
" dil . nanti kalau mau kekondangan . hubungi aku ya kalau ada rani " ucap rishi
" siap bos . " balas singkat dilla
dan aku baru tahu ternyata dilla menelfon rishi karna rani sudah ada di tempat kondangan tersebut dan rishi pun sama sekali tidak memberitahuku jika dia pergi ke kondangan bersama.
aku pun membalas pesan singkat dilla dengan menyamar menjadi rishi
" kenpa dil ? sorry gue lagi masak " balas ku pada dilla
" ahh loe sih kelamaan ris . rani udah pulang sendiri . tanpa si abi " celetuk dilla
walaupun dia tidak tahu siapa yang membalas pesanya ini
" kok kamu gak ngabarin aku sih . ah dasar loe dil . gak setia kawan "! ucap ku
" tadi gue udah telfon loe dan loe gak angkat telfon gue kampret ."! kesal dilla
pada akhirnya aku hapus pesan semua nya agar tidak ketahuan rishi
walaupun ketahuan rishi pun aku juga gak masalah
toh biar semua selesai masalahnya aku sama rishi
beberapa jam kemudia rishi mulai memanggilku dan aku pura pura untuk tidur
dia tidak membangunkan ku sama sekali dan dia masih duduk di kasur sambil mengecek hp nya
setelah mengecek hp . dia langsung keluar dan seperti menghubungi seseorang
yang aku pikir itu adalah Dilla
rishi pun beranjak keluar kamar dan menelfon dilla diruang tamu dan aku sedikit menguping pembicaraanya
" heh . ngapain loe telfon gue ? udah ke kondangan belum ? tanya rishi
" gue udah pulang kerumah nungguin kamu kelamaan " jawab dilla
" terus si rani juga udah datang juga ?" tanya rishi
" yaelah kan tadi gue udah bilang sama elo . kalau rani dia kesini sendirian sama gue . kagak sama abi " ucap dilla
" kenapa loe gak bilang sama gue kampret "!! tegas rishi
saat mendengar kata kata itu hatiku bagai tersambar petir di siang hari . yang mana dia memang masih mengharapkan mantan kekasihnya tersebut
dan entah kenapa juga aku merasa . aku hamil karna mungkin dia mau sepert rani
tetapi sayangnya aku tidak seperti rani
__ADS_1
" tadi kan loe udah gue telfon tapi gak elo angkt dan loe juga udah bilang sama gue juga kan " kata dilla
" gue aja baru megang hp ini dill ? " kata rishi mengenyel
"ini gue screenshot kan caht mu tadi " jawab dilla tegas
tidak lama kemudian . dilla mengirimkan pesan gambar yang dia bilang ke rishi
setelah rishi membuka dan membacanya rishi pun terkejut sampai dia tidak bisa bicara apa apa
dan dia langsung pergi menuju kamar dan mememui ku
saat dia mau menemui ku aku sudah terbangun dan duduk di atas kasur
rishi yang melihatku pun begitu kaget
" kenapa ? mau marah padaku ?" ucapku singkat pada rishi
"aku mau ngejelasin ke kamu . tapi denger penjelasanku dulu " kata rishi sambil duduk di sampingku
" udah enggak ada yang di jelasin lagi rishi . semua udah jelas . aku tahu kamu menikahiku karna kamu gak dapet dengan rani dan kamu melampiaskan cinta mu ke aku
dan aku juga tahu saat rani hamil kamu juga memintaku untuk hamil juga
karna apa ? karna kamu pikir . saat aku hamil kamu akan merasakan kalau aku itu rani ? itu maksud kamu rishi ?" ucapku sambil mengelaurkan air mata yang memang sudah tidak bisa aku bendung lagi
" bukan itu sayang " jelas rishi sambil memegang tanganku
jika kamu tidak bisa menerimaku sebagai viola . kamu boleh pergi tinggalin aku rishi dan aku juga bisa merawat bayi ini senditi tanpa seorang bapak
dan asal kamu tahu . hari ini kamu dapet undangan pun bahkan aku tidak tahu
bahkan kamu membicarakan padaku saja tidak
, tapi malah kamu berencana mau pergi sama rani ? inget rishi . aku mengandung anakmu dan rani bukan mengandung anakmu "! tegasku pada rishi sambil meninggalkan dia di kamar
begitu sakit hati seorang wanita tahu istrinya di sakiti seperti itu
pernikahan macam apa ini ? bukan ini dan bukan pelampiasan yang aku inginkan dari suamiku
aku menginginkan suami yang memang tulus padaku
bukan modus sesaat hanya bisa melampiaskan cintanya untuk orang lain
setelah beberapa jam.kemudian aku baru kembali ke kamar dan aku melihat rishi sudah mulai tertidur
dan aku pun tidak merespon . karna masih terasa sakit perasaanku saat ini .
selama dia masih tidur aku membereskan pakaianku . karna aku memang butuh waktu untuk sendiri dan memang ingin membuat rishi tahu . apakah aku penting di hatinya ? atau hanya pelampiasan saja nya saja
__ADS_1
saat suara adzan ashar berkumandang . rishi masih belum kunjung bangun juga dan aku juga tidak membangunkan dia
aku segera mandi karna aku ingin tidur di rumah ibuku untuk sementara waktu
untuk menenangkan diriku apalagi aku sedang mengandung anak dari ku dan rishi
setelah beberapa menit kemudian rishi bangun dia merana raba tempat tidur dan tidak menemukan ku . dia memanggilku tetapi sengaja aku tidak menjawabnya
"sayang .kamu dimana ?" panggil rishi dan turun dari kamar dan mulai mencariku
" kamu disini ? kamu mau kemana bawa tas segede itu sayang ? " ucap rishi saat melihatku membawa barang barang yang cukup lumayan banyak .
mungkin bisa sampai 1 bulan aku dirumah ibu
" aku mau tidur dirumah ibu . aku pamit izin dulu "! ucapku singkat
" apa baju bajuku sudah kamu bawa juga sayang ?" kata rishi
" aku hanya membawa baju ku saja . tinggalah kau disini . dan aku akan pergi sendiri ke rumah ibu " jawabku tegas
" apa apa an ini ? aku itu suamimu . jadi kemana mana kamu harus sama aku vio "! bentak rishi
" apa kamu bilang ? suami ? apa harus aku pergi ngajak kamu ? ha ? gak salah dengar aku ?" jawabku dengan nada tinggi
" selama ini apa kamu pernah ngehargai aku sebagai istrimu ? kalau aku pergi . harus ngajak kamu ? gitu ? terus sedangkan kamu mau pergi kemana mana rani yang selalu kamu ajak ?!" itu yang kamu mau ? hah ? iya ? jawab ayo "! kataku sambil sontak membentak rishi
" vio . dengerin aku dulu . tolong lah jangan kayak gini . inget ada anak kita di kandunganmu " ucap rishi sambil memohon maaf padaku
" ini anakku bukan anakmu rishi . walaupun anak ini lahir . aku sanggup buat menghidupinya rishi "! ucap ku tegas
" oke jika ini mau mu . akan aku antarkan kamu kerumah ibu " ajak rishi
" tidak usah begitu repot nganterin aku . aku udah pesan taksi online untuk menjemputku . jaga kesehatanmu "! ucapku sambil menuju pintu depan rumah
karna memang taxi online ku sudah datang
" berapa hari kamu disana ?" teriak rishi
tidak aku perdulikan perkataan dia . karna terlanjur aku sakit hati
jarak rumahku dan rumah ibuku tidak terlalu jauh sekitar 1.5 jam mungkin sudah sampai dirumah ibuku
"tok tok tok " suara ketukan pintu
" iya sebentar " suara ibu yang terdengar saat menuju pintu
" kreeek " suara pintu terdengar
" viola ? masuk nak " ajak ibukku untuk masuk
__ADS_1
" iya buk " jawabku
" kenapa kamu disini nak ? terus kenapa barang bawaanmi banyak sekali ? dan dimana rishi ? kenapa dia tidak mengantarkannmu ? kalian bertengkar ? " tanya ibuku dengan begitu banyak pertanyaan