Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
jangan meragu


__ADS_3

.


.


.


"aku juga perempuan tapi aku tidak seperti itu, apa hanya karna mantan istrimu kamu jadi menyalahkan bangsa kami?". tanya Anna membuat Ridwan semakin menundukkan kepalanya.


"bukan begitu, aku tidak merusak perempuan kok hanya saja aku tidak terlalu berminat menjalin rumah tangga lagi". cicit Ridwan.


"aku tidak akan ikut campur masalahmu tapi seharusnya kamu lawan wanita itu, buktikan padanya kalau kamu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik padanya, terkadang kita tidak bisa menilai buku dari covernya saja". Anna.


"aku mengerti". ucap Ridwan dengan lemah.


Ridwan menoleh ke perut Anna, "kamu sudah hamil besar?". tanya Ridwan.


"belum.. masih 5 bulanan". jawab Anna sambil mengelus perutnya.


Ridwan menatap lama perut itu sebab Ia yakin usia kandungan Anna tidak mungkin masih 5 bulanan malah seperti sudah 9 bulanan saja.


"aku hamil 3 anak". jawab Anna malu-malu yang tau arti tatapan Ridwan.


"ooh.. pantas saja". Ridwan pun tersenyum tipis melihat ke arah lain.


"aku rasa kamu harus mencari perempuan yang biasa saja lalu kamu bisa mengajarinya banyak hal bukan? kamu bimbing dia dari nol bersama, aku rasa itu sangat manis saat kamu mengajarinya beribadah, mengaji, cara menutup aurat, aku yakin pasti hidupmu lebih berwarna". Anna menangkup kedua pipinya membayangkan hidup seperti itu pasti sangat menyenangkan.


Ridwan terdiam mendengar perkataan Anna yang sangat benar, Ridwan melupakan hal itu sejak dulu.


"terkadang kita tidak bisa mendapatkan perempuan yang baik dengan cara yang instan". sambung Anna lagi.


"terimakasih..! masukanmu akan aku ingat". ucap Ridwan dengan tulus


Anna menganggukkan kepalanya, "kamu jauh lebih tampan ya dari dulu, matamu penuh bintang". puji Anna memandang bola mata indah Ridwan.


Ridwan menurunkan pandangannya lalu mengulum senyum, "terimakasih..! kata Umiku juga begitu".


Anna tersenyum lebar, "semoga kamu berhasil ya?".


Anna tidak mau menyentuh Ridwan karna Ia juga sedikit mengerti kalau Ridwan tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis.


"terimakasih". ucap Ridwan lalu Anna mengulurkan tangannya ke Linda yang dengan cepat membantu Anna.


"aku harus pulang, nanti suamiku bisa khawatir padaku". izin Anna ke Ridwan dengan senyuman.

__ADS_1


Ridwan mengangguk dengan senyumannya juga, lalu Ia menatap kepergian Anna yang tampak menggemaskan tengah mengerucutkan bibirnya di omeli oleh Linda.


Ridwan tidak menyangka perempuan yang dinilai buruk olehnya dulu terlihat jauh lebih baik dari mantan Istrinya yang menutup aurat, Anna sepertinya tidak memikirkan kasta antara Anna dengan Pengawalnya itu.


"menilai buku bagus tidak bisa dilihat dari covernya saja". gumam Ridwan.


"Ya Tuhanku, jika saja aku tidak menilai rendah dirinya pasti kami sudah menikah dan aku bisa menuntunnya ke jalan engkau". gumam Ridwan pelan.


Ridwan bukan Pria yang bodoh, gadis bernama Anna yang dulu suka membantunya menaruh hati padanya dan Ia mendengar sendiri perkataan Anna pada Caca saat itu, Ridwan menilai Anna adalah gadis yang tidak baik sebab Ia memang hanya menilai cover saja.


Ridwan terlalu memandang rendah Anna yang tidak menutup aurat, Ia berpura-pura tidak tau dengan perasaan Anna yang memang tidak pernah mengungkapkan perasaan ke Ridwan.


Ridwan beristigfar lalu berkata :"Ridwan.. dia bukan jodohmu, jangan mempertanyakan jodoh yang telah dipersiapkan yang maha pencipta pada setiap manusia".


"ini adalah hukuman dari yang maha kuasa padamu Ridwan, kamu terlalu memandang rendah perempuan yang tidak berpakaian tertutup". gumam Ridwan merutuki diri.


.


di tempat lain,


"Nonaaa?". rengek Linda.


"apa?". jawab Anna merengek manja juga.


"ku mohon jangan temui Pria bernama Ridwan itu lagi". pinta Linda.


"iya Nona". jawab Linda dengan lega.


Anna memanyunkan bibirnya, "jangan mengatakan apa-apa pada suamiku nanti dia bisa marah dan mengurungku lagi".


"iya Nona". jawab Linda yang memang tidak punya niat untuk mengadu pada Adi.


Linda dan seisi Mansion Anna tau bagaimana posesifnya Adi pada Anna, mengadu pada Adi sama saja dengan menghukum Anna.


.


di Mansion Anna,


"Kakekkk?". Anna tersenyum lebar mendekati Leonard yang tersenyum menyambutnya.


"bagaimana keadaanmu cucuku? kenapa kamu suka jalan-jalan hmm? nanti kakimu lelah membawa cicitku kemana-mana". Leonard mengelus perut Anna.


Anna tersenyum lebar lalu Leonard tertegun merasakan cicitnya menendang-nendangnya.

__ADS_1


"Cucuku? anakmu menendang-nendangku". oceh Leonard terkesima merasakan hal itu.


Anna terkekeh, "sepertinya Cicit Kakek ini sedang menyapa Kakek".


Anna tertawa lepas saat Leonard menyapa calon bayinya.


"iya Cicitku.. iya.. Eyangmu ini akan rajin olahraga terus saat kalian sudah besar kita main sepak bola". oceh Leonard dengan semangat menggebu-gebu.


"ada apa ini? siapa yang main sepak bola?". tanya Adi dengan kekehan pelannya.


Adi mendengar pembicaraan Leonard dan Anna, "anak-anakku?". Adi mengelus perut Anna.


mereka saling berebut mengoceh pada perut Anna yang asik tertawa, Linda tersenyum melihat keharmonisan keluarga itu.


.


.


Anna tertidur dipeluk oleh Adi dari belakang, Adi mengelus perut Anna.


"kamu dari mana saja sayang? kenapa lama sekali?". tanya Adi lembut.


Anna tidak menjawab artinya sudah tertidur pulas.


"sayang..? kenapa kamu sangat nakal hmm?". bisik Adi pada Anna.


Adi tau apa yang terjadi di Mal ANA yaitu saat Anna berbicara dengan Ridwan, Adi tau dari laporan pengawal bayangan Anna sebelumnya bukan laporan Linda yang merahasiakan semua itu pasti atas permintaan Anna sendiri.


"ckk..! beruntung saja Anna tidak menyentuh tubuh Pria itu, jika aku bisa aku ingin mengambil matanya itu". gerutu Adi.


Adi marah tapi tidak bisa dilampiaskan hanya akan membuat Anna semakin marah sehingga masalah akan semakin rumit, Anna takut Adi marah tapi jujur Adi malah lebih takut jika Anna marah yang akan mendiaminya dan menganggapnya sebuah patung atau dinding saja, hal itu lebih menyakitkan dari apapun bagi Adi.


Adi tidak bisa tidur pun bangkit dari ranjangnya bersama Anna, Ia keluar kamar dan pergi ke Ruangan kerjanya mencari tau tentang Ridwan, Adi mendapatkan informasi tentang Ridwan berkat permintaannya pada Radit saat Anna berada di Mal ANA.


"Mantan Istri? dia sudah menikah tapi kenapa cerai?". gumam Adi tidak mengerti.


Adi mencari laporan Radit yang kata nya lengkap membuat Adi berdecak setelah membaca semua isi laporan Radit sebab Ridwan memang duda, sekarang Ridwan bekerja antar paketan di Mal ANA.


"kenapa dari sekian banyaknya tempat kerja harus didekatku?". gumam Adi tidak habis fikir.


"sabar Di.. sabar.. Anna milikmu sekarang, dia hanya milikmu jangan berpikir yang tidak-tidak, kamu sudah membuat Anna hamil kan? dia juga mencintaimu, apa lagi yang kamu takutkan?". Adi mengocehi dirinya sendiri yang tidak bisa tenang hingga tidak bisa tidur.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2