CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
INTIM


__ADS_3

Malam semakin larut dan salju yang turun di kawasan kota Fushou semakin deras hingga membuat suhu di area kamp militer mengalami penurunan secara drastis.


Para pasukan yang berjaga malam hanya berdiam diri didalam pos masing – masing dan hanya mengandalkan serigala salju untuk menjaga dibeberapa titik yang dianggap krusial.


Sementara pasukan Huangshan yang lainnya lebih memilih untuk beristirahat didalam tenda masing – masing untuk menjaga suhu tubuh mereka agar tetap stabil.


Bai Cheung sudah menambah pemanas yang ada dalam tendanya. Namun dia masih melihat jika tubuh Fan Jianying terus saja bergetar hebat akibat kedinginan.


Sudah beberapa lapis selimut dia gulungkan ketubuh sang istri, namun Fan Jianying masih terlihat mengigil.


“ Apa yang harus aku lakukan ?...”, batin Bai Cheung resah.


Diapun segera memeluk tubuh sang istri yang ada dalam balutan selimut tebal, namun hal tersebut tampaknya tidak terlalu berpengaruh.


Kemudian dia teringat akan metode menghangatkan tubuh secara cepat yaitu dengan memeluk tubuh istrinya secara langsung tanpa adanya penghalang.


Bai Cheung terlihat sedikit ragu untuk melakukan hal tersebut. Namun melihat istrinya semakin menggigil dengan gigi bergemelatuk, diapun akhirnya memutuskan untuk mencobanya.


Perlahan, diapun mulai membuka lapisan selimut yang membungkus tubuh Fan Jianying. Selanjutnnya, Bai Cheung pun membuka bagian depan jaket dan pakaiannya hingga dadanya terekspos dengan sempurna.


Dengan hati – hati, Bai Cheung mulai membuka bagian depan pakaian yang dikenakan oleh istrinya. Tangan Bai Cheung terlihat sedikit gemetaran waktu mulai membuka baju Fan Jianying.


Ini adalah pengalaman pertama dirinya membuka pakaian seorang gadis, meski Fan Jianying adalah istri sahnya.


Tapi pengalaman pertama ini cukup membuat jantungnya berdetak sangat kencang. Bai Cheung bahkan terlihat kesulitan untuk menelan ludahnya waktu lapis demi lapis pakaian istrinya berhasil dia buka dan hanya menyisakan pakaian dalam yang tipis.


“ Aku tak menyangka jika tubuh gadis ini sudah tumbuh dengan sempurna…”, batin Bai Cheung sambil berusaha untuk menelan ludahnya karena kerongkongannya saat ini terasa sangat kering.


Tatapan mata Bai Cheung tak berkedip dan terus saja mengarah pada bagian dada sang istri yang terlihat cukup berisi tersebut.


Jika tak menyadari kondisi Fan Jianying saat ini membutuhkan pertolongan, mungkin malam ini juga dia akan menjadikan istrinya itu menjadi miliknya seutuhnya.


“ Hentikan pikiran kotormu !!!...ini bukanlah saat yang tepat untuk melakukan hal itu !!!...”, maki Bia Cheung kepada dirinya sendiri dalam hati.


Setelah berhasil menguasai diri, Bai Cheungpun segera memeluk tubuh sang istri hingga kedua kulit pasangan suami istri ini saling menempel antara yang satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


Jantung Bai Cheung berdetak semakin cepat waktu menyadari benda kenyal yang menempel didada bidangnya terus bergerak.


Fan Jainying terlihat beberapa kali bergerak untuk mencari kenyamanan. Setelah mendapatkan kehangatan yang dicarinya, nafas gadis itu sudah mulai teratur dan kembali normal.


Bai Cheung semakin mempererat pelukannya dan menarik selimut berlapis yang ada diluar agar menutup tubuh keduanya dengan sempurna.


Nafas hangat Fan Jainying di lehernya membuat Bai Cheung malam ini tak bisa tidur. Waktu dirinya menunduk, dia bisa melihat bibir pucat tersebut sedikit terbuka.


Membuat gairah lelaki miliknya mulai bangkit. Untuk sesaat dia mencoba untuk mengalihkan pikirannya, namun nafas hangat Fan Jianying dilehernya tak mampu mengalihkan pikirannya dari hasrat kelaki – lakiannya yang mulai bergejolak.


“ Dia tak akan marah kan jika sekarang aku menciumnya ?...”, batin Bai Cheung dilemma.


Perlahan Bai Cheung  mulai mendekatkan wajahnya dan tatapan matanya fokus pada bibir pucat yang ada dihadapannya itu.


Tak butuh lama\, bibir pucat Fan Jianying berhasil di l***t dengan lembut oleh Bai Cheung. Fan Jianying tanpa sadar membalas perbuatan suaminya hingga membuat Bai Cheung semakin rakus m*****t bibir manis istrinya itu.


Cukup lama keduanya berciuman hingga akhirnya Bai Cheung melepas pagutan mereka pada saat menyadari jika Fan Jianying mulai kehabisan nafas.


Deg…deg…deg….


Jantung Bai Cheung semakin berdetak cepat tak beraturan. Dia bahkan merasa jika jantungnya itu hampir saja meloncat keluar waktu istrinya tanpa sadar melengkuh waktu dia menghisap leher jenjang Fan Jianying dengan kuat.


Bai Cheung pun kembali m*****t bibir manis istrinya dengan rakus waktu melihatnya bibir munggil tersebut terbuka sedikit.


Meski belum sepenuhnya sadar, tapi  Fan Jianying tetap mengikuti permainan sang suami. Melihat respon positif dari Fan Jianying,tangan Bai Cheung pun mulai bergerak nakal.


Fan Jainying terlihat kembali mendesah waktu tangan nakal Bai Cheung m*****s dadanya dengan lembut.


“ Tidak !!!…ini salah !!!….”, batin Fan Jianying resah.


Fan Jianying semakin panik waku dia merasa jika ada tangan menyentuh titik – titik sensitive di tubuhnya.


Tapi entah kenapa, Fan Jianying tidak bisa membuka mata dan tak memiliki daya untuk melawan dan akhirnya menikmati semua hal yang terjadi pada dirinya.


Pergulatan panaspun terjadi malam itu, dan pada saat hendak mencapai hal yang utama, tiba – tiba Bai Cheung tersadar dan langsung menarik tubuhnya.

__ADS_1


“ Tidak !!!...aku tak bisa melakukan ini sekarang !!!...”, batin Bai Cheung bergejolak.


Diapun segera merapikan kembali pakaian dalam sang istri yang sudah tak karuan akibat ulah tangan nakalnya.


Tak ingin kejadian tersebut terulang kembali, Bai Cheung pun langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat sambil berusaha untuk memejamkan kedua matanya.


Bai Cheung sekuat tenaga untuk kembali menurunkan gairah kelaki – lakiannya yang baru saja bangkit.


Dia tidak ingin melihat kekecewaan diwajah sang istri waktu menyadari jika kesuciannya direngut secara paksa seperti itu.


Meski hal tersebut sangat wajar untuk dilakukan oleh sepasang suami istri yang sudah mejalani perkawinan secara sah.


Tapi,  Bai Cheung ingin melakukan semuanya itu pada saat istrinya sudah sadar dan bisa menerimanya dengan sepenuh hati.


Hati Bai Cheung sedikit lega waktu mendengar suara dengkuran halus keluar dari mulut munggil istrinya.


Melihat wajah damai sang istri dan tubuhnya sudah kembali hangat, Bai Cheung pun tersenyum lebar.


Setelah mengecup kening istrinya cukup lama, Bai Cheung pun mulai masuk kedalam alam mimpi sambil tersenyum bahagia.


Sementara itu, di paviliun Huangwei Hyna terlihat sangat cemas karena beberapakali ada anggota keluarga Bai dan anggota keluarga Fan yang datang untuk menjenguk dan melihat kondisi Fan Jianying..


Meski tabib Shilin berhasil mengusir mereka secara halus, namun Heyna tak yakin jika hal tersebut bisa dilakukannya secara terus menerus.


Tentunya kedua keluarga tersebut akan kembali datang beberapa waktu untuk memastikan apakah Fan Jianying dalam keadaan abik - baik saja atau tidak.


Dan jika hal itu terjadi, sepertinya mereka tak akan bisa untuk menahan mereka datang melihat. Jika keluarga Bai mungkin Heyna tak akan curiga.


Tapi jika yang datang adalah keluarga Fan, Heyna takut penyamarannya akan terbongkar dan dapat menimbulkan masalah bagi Fan Jianying yang sampai sekarang amsih belum dia dapatkan lagi kabarnya setelah kabar terakhir yang menyebutkan jika gadis itu berada di dalam kamp militer pasukan Huangshan bersama suaminya.


Tabib shilin yang menyadari kekhawatiran pelayan pribadi madam ketiga Bai tersebut, berusaha untuk menenangkannya.


“ Bersabarlah sebentar lagi…aku yakin, tak lama lagi madam ketiga Bai akan kembali…”, ucap tabib Shilin menghibur.


Tabib Shilinpun segera mengenggam tangan gadis yang ada dihadapannya itu dengan erat, menyalurkan semangat untuknya.

__ADS_1


Sejak berada dalam pavilun selama beberapa bulan, keduanya menjadi lebih dekat karena saling menguatkan dalam menghadapi semuanya permasalahn yang datang secara bersama – sama.


Tapi sayangnya, keduanya tampaknya tak menyadari jika benih – benih cinta mulai tumbuh di hati keduanya tanpa mereka sadari.


__ADS_2