak, Fan Jianying segera menatap tajam kaisar muda tersebut karena sudah penasaran dengan apa yang ingin kakaknya itu bicarakan pribadi dengannya.


Setelah menimbang – nimbang beberapa saat, kaisar Qin Shi Huang yang tak ingin terus merasa gelisah akhirnya mulai bersuara.


“ Apa benar Fan’er akan kembali ke dunia asal dimana jiwa Fan’’er berada ?...kapan ?....”, tanya kaisar Qin Shi Huang dengan tatapan tajam.


Fan Jianying sedikit terkejut terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh sang kakak karena hanya suaminya yang  baru tahu mengenai hal ini kemarin.

__ADS_1


“ Ba…bagaimana kakak bisa tau hal ini ?....”, tanya Fan Jianying terkejut.


“ Aku tak sengaja mendengar pembicaraan kalian waktu berkunjung ke Meigui Palace kemarin…”, ucap kaisar Qin Shi Huang dengan tatapan penuh selidik.


Fan Jianying yang merasa cepat atau lambat dia akan memberitahukan kepada keluarganya mengenai hal ini akhirnya hanya bisa mengambil nafas dalam sebelum berbicara.


“ Sampai anakku lahir….”, ucap Fan Jianying singkat.


Setelah Fan Jianying menjawab, keduanya terlihat terdiam untuk beberapa saat. Sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.


“ Aku akan cari cara agar Fan'er  tetap bisa berada disini. Jika perlu, aku akan pergi ke kerajaan langit untuk meminta petunjuk dan bertemu dengan dewa….”, kaisar Qin Shi Huang terlihat berkata dengan berapi – api.


“ Tidak bisa !!!... aku sudah bernegoisasai dan hasilnya aku hanya diberi kesempatan hingga anakku terlahir kedunia….”, Fan Jianying berucap sambil menunduk sedih.


Kaisar Qin Shi Huang hanya bisa menghela nafas dalam berkali – kali dengan kedua tangan terkepal disamping tubuhnya.


“ Tidak !!!...dia tak ingin menyerah begitu saja kepada takdir yang ada. Dia akan berusaha semaksimal mungkin agar wanita yang dicintainya tersebut tetap berada disampingnya….”, batin kaisar Qin Shi Huang penuh keegoisan.


Melihat kedua tangan kakaknya terkepal kuat hingga buku – buku jarinya memutih, Fan Jianying pun berjalan mendekat dan berusaha untuk melepaskan kepalan tangan kasair Qin Shi Huang dengan lembut.


“ Ini sudah takdir. Meski berat, kita harus menerimanya….”, ucap Fan Jianying sambil menyandarkan kepalanya didada bidang sang kakak.


Kaisar Qin Shi Huang pun langsung mendekap erat tubuh Fan Jianying, seolah tak ingin melepaskannya sampai kapanpun.


Fan Jianying yang menyadari kegelisahan hati sang kakak mengusap punggung kaisar Qin Shi Huang dengan lembut untuk menenangkannya.


“ Jika takdir berpihak padaku, maka aku akan kembali ke negara Hungshan ini lagi dan berkumpul bersama kalian….”, ucap Fan Jiangying menghibur.


Kaisar Qin Shi Huang segera menutup kedua matanya. Menghirup dalam – dalam aroma tubuh wanita yang dicintainya itu, seolah – olah kata yang diucapkan sang adik adalah kata perpisahan untuknya.


“ Apakah Fan’er sudah berdiskusi mengenai hal ini dengan ayahanda ?....”, tanya kaisar Qin Shi Huang dengan tatapan lembut.


“ Aku masih menunggu kondisi ayahanda benar – benar pulih agar kabar ini tak mengganggu kesehatannya….”, ucap Fan Jianying sedih.


“ Sebaiknya, Fan’er segera berdiskusi dengan ayahanda agar bisa mendapatkan solusi yang tepat. Aku yakin, ayahanda pasti sudah bisa memprediksi jika hal ini cepat atau lambat akan terjadi….”, kaisar Qin Shi Huang mengatakan semuanya sambil mengusap wajah cantik sang adik dengan lembut.


“ Mungkin benar apa yang diucapkan kakak. Ayahanda pasti sudah mengetahui semua hal ini akan terjadi….”, batin Fan Jianying bermonolog.

__ADS_1


Diapun berencana akan mengunjungi sang ayah nanti, setelah dia beristirahat sebentar di kediamanannya setelah urusan dengan sang kakak selesai.


__ADS_2