
.
.
.
Anna memejamkan matanya saat wajah Adi begitu dekat dengannya,
"jangan tahan hatimu sayang..! jangan ditahan, ledakkan semua dan Cintai aku". batin Adi tersenyum begitu tampan melihat wajah Anna yang tegang dengan mata terpejam.
Anna memekik saat Adi menggendongnya dan membawa Anna ke kamar mandi,
"mau apa dia? kenapa membawaku kesini? ". batin Anna semakin panik saja.
Adi meletakkan Anna di westafel lalu Ia pergi ke pancuran shower,
"tidaaak...! kamu belum boleh mandi Adi ! badanmu baru sembuh". teriak Anna yang tau Adi hendak mandi.
Adi tak jadi menghidupkan air, "tidak boleh? lalu aku tidak mandi? ".
"kamu baru saja pulih, suhu badanmu memang sudah normal tapi bisa kembali demam kalau kamu mandi". jelas Anna.
"tapi aku berkeringat Anna". Adi melihat tubuhnya yang sudah tidak memakai baju namun masih memakai celana.
"itu karna tubuhmu sedang mengeluarkan hawa panas di dalam tubuhmu, jangan disiram". pinta Anna
"lalu apa? kalau begini aku tidak akan bisa tidur Anna". ujar Adi.
"biar aku bersihkan". kata Anna
.
Adi menatap wajah Anna yang tengah serius mengelap tubuhnya, Anna merutuk dalam hati karna kepalanya terasa pusing membayangkan hal yang tidak-tidak,
"Anna..? bayangkan saja ini tubuh Pasien, hei...ini pasien, ini Pasien yang butuh perawatan, kenapa kamu berdebar Anna? berhentilah berpikiran yang tidak-tidak". batin Anna
"haiisssh... diamlah! ". geram Anna dengan raut wajah kesal.
Anna kesal karna pemikirannya tentang Anak dan Anak terus.
"siapa Anna? aku tidak bersuara sama sekali". tanya Adi.
Anna tersentak, "aah..! bukan kamu Adi, haha.. bukan kamu". tawa canggung Anna.
Adi tersenyum lalu tangannya mengelus pipi Anna, Ia meraba alis, hidung sampai dibibir Anna. mereka bertatapan begitu dekat.
"A.. A.. Adi?". cicit Anna
"hmm? ". sahut Adi sambil mengulum senyum.
"jan.. jangan menatapku seperti itu". pinta Anna gugup.
"kenapa?". tanya Adi masih tersenyum.
__ADS_1
Anna tidak menjawab kembali membersihkan tubuh Adi dengan air yang masih hangat, setelah selesai Ia pergi membuang air dan meletakkan baskom dan handuk tadi di meja sofa.
Anna berjalan ke arah ranjang, Ia tidak mau kalah dengan melarikan diri dari Adi hingga Pria itu semakin senang menggodanya.
"mau tidur? ". tanya Adi.
"hmm". jawab Anna berbaring menyelimuti tubuhnya sambil membelakangi Adi.
Adi tidak memakai baju malah berbaring disamping Anna bahkan memeluk Anna dari belakang,
"A.. Adi? ". cicit Anna.
"kamu obat tidurku Anna". bisik Adi memejamkan matanya di leher Anna.
Anna tidak bergerak sedikitpun sampai Ia tertidur pulas dipelukan Adi yang memang nyaman dan menghangatkan dirinya.
.
ke esokan paginya,
Anna membuka mata dan melihat wajah Adi yang sudah bangun tengah menatapnya.
"aaahhh? ". pekik Anna kaget sambil terduduk.
Adi terkekeh pelan, "kenapa syok? apa aku terlihat seperti hantu? ".
Anna tidak berbicara hanya merapikan rambutnya, Ia ingat tadi malam Anna tidur membelakangi Adi mengapa jadi berhadapan dengan Adi? Anna kan menjadi salah tingkah dan malu.
setelah sarapan,
tinggallah Adi dengan Leonard dimeja makan,
"bagaimana keadaanmu nak? ". tanya Leonard.
"baik kek..! maafkan Adi malah membuat Kakek khawatir". ucap Adi.
Leonard tersenyum, "jangan terlalu bekerja keras nak..! Kakek hanya minta Perusahaan Asia Group berjalan dengan baik, ikuti saja alur nya jangan terlalu memaksakan diri, kamu tau kan Perusahaan Asia Group memiliki pemasukan yang tak biasa? ".
"iya kek". jawab Adi mengakui.
"kakek tidak akan serakah minta pemasukan lebih dari sekarang, Kakek percaya padamu nak, tapi jangan terlalu memaksakan diri". kata Leonard dengan serius.
Adi tersenyum tipis, "terimakasih Kek..! Adi akan menjaga kesehatan mulai sekarang".
Leonard mengangguk percaya,
sementara di dalam mobil,
"kamu mencintai Adi Anna? ". tanya Sekar
"katakan Anna? bukankah kita tidak punya rahasia?". tanya Caca juga.
"kenapa kamu jadi merahasiakan sesuatu dari kami hmm? ". Sekar
__ADS_1
"apa kamu takut kami mengejekmu? ". tebak Caca.
Anna diam karna Ia tau akan begini jadinya, Ia tidak bisa merahasiakan sesuatu dari kedua sahabat baiknya ini yang selalu menjadi tameng (melindungi) untuk dirinya.
"ayo katakan!! ". desak Caca dan Sekar serentak.
"haiiisssh..! aku hanya berdebar karnanya, aku tidak mencintainya tapi Dokter jantung dan Kak Nana bilang aku jatuh cinta padanya, aku tidak cerita sama kalian karna aku takut kalian berdua akan mengejekku". Anna pun akhirnya mengaku.
Caca dan Sekar menghela nafas panjang,
"kenapa aku harus mengejekmu Anna? aku kan sudah bilang kalau kamu pasti akan mencintai Adi, dia Pria yang manis juga tulus padamu". oceh Sekar.
"yah..! dia pantas menjadi pendampingmu". jawab Caca mengakui kehebatan Adi yang pekerja keras bisa menyelesaikan masalah Anna juga masalah Perusahaan dalam sekali genggaman sampai Adi jatuh sakit.
Anna terharu mendengar celotehan kedua sahabatnya.
"jadi kalian tidak mengejekku? terimakasih". ucap Anna dengan senyuman.
"ejekan? kamu takut diejek maka nya tidak berani jujur? hei.. apa kita kenal baru 1 tahun? ". omel Sekar.
Caca mendengus, sejak kecil Caca sudah bersama Anna berbagai hukuman Ia terima karna berani mengajak Anna menjadi teman hingga pernah Anna terjatuh tapi yang terkena pukulan adalah Caca oleh kedua orangtuanya, namun Caca tidak pernah menyerah berteman dengan Anna walaupun Anna sempat menjaga jarak darinya karna melihat langsung perlakuan orangtua Caca yang menghukum Caca.
"jangan rahasiakan apa-apa lagi". pinta Caca serius.
"iya". jawab Anna tersenyum cerah.
.
di Perusahaan Asia Group,
Adi bekerja seperti biasa tapi hanya sampai tengah hari Ia pergi ke Mal ANA dan melihat kondisi Mal nya yang kian ramai apalagi film pendeknya dengan Anna melejit pesat sehingga berdampak baik pada Penghasilan Mal nya.
kedatangan Adi membuat para wanita histeris, mereka melihat Adi secara langsung seperti aktor pendatang di dunia perfilm-an padahal hanya Film pendek dengan durasi belasan menit bukan Film durasi panjang sampai 1 jam lebih.
"Tuan kita kedatangan Berlian baru yang harganya fantastis, apa Tuan mau melihat? siapa tau untuk Nona Muda". tanya Radit dengan bahasa formal.
Adi yang tadi tidak terlalu memperdulikan seketika berhenti, Ia tersenyum begitu tampan mengingat bayangan Anna.
"Tuan? anda tidak lihat para wanita semakin gila? ". bisik Radit
Radit hanya berbicara non formal pada Adi jika sedang berdua saja.
Adi berubah datar dan dingin, ia menoleh ke Radit dan menganggukkan kepala ingin mengambil berlian yang dimaksud Radit.
di toko emas Mal milik Adi,
"ini beberapa set berlian yang baru datang dari luar negri Tuan". kata karyawan dengan hormat dan sopan pada Adi karna merupakan bos besarnya.
Adi mau ambil yang mana aja tidak perlu bayar hanya ambil saja, semua milik Adi.
"hmmm?". Adi tampak berpikir melihat semua emas berlian yang bagus namun belum menarik perhatiannya.
.
__ADS_1
.
.