CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
TINDAKAN


__ADS_3

Fan Jianying yang sudah mengetahui jika Ratu Qinly diam – diam mengawasinya berusaha untuk tidak melakukan pergerakan apapun yang mengundang kecurigaan, termasuk mengunjungi ayahandanya seperti yang biasa dia lakukan setiap hari.


Meski begitu, dia tetap mengawasi ayahandanya dari jaring yang telah disebarkannya di setiap tempat yang ayahandanya biasa kunjungi setiap hari didalam istana.


Melalui kekuatan ini, Fan Jianying hanya duduk manis seperti sedang memandang video rekaman kamera cctv yang dipasang secara kasat mata didalam istana.


Memantau setiap pergerakan yang ada dari kediamanannya sambil bersantai dan memikirkan rencana yang akan dibuat selanjutnya.


Disaat sedang bersantai sambil menikamti camilan diruangannya, tiba – tiba kakaknya pangeran Wei Jie datang dengan wajah tegang menghampirinya.


“ Apa kamu sudah mendengar rumor yang beredar ?....”, tanya pangeran Wei Jie dengan tatapan serius.


“ Ohhh…masalah itu. Untuk sementara waktu, biarkan saja seperti itu dulu….”, ucap Fan Jianying santai.


Pangeran Wei Jie hanya bisa mengernyitkan dahinya cukup dalam melihat sikap santai sang adik dalam menanggapi permasalahan yang sedari pagi sudah menggegerkan istana tersebut.


Namun melihat Fan Jianying semakin acuh terhadap semua kepanikan yang ditunjukkannya membuat bulu kudu pangeran Wei Jie tiba – tiba berdiri.


“ Apa yang akan Fan’er lakukan kali ini ?....”, pangeran Wei Jie terlihat bertanya dengan sangat hati – hati.


“ Kakak akan lihat sebentar lagi…..”, ucap Fan Jianying sambil mengeluarkan smirk devilnya.


Melihat senyuman sang adik, seketika suhu dalam ruangan tersebut turun secara drastis, membuat bulu kudu pangeran Wei Jie berdiri seketika.


Masih dengan sikap santainya, Fan Jianying menyuruh kakaknya untuk duduk dan mulai menjelaskan rencana yang akan diambilnya.


“ Di dunia ini, kekuatan militer bisa menyatukan negara dan kekuatan sipil yang akan menjadi perekatnya agar negara tersebut tetap utuh. Karena ibunda Ratu sudah mengambil langkah seperti ini dan menciptakan kekacauan dengan menggunakan cara yang licik. Maka yang bisa kita lakukan adalah mengambil kesempatan ini dan menjatuhkannya sekaligus semakin memperkuat kesetiaan rakyat kepada pemerintahan….”, ucap Fan Jianying bermonolog.


Melihat sang kakak sedikit binggung, Fan Jianying pun kemudian menyuruh Dayu untuk mengambilkan kertas dan kuas.


Setelah barang yang dimintanya telah datang, Fan Jianying pun mulai mencelupkan kuas kedalam tinta dan langsung mengoreskannya diatas kertas.

__ADS_1


Tangan Fan Jianying pun mulai menari diatas kertas kosong yang cukup besar tersebut hingga penuh dengan coretan.


Pangeran Wei Jie yang penasaran dengan apa yang sedang ditulis sang adik mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat.


“ Fan’er…bagaimana kamu bisa memikirkan hal sedalam ini ?...”, ucap pangeran Wei Jie dengan kedua mata terbelalak.


Putra mahkota Qin Shi Huang yang baru saja datang langsung kedalam ruangan begitu mendengar teriakan pangeran Wei Jie dan langsung bergabung dengan sang adik, menatap kertas yang penuh dnegan tulisan tangan Fan Jianying.


“ Cukup cerdas….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang memuji.


Putra mahkota Qin Shi Huang pun segera memerintahkan Ating untuk memperbanyak tulisan tersebut dan menempelkannya disetiap tempat nanti malam.


“ Cara licik dibalas dengan cara licik…cukup masuk akal….”, ucap pangeran Wei Jie sambil mengusap – usah dagunya dengan senyum puas.


Sebenarnya Fan Jianying tidak ingin menggunakan cara licik seperti itu. Tapi jika dibiarkan begitu saja, maka Ratu Qinly akan semakin merasa diatas angin.


Sementara itu dilain sisi, Ratu Qinly yang berada di Qinlong Palace kembali merasa cemas saat tak ada pergerakan dari Fan Jianying.


Bahklan kaisar dan anak – anaknya juga tenang seperti biasanya, padahal sejak pagi istana sudah heboh dengan rumor yang berhasil dihembuskannya.


Begitu juga dengan rakyat yang sedari pagi heboh membicarakan rumor tersebut perlahan mulai kembali sibuk dengan aktivitasnya masing – masing.


Seolah rumor yang beredar tersebut seperti gorengan yang saat masih panas ramai diserbu orang, namun saat mulai dingin tak ada lagi yang menginginkannya.


Tak ingin usahanya kembali sia – sia, Ratu Qinly pun menggunakan kesempatan ini untuk menemui kaisar Huang dengan alasan untuk membahas rumor yang beredar dimasyarakat sambil memberikan minuman yang sudah dia beri racun sebelumnya.


Dafu yang melihat rombongan Ratu Qinly berjalan mendekat ke tempat kerja kaisar segera memberitahukan informasi tersebut kepada Fan Jianying.


“ Tampaknya ibunda Ratu sudah tak sabar lagi….”, ucap Fan Jianying dengan senyum meremehkan.


Setelah membereskan ruang kerjanya, diapun segera menuju ruang kerja ayahandanya bersama dengan Dayu dan beberapa pelayan lainnya sambil membawa kudapan jahe buatannya.

__ADS_1


Untung saja Fan Jianying datang tepat waktu. Dia segera melemparkan kerikil kecil hingga gelas yang akan diberikan kepada kaisar Huang tumpah dan mengenai gaun Ratu Qinly.


“ Apa yang kau lakukan ?!!!....”, hardik Ratu Qinly penuh amarah.


Pelayan yang tadi membawakan gelas untuk kaisar langsung bersujud sambil membentur – benturkan kepalanya dilantai sebagai tanda penyesalan karena telah membuat gaun Ratu Qinly basah dan kotor.


Melihat hal tersebut, Fan Jianying hanya bisa mendesah pasrah. Namun dia juga tak ingin masuk dalam permasalahan yang ada dan langsung menghadap kepada kaisar Huang dan Ratu Qinly.


“ Salam ayahanda kaisar…salam ibunda Ratu….”, ucap Fan Jianying sopan.


Melihat siapa yang datang, Ratu Qinly yang sudah merasa kesal bertambah kesal melihat senyum manis yang terbit diwajah putri bungsu kaisar Huang tersebut.


“ Masuklah Fan’er….”, ucap kaisar Huang hangat.


“ Ini ada kue jahe untuk melegakan tenggorokan ayahanda sekaligus bisa menghangatkan badan….”, ucap Fan Jianying sambil meletakkan satu toples kecil kudapan berisi kue jahe tersebut diatas meja kerja kaisar Huang.


Melihat kue yang menggugah selera tersebut, kaisar Huangpun segera membuka toples dan mengambil sepotong.


Fan Jianying terlihat puas waktu melihat sang ayah memakan kudapan yang dibawahnya dengan lahap.


Dari sudut matanya, Fan Jianying dapat melihat jika racun yang hendak diberikan kepada ayahandanya tersebut meski tak berbau namun ternyata bisa merubah warna kain sutra yang dikenakan oleh Ratu Qinly hari ini.


“ Sebaiknya ibunda Ratu membersihkan diri dulu jika tidak ingin noda minuman tadi merusak pakaian yang Anda kenakan saat ini….”, ucap Fan Jianying lembut dan penuh perhatian.


Kedua mata Ratu Qinly seketika terbelalak waktu menyadari jika minuman beracun yang dibawanya tadi ternyata bisa merubah warna pakaian yang dia kenakan.


Tak ingin kaisar Huang merasa curiga dan menyainya, Ratu Qinlypun buru – buru undur undur diri dari ruang kerja suaminya dengan wajah kesal.


“ Terimakasih Fan’er, kamu sudah menyingkirkan lalat yang sedari tadi ingin aku halau….”, ucap kaisar Huang sambil terkekeh.


“ Hanya seekor lalat kecil. Fan’er bisa mengatasinya tanpa membuat kotor tangan ayahanda….”, ucap Fan Jianying manis.

__ADS_1


Mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut putri bungsunya itu, kaisar Huang merasa sangat puas.


Diapun kemudian segera berbincang banyak hal dengan Fan Jianying mengenai semua hal yang terjadi hari ini.


__ADS_2