CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
Bab 35. Izin Ayah


__ADS_3

"Vera, aku mencintaimu. Maukah kamu menikah denganku?" ucap Damian sambil menahan napas.


Dia memang sudah merasa yakin bahwa Vera akan menerima lamarannya. Setelah apa yang dia dengan beberapa hari yang lalu. Akan tetapi akan lebih baik jika Damian mendengar langsung dari mulut Vera sekaligus memberikan kejelasan hubungan mereka.


Vera yang sudah tahu dari ayahnya jika Damian juga mencintainya, agak kaget juga. Karena Vera tidak menyangka akan secepat ini Damian menyatakan cinta, sekaligus melamarnya. Vera menatap mata Damian dan mencoba mencari tahu dari sinar mata Damian tentang ketulusan cinta yang ditawarkan padanya.


"Aku, tidak ...," jawab Vera terhenti.


Damian tertegun mendengar jawaban Vera. Detak jantung dan napasnya seolah berhenti. Senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya, berubah seketika. Damian juga tidak mampu berucap sepatah katapun.


"Aku, tidak menolak pernyataan cinta darimu," ucap Vera yang membuat Damian bisa kembali bernapas.


Vera menerima bunga dari Damian sekaligus sebagai tanda bahwa Vera menerima pernyataan cinta dari Damian. Ingin sekali Damian memeluk Vera, tetapi Dia merasa masih belum percaya jika saat ini mereka sudah menjadi pasangan.


Meskipun mereka masih agak canggung, karena hubungan mereka yang terkesan hanya sedikit pendekatan. Meskipun jika dihitung dari awal mereka kenal, hubungan mereka tercipta penuh liku-liku dan drama.

__ADS_1


Damian memberanikan diri menggenggam tangan Vera yang disambut senyum malu-malu oleh Vera. Vera bersandar di bahu Damian dan mereka menikmati hari itu dengan penuh haru.


"Vera, aku akan langsung meminta izin melamar kamu pada orangtuamu," ucap Damian.


"Iya, pak Damian," jawab Vera pelan.


Mereka memutuskan pulang setelah hari mulai menjelang senja. Tampak kegembiraan terpancar dari wajah mereka berdua. Hal itu terlihat jelas oleh kedua orangtua Vera. Mereka hanya menghela napas panjang. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi tetap Allah yang menentukan. Usaha pak Anto untuk memisahkan Vera dan Damian harus berakhir demi kebahagiaan Vera.


Setelah makan malam, Damian berinisiatif berterus-terang pada orangtua Vera tentang hubungan Vera dan Damian. Damian dengan keseriusannya, langsung meminta izin untuk melamar Vera. Jika mereka setuju, orangtua dan keluarga Damian akan datang besok.


"Tentu saya siap menikahi, Vera. Bahkan jika sekarang kalian setuju, saya akan menikahinya sekarang," jawab Damian tanpa pikir panjang.


"Bapak hanya berandai-andai saja. Baiklah, bapak akan menunggu kedatangan keluargamu di rumah ini. Tetapi sebelumnya, kamu harus mengkonfirmasi, berapa jumlah keluargamu yang akan datang. Sehingga kami bisa menyiapkan sajian dan hidangan yang cukup serta tidak akan mengecewakan," ucap pak Anto sambil menatap Damian tajam.


"Terima kasih, Ayah. Aku akan segera menghubungi orang tuaku untuk segera datang," jawab Damian yang membuat Vera dan keduaorangtuanya kaget. Bukan apa-apa, Damian sudah memanggil ayahnya Vera dengan sebutan 'Ayah'.

__ADS_1


"Ayah?" tanya Vera pada Damian.


Damian hanya tersenyum karena dia Menag dengan sengaja memanggil pak Anto dengan sebutan 'Ayah'. Karena bagi Damian, sebutan itu menunjukan bahwa pak Anto sudah setuju Damian menjadi menantunya.


Pak Anto dan bu Hena, tidak pernah akan mempermasalahkan sebutan Damian itu. Bahkan, mereka merasa mendukung kesungguhan hati Damian terhadap Vera.


Setelah mereka malaksanakan sholat Isyak, berjamaah, mereka masuk kekamar masing-masing untuk segera beristirahat. Sementara Damian segera menghubungi orangtuanya dan meminta mereka untuk segera datang melamar Vera. Bahkan, Damian secara pribadi meminta Mami-nya untuk segera menentukan tanggal pernikahan ketika mereka sampai di rumah orangtua Vera.


Damian terlihat bahagia setelah ibunya berjanji akan melakukan apa yang dia minta. Damian merebahkan dirinya diatas ranjang milik kakaknya Vera. Angan-angannya melayang jauh dan yang terlihat adanya senyum manis Vera.


Rupanya, urusan yayasan tidak lagi menjadi prioritas utama Damian lagi, setelah dia berhasil mendapatkan cinta Vera. Cinta yang mampu membawanya datang ke daerah ini dan membuat sesuatu yang hampir tidak masuk akal menjadi nyata.


Damian menyadari, banyak hal yang seharusnya akan menjadi sedikit masalah setelah mereka menikah. Tetapi Damian tidak peduli, yang terpenting dia bisa memiliki Vera.


Malam semakin larut dan Damian mulai terlelap didalam mimpi indahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2