CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KETAKUTAN SERVANT MEILIN


__ADS_3

Keesokan harinya, Fan Jianying kembali menuju restorannya dengan beberapa pelayan yang dibawanya dari kediaman dengan tujuan untuk membersihkan dan menata ulang restoran tersebut sesuai dengan gambaran apa yang sudah ada dalam benaknya.


Mengacu pada restoran Shadong, Fan Jianying akan membagi restorannya menjadi dua, untuk masyarakat umum dan golongan bangsawan.


Bagaimanapun hierarki di jaman kuno ini masih kental, sehingga Fan Jianying perlu menggunakan hal itu untuk menghargai tamunya sesuai tingkat sosialnya dalam masyarakat.


Rencananya di lantai dua di akan membuat ruangan bersekat sehingga tidak banyak memakan tempat dan lebih efisien.


Diapun segera mencatat semua perabotan apa saja yang diperlukan dan memberikan catatan tersebut kepada pelayan senior Gaeng yang tadi sengaja dia ajak karena dia tidak terlalu menyukai hasil pekerjaan dari servant Meilin.


Bukan karena servant Meilin adalah orangnya Bai Cheung, namun melihat tugas sepele yang diberikannya kemarin tidak memuaskan, Fan Jianyingpun memberikannya kepada orang – orang yang sudah dia percayai.


Entah kenapa Fan Jianying merasa jika servant Meilin  terlihat sengaja ingin menghambat dirinya untuk mengelola restorant tersebut.


Pada saat Fan Jianying sedang mengawasi para bawahannya bekerja, servant Meilin pun berjalan mendekat dan mulai mengajaknya berbicara.


“ Madam ketiga, anda jangan terlalu bekerja sekeras ini. Karena sekeras apapun anda berusaha, anda tidak akan mendapatkan uang disini…”, ucap servant Meilin pesimis.


Merasa diremehkan, Fan Jianying yang sudah tidak cocok dengan servant Meilin sejak awal berusaha untuk tak menanggapinya.


Namun, wanita paruh baya tersebut terus saja mengoceh tentang hal – hal yang berbau negative hingga Fan Jianying yang terlihat kesalpun langsung melotot tajam kepadanya.


“ Anda dikirim kesini oleh suami saya adalah untuk membantu saya, bukan untuk mengatur saya dan mengambil keputusan. Saya tahu apa yang saya lakukan dan itu bukanlah ranah anda…”, ucap Fan Jianying dengan nada tinggi.


Tidak seperti biasanya, meski marah dia masih bersuara lembut dengan nada rendah. Ini baru pertamakali semua orang melihatnya berbicara dengan menggunakan nada tinggi sehingga otoritasnya sebagai pemegang kekuasaan terlihat jelas.


Meski tidak dibentak, namun mendengar nada suara tinggi dari madam ketiganya, tubuh servant Meilin langsung menegang dan mulutnya pun langsung terkunci rapat tanpa ada sepatah katapun keluar dari sana.


Servan Meilin menyadari sesuatu hal, meski terlihat santai dan ramah namun Fan Jianying tampaknya akan langsung marah jika seseorang melampaui batasannya.


Tidak seharusnya dia mendikte apa yang harus dilakukan oleh madam ketiganya itu hanya karena gadis itu memperlakukannya dengan baik.


Bagaimanapun dia adalah pelayan dan hal seperti itu sangat tabu untuk dilakukannya. Menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya, keringat dinginpun mulai mengucur deras dari dalam tubuh servant Meilin.

__ADS_1


Melihat wajah servant Meilin yang pucat, untuk sesaat Fan Jianying sempat menyesal karena telah menggunakan nada tinggi untuk menegur pelayannya itu.


Dia bukannya marah, tapi dia tidak suka jika ada seseorang membuat keputusan untuknya. Mungkin jika servant Meilin tadi coba berdiskusi dengannya tentang apa saja sisi positif dan negatifnya  membuka restoran disini.


Mungkin dirinya masih bisa menerima hal tersebut. Bagaimanapun kerasnya dia, Fan Jianying masih bisa diajak berbicara jika lawan bicaranya tersebut menggunakan bahasa yang baik dengannya.


Hal itu jugalah yang dulu membuatnya sangat dihargai oleh karyawan dan rekan kerjanya karena selalu mengutamakan musyawarah untuk mengambil setiap keputusan yang akan dijalankan oleh perusahaan.


“ Pelayan tua ini sudah mengerti nyonya…”, ucap servant Meilin langsung bersujud.


Fan Jianying yang paling anti melihat pelayannya bersujud segera mengangkat tubuh wanita paruh baya tersebut sambil tersenyum.


“ Percayalah padaku…memang semua usaha itu tidak mudah dijalankan. Tapi jika memiliki kemauan yang keras dan tidak berputus asa, maka pasti ada jalan untuk mencapai keberhasilan itu…”, ucap Fan Jianying berusaha bijak.


Mendengar ucapan Fan Jianying hati servant Meilin semakin tak menentu. Meski dihadapan gadis muda belia itu dia mengangguk, namun tidak dengan hatinya.


Dia masih khawatir suatu saat gadis itu benar – benar akan meninggalkan tuan mudanya begitu usaha yang dijalankannya itu berhasil.


Tapi, dalam surat yang ditulis tuan mudanya itu servant Meilin merasakan jika tuan mudanya itu juga memiliki kegelisahan yang sama dengannya.


Namun entah mengapa tuan mudanya itu masih enggan untuk mengakuinya. Bukankah akan lebih baik jika dia mengatakan langsung kepada istrinya hingga kesalah pahaman ini tidak terus berlanjut.


Mengingat bagaimana baiknya karakter Fan Jianying, jika tuan muda ketiga Bai tersebut mau menjelaskan semuanya, dia sangat yakin jika istrinya itu akan mengerti dan memahami semuanya.


“ Tuan muda, kenapa kamu membuat hal mudah menjadi sulit seperti ini…”, batin servant Meilin berkecamuk.


Sementara itu, dalam waktu istirahatnya Bai Cheung terlihat berpikir sangat keras. Setelah melalui pertempuran demi pertempuran dengan hewan mutasi namun nyatanya hal tersebut sama sekali tak mengurangi jumlah populasi hewan mutasi.


Yang ada justru hewan mutasi tersebut terlihat semakin meningkat jumlahnya. Seperti amuba yang dapat membelah diri sehingga pertumbuhannya sangatlah cepat.


Bukan hanya tidak berkurang jumlahnya, bahkan kekuatan hewan mutasi tersebut terlihat semakin meningkat setiap kali melakukan penyerangan.


“ Aku harus secepatnya menepukan titik akhir saluran air tersebut…”, batin Bai Cheung sambil mengobati beberapa luka akibat cakaran dan gigitan hewan mutasi yang berhasil mengenainya.

__ADS_1


Sejak mengetahui adanya lorong yang disinyalir sebagai tempat hewan mutasi muncul, Bai Cheung bersama Liam yang ingin mengetahui ujung dari saluran air tersebut sama sekali tak berhasil menemukannya.


Bahkan beberapa kali dia mencoba untuk mencapai ujungnya, selalu ada hewan mutasi yang menghadang mereka didalam.


Entah itu anjing mutasi, tikus mutasi, kelinci mutasi, bahkan yang terakhir adalah laba – laba mutasi yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari tubuhnya.


Membuat Bai Cheungpun menginstruksi para prajurit untuk menutup saluran air tersebut agar para hewan mutasi tak bisa masuk kedalam wilayah mereka.


Tapi penutupan tersebut tak menghalangi hewan mutasi untuk masuk. Hal ini membuat Bai Cheung mulai menyuruh anak buahnya untuk mencari saluran pembuangan air yang sangat dia yakini bukan hanya satu.


Hewan mutasi terus berdatangan, sedangkan saluran pembuangan air yang lama sudah dia tutup. Didarat, para prajurit yang berpatroli sama sekali tak melihat jejak mereka.


“ Sial !!!...tampaknya mereka sudah merencanakan semuanya dengan sangat  baik !!!...”, batin Bai Cheung geram.


Sayangnya, ingatan Bai Cheung akan kejadian hewan mutasi ini tidaklah banyak. Karena setelah jenderal besar Tian meninggal dan sebagian wilayan timur direbut musuh.


Hewan mutasi tersebut tidak pernah muncul lagi diwilayah tersebut dan mulai berpindah tempat ke bagian selatan, yang saat ini kondisinya masih aman.


“ Apa yang sebenarnya mereka cari dari wilayah timur, kenapa mereka kekeh untuk mendapatkan wilayah tak berpotensi dengan suhu ekstrim ini…”, batin Bai Cheung penuh tanda tanya.


Sambil memikirkan semuanya, Bai Cheung yang sedang beristirahat bersama Liam kembali mengingat surat yang dikirimkan oleh servant Meilin kepadanya.


Dia sama sekali tidak menyangka jika sang nenek akan memberikan Impereal Restoran kepada istrinya mengingat neneknya itu sangat menyayangi banggunan tua itu, meski sama sekali tidak menghasilkan.


Dalam ingatannya juga tidak ada bagian yang menyebutkan hal itu. Bahkan dia tidak yakin istrinya yang tidak memiliki kemampuan apapun itu bisa mengurus sebuah restoran.


Tapi jika melihat fakta yang ada didepan mata, dengan banyaknya kemampuan yang dimiliki sang istri dalam kehidupannya saat ini membuatnya ingin mengetahui segala hal tentang gadis tersebut.


Jika Heyna dan Hira tidak mampu mengetahuinya, maka dia hanya bisa mengerahkan pasukan rahasia miliknya.


“ Selidiki semuanya dan laporkan padaku secepatnya !!!...”, perintah Bai Cheung tegas.


“ Dipahami…”, bayangan hitam tersebut langsung menghilang setelah tuannya memberi perintah.

__ADS_1


__ADS_2