Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tak menerima


__ADS_3

.


.


.


"kenapa? ". tanya Adi dengan gemas melihat wajah tegang Anna.


"bantu aku berdiri". pinta Anna


"biar saja seperti ini". jawab Adi santai mengeratkan tangannya di pinggang Anna sehingga Anna kesulitan mencoba melepaskan diri.


"kamu mencuri ciuman pertamaku lalu sekarang apa ini? heii...! aku bilang apa hah? hormati aku maka aku hormati dirimu". marah-marah Anna.


Adi terkekeh, "lalu kamu bagaimana Anna? kenapa menyinggung Privasiku? sekarang namaku sudah tercoreng didepan Kakek dan kedua sahabatmu itu, aku harus membuktikan pada Kakek kalau aku normal".


Anna membulatkan matanya, "a.. aku minta maaf..! aku tidak bermaksud menyinggung Privasimu, aku akan katakan pada mereka kalau kamu normal ya? aku janji..! tolong lepaskan aku, pinggangku terasa remuk".


Adi mengulum senyum manisnya, "baiklah".


Adi melepaskan tangan nya, baru Anna bisa bangkit dan membenarkan bajunya yang berantakan.


"a..aku sibuk..! kamu boleh pergi". usir Anna kikuk lalu segera keluar dari ruangan kerjanya sendiri.


Adi tersenyum tampan, "Anna.. Anna.. Anna..! hanya kamu yang ada di pikiranku lalu bagaimana aku bisa melihat wanita lain hmm? kamu lah satu-satunya yang aku inginkan dibanding mereka semua Anna, disaat semua orang menatap jijik diriku hanya kamu yang mau melihat wajah monsterku". gumam Adi melihat papan elegan tertera nama Anna dimeja kerja Anna.


.


di Perusahaan Asia Group,


"siapa kau? ". tanya Adi dengan dingin dan sinis


"saya seorang Sekretaris baru Perusahaan Ini Tuan, perkenalkan nama saya Ciska". kata wanita seksi itu


Adi segera menghubungi Radit, tanpa menunggu lama Radit datang ke Ruangan Adi.


"siapa dia?". tanya Adi dengan dingin tak bersahabat ke Radit.


"saya tidak tau Tuan, mungkin dia orangnya Pak Roben". jawab Radit


brakkkh... Adi memukul meja nya dengan kuat.


Wanita bernama Ciska itu terlonjak kaget, sedangkan Radit terlihat tidak terkejut lagi dengan kemarahan Adi.

__ADS_1


"usir dia..! aku tidak butuh Sekretaris! ". geram Adi dengan tangan terkepal.


Radit segera membawa Ciska namun sepertinya wanita itu berusaha mengelak seolah tidak ingin diusir hingga Adi marah dan meminta Radit berhenti.


"kau mencari masalah". desis Radit dengan remeh pada wanita yang ada disampingnya.


Ciska malah menyombongkan diri seolah dirinya begitu percaya diri bisa mendapat perhatian Adi dan menerimanya bekerja disisi Adi.


Adi bangkit dan berjalan ke arah Ciska,


"Tuan..? saya sudah melewati berbagai seleksi untuk mendapatkan posisi ini". jelas Ciska dengan serius juga meyakinkan.


Adi mencengkram dagu Ciska hingga wanita itu meringis, "s... sakit Tuan". cicit Ciska.


"kau pikir aku percaya?? cari orang menyeleksimu itu, aku tidak pernah meminta siapapun untuk mencarikanku seorang Sekretaris, aku hanya butuh Asistenku satu tidak butuh yang lainnya, kau mengerti maksudku kan? ". kata-kata Adi terdengar menyeramkan membuat bulu kuduk Ciska berdiri.


"ta... tapi Tuan? kepada siapa saya...?"


"diammmm...? ". bentak Adi menggelegar


Ciska terdiam dengan raut wajah ketakutan, Ia tak menyangka hari pertama menunjukkan diri ke Adi diperlakukan seperti ini padahal Ciska adalah Wanita yang lulus perguruan tinggi ternama di luar negri, otomatis banyak yang menginginkannya bekerja di Perusahaan manapun yang ada di Indonesia.


"berani kau berbicara denganku hah?? apa kau punya 9 nyawaaa?? ". marah Adi mencengkram dagu dan pipi Ciska lebih kuat.


"a.. aku bisa melaporkan Tuan ke Polisi". ditengah rasa takutnya bisa-bisanya Ciska berbicara seperti itu.


Adi tertawa keras namun berhasil membuat Ciska semakin gemetaran, tawa itu begitu menyeramkan seperti seorang Psikopat yang ingin merobek salah satu anggota tubuhnya.


"laporkan saja..! ". kata Adi dengan senyuman tipisnya merendahkan Ciska lalu mendorong wanita itu sampai terjatuh dilantai.


"bawa dia pergi..! berani-beraninya ada bedeb*h yang ingin memasukkan wanita bekerja denganku". usir Adi dengan dingin


"baik Tuan". jawab Radit yang sedari tadi menonton dengan tenang.


Radit membawa pergi Ciska yang terdiam, tubuh wanita itu masih gemetaran bahkan tidak sanggup berjalan jika tidak diseret dan dibantu oleh Radit.


di luar Ruangan Adi,


"cari orang yang menjanjikan pekerjaan padamu, aku sarankan padamu untuk pergi dan mundur saja, jangan mendekati Tuanku! dia bisa membunuhmu jika kau tetap keras kepala bekerja dengannya". peringatan serius Radit.


Ciska terduduk lemas dan Radit memilih pergi melanjutkan pekerjaannya,


1 jam kemudian, Ciska sudah tenang langsung menemui manager Asia Group yang menjanjikannya pekerjaan itu.

__ADS_1


brakkkh...!


Roben terlonjak kaget melihat ke arah Pintu, "sialan kau..! apa kau tidak punya otak untuk sekedar mengetuk pintu hah??".


"kau yang menyeleksi kami semua kan? kenapa kau mempermainkanku? kenapaaaaa?? ". teriak Ciska dengan pekikan khasnya membuat Roben menutupi kedua telinganya.


"itu tugasmu sendiri bagaimana caranya biar bisa bekerja disisinya". jawab Roben terlalu santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Ciska mengepalkan tangannya, "sialan kau...! kau tidak tau bagaimana perlakuannya padaku kan?? dia seperti iblis...! bagaimana bisa kau menawarkanku pekerjaan neraka itu hah? ".


"kau...?". Roben menunjuk wajah Ciska.


"aku tidak mau bekerja dengannya..! harga diriku diinjak-injak, lebih baik aku bekerja menjadi pel*c*r dari pada membayangkan harus bekerja dengan atasan yang bukan manusia". geram Ciska lalu melenggang pergi meninggalkan Roben yang marah tak terima.


Ciska merasa lebih baik bekerja seperti jal*ng daripada harus bekerja dengan Adi yang Gila, pantas saja Ia tadi mendengar bisik-bisik Karyawan Asia Group bahwa mereka memiliki Presdir Gila dan benar saja Adi memang Gila bahkan seperti psikopat, hanya orang bodoh saja yang mau bekerja dibawah tekanan orang Gila.


tujuannya Roben memperkerjakan Ciska disisi Adi untuk membuat adegan-adegan yang akan membuat nama Adi buruk,


"apa-apaan ini? kenapa dia tidak mau punya pekerja seksi?". geram Roben


alhasil Roben mendatangi Ruangan Adi, Ia ingin tau alasan Adi menolak Ciska.


"ada apa Om? ". tanya Adi menyeringai


"jangan bilang Om mau protes aku menolak mainanmu ya? ". tebak Adi


Roben kaget saat Adi mengatakan Ciska mainannya, "dia bukan mainan aku Tuan, anda sopanlah sedikit karna aku adalah Om nya Anna".


"sopan? kapan aku bersikap kurang ajar padamu? bukankah kau yang menyalakan api padaku Om? cukup diam dan nikmati saja posisimu, jangan mencoba naik atau merangkak lebih tinggi lagi". kata Adi tanpa beban.


"apa kau bilang? dasar Pria kasar..! tidak seharusnya Pria sepertimu menjadi Istri keponakanku". geram Roben dengan tatapan nyalang.


"tau apa Om tentang kami hah? kalau tidak tau apa-apa diam dan lihat saja, Anna adalah Istriku dan asal Om tau dia mempercayaiku dan Kakek juga membebaskanku bagaimana caraku menjalankan Perusahaan Anna". jawab Adi dengan santai.


"kau fikir bekerja disini mudah?? aku meringankan pekerjaanmu dengan memberimu Ciska, dia lulusan terbaik di London..! tidak seharusnya kau menyia-nyiakannya". bentak Roben


"kapan aku menyia-nyiakannya? seharusnya Om yang minta maaf telah membuang waktuku dengan hal tidak berguna". kata Adi dengan senyuman tipis yang terlihat sinis.


"dasar kurang ajar..! kau lihat saja bagaimana caramu bekerja tanpa seorang Sekretaris". maki Roben lalu pergi dalam keadaan berapi-api (marah).


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2