CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
PELUANG


__ADS_3

“ Aku dengar ibunda ratu sudah menyiapkan calon putri mahkota untuk kakak….”, ucap Fan Jianying memecah kesunyian yang ada.


“ Kalau menurut Fan’er, kira – kira siapa yang cocok untuk kakak ?....”, tanya putra mahkota Qin Shi Huang penasaran.


“ Apa kakak tidak memiliki wanita yang kakak cintai ?....”, Fan Jianying balik bertanya dengan tatapan penuh selidik.


Ditatap seperti itu oleh gadis yang dicintainya membuat putra mahkota Qin Shi Huang hanya bisa menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


“ Ada…tapi, kami tak akan pernah mungkin bersatu….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang dengan wajah murung.


“ Kenapa ?....apa ayahanda tak merestui ?...”, Fan Jianying terlihat mulai memberondong sang kakak dengan banyak pertanyaan.


“ Maaf, aku tak bisa mengatakan alasannya kepadamu….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang sedih.


Tanpa sadar, Fan Jianying langsung mengenggam tangan putra mahkota Qin Shi Huang dengan kedua tangannya untuk menguatkannya.


Meski Fan Jianying tak mengetahui alasan mengapa sang kakak tak bisa bersatu dengan wanita yang dicintainya itu.


Tapi melihat raut sedih yang cukup dalam terpancar dari kedua mata sang kakak dia sangat yakin jika putra mahkota Qin Shi Huang pasti sangat mencintai wanita tersebut.


“ Mengenai pemilihan putri mahkota, kurasa itu harus tetap kakak lakukan untuk menstabilkan posisi kakak di istana….”, Fan Jianying terlihat memberi saran dengan sangat hati – hati.


“ Kalau menurut Fan’er, kira – kira siapa yang cocok untuk posisi itu….”, tanya putra mahkota Qin Shi Huang dengan penuh selidik.


Fan Jianying terlihat berpikir sejenak sambil mengingat beberapa orang putri para pejabat dan bangsawan yang ada dinegara Huangshan.


“ Aku ada beberapa nama yang mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk kakak….”, ucap Fan Jianying antusias.


Fan Jianying pun mulai menjelaskan satu persatu kandidat putri mahkota yang menurut gadis itu cocok untuk bersanding dengan sang kakak dan mampu membantunya untuk naik tahta.


Putra mahkota Qin Shi Huang terlihat tak bersemangat dan malah memainkan jemari tangan Fan Jianying hingga membuat adiknya tersebut merasa kesal.


“ Kak…seriuslah sedikit….”, ucap Fan Jianying sedikit kesal.


Melihat wajah adiknya yang kesal, putra mahkota Qin Shi Huang malah terkekeh sambil tetap memainkan jemari Fan Jianying yang ada dalam genggamannya.


“ Kenapa Fan Nuan tidak ada dalam daftarmu ?....bukankah dia juga cukup berpotensi untuk menjadi putri mahkota ?...”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang dengan wajah penasaran.


“ Fan Nuan tak cocok untuk kakak !!!…..”, ucap Fan Jianying tegas.

__ADS_1


“ Kenapa ?...dia memiliki kriteria yang dibutuhkan seorang putri mahkota. Dan jika aku menikah dengannya, bukankah aku memiliki keluarga Fan dibelakangku….”, tanya putra mahkota Qin Shi Huang dengan tatapan penuh selidik.


“ Jika kakak memerlukan dukungan dari keluarga Fan, aku akan membantu kakak. Tapi, tidak dengan menikah dengan Fan Nuan…..”, Fan Jianying terlihat menekan setiap kata yang baru saja diucapkannya.


Melihat sang adik sangat tak suka jika Fan Nuan bersanding dengannya membuat hati putra mahkota Qin Shi Huang menghangat.


“ Jika aku ingin menikah dengannya bagaimana?....”, tanya putra mahkota Qin Shi Huang dengan senyum jail.


“ Tidak !!!...aku tak akan pernah mengijinkannya !!!....”, ucap Fan Jianying dengan suara rendah dan sedikit mengeram marah.


Melihat jika adiknya benar – benar marah, putra mahkota Qin Shi Huang pun menyudahi keusilannya dan mengelus lembut tangan Fan Jianying sambil tersenyum hangat.


“ Baiklah…aku akan mengikuti saran dari Fan’er….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang mengalah.


Mendengar akhirnya sang kakak mengikuti sarannya, perlahan senyum diwajah Fan Jianying mulai terbit kembali.


Tanpa keduanya sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang menatap tajam kearah keduanya dengan penuh kemarahan.


FLASH BACK ON


Mata – mata Ratu Qinly yang dikirim untuk mengawasi Meigui Palace dari kejauhan segera melaporkan semua hal yang terjadi didalam Meigui Palace.


Bahkan dia juga menyampaikan kabar mengenai kedekatan antara putra mahkota Qin Shi Huang dengan sang adik yang dianggapnya sedikit tidak wajar.


“ Kurasa aku bisa menggunakan hal ini untuk memecah belah mereka….”, batin Ratu Qinly tersenyum senang.


Diapun segera menyuruh pasukan bayangannya tersebut agar menghembuskan rumor mengenai kedekatan kakak beradik yang sedikit tak wajar tersebut di dalam departemen ekonomi tempat Bai Cheung bekerja.


Dalam sekejap, rumor yang berhasil dihembuskan tersebut sampai juga ditelingga Bai Cheung yang sudah merasa resah dan gelisah sejak tadi.


Hati Bai Cheung semakin memanas waktu mendengar kabar jika putra mahkota Qin Shi Huang berusaha untuk menggoda sang istri dan terus menempel selama pembicaraan berlangsung.


Utusan Ratu Qinly tersenyum puas waktu melihat Bai Cheung keluar dari dalam ruangannya dengan wajah penuh amarah.


Diapun segera berlalu untuk melaporkan keberhasilan misi yang dijalankannya hingga membuat Ratu Qinly tersenyum penuh kemenangan.


Hati Bai Cheung yang sudah mendidih semakin tak terkontrol waktu dia tiba di kediaman dan melihat putra mahkota Qin Shi Huang sedang mengenggam tangan istrinya dengan tatapan hangat penuh cinta.


FLASH BACK OFF

__ADS_1


Bai Cheung langsung menghempaskan tangan kakak iparnya dengan kasar sambil melotot tajam penuh permusuhan.


“ Lepaskan tangan kotormu dari istriku !!!!.....”, hardik Bai Cheung penuh kemarahan.


Fan Jianying yang tak berhasil menenangkan sang suami segera menyuruh kakaknya untuk pergi sebelum suasana semakin memanas.


Putra mahkota Qin Shi Huang pun segera menghempaskan lengan bajunya dan pergi sambil menatap Bai Cheung tajam.


Begitu sang kakak pergi, Fan Jianying pun segera membawa suaminya masuk kedalam kamar agar tak ada yang melihat pertengkaran kecil mereka.


Sepanjang malam Bai Cheung terus mengacuhkan sang istri karena masih kesal atas kejadian yang terjadi sore tadi.


Fan Jianying yang yang mengetahui jika suaminya hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya pasrah menghadapi kecemburuan lelaki tersebut.


Sementara itu, Ratu Qinly yang hendak masuk kedalam ruang pribadi suaminya tak sengaja mendengar tabib pribadi suaminya sedang berbincang dengan asistennya mengenai kondisi pemimpin negeri tersebut.


Kedua bola mata Ratu Qinly sempat melotot karena terkejut, namun tak lama kemudian senyum mulai merekah diwajahnya waktu mengetahui jika kondisi suaminya semakin memburuk.


Seperti mendapatkan angin segar, Ratu Qinly pun langsung memutar tubuhnya berbalik arah kembali kedalam kediamanannya dengan senyum merekah.


“ Akhirnya….hari baik ini datang juga kepadaku….”, batin Ratu Qinly penuh kepuasan.


Di Qinlong Palace diapun segera memerintahkan kepada pelayan pribadinya untuk menyampaikan surat kepada Fan Nuan agar menyediakan racun yang tak bisa dideteksi oleh jarum perak.


Meski Fan Nuan tak bisa mengolah racun, namun dia memiliki anak buah Heng Yuan yang mahir dalam mengolah berbagai macam racun mematikan.


Sehingga orang tersebut bisa menunjang berbagai rencana licik yang Fan Nuan lakukan demi memuluskan langkah pangeran Song Yu menuju kursi kekuasaan.


Fan Jianying yang mendengar jika kondisi tubuh kasiar Huang semakin lemah segera datang ke raung pribadi sang ayah untuk menyalurkan sebagian tenaga dalam miliknya agar kondisi sang ayahanda sedikit membaik.


Dapat kaisar Huang rasakan ada dua kali lipat tenaga yang perlahan masuk kedalam tubuhnya begitu telapak tangan Fan Jianying menyentuh punggungnya.


“ Bayi ini sangat kuat…baru berumur beberapa bulan saja dia sudah bisa memiliki energi sebesar ini….”, batin kaisar Huang penuh kekaguman.


Perlahan tubuh kaisar Huang mulai stabil seiring tenanga yang masuk kedalam tubuhnya, meski kekuatannya tak bisa sesempurna sebelumnya tapi dia masih bersyukur kekuatan tersebut tak menghilang sepenuhnya sejak putri bungsunya itu berada didalam istana.


“ Jaga anak dalam kandunganmu ini baik – baik, jangan biarkan apapun menyakitinya….”, ucap Kaisar Huang penuh kelembutan.


“ Ayahanda jangan terlalu banyak berpikir. Pulihkan dulu kondisi ayahanda….”, ucap Fan Jianying penuh perhatian.

__ADS_1


Kaisar Huang hanya bisa mengangguk sambil tersenyum hangat waktu sang putri membantunya naik ketas ranjang dang menyelimutinya.


“ Ayahanda tenang saja, aku dan kakak yang akan menangani kekacauan yang ada dalam istana…”, ucap Fan Jianying sebelum beranjak pergi.


__ADS_2