CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KESALAH PAHAMAN


__ADS_3

Pagi harinya, Fan Jianying terbangun dengan kening berkerut cukup dalam waktu menyadari ada beban berat diatas perutnya.


Waktu menyadari ada lengan kokoh yang memeluknya dari arah belakang, tubuh Fan Jianying langsung membeku seketika.


Untuk sekian detik Fan Jianying masih mencoba mencerna semuanya dan saat tersadar tubuh Bai Cheung tiba – tiba melayang dan mendarat sempurna di tanah.


“ Dasar cabul !!!....”, teriak Fan Jianying penuh amarah.


Bai Cheung yang baru membuka mata terlihat sangat terkejut begitu tubuhnya tiba - tiba melayang dan mendarat kuat diatas tanah.


Dia mencoba bangun sambil meringis menahan rasa sakit di pinggangnya karena jatuh ketanah dengan posisi yang salah.


“ Aku salah apa ?...kenapa kau melempar tubuhku ?….”, ucap Bai Cheung dengan wajah tak berdosa.


Fan Jianying sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, langsung melemparkan bantal yang ada diatas ranjang kepada suaminya.


“ Kamu masih bertanya apa salahmu !!!....”, teriak Fan Jianying geram.


Fan Jianying merasa jika suaminya itu benar - benar tak tahu malu. Bagaimana bisa dia bertanya dengan wajah polos tak bersalah setelah melakukan perbuatan buruk itu.


“ Aku semalam kedinginan, jadi aku naik dan tidur bersama istriku sendiri. Apa aku salah ?...”, ucap Bai Cheung masih menampilkan wajah polosnya.


" Ka...kamu !!!.....", ucap Fan Jianying sambil menunjuk suaminya dengan dada naik turun.


Fan Jianying yang sudah tak bisa menahan amarahnya bergegas masuk kedalam cincin ruangnya, meninggalkan Bai Cheung yang masih terbelalak tak percaya.


Melihat istrinya menghilang dengan penuh amarah, diapun duduk diatas ranjang dengan hati sedih.


“ Kenapa aku merasa seperti telah dicampakkan ya…”, guman Bai Cheung pelan.


Diapun segera memeluk tubuhnya sendiri waktu merasa udara dingin perlahan menyentuh badannya yang hanya berbalut baju tipis.


Semalam, karena ingin agar sang istri merasa nyaman, dia melepas jaket bulunya dan hanya menyisakan baju hangat tipis sebagai pakaian tidurnya.


Mungkin Bai Cheung tak sadar, jika pakaiannya ini juga yang membuat istrinya naik pitam selain lelaki itu terus memeluknya sepanjang malam.


Didalam cincin ruangnya, Fan Jianying melampiaskan emosinya dengan memakan makanan pedas.


Dia sama sekali tak menyangka jika lelaki licik itu berani mencari kesempatan disaat dirinya sedang tertidur pulas.


Jika tahu begini, mungkin semalam dia akan tidur didalam cincin ruangnya yang lebih hangat dan nyaman jika dibandingkan dengan ranjang yang ada dalam tenda.

__ADS_1


Sementara itu, Bai Cheung yang sudah berganti pakaian segera keluar dari dalam tenda sambil sesekali memegangi pinggangnya yang masih sakit akibat bantingan keras yang dilakukan Fan Jianying kepada dirinya tadi.


Dia sama sekali tak menyangka jika istrinya yang kecil dan munggil tersebut memiliki tenaga yang sangat besar sehingga bisa dengan mudah membanting tubuhnya yang  besar dan berat beberapa kali lipat darinya dengan sangat mudahnya.


" Aku sama sekali tak menyangka jika dia bisa sekuat itu. Badanku rasanya sakit sekali setelah dibanting....", batin Bai Cheung meracau.


Tanpa Bai Cheung sadari, sejak dirinya keluar dari tenda menuju tempat latihan banyak prajurit yang berbisik – bisik sambil tersenyum memandangnya.


Itu semua adalah ulah Liam yang mengatakan kepada para prajurit jika malam ini dia bisa tertidur nyenyak sebab tuan mudanya itu tak akan merepotkan dirinya karena sudah ada sang istri bersamanya.


Meski pada awalnya banyak yang meragukan jika keduanya bisa melalui malam dengan baik mengingat jika di siang hari hubungan keduanya masih sangatlah dingin, lebih dingin dari suhu udara disekitar kamp militer.


Namun, pagi ini melihat Bai Cheung berjalan sedikit aneh sambil meringis kesakitan memegangi pinggangnya,  mereka jadi yakin jika hubungan keduanya sudah cukup membaik.


Liam yang melihat hal tersebut segera menghampiri tuan mudanya dan berinisiatif untuk memberikannya obat agar rasa nyeri dipinggan Bai Cheung sedikit reda.


" Aku tak menyangka jika nyonya muda cukup liar hingga membuat tuan muda kepayahan seperti ini...", batin Liam tak percaya.


Jika Fan Jianying bisa mengetahui pikiran semua orang saat ini bisa dipastikan dia akan langsung menyumpal mulut semua orang agar tidak lagi bergosip yang tidak sesuai fakta.


Fan Jianying yang sudah merasa lebih baik setelah memakan semangkuk besar tteokbokki pedas memutuskan untuk kembali ke kamp militer.


Begitu keluar dari dalam cincin ruangnya, Fan Jianying yang tak berhati – hati tersandung ujung meja hingga membuatnya meringgis kesakitan sambil memegangi kakinya.


Fan Jianying keluar sambil meringis menahan rasa sakit di kakinya yang baru saja terbentur. Para prajurit yang salah sangka sejak melihat Bai Cheung terus memegangi pinggangnya dibuat semakin salah paham saat melihat gadis belia itu kesulitan berjalan.


Fan Jianying yang melihat banyak prajurit tersenyum simpul dan langsung berbisik - bisik begitu berpapasan dengannya, meski merasa aneh tapi dia berusaha acuh.


Saat ini tujuannya adalah tembok perbatasan, untuk itu dia berhenti sejenak dan duduk di sebuah batu dan mengobati memar yang ada di kakinya dengan kekuatannya.


“ Kenapa aku baru ingat sekarang jika memiliki kekuatan penyembuhan….”, guman Fan Jianying sambil menepuk keningnya dengan satu tangannya.


Hira yang melihat Fan Jianying berjalan terburu – buru berusaha untuk menyusulnya, hingga keduanya berada di tembok perbatasan sekarang.


Fan Jianying terlihat menautkan dua alisnya penasaran waktu melihat Sunny datang bersama seorang pemuda yang dipapahnya dengan tubuh terbalut perban.


“ Masuklah….”, ucap Fan Jianying sambil membawa masuk Sunny dan pemuda yang dipapahnya melalui celah pagar keliling yang belum selesai dibangun.


Meski banyak pertanyaan yang ada dikepalanya, Hirapun membantu nyonya mudanya itu dan membawa pemuda tersebut kedalam tendanya untuk diobati saat melihat banyak darah yang merembes melalui luka yang ada ditubuhnya.


Liam yang merasa tidak asing dengan pemuda yang sedang di papah oleh Hira dan wanita cantik berambut unggu yang ada disamping Fan Jianying segera berlari dan langsung masuk kedalam tenda.

__ADS_1


“ Pangeran Xioran…”, ucap Liam memberi hormat.


Ketiga gadis yang ada didalam tenda seketika melihat Liam dengan wajah menuntut jawaban. Ditatap seperti itu oleh ketiga gadis cantik, Liampun mulai menjelaskan identitas pemuda yang mereka bawa.


Tampaknya, pangeran Xioran adalah satu – satunya warga Yulin dan merupakan keturunan kerajaan yang selamat dalam pembataian tersebut.


Karena lukanya cukup parah, pangeran Xioran pun kembali tak sadarkan diri hingga membuat semuanya panik.


Fan Jianyingpun segera mengecek nadi pemuda itu, wajahnya yang tadi tampak tegang berangsur mulai melunak setelah merasa jika obat yang diberikan oleh Sunny sudah  bekerja di organ terdalamnya.


Saat ini dia hanya akan menyembuhakn luka luarnya saja, dan itu tak memerlukan tenaga yang banyak.


Setelah menyuruh semuanya pergi dan hanya meninggalkan Sunny bersamanya, Fan Jianyingpun mulai menggunakan kekuatannya untuk mengobati semua luka luar pangeran Xioran dengan bantuan hewan kontraknya itu.


“ Sunny, kamu teruskan pengobatannya…”, ucap Fan Jianying sambil bergerak mundur dan mulai bermeditasi waktu mendapatkan sinyal aneh dari markas King of Devil..


Gadis cantik berambut unggu tersebut segera meneruskan pengobatan yang telah dilakukan oleh majikannya itu.


Sementara itu Fan Jianying terlihat mulai fokus melihat apa saja yang terjadi sejak semalam didalam markas King of Devil dari jaring peminda area yang sudah dipasang oleh Sunny.


Setelah selesai, diapun mulai mendengar percakapan dari alat penyadap yang telah dipasang oleh Sunny di beberapa titik vital


“ Apa ini ?...”, batin Fan Jianying tercenggang.


Dia kemudian mendengarkan percakapan tersebut dengan seksama dan mulai mengeluarkan kertas untuk dia gunakan mencorat – coret hasil pembicaraan yang baru saja didengarnya itu.


Namun sayang, pembicaraan tersebut tak bisa di adengan dengan jelas karena pasukan King of Devil bergerak hingga membuat suara tersebut makin lama makin tidak jelas dan akhirnya terputus.


Tampaknya pimpinan pasukan King of Devil berjalan keluar semakin jauh dari perbatasan wilayah bagian timur negara Huangshan hingga alat penyadap tersebut tak bisa menjangkaunya.


Meski sedikit kecewa, namun Fan Jianying juga merasa lega karena dia masih bisa mendengar jelas percakapan pimpinan pasukan KIng of Devil tersebut meski hanya sesaat.


“ Setidaknya, aku sudah mendapatkan informasi penting ini…”, batin Fan Jianying puas.


“ Dan untuk informasi selengkapnya, aku tinggal menunggu pangeran Xioran siuman dan pulih agar bisa dimintai keterangan tambahan…”, batin Fan Jianying menatap pemuda yang ada dihadapannya itu yang masih setia menutup kedua matanya.


Waktu menatap wajah pangeran Xioran, Fan Jianying merasa sedikit ganjil, bagaimana pangeran Xioran bisa lolos dari pembantaian tersebut.


Jika dilihat dari posisi ditemukannya tubuh pemuda itu berdasarkan laporan Sunny, posisinya bukan ditempat tersembunyi.


Hal ganjil inilah yang saat ini berusaha untuk Fan Jianying kupas. Karena, dengan adanya satu korban selamat, pasti ada tujuan yang tersembunyi dibalik peristiwa ini.

__ADS_1


Tak ingin berpikir terlalu banyak dan hanya menerka – nerka, Fan Jianying pun bergegas menuju tenda jenderal besara Tian untuk mendiskusikan informasi yang didapatkannya saat ini.


__ADS_2