
.
.
.
hari acara undangan makan malam pun telah tiba,
Undangan makan malam tapi acaranya seperti Pesta, acara itu sekumpulan orang pengusaha sukses dan Adi sang Pemilik Mal ANA yang sebagai orang ternama juga pendatang baru di Kota mereka.
ini pertama kalinya Adi datang ke suatu acara setelah sekian lama berjuang membangun Mal ANA dengan hasil kerja kerasnya bekerja di Jerman, semua keberhasilannya juga karna Anna berkat modal uang yang diberikan Anna padanya tanpa berpikir hingga Adi bisa berubah, juga bisa kuliah Universitas perguruan tinggi terbaik di Jerman.
Jika Adi mau Ia bisa membangun Perusahaan besar tapi impian Adi malah membuat sebuah Mal di Ibu kota atas nama miliknya, Jika Adi mau Ia pasti bisa mendapatkan uang lebih banyak dari perkiraan kalau masih mau bekerja di Jerman tapi Adi ingin punya penghasilan sendiri, Usaha sendiri supaya punya keberanian bersanding dengan Anna seorang calon penguasa Asia Group. tanpa diduga Tuhan begitu baik pada Adi, Ia dan Anna langsung terlibat pernikahan kilat membuat Adi lebih dekat dengan Anna.
"kenapa? gugup? ". tanya Adi melihat Anna gelisah saat duduk disampingnya.
Anna menoleh ke Adi dan mengangguk pelan, "aku jarang datang ke acara atas perwakilan Perusahaan, biasanya Om Roben yang melakukannya".
Adi mendengus, "apa aku tidak boleh memberi pelajaran untuk Om mu itu Anna? dia membuat para pekerja ada yang tidak dapat gaji".
Anna menatap Adi serius, "kenapa izin dariku? ".
"karna kamu pemilik Perusahaan Asia Group, aku hanya membantu". jawab Adi
Radit dan Caca didepan mereka saling melirik satu sama lain, yah..! mereka masing-masing datang sebagai Asisten Anna dan Adi tujuan Adi membawa Caca untuk melindungi Anna untuk berjaga-jaga jika Adi sedikit lengah nanti.
"tapi kamu yang memimpin Asia Group". kata Anna merasa Adi bebas melakukan apa saja pada orang korupsi di Perusahaannya.
Adi mengulum senyum manisnya membuat bola mata Anna mengerjab-ngerjab. Pria yang sudah sah menjadi suaminya ini memang suka tersenyum pada Anna, sepertinya Adi suka sekali menggoda Anna tapi Anna bisa mengendalikan diri sekarang sudah lumayan bisa beradaptasi dengan senyuman Adi itu.
"aku hanya menjaga Perusahaanmu Anna..! milikku itu Mal ANA juga dirimu". kata Adi dengan senyuman tampannya itu.
Anna melihat arah lain, Ia sudah biasa melihat Adi tersenyum tapi kalau di lihat dari dekat tidak bisa Anna kendalikan, Ia malu sendiri karna melihat wajah Adi yang sangat manis saat tersenyum.
"kita sudah sampai Tuan ! Nona". kata Radit dengan sopan memutus pembicaraan mereka.
.
__ADS_1
Radit keluar duluan membukakan pintu untuk Adi, Caca juga segera keluar lalu berjalan ke arah Anna, Ia hendak membukakan pintu untuk Nona nya tapi Radit menahan tangan Caca hingga siempunya menoleh.
"kan ada Tuan Adi..! bisakah kamu memberi waktu untuk mereka? mereka pasangan yang lagi naik daun". kata Radit
Caca melepaskan tangannya dan mengangguk, Ia menatap pemandangan dimana kemilau sorot kamera berkedap-kedip ke arah Anna dan Adi,
"kalau Sekar bisa datang pasti dia histeris". batin Caca tersenyum sangat tipis.
Adi mengulurkan tangannya ke Anna, mereka melambai layaknya sepasang pengantin baru yang sedang jatuh cinta satu sama lain.
Anna melirik tangan Adi yang melingkar posesif dipinggangnya, Ia mengira Adi hanya ingin dinilai baik saja oleh masyarakat tapi sebenarnya Adi memang baik hanya saja tidak semanis ini.
"aawwhh". Anna hendak terjatuh saat tidak sengaja menginjak gaunnya sendiri tapi Adi yang memang sedang memegang pinggang Anna terlebih dahulu menahan tubuh Anna supaya tidak tersungkur.
Anna melihat ke arah Adi,
"kan aku udah bilang jangan memakai gaun kepanjangan ini". bisik Adi begitu sensual di telinga Anna.
Anna memejamkan matanya mendengar bisikan Adi, dan tidak bisa menjawab kata-kata Adi, mereka terlihat pasangan yang saling mencintai satu sama lain padahal tidak tau saja apa yang terjadi diantara mereka.
Para wartawan bertanya-tanya kapan pernikahan Anna dan Adi, Adi menjawabnya dengan tenang dan berwibawa mengatakan bahwa mereka saling mencintai saat berumur 17 tahun, lalu mereka berpacaran jarak jauh saat kembali langsung menikah.
Ia harus tetap ramah saat semua Reporter semakin bersemangat mengorek kisah cinta karangan Adi itu, Anna tidak tau saja kalau Adi itu memang mencintainya sejak lama.
"hanya itu yang bisa saya sampaikan..! terimakasih". Ucap Adi lalu membawa Anna dengan tangan masih betah melingkar dipinggang ramping Anna.
dalam perjalanan ke gedung acara yang diselenggarakan, Adi melihat Anna tengah menatapnya.
"ada apa? ". tanya Adi tersenyum.
Anna berkata, "apa kamu seorang pembuat Novel? kamu pernah pacaran? ". tanya Anna sudah kesekian kali nya.
"sayang..? aku belum pernah berpacaran dan juga aku bukan pembuat Novel". jawab Adi dengan super sabar.
"terus kenapa ceritamu tadi penuh drama? apa yang kamu rencanakan hmm? ". tanya Anna penuh selidik.
Adi tertawa kecil, "aku hanya menunjukkan pada dunia bahwa aku mencintaimu".
__ADS_1
Anna membelalak, "apa kamu mencintaiku? ". tanya Anna.
Adi menautkan kedua alisnya hendak menjawab namun para penjaga acara tiba-tiba menyelah meminta undangan,
Anna berdecak sebal karna gagal lagi mengorek perasaan Adi, "dia Cinta atau tidak ya? apa kata-katanya tadi serius? tidak.. tidak.. dia bercanda cuma kalau dia mengaku mencintaiku bisa saja aku percaya, aku gadis cantik dan menawan". batin Anna percaya diri.
Anna mengira pesona yang membuat Pria jatuh cinta padanya adalah parasnya padahal Adi mencintainya karna hati Anna yang baik dan sangat cantik seperti wajahnya Anna sendiri, karna itulah Adi mau berjuang dari nol dan mengejar impian terbesarnya adalah Anna.
saat Adi membawa Anna banyak para tamu undangan yang menyapa Adi dan Anna, mereka sangat serasi dilihat secara langsung.
"Bang Arka? ". pekik Anna tersenyum lebar menyapa Arka.
Arka menoleh ke Anna,
"kenapa? ". tanya Adi berbisik ke Anna.
"aku mau tanya apa Kak Nana ikut dengannya". bisik Anna juga ke Adi.
Adi menemani Anna ke Arka, Adi menyapa Arka yang mengangguk dengan senyuman tipis.
"abang? apa Kak Nana datang kesini? ". tanya Anna berbinar.
"tidak..! Abang datang sama Rose, dia lagi ke Toilet ditemani oleh Ren". jawab Arka.
"Rose? ". bahagia sekali Anna mendengar nama Rose yang hadir diacara ini.
"kenapa Kak Nana tidak ikut bang? apa Kak Nana mengizinkan anak-anak nya ikut? abang tidak mengawasi mereka? ". cecar Adi penasaran karna tau Anna sangat menyukai Nana.
Arka terkekeh, "anakku tidak sebodoh itu..! mereka tau cara menjaga diri".
"bagaimana keadaan Kak Nana bang? apa kandungannya baik-baik saja? ". tanya Anna semangat.
"ckk..! tentu saja baik, kenapa kamu tidak hamil juga? bukankah kamu bersuami? suruh dia nanam benih yang banyak biar anakmu kembar juga". celutuk Arka tanpa beban.
Anna membulatkan matanya sedangkan Adi tertawa, mereka malah bercerita tentang Anak hingga Anna mulai malu mendengarnya segera pergi ke Caca yang mendekatinya karna Anna tadi memanggilnya dengan cara melambaikan tangan.
.
__ADS_1
.
.