
.
.
.
"senangnya kakak sayang, tidak ada yang memperebutkanmu, hari ini Rose hanya milik kakak Sekar". kata Sekar dengan bangga.
Rose tertawa cekikikan karna tau Sekar, Anna dan Caca memang selalu memperebutkannya.
"ayo Kak? Abang? Sekar masak enak". pinta Sekar tersenyum lebar ke Nana dan Arka.
"ayo Tuan, Nyonya !". ajak Eve dan Andi serentak.
Arka merangkul pinggang Nana yang sedang hamil tapi masih keras kepala ingin melihat Sekar,
Eve dan Andi kaget saat Ren memegang tangan mereka berdua, mereka saling pandang melempar senyum seakan tatapan itu berbicara kalau mereka ingin punya cucu seperti Ren dan Rose.
"kenapa Ren mau memegang tangan mereka sayang? ". tanya Arka bingung dengan sikap putra nya itu.
Nana terkekeh, "dia hanya takut dimarahi oleh mereka dan mengusir mereka padahal tau aku ingin bertemu dengan Sekar". bisik Nana.
Arka tertawa pelan, "dia memang anakmu". bisik Arka.
"ya.. dan dia juga anakmu". balas Nana terkekeh pelan melihat Rose disamping Sekar.
Rose tanpa malu membuka mulutnya saat di suapi pelayan, sementara pelayan itu malah malu-malu dan takut padahal Rose itu tuan Putri yang pasti bisa memarahinya, biasanya Tuan Putri akan jijik disuapi oleh tangan pelayan yang kotor tapi Rose malah membuka mulutnya bukan mengambil dari tangan pelayan itu.
Sekar tertawa melihat wajah pucat pelayan itu, "ambilkan makanan yang aku siapkan tadi Ris..! aku sudah bilang kan kalau adik kesayanganku ini tidak bisa makan ayam jadi aku buatkan makanan khusus untuknya tanpa ayam".
"baik Nona". jawab pelayan bernama ERis itu bahagia.
sementara pelayan lainnya malah seperti serangan jantung melihat betapa sederhananya sifat Rose yang tidak jijik makan menerima suapan Pelayan Eris, sebenarnya Eris gemas dengan Rose sehingga lupa sikap sopan santunnya mengambil salah satu kue dengan tangannya ke bibir Rose, tapi diluar nalar semua orang Rose malah membuka mulutnya dan mengunyahnya bahkan memuji makanan itu enak karna buatan Sekar selalu enak.
"silahkan makan Nyonya! silahkan! ". ucap Mama Eve dengan bahagia.
mereka makan siang bersama, Nana menggoda Mama Eve yang tadi sempat akan memarahi tamu spesial Sekar sampai Eve gelagapan mengundang tawa orang yang ada di meja makan.
Arka tidak mengkhawatirkan Rose karna Sekar pasti tau makanan anaknya itu, baik Sekar, Caca dan Anna sangat menyayangi gadis kecilnya itu, bukan hanya Arka seluruh keluarganya pun juga mencintai Rose dan Ren beda nya Ren masih berlagak angkuh dan tak peduli padahal Ia juga bahagia dicintai.
semua anak pasti mau disayang, sama halnya dengan Ren.
"kenapa kamu tidak bilang sama Mama sayang? kalau Mama tau kan Mama tidak akan marah-marah tadi". tanya Mama Eve dengan nada berbisik.
Sekar terkekeh pelan, "maafkan Sekar Ma, pasti Mama akan mengundang Koki terbaik untuk kak Nana kan? lebih baik Sekar menipu Mama sedikit". jawab Sekar sambil tersenyum.
__ADS_1
Mama Eve mengelus kepala Sekar yang menyeringai lebar, hal itu terlihat oleh Nana yang diam-diam menahan senyum.
"Mbak Eris? ". panggil Rose.
"iya Nona". jawab Pelayan Eris semangat dan berjalan cepat ke arah Rose.
"kue yang Mbak berikan sangat enak, bisa bungkuskan untuk Rose? Rose akan bawa pulang". tanya Rose dengan raut wajah menggemaskannya.
Pelayan Eris tidak kuat menahan senyumnya, Ia melebarkan senyum bahagianya melihat wajah imut gadis kecil itu.
"baik Nona, saya akan bungkuskan untuk Nona kecil". jawab Pelayan Eris segera berlari ke dapur.
Mama Eve sampai terkesima cara Rose yang sangat sopan meminta bantuan para pelayan, Ia melihat ke arah Nana yang diperlakukan begitu manis oleh Arka, Nana terlihat kesal memukul tangan Suaminya yang asik mengelus perut buncitnya itu.
"kenapa sayang? ". tanya Papa Andi heran melihat Mama Eve menatap Nana.
"anak Nyonya Nana dan Tuan Arka sopan sekali pada Pelayan". bisik Mama Eve ke Papa Andi.
Papa Andi tersenyum lalu mengelus kepala Ren yang ada disampingnya, terlihat Ren tidak marah dibelai oleh Andi yang sebenarnya orang asing, melihat betapa sayangnya Eve pada Sekar membuat Ren menghormati keluarga itu.
"aku ingin punya cucu seperti mereka". bisik Papa Andi.
Andi dan Eve melihat ke arah Sekar yang terlihat bahagia menoel-noel Rose, makanan untuk Rose saja dibedakan.
Arka sibuk memainkan ponselnya, Ia biasa saja melihat kedua anak kembarnya disayang oleh Eve dan Andi.
.
"percuma saja kakak mengkhawatirkanmu sayang, kamu punya mertua yang sangat menyayangimu". gemas Nana menoel-noel hidung Sekar.
Sekar menyeringai lebar, "tapi sangat posesif Kak". gerutu Sekar
Nana tertawa, "tapi kenapa Nyonya Eve tidak memarahi tamu spesialmu ya sayang? ". tanya Nana menggoda.
Sekar tertawa begitu juga Nana,
"apa Reyhan juga baik padamu sayang? ". tanya Nana.
"baik Kak, sangat baik". jawab Sekar tersenyum lebar.
"syukurlah". jawab Nana bahagia.
"bagaimana dengan Papa kak? apa Papa baik-baik saja? ". tanya Sekar
"oh.. Papa Han baik-baik saja, dia semakin bahagia disana bersama Kakek Leonard, sepertinya dia memikirkan cucu". jawab Nana.
__ADS_1
Sekar seketika merona, "issh".
Nana tergelak, "kalian sudah? ". tanya Nana.
Sekar mengangguk malu-malu, "dimalam kedua, karna Sekar menganggapnya sebagai kewajiban saja sebagai istri seperti yang kakak ajarkan".
Nana mencubit kedua pipi Sekar dengan sayang, "kamu memang adik kakak yang paling patuh".
"Anna? ". tanya Sekar.
"dia adik kakak yang paling polos sangat polos". jawab Nana lalu mereka tertawa bersama-sama.
sore harinya Reyhan pulang, Ia hendak mencari Istrinya tapi ternyata ada tamu membuatnya mengurungkan niatnya dan menyapa tamu spesial itu.
.
di mobil,
"kamu sendiri yang bilang kalau mereka punya suami yang baik tapi tetap saja kamu mengkhawatirkan Sekar dengan Caca sayang". omel Arka yang fokus bawa mobil.
"iya.. iya.. Bagaimana dengan Caca? ". tanya Nana berbinar.
"sayang? 2 hari lagi ya? kamu harus istirahat". tegas Arka.
Nana mengerucutkan bibirnya, terpaksa Ia menurut akan mendatangi Caca 2 hari lagi.
Arka menggeleng-geleng kepalanya dengan Istrinya yang memang sangat menyayangi Anna, Sekar dan Caca, selalu saja mengkhawatirkan mereka bertiga yang sudah berkeluarga bahkan Nana ingin mendatangi Rumah mereka bertiga walau Nana sendiri sedang hamil.
Nana menoleh ke Ren dan Rose terlihat serius memainkan ponsel, kedua malaikat kecilnya itu selalu disayang oleh siapapun walau pelayan sekalipun.
Nana diam-diam bangga dengan sikap anak-anaknya yang sangat hebat dan membuat nya bangga sebagai Ibu yang melahirkan mereka.
"saya sangat ingin punya Cucu seperti Ren dan Rose Nyonya Muda". kata Mama Eve sebelum mereka keluar dari Rumah Mama Eve.
padahal perkataan Mama Eve itu bukan hal asing lagi bagi Nana, semua orang pasti menginginkan punya anak seperti Ren dan Rose yang pintar dan penyayang memiliki sifat sederhana tidak pernah merendahkan status orang lain.
"anak-anakku memang baik hati terutama pada orang yang sangat menyayangi kakak mereka". batin Nana.
sama seperti Nana menyayangi Anna, Sekar dan Caca maka kedua anak kembarnya itu pun menyayangi ketiga adik kesayangan Nana itu walau tidak ada hubungan darah dengan Nana.
.
.
.
__ADS_1