Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
berhati-hatilah


__ADS_3

.


.


.


tak lama mereka bercengkrama Ara datang mendekati mereka berdua, seketika suasana menjadi heboh padahal hanya mereka bertiga saja, tidak ada yang berani menegur mereka juga.


"Araaa...? bagaimana keadaanmu hmm? ". tanya Nana dengan gemas melihat perut Ara juga sedang mengandung.


"baik dong..! bagaimana keadaan kalian berdua hmm??". tanya Ara dengan raut wajah bahagia bisa bertemu dengan Nana dan Anna secara bersamaan.


Nana dan Anna tertawa pelan sambil mengangguk seolah kompak mengatakan bahwa mereka berdua baik-baik saja.


"apa Ren dan Rose tidak ikut? aku merindukan mereka". tanya Ara dengan raut wajah berbinar.


"tidak..! Ren bilang tidak mau ikut dan Aku juga tidak mau membiarkan Rose pergi dengan Arka sementara Arka sibuk dengan rekan nya tidak ada yang mengawasi putri kecilku". jelas Nana.


"apa Kak Intan juga datang kak? ". tanya Anna.


"sepertinya begitu, tadi aku barusan telfonan sama dia". jawab Ara


mereka duduk bertiga sambil memakan cemilan buah yang ada, sesekali Ara dan Nana mewawancarai Anna yang seorang pengantin baru sebab umur pernikahan Anna dengan Adi masih muda dan itu disebut pengantin baru.


Anna tersenyum malu saat Nana dan Ara memuji betapa hebatnya Adi dalam menghandel Perusahaan Asia Group, dan terang-terangan mereka memuji suami Anna yang tampan saat tersenyum bahkan Nana dan Ara meminta Anna untuk menjaga senyum Adi yang bisa memutuskan urat malu Wanita.


"apa kamu belum berisi sayang? ". tanya Ara


"ahaha..! Kami belum..? hmm..? itu..? belum". jawab Anna tergagap dengan wajah merah padamnya yang tidak bisa menceritakan masalahnya padahal Ara dan Nana bisa membantu masalah cintanya dengan Adi.


Ara dan Nana mendesak Anna untuk cerita betapa syok dan kagetnya mereka saat tau Anna tidak mau dikatakan ikan asin yang menggoda kucing untuk memakannya, Anna ingin Adi menyentuhnya sendiri tanpa harus dipancing.


"ya ampun..! ". Ara memijit pelipisnya.


Nana menggeleng kepalanya tak percaya akan alasan konyol Anna, "kamu itu istrinya sayang mau kamu jadi ikan asin, ayam goreng, atau apalah itu yang bisa memancing Kucing memakannya tidak ada yang menertawaimu".


"iya Anna..! kamu hanya menggoda suamimu saja, terkadang perempuan harus punya inisiatif sendiri kalau suamimu nanti dijebak oleh perempuan lain bagaimana? ". kompor Ara.


"dijebak? ". beo Anna


"iya..! lihatlah suamimu ditatap para selebriti pendatang dan model baru kan? ". tunjuk Nana dengan ekor matanya.

__ADS_1


Anna menatap tak suka pemandangan itu dimana Adi tengah tertawa dan tersenyum berbicara dengan Arka, Abi dan kini kedatangan Celvin.


"eeh...? itu Kak Intan". tunjuk Ara dengan bahagia.


"Haha..! dia juga datang". tawa lebar Nana.


Anna memberengut melihat Adi tersenyum padahal suaminya tengah tersenyum dan tertawa pada lelaki, Ara dan Nana menyadari raut wajah cemburu Anna.


"kan kami sudah bilang jangan terlalu mengulur waktu, kamu harus punya keberanian sayang, zaman sekarang pelakor dalam lingkungan orang kaya itu banyak karna ingin punya ATM berjalan". kata Ara.


"jangan menghasutnya Ara..! Adi tidak seperti itu tapi kalau menurut kakak sayang kamu harus jujur dengan perasaanmu". Nana memberi saran.


Anna menatap Nana dan Ara bergantian, "Anna akan mencoba lebih berani Kak". cicit Anna dengan jujur.


Nana dan Ara tersenyum mengelus kepala Anna seperti adik sendiri, tak lama kemudian Intan datang kehebohan pun makin menjadi saja diantara mereka berempat, beruntung Anna sudah menikah dan punya pengalaman dicium dan dipeluk oleh Adi kalau tidak Anna bisa iri dengan cerita mereka yang sedang hamil dimanja dan dikekang oleh suami.


"apa Adi akan mengekangku kalau aku hamil ya? memang demi kebaikan anak sih tapi apa aku bisa dikekang?". batin Anna lalu menggeleng kepalanya pelan.


Nana seperti tau isi pemikiran Anna pun berkata, "aku dulu juga orang yang sangat bebas kalian tau sendiri kan aku dan Arka berpacaran sampai bertahun-tahun bahkan belum kepikiran menikah, tapi karna bujukan Kak Intan aku mau menikah dengan Arka sampai aku bisa merasakan betapa indahnya saat sudah menjadi pasutri apalagi saat aku hamil.. hmm.? bahagianya keluargaku adalah kebahagiaanku juga dan mau menuruti mereka semua walau aku harus dikekang".


"tapi demi kebaikan bayi kita juga kan? ". Intan menyahut.


"kalau demi kebaikan anak itu wajar itu artinya suami kita menginginkan bayi nya lahir dengan selamat, terlebih lagi mereka tidak mau kita lelah membawa anak kita kemana-mana dan meminta kita untuk menyimpan semua tenaga kita saat lahiran". Ara seperti sudah berpengalaman saja melahirkan padahal Ia sedang mengandung anak pertama.


Roben yang melihat dari jauh mulai malas karna Anna terlalu asik berbicara dengan para wanita yang terkenal itu apalagi Nana yang punya Hacker istimewa yang sangat misterius bisa menghancurkan siapapun dalam waktu 5 menit meretas lewat ponsel setiap manusia, Roben harus berhati-hati jika berhadapan dengan Nana.


"sayang? ". panggil Besta


"bagaimana? apa rencanamu berhasil? ". tanya Roben.


"belum..! Pria itu begitu asik bercerita dengan Tuan Arka, Tuan Abi, Tuan Celvin mana ada perempuan yang mau mendatangi mereka kalau bersama-sama". jawab Besta


"lalu bagaimana caranya biar rencana kita berhasil?". bisik Roben dengan serius.


"aku menyewa pelayan untuk memberikan jus pada suami Anna semoga saja dia meminumnya". kata Besta menyibakkan rambutnya dengan angkuh.


"siapa wanita yang kamu inginkan bersamanya malam ini? ". tanya Roben.


"apa ciska? ". tanya Roben menebak


"Ciska tidak mau bersama Tuan Adi Sayang, sebenarnya sekejam apa Tuan Adi memperlakukannya? kenapa Ciska tidak mau berurusan dengannya? ". tanya Besta terheran-heran.

__ADS_1


"lalu siapa kalau bukan Ciska sayang? ". tanya Roben berbisik lagi.


"Layla, Selebriti pendatang". jawab Besta.


"apa kamu yakin dia bisa menjalankan rencana kita?". tanya Roben.


"tentu saja..! sepertinya Layla juga mengagumi Tuan Adi, katanya dia jatuh cinta melihat senyumnya". jawab Besta tersenyum puas.


"asalkan dia memang berguna". Roben berkata dengan serius.


.


"jadi bagaimana? apa Anna merepotkanmu Adi? dia kan Tuan Putri". ledek Arka.


"dia bukan Tuan Putri Abang". bela Adi sambil tersenyum.


"sudah..! kenapa kau suka sekali mengejek adik kesayangan istrimu dengan sebutan Tuan Putri hmm? nanti kalau dia dengar bagaimana? kamu bisa ditendang dari kamar oleh istrimu sendiri". ejek Celvin.


Abi terkekeh, "ingat Vano..! Istrimu sangat menyayangi Anna".


Arka mendengus pelan, "memang dia Tuan Putri kan? aku tidak salah".


"Tuan..? ". seorang pelayan membawakan banyak minuman untuk Arka, Adi, Celvin dan Abi.


Arka menolak dengan tangannya begitu juga ketiganya, pelayan itu pun mengundurkan diri karna tidak mungkin Ia memaksa orang-orang hebat itu untuk menerima minuman pemberiannya.


"apa kau pesan minuman pada pelayan? ". tanya Celvin ke Adi.


Adi menggeleng kepalanya, "tidak bang..! Adi bahkan sejak tadi bersama bang Arka".


"tapi kenapa pelayan itu menatapmu Adi?". tanya Abi


"berhati-hatilah Adi..! sepertinya ada yang mengincar dirimu, sekarang banyak sistem wanita menjebak dengan minuman". peringatan Arka.


Adi tetap tersenyum ramah padahal tangannya mengepal saat ini, "aku akan bunuh wanita yang mencoba menjebakku jika itu memang terjadi". batin Adi dengan wajah ramah padahal hatinya tidak, Ia sedang memikirkan rencana jahat orang yang ingin mendapatkan dirinya demi keuntungan orang itu semata.


Aditya percaya perkataan Arka,Celvin dan Abi yang lebih berpengalaman di dunia seperti ini yang dipenuhi banyak wanita penggoda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2