CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEBANGKITAN LONG WANG


__ADS_3

Begitu berada didalam ruangan tersebut, tubuh Fan Jianying sedikit menggigil. Bukan hanya minim pencahayaan namun ruangan tersebut juga bersuhu sangat rendah.


Dengan kekuatannya Fan Jianying mulai mengatur pernafasannya sambil menggerakkan kedua tangannya keatas dan turun secara perlahan.


Setelah tubuhnya hangat dan nafasnya teratur diapun segera duduk diatasa batu yang ada dihadapan kaisar Huang yang terlihat sedang menutup kedua matanya.


“ Baiklah…aku akan menceritakan semuanya kepadamu disini….”, ucap kaisar Huang sambil membuka kedua matanya secara perlahan.


Fan Jianying terlihat mendengarkan dengan seksama semua hal yang diceritakan oleh kaisar Huang kepadanya.


Meski sudah berkali – kali dikejutkan oleh fakta yang tak masuk akal dinegara asing ini, tapi lagi – lagi Fan Jianying tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya kali ini.


“ Jadi selama ini Kristal kehidupan ada didalam tubuh saya ?….”, tanya Fan Jianying dengan wajah tercenggang.


Fan Jianying sama sekali tak menyangka jika benda yang selama ini dicarinya ternyata ada dalam tubuhnya.


“ Sepertinya begitu. Pada awalnya Kristal kehidupan tersebut aku masukkan kedalam tubuh permaisuri Wei untuk membangkitkannya dari kematian…”, ucap kaisar Huang sedih jika kembali mengingat peristiwa tersebut.


“  Dan aku baru menyadari jika Kristal tersebut ada dalam tubuhmu saat kamu menuju kedalam hutan kematian setahun yang lalu untuk menyempurnakan kekuatanmu…”, ucap kaisar Huang menjelaskan.


“ Bagaimana anda bisa seyakin itu ?...”, ucap Fan Jianying tajam.


Kaisar Huang pun menceritakan jika kristal kehidupan yang telah disempurnakan itu perlahan - lahan menyerap kekuatan yang ada dalam tubuhnya.


Hal itulah yang mmebuat kaisar HUang sangat yakin jika kristal kehidupan ada didalam tubuh sang putri.


Kaisar Huang pun juga mulai mengingat tentang peristiwa aneh yang mengiringi kelahiran putrinya tersebut yang dia yakin juga ada kaitannya dengan kristal kehidupan yang ada dalam tubuh putrinya itu.


“ Hanya Long Wang yang bisa memastikan semuanya. Maka dari itu, aku membawamu kemari untuk membangkitkan naga es tersebut dari tidur panjangnya..”, ucap kaisar Huang menjelaskan.


Untuk sejenak, Fan Jianying terlihat berpikir sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk mencari keberadaan naga es yang sempat hadir dalam mimpinya beberapa waktu yang lalu.


“ Dimana dia ?....”, tanya Fan Jianying penasaran karena tak menemukan sosok naga dalam ruangan tersebut.


“ Ikut aku ….”, kaisar Huang pun mengajak Fan Jianying masuk lebih dalam lagi kedalam sebuah ruangan yang lebih gelap dari pada sebelumnya.


“ Duduk disana dan mulailah bermeditasi. Dia berada di dunia lain dan hanya kamu lah yang bisa mengetahui keberadaannya saat ini….”, ucap kaisar Huang sambil menuntun Fan Jianying untuk duduk disebuah batu bulat yang besar di tengah tuangan tersebut.


Fan Jianying mulai duduk dengan posisi lotus dan mulai memejamkan kedua matanya. Dia mulai berkonsentrasi hingga alam bawah sadarnya perlahan mulai terbuka.


Dapat Fan Jianying lihat dia sekarang sudah berada didalam hutan yang sangat lebat. Samar – samar dari kejauhan dia mendengar suara gemericik air terjun.


Diapun kemudian mulai teringat tentang mimpinya pada saat pertama kali berada di duni asing tersebut.


Fan Jianying ingat jika dia bertemu dengan naga es itu di dekat air terjun yang sangat tinggi sebelum keduanya bertarung dengan sengit.


Dengan langkah cepat, Fan Jianying segera menuju dimana suara air terjun tersebut berasal. Namun, langkahnya tak semulus yang dibayangkan.


Didalam hutan dia harus bertarung dengan banyaknya hewan buas yang entah datang dari mana dan mulai menyerangnya.


Untung saja Fan Jianying sudah memiliki persiapan sebelumnya jika menuju tempat dimana Long Wang berada tidaklah mudah.


Jika mudah, kenapa kaisar Huang yang memiliki kekuatan hebat tak mampu menemukannya dan malah menyuruhnya datang kemari.


Dibantu hewan kontrak miliknya, hampir satu jam lamanya Fan Jianying membabat habis hewan buas dan tumbuhan yang tiba – tiba hidup dan mulai menyerangnya.

__ADS_1


Dengan nafas tersenggal, Fan Jianyingpun mulai melanjutkan perjalanannya bersama kelima hewan kontrak yang dimilikinya.


Di dunia nyata, kaisar Huang terlihat beberapa kali mengusap peluh yang muncul didahi putri bungsunya itu.


“ Pasti kamu mengalami pertempuran hebat disana….”, guman kaisar Huang sambil mengusapkan sapu tangan ke dahi dan pelipis putri bungsunya itu untuk menghapus jejak keringat yang ada.


Hati Fan Jianying merasa lega waktu melihat air terjun yang tinggi dengan air yang sangat jernih ada dihadapannya.


“ Long Wang sangat agresif dan pemarah, jadi anda harus hati -  hati terhadapnya….”, ucap Huma mengingatkan.


“ Benar juga, dia itu galak dan pemarah…. ”, batin Fan Jianying mencemoh, waktu kembali mengingat naga es itu menyerangnya secara membabi buta tanpa mau mendengarkan semua penjelasannya.


Dengan satu kali loncatan, Fan Jianying berhasil menerobos air terjun dan sekarang tubuhnya sudah berada didalam gua dibalik air terjun tinggi itu.


Dihadapannya dapat dia lihat seekor naga yang sangat besar berwarna putih dengan sisik berwarna perak sedang tertidur pulas.


Fan Jianying sama sekali tak menyangka jika sedang tertidur seperti itu, naga galak tersebut seperti seekor bayi naga yang menggemaskan.


Beberapa kali tubuh Fan Jianying mundur kebelakang terkena hembusan nafas sang naga yang keluar dari lubang hidungnya yang besar itu.


“ Nafasnya bau sekali….”, guman Fan Jianying sambil mencapit ujung hidungnya dengan kedua jarinya.


Setelah mengeluarkan peralatannya, Fan Jianying segera naik keatas tubuh sang naga untuk menyuntikkan obat agar naga tersebut tidak berlaku agresif ketika bangun.


Kedua mata Fan Jainying terbelalak waktu jarum yang akan dia gunakan untuk memasukkan obat patah karena kerasnya tubuh sang naga.


“ Tebal sekali kulitnya…..”, batin Fan Jainying terkejut.


Melihat jika obat tersebut sama sekali tak bisa dimasukkan kedalam tubuh Long Wang lewat jarum suntik maka Fan Jianying berusaha untuk memasukkannya lewat mulutnya.


Kemudian dia tersenyum waktu mendapatkan ide dalam kepalanya. Fan Jianying terlihat keluar sebentar  untuk mengambil bulu ungas.


Setelah terkumpul banyak, diapun segera menggelitik hidung Long Wang. Begitu ada sesuatu yang aneh dalam hidungnya, naga es itupun bersin dengan keras.


Untung saja Fan Jianying bisa menghindar hingga tak sampai terkena lendir hijau yang keluar dari hidung sang naga.


Begitu mulut naga tersebut terbuka, dengan gerakan cepat Fan Jianying segera melemparkan beberapa pil dan cairan kedalam mulut sang naga.


Kedua mata Long Wang langsung terbuka begitu lidahnya merasakan rasa pahit yang menyengat.


“ Siapa yang berani menganggu tidurku !!!….”, geramnya marah.


Long Wang mengedarkan pandangan matanya kesegala penjuru gua sambil mengendus aroma yang tak asing baginya.


Waktu mengetahui jika aroma tersebut berasal dari atas badannya, diapun segera menguncang badannya kuat – kuat.


Namun Fan Jianying tak juga menyerah, diapun berpegangan kuat ditubuh Long Wang hingga membuat naga es tersebut marah.


“ Turun kamu !!!....”, ucap Long Wang penuh amarah.


“ Aku akan turun jika kamu sudah tak marah lagi dan bisa bicara baik – baik denganku….”, Fan Jianying berusaha melakukan penawaran dengan naga es tersebut.


Sebagai hewan yang angkuh dan memiliki harga diri yang tinggi, tentunya LOng Wang tak akan mau begitu saja menurut dengan manusia.


“ Matilah kau !!!....”, hardik Long Wang penuh emosi.

__ADS_1


Tak bisa menjatuhkan manusia yang ada diatas tubuhnya dengan mudah, Long Wangpun segera keluar dari gua dan terbang keatas langit.


Diatas langit, dia meliuk – liukkan badannya berharap gadis yang ada diatas punggungnya terjatuh dan mati.


Tapi tubuh Fan Jianying seperti sudah diberi lem sehingga menempel kuat disana. Bukannya takut, dia malah menikmati apa yang diperbuat oleh Long Wang saat ini.


Fan Jianying seperti sedang naik rollcoaster yang meliuk – liuk diudara. Diapun berteriak kegirangan sambil sesekali tertawa senang.


Hal itu tentu saja membuat Long Wang semakin geram. Dia berharap gadis itu akan mati ketakutan, bukan malah bahagia seperti itu.


Jika Fan Jianying kegirangan meliuk –liuk diatas langit, namun hal itu tak berlaku dengan kelima hewan kontraknya yang terlihat sangat cemas waktu melihat Long Wang menggila diatas langit seperti itu.


Long Wang yang capek, segera mendarat di tanah sambil berkata “ Turunlah sekarang dan katakan apa maumu ?...”, ucap Long Wang tajam.


Sebelum turun, Fan Jianying melukai telapak tangannya dan langsung mengarahkan darah yang menetes tersebut kemulut Long Wang tanpa adanya persetujuan dari naga es tersebut.


Begitu Long Wang menelan darah Fan Jianying maka secara otomatis dia sudah menjadi hewan kontrak gadis itu.


Perlahan muncul Kristal berwarna putih bersinar di dahi Long Wang, tanda bahwa dia sudah menjadi hewan kontrak milik Fan Jianying.


“ Dasar licik !!!....”, ucap Long Wang melotot tak senang.


“ Terimakasih atas pujiannya…..”, ucap Fan Jianying tersenyum lebar.


Untung saja dia kepikiran untuk melakukan kontrak dengan naga pemarah tersebut sebelum hewan tersebut semakin membuatnya kesulitan.


“ Meski aku hewan kontrakmu, tapi aku tak akan begitu saja menuruti perintahmu…”, ucap Long Wang angkuh.


“ Tenang saja, aku tak akan menggunakanmu sembarangan dan hanya memunculkanmu disaat terpenting saja….”, ucap Fan Jianying masih dengan senyum lebar terpatri diwajahnya.


“ Cihhh…cepat katakan apa tujuanmu membangunkanku !!!….”, ucap Long Wang tak ramah.


Fan Jianying pun tak membuang waktu lagi dan mulai menanyakan mengenai Kristal kehidupan dan keberadaannya.


Dia sama sekali tak menyangka jika semua yang diucapkan kaisar Huang benar adanya, jika Kristal kehidupan ada dalam tubuhnya.


“ Apakah aku akan mati jika Kristal ini diambil ?.....”, tanya Fan Jianying was –was.


“ Kamu bukan berasal dari dunia ini, jadi kamu tidak akan mati….”, ucap Long Wang santai.


Melihat Fan Jianying terkejut, naga es itu hanya tersenyum sinis kepadanya. Tatapan matanya seoalah mengatakan “ Aku mengetahui semua rahasiamu….”.


Fan Jianying yang mulai kembali kesadarannyapun mulai bertanya “ Bagaimana caranya aku bisa mengeluarkan Kristal kehidupan ini dari tubuhku ?….”.


“ Hanya kekuatan cinta sejati yang bisa mengeluarkan kristal kehidupan dari dalam tubuhmu….”, ucap Long Wang acuh.


Fan Jianying terlihat berpikir keras sambil berguman pelan “ Cinta sejati ?....cinta sejati yang bagaimana yang dimaksud ?....”.


Melihat Fan Jianying kebinggungan, Long Wang pun berdecak kesal beberapa kali sambil berkata “ Tanyakan semua pada hatimu….”.


Melihat Fan Jianying masih saja menampilkan wajah binggung, Long Wang pun tak ambil pusing lagi. Dia ingin secepatnya kembali beristirahat dengan tenang.


“ Jika tak ada hal penting lagi, biarkan aku beristirahat….”, ucap Long Wang berdecak sebal.


Merasa jika sudah tak ada lagi pertanyaan yang akan dia utarakan, Fan Jianying pun segera memasukkan Long Wang kedalam cincin ruangnya beserta hewan kontraknya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2