Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
dibawa pulang


__ADS_3

.


.


.


"bukan karna kasihan padaku? memang karna rasa?". tanya Celinne memastikan.


Nana menjitak kening Celinne yang mengaduh kesakitan, "memangnya aku ini orang yang begitu murah hati ha? kalau untukku sendiri pasti aku tidak mempermasalahkan rasanya tapi karna aku beli untuk orang lain tentu saja aku memikirkan rasanya". omel Nana.


Celinne mengelus kening sambil memanyunkan bibirnya, "aku bisa jamin rasanya kok, besok pagi akan aku antar ke Mansion Arkatama untuk di uji coba".


"baguslah". jawab Nana dengan acuh melihat Celinne mengelus keningnya sendiri padahal hati Nana ingin sekali tertawa saat ini.


tak berapa lama Ren kembali membawa banyak Sandwich pesanan mereka,


"bagaimana caraku membayarnya?". tanya Celinne kebingungan.


"bawa aja Aunty..! aku banyak uang". jawab Ren santai.


Celinne menjatuhkan rahangnya lalu menoleh ke Nana yang tertawa cekikikan.


"semua anak-anak Arka memiliki Blackcard, Oma, Kakek, Nenek dan Eyang mereka memberikan fasilitas yang sangat mewah untuk mereka, aku saja sampai pusing". jelas Nana yang tau kebingungan Celinne tidak bermaksud pamer hanya ingin Celinne mengerti bahwa anaknya tidak akan memperhitungkan hal kecil seperti membeli Sandwich.


Celinne tersenyum, "dulu aku juga begitu tapi aku tidak tau cara menghargai uang, sekarang aku senang dengan kesederhanaanku dan tau cara menghargai uang".


Nana tersenyum mengelus pipi Celinne lalu mencubitnya membuat Celinne terpekik lagi.


"kamu masih dendam padaku ya?". tanya Celinne mencelutuk kesal.


"biar kamu sadar kalau masa lalu tidak usah dibahas, nanti kalau kamu kembali jahat bagaimana?". sambar Nana menjulurkan lidahnya.


Celinne mengerucutkan bibirnya, "sekarang aku hanya ingin bahagia, kalau aku kembali jahat hidupku yang bahagia dengan suami dan anak-anakku tidak akan terasa bahagia lagi". gerutu Celinne.


"bagus deh". puji Nana sambil tersenyum lebar.


mereka berdua terus bercerita sampai malam, sementara Anna dan kawanannya sudah disibukkan oleh panggilan dari suami masing-masing.


"kok mereka nelfon sih? emang jam berapa?". cecar Anna merasa heran lalu melihat jam tangannya membuat nya syok begitu juga yang lainnya.

__ADS_1


"9 malam?". beo yang lainnya dengan wajah kian memucat.


mereka terlalu bahagia bermain hingga tidak sadar suami mereka sudah khawatir menghubungi Istri-Istri masing-masing.


glek..


Anna pun mengangkat panggilan sang suami, "Hubby?". cengir Anna.


"masih ingat pulang sayang?". tanya Adi dengan datar di ujung telfon tapi tidak membentak atau marah.


"aku.. aku sedang ada di E-Zone Mal ANA, aku bermain dengan Anak Mbak Celinne". lapor Anna dengan senyuman manisnya seolah Adi ada didekatnya saja padahal Adi tidak melihat senyuman Anna.


"tunggu aku!". pinta Adi lalu mematikan panggilannya sepihak.


Anna menggaruk kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam lalu matanya melihat ke arah sahabat-sahabatnya juga tengah di omeli oleh suami masing-masing, dan pada akhirnya para suami akan menjemput Istri-Istri mereka di Mal ANA, si 5 Istri ini berasa muda saja sampai melupakan sudah punya suami, anak di Rumah ditinggal saja karna saking senangnya bermain bersama teman.


"mampus aku!". gumam Mia.


"matilah aku". sungut Sekar dan Caca serentak dengan gerakan menyedihkan masing-masing.


"huhh". Linda menghela nafas pasrah.


"kalian juga kena sembur?". tanya Anna dibalas anggukan oleh mereka berempat.


Flower Boy! kelima Pria tampan itu sangat bagus dipandang mata sementara kelima Pria itu malah sibuk dengan keseriusannya memikirkan cara untuk memarahi sang Istri tanpa harus menyakiti hati Istri, rasa cinta mereka begitu besar pada Istri-Istri mereka yang sangat menawan dan baik hati serta sungguh perhatian.


"lohh?". Nana kaget melihat kedatangan Kelima laki-laki gagah dan punya ketampanan masing-masing itu.


"Kak Nana". sapa mereka semua serentak.


"Ehh? iya, ada apa kalian semua kesini?". tanya Nana berdiri memandang mereka satu persatu.


Celinne membekap mulutnya syok, "aduuh.. penyakit lama ku belum sembuh total, aku masih suka Pria tampan tapi suamiku tetap tampan, tapi merekaaa woww...!". batin Celinne.


"aku izin bawa Anna kak, ini sudah larut malam sementara anak-anak sudah mencarinya". ucap Adi dengan sopan.


"iya kak". sahut yang lainnya serentak.


Nana melihat jam tangannya pun kaget, "udah larut malam aja? ya Tuhan". Nana pun memekik karna lupa waktu.

__ADS_1


"maafkan kakak ya? kalian tidak boleh menghukum Istri kalian terlalu keras ya? Kakak yang lupa mengingatkan mereka". ucap Nana memelas.


"kakak jangan minta maaf". kelima pria gagah itu pun langsung lemas saat Nana yang mereka kagumi sebagai idola Istri-Istri mereka meminta maaf.


Celinne terperangah, wajah datar kelima Pria tampan itu berubah seperti kucing tertindas saja mendengar Nana meminta maaf, Celinne jadi kagum pada Nana pasti ada yang spesial dalam diri Nana sehingga mereka semua menghormati Nana.


kelima Pria tampan itu mencari Istri mereka, tidak marah tapi hanya menggenggam Istri masing-masing dan berpamitan pada Nana yang bersama Ren, Celinne.


"Kak?". rengek Anna, sahabat Anna yang lainnya juga memelas.


Nana tersenyum, "tidak apa..! mereka tidak akan menghukum kalian terlalu berat, kakak sudah minta maaf pada mereka".


seketika kelima wanita cantik itu tersenyum merekah, jika Nana sudah turun tangan maka masalah mereka sudah di bantu 60%, sisanya tugas mereka yang harus pandai merayu sang suami.


"terimakasih kak". ucap mereka semua serentak.


Nana tersenyum dan mengangguk lalu melihat kepergian pasangan suami Istri itu, David mencubit hidung Mia karna nakal hingga lupa waktu, Bayu mencubit pipi Linda, Reyhan memasang wajah datarnya pada Sekar, Radit terlihat cuek dengan Caca, terakhir Adi hanya membuang muka saat Anna berbicara pada Adi seperti anak-anak yang sedang ngambek saja padahal tangan mereka berdua bertautan mesra.


"apa mereka akan baik-baik saja Nana?". tanya Celinne tidak enak hati ke para wanita cantik itu.


"tidak apa..! mereka memang terlihat kejam dan badan besar serta berotot tapi dimata Istri-Istri mereka itu hanya anak-anak kecil yang butuh belaian". jawab Nana tertawa kecil.


"iya juga, mereka terlihat merajuk seperti anak kecil". Celinne mengakui.


Celinne kaget melihat Arabella sudah ada di dekat Ren memegang ujung jaket Ren dengan wajah imutnya itu, sementara Ren hanya memasang wajah datarnya.


"nak?". Celinne memanggil Putrinya segera Arabella berpindah mendekati Celinne.


"Mama? kenapa kakak-kakak baik itu dibawa pergi?". tanya Arabella dengan tampang lucunya.


"ohh.. mereka juga punya anak lucu sepertimu sayang, Ayah mana yang tega melihat Istri mereka bermain dengan anak lain sementara mereka juga punya anak". jelas Nana dengan senyuman.


"ooh.. mereka meninggalkan anak-anaknya ya? mereka baik sekali". Arabella bergumam pelan.


Nana tersenyum, "anakmu cerdas juga ya". puji Nana ke Celinne.


"aku tidak memberi makanan apapun hanya asi selama 2 tahun sampai sekarang aku hanya bisa memberi ikan kembung sebagai nutrisi nya, aku tidak sanggup beli salmon dan ikan mahal lainnya". Celinne menjawab dengan jujur.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2