Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
curhat


__ADS_3

.


.


.


"Adi... besok malam ada cara Reunian SMA, kamu mau datang kan?". tanya Bunga dengan senyuman terlebarnya.


Adi terlihat tidak tertarik sama sekali, "aku tidak mau datang". jawab Adi dingin.


"jangan begitu dong Adi..! aku sudah katakan pada mereka semua kalau kamu akan datang, setidaknya mereka pasti akan pingsan melihatmu menjadi Pria yang paling sukses diangkatan kita". bujuk Bunga.


"aku tanyakan pada Istriku terlebih dahulu". jawab Adi.


"tapi Istrimu kan bukan satu sekolahan sama kita dulu, kamu mau menjadikan teman-teman kita semasa SMA jadi patung ya kalau kedatangan Istri konglomeratmu itu?". kekeh Bunga.


Adi tampak berpikir, "aku tidak punya teman saat SMA jadi tidak perlu datang juga".


"Adii..? aku mohon datang ya? kan kamu udah sukses kenapa malu coba?". bujuk Bunga dengan memelas.


"sudah aku bilang aku akan tanyakan pada Istriku, kalau dia tidak mengizinkanku pergi maka aku tidak akan pergi". jawab Adi dengan tatapan dinginnya itu tak membuat Bunga gusar malah semakin percaya diri ditatap oleh Adi.


"apa perlu aku yang minta izin pada Istrimu?". tanya Bunga membujuk.


"tidak perlu". jawab Adi.


"aku yakin Istrimu itu akan mengizinkanmu pergi, apa kamu begitu terikat padanya? seharusnya Pria itu lebih dihormati oleh Istri kan? hanya karna dia lebih kaya darimu bukan berarti dia harus mengatur hidupmu kan? kamu harus bersenang-senang juga lah, apa dia juga melarangmu bersenang-senang untuk sekedar menenangkan fikiran?". Bunga menasehati seolah Anna terlalu mengekang Adi jika bertemu dengan teman lama.


"dia memang berhak mengatur hidupku". jawab Adi dengan santai.


"seharusnya janganlah". kata Bunga dengan senyuman.

__ADS_1


Adi tersenyum tipis sangat tipis, Ia tau Bunga sedang memprovokasinya bahwa Anna adalah Istri yang sangat posesif sehingga terlalu mengekangnya tapi Adi adalah Pria yang sangat cerdas, Ia tidak termakan omongan Bunga.


"kau tidak tau betapa Cintanya aku padanya sampai sebesar apapun kau memburukkannya itu tidak akan membuat rasa cintaku berkurang padanya, dasar tidak tau malu..! aku bisa saja mencekikmu sampai mati". batin Adi yang ternyata punya rencana lain mempermalukan Bunga sama seperti Bunga dulu pernah mempermalukannya didepan teman sekolah.


Bambang tersenyum melihat cara Bunga merayu Adi bahkan saat Bunga berbicara santai tidak membuat Adi marah, sebenarnya Adi Pria yang ramah walau ucapannya kasar dan saat rekan kerjanya berbicara santai padanya tidak akan membuatnya marah.


Adi Pria yang berjuang dari Nol, ia tidak pernah sombong pada orang bawah hanya wajahnya saja yang angkuh, Ia juga tidak pernah memperlihatkan kemarahannya dengan sangat jelas, namun Ia suka menggunakan cara lain tanpa memperlihatkan kejahatan serta kekejamannya secara terang-terangan kecuali membahas Anna, jujur itu bisa membuat Adi kehilangan jati diri, Adi bisa menghabisi nyawa orang kalau sampai hati Istrinya tersakiti.


"bagaimana Tuan? apa Tuan bisa membantu kami? saat ini kami butuh dana 2 M untuk ganti rugi". tanya Bambang dengan sopan.


Adi menghela nafas panjang, "baiklah, tapi aku tidak menerima hadiahmu, anggap saja aku bayar cuma-cuma".


"Cuma-cuma?". beo Bunga yang tidak menyangka Adi memberi uang 2 M untuk Papanya secara cuma-cuma.


Bunga merasa Adi sangat kaya-raya hingga bisa mengatakan dengan santai bahwa uang segitu dianggap cuma-cuma saja, padahal mereka berdua sudah kesulitan mencari bantuan uang sebanyak itu yang pasti tidak mudah.


"benarkah Tuan?". Bambang dengan cepat merogoh ponselnya dan memberi tau nomor rekeningnya.


Adi mengirim uangnya langsung, lalu meminta mereka pergi namun Bambang meminta Adi menandatangi berkas kerja sama tapi Adi malah pergi seolah tidak mau menerima kerja sama itu.


Bambang melihat notif bank nya membuat senyumnya kian mengembang, "lihat? dia mengirim uang pada kita". Bambang menunjukkan layar ponselnya ke Bunga.


"kalau tau dari dulu kalau Adi akan menjadi sekeren dan sekaya ini pasti Aku sudah menerimanya Papa". kesal Bunga merasa sangat menyesali seluruh perbuatannya dulu.


"kamu harus mendapatkan Tuan Adi nak, dia tidak menginginkanmu tapi memberi kita bantuan segini dengan mengatakan hanya cuma-cuma bagaimana jika dia mencintaimu nanti hm? sudah pasti dia akan memberikan segalanya untukmu". Bambang malah mengompori putrinya supaya bisa mendapatkan Pria seperti Adi.


Bunga semakin besar kepala, Ia tidak peduli dengan kejahatannya dulu yang sudah mempermalukan Adi semasa SMA, yang penting saat ini Adi harus menjadi miliknya walau tau Adi sudah punya Istri konglomerat ternama.


.


.

__ADS_1


Adi memilih pulang ke Mansion Anna, Ia mencari Istrinya sebab kepalanya sedang panas karna tidak tahan ingin menghabisi Bunga tapi karna hati nya masih bekerja memikirkan buah hatinya dengan Anna, lebih baik Adi mencari Anna merengek pada wanitanya itu sampai kepalanya kembali dingin dan tenang.


Anna tengah menonton TV dengan gaya premannya itu ditemani oleh Linda yang duduk manis disamping Anna, sesekali Linda menonton tapi lebih senang memandang Anna yang terlihat sangat sederhana, Linda tidak pernah mengira akan bekerja dengan Anna yaitu melindungi wanita terkaya se Asia, cerita diluar sana cerita tentang Pribadi Anna sebagian sangat benar tapi akan lebih faham lagi saat mengenal Anna lebih dekat ternyata sangat baik.


"sayang?". panggil Adi tiba-tiba duduk disamping Anna dan merebahkan kepalanya dipangkuan Anna yang menurunkan sebelah kakinya.


Linda terkejut lalu segera pergi meninggalkan pasangan itu sambil senyam-senyum.


"kenapa By?". tanya Anna mengelus kepala sang suami yang tengah bermanja padanya.


"wanita itu, huuh..? aku ingin mencekiknya sampai mati". jawab Adi dengan mata terpejam.


"wanita siapa?". tanya Anna mengulum senyum.


"Siapa lagi? si Bunga itulah, dia tidak tau malu sayang dan Pak Tua itu juga dengan muka temboknya itu meminta bantuan dana padaku dan saat aku tanya apa keuntungannya padaku? eh. enak aja dia bilang kalau dia akan berikan anaknya itu yang sangat dia banggakan itu, aku benar-benar ingin meletakkan pistol di kepalanya lalu ceklekk.. dor..! mati sekalian". cerocos Adi seperti emak-emak berdaster.


Anna tertawa lepas membuat Adi membuka matanya,


"sayang? aku serius nih..! kepalaku sepertinya sangat berasap ini". rajuk Adi seperti anak-anak.


"lalu aku bisa apa Hubby?". tanya Anna mengelus rahang Adi.


"huh..! aku malas menerima ajakannya sayang, aku muak berpura-pura mengabaikan masa lalu yang dilakukan wanita jahat itu". keluh Adi mengecup telapak tangan Anna.


Anna merasa sangat beruntung memiliki Adi, Anna tidak menyangka panutannya adalah Nana yang membuat Anna suka menolong orang tanpa imbalan, malah tanpa sadar Anna menemukan Pria yang sangat tulus mencintainya seperti saat ini.


"apa ajakannya?". tanya Anna dengan lembut.


"dia bilang aku harus datang ke acara reunian sekolah kami dulu, ciih.. dia sok baik, dia pikir aku tidak tau isi otaknya licik itu?". jawab Adi dengan raut wajah geramnya itu seperti ingin memukul kepala manusia yang Ia ceritakan itu dengan batu-bata sampai mampus.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2