CINTA Dan PENGKHIANATAN

CINTA Dan PENGKHIANATAN
KEJUJURAN KAISAR HUANG


__ADS_3

Jalanan ibukota terlihat lebih lenggang daripada biasanya. Bahkan pasar yang biasanya rame hari ini terlihat sangat sepi.


Menjelang musim gugur berakhir dan berganti menjadi musim dingin, angin berhembus sangat kencang dan dingin membuat semua orang malas untuk keluar rumah jika tidak ada hal penting yang cukup mendesak untuk dilakukan.


Semua orang yang berlalu lalang di jalanan terlihat mulai memakai pakaian berlapis – lapis untuk menghalau udara dingin yang masuk kedalam tubuh.


Begitu juga yang terjadi diwilayah perbatasan timur. Para penduduk perbatasan terlihat sudah berhenti mengembalakan ternak.


Sebagai gantinya, mereka mulai mendirikan tenda – tenda tempat penyimpanan makanan untuk menghadapi musim dingin yang diprediksi akan lebih panjang dari pada biasanya.


Wilayah perbatasan timur memiliki suhu yang ekstrim dimana musim dingin yang biasa mereka lalui jauh lebih dingin daripada wilayah sekitarnya membuat semua orang harus mempersiapkan semuanya teruatama bahan makanan dari jauh – jauh hari.


Jika tidak, bisa dipastikan musim dingin kali ini mereka akan mengalami bencana kelaparan sepanjang musim.


Belum lagi suhu dingin yang ekstrim tidak memungkinkan bagi semua orang untuk  melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama para wanita dan anak – anak.


Hingga hanya para lelaki saja yang masih beaktivitas di luar ruangan untuk mengumpulkan kayu bakar dan membangun tempat penyimpanan makanan serta bahan - bahan pokok lainnya yang bisa menunjang keberlangsungan hidup mereka selama musim dingin berlangsung.


Kesibukan warga tersebut berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di kamp prajurit yang berjarak lima kilometer dari pemukiman warga.


Saat ini para prajurit tampak berlatih dengan giat untuk menghadapi para pemberontak dan serangan hewan mutasi yang diperkirakan akan menyerang perbatasan dalam waktu dekat.


Meski jumlah hewan mutasi yang ada diwilayah perbatasan bagian timur sudah menurun secara drastis, namun hal tersebut tidak membuat para prajurit lengah.


Para musuh yang melihat bahwa racun yang biasa mereka gunakan untuk membuat hewan mutasi hilang kendali kini sudah tidak bisa lagi digunakan lagi membuat mereka mulai menganti strateginya.


Hal ini lah yang yang saat ini sudah mulai diantisipasi oleh Bai Cheung beserta para prajurit agar bisa menang dalam pertempuran.


Bai Cheung dan para pasukannya terus saja menyebar makanan yang sudah diberi penangkal racun  disepanjang sisi kawasan dengan harapan para hewan mutasi yang terkena racun akan kembali normal.


Selain itu, dia juga menutup berbagai macam saluran air dan lubang besar di bawah tanah yang di curigai akan di[ergunakan untuk hewan mutasi masuk kedalam wilayah yang mereka jaga.


Meski enggan mengakui, namun Bai Cheung  merasa sangat bersyukur memiliki istri yang cerdas dan bisa membuat racun beserta penawarnya sehingga untuk sementara waktu bisa membantu mengatasi permasalah yang ada.


Selain berlatih, mereka juga mempersiapkan pakaian dari kulit binatang yang lebih tebal daripada sebelumnya agar dapat menjaga panas tubuh para prajurit dari hawa dingin yang menusuk  selama pertempuran berlangsung.

__ADS_1


Begitu langit berubah warna, asap membumbung tinggi dari dalam dapur kamp militer menandakan jika sebentar lagi makan malam sudah siap.


Matahari terbenam menggantung dibatas cakrawala, memancarkan cahaya merah kekuningan diatas dataran gersang nan luas, menambah warna di pergantian hari ini.


Namun sayangnya keindahan fenomena alam ini tidak bisa dinikmati oleh para prajurit karena waktu mereka hanya dipergunakan untuk latihan dan latihan.


Mempersiapkan diri untuk menghadapi para musuh yang semakin ganas dan beringas, agar semua krisis diwilayah perbatasan tersebut bisa cepat teratasi dan mereka bisa kembali pulang, berkumpul bersama anggota keluarga.


Saat semua orang fokus pada apa yang sedang mereka kerjakan, tiba – tiba lonceng berdering sangat keras membuat semua orang mulai menghentikan aktivitasnya.


Setelah berlatih seharian dan basah kuyup karena keringat, para prajurit yang begitu lapar segera berlari menuju dapur dengan kecepatan tinggi.


Jatah makan yang hanya dua kali sehari dipergunakan oleh para prajurit dengan sebaik – baiknya.


Jadi begitu mendengar lonceng berbunyi sebagai  pertanda jika  makanan sudah siap disajikan, mereka tak akan menunda waktu untuk langsung datang ke area dapur dan menyantap makanan yang tersaji disana.


Meskipun keadaan sudah terlihat sedikit stabil, namun para prajurit tetap harus bersiap digarda terdepan menghadapi serangan mendadak dari musuh yang tidak bisa diprediksi kapan akan kembali menyerang.


Sementara itu didalam istana, kaisar terlihat sedikit gelisah waktu mendapatkan laporan jika putra mahkota dan pengeran ke empat sudah mulai menemukan titik terang tentang identitas Fan Jianying sebenarnya.


“ Apa aku harus mengatakan jika Fan Jianying adalah adik mereka sehingga mereka nantinya akan membantuku untuk menjaganya…”, batin kaisar Huang resah.


Cukup lama kaisar menimbang – nimbang keputusan yang hendak dibuatnya tersebut sambil memikirkan dampak positif dan negative yang akan timbul begitu fakta tersebut dia ungkapkan.


Setelah merenungkan semua dampak yang akan terjadi nanti, kaisar Huang pun segera memanggil kedua putranya tersebut secara bersamaan.


Putra mahkota dan pangeran ke empat sedikit terkejut waktu mengetahui jika ayahandanya menunggu mereka di ruang Huang Lo.


“ Apa ada hal serius yang terjadi ?…”,batin keduanya kompak.


Siapapun sangat tahu, tidak  banyak orang yang bisa masuk kedalam ruangan Huang Lo jika tidak bersama sang kaisar.


Bukan hanya letaknya yang tersembunyi diruang bawah istana, ruang Huang Lo merupakan tempat yang sangat berbahaya karena banyak perangkap tak kasat mata yang bisa membunuh siapa saja yang berusaha untuk menerobos masuk kedalamnya tanpa ijin dari kaisar.


Dan selama ini hanya pemimpin negeri ini saja yang bisa memasuki ruang tersebut tanpa terluka karena mereka sudah diberkati dan diakui oleh penjaga ruang yang tak kasat mata.

__ADS_1


“ Hormat ayahanda….”, ucap putra mahkota dan pangeran ke empat berbarengan.


Kaisar segera membimbing kedua putranya untuk masuk kedalam ruang Huang Lo setelah sebelaumnya meminta ijin kepada penjaga ruang.


Didalam ruangan, kaisar Huang segera menyuruh kedua putranya untuk duduk di kursi yang tersedia, sementara dirinya masih terlihat menimang - nimang lagi keputusan yang akan dibuatnya.


Setelah berbasa - basi sebentar dengan menanyakan perihal tugas yang diemban oleh masing – masing anaknya, kaisar Huang pun mulai menuju keinti permasalahan kenapa kedua anaknya tersebut dia panggil hari ini.


“ Hentikan usaha kalian sekarang juga !!!...apapun alasannya !!!... ”, ucap kaisar Huang tegas.


Tubuh putra mahkota dan pangeran ke empat langsung membeku seketika mendengar ucapan sang ayah.


Mereka tidak menyangka jika semua pergerakan yang mereka lakukan akan secepat ini diketahui oleh ayahnya.


“ Maaf ayah, tolong berikan ananda satu alasan kenapa harus berhenti disini….”, ucap putra mahkota Qin Shi Huang penuh selidik.


“ Karena itu tak perlu. Aku sendiri yang akan menjelaskannya pada kalian…”, ucap kaisar Huang tegas.


Mata keduanya pun langsung terbelalak waktu mendengar jika kaisar Huang sendirilah yang akan membeberkan fakta tentang identitas asli dari Fan Jianying.


Melihat kedua putranya terkejut dengan ucapannya, kaisar Huang hanya bisa menghela nafas berat sambil menatap kedua anaknya itu dengan hangat.


“ Fan Jianying adalah adik kalian, putri Wei Fei….”, ucap kaisar Huang sambil menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


“ Bagaimana bisa !!!....”, ucap kedua pangeran serentak.


“ *A*ku tahu  kalian sulit percaya. Namun itulah faktanya…”, ucap kaisar Huang datar.


Diapun kemudian mulai menceritakan alasan mengapa dirinya menyembunyikan keberadaan putri Wei Fei selama ini.


Mulai dari adanya ramalan dari peramal Yan hingga kondisi putri Wei Fie yang buruk sejak lahir dan adanya upaya Ratu Qinly untuk menghabisi nyawa sang putri menjadikan alibi kaisar Huang tersebut bisa diterima oleh kedua putranya.


Meski sudah menceritakan semuanya kepada kedua putranya, namun kaisar Huang masih menutupi mengenai kekuatan yang ada dalam diri  Fan Jianying.


Biarlah hanya dia yang mengetahui jika putrinya itu memiliki kekuatan yang maha dasyat, meski kekuatan tersebut masih belum bisa dikelola dengan maksimal.

__ADS_1


__ADS_2