Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
bermasalah kah?


__ADS_3

.


.


.


"jadi ada mata-mata Nyonya Nana disini? ". tanya Radit tak percaya


"hmm". jawab Adi dengan tenang


"astagah Adiii...! nilaimu pasti sudah tercoreng dimata Nyonya Nana, kau tau sendiri kan bagaimana sayangnya Nona Anna dan Kakek Leonard pada Nyonya Besar W Group itu? ". kata Radit dengan nada panik.


"kenapa memangnya? Kak Nana suka dengan cara kerjaku..! dia bilang aku Presdir Gila". jawab Adi tanpa beban.


"P.. Pres.. Presdir Gila? ". beo Radit seketika memijit pelipisnya.


"iya.. kau memang sudah gila maka nya disebut Gila kau tidak peduli". dumel Radit dengan kepala berdenyut nyeri.


"bagaimana? kau sudah mendapatkan orang-orang yang aku maksud? ". tanya Adi


Radit menenangkan diri terlebih dahulu baru berbicara.


"sepertinya semua sudah di tutup oleh Pak Roben Di, entah bagaimana caraku bisa mendapatkan semuanya, dia sepertinya memang tidak mau orang yang bekerja dengan Tuan Leonard sebelumnya kembali lagi". jelas Radit dengan serius menunjukkan berkas-berkas yang Ia cari sudah banyak yang terhapus (disengaja dihapus).


"foto-fotonya dicabut, alamat yang tertera juga bukan tempat tinggal mereka lagi, bahkan nomor hp nya juga tidak itu lagi". sambung Radit dengan serius.


jika Radit berdua dengan Adi saja mereka berbicara tanpa menggunakan bahasa sopan,


Adi melihat semua data-data yang hilang, "nama-nama yang tertera bagaimana? ".


Radit menggeleng, "akses nya di tutup".


Adi menutup berkas-berkas itu dan memijit pangkal hidungnya, "ciih..! dia pikir bisa melawanku? aku bisa menggalinya sedalam apapun kau menguburnya". desis Adi dengan gigi merapat karna geram kelakuan Roben.


"bagaimana caranya Di? ". tanya Radit


"panggil Boy tadi! ". pinta Adi


"Boy?". beo Radit


"ckk..! OB tadi". jawab Adi dengan nada meninggi


"seloow...?". dengus Radit lalu meninggalkan Ruangan Adi mencari Pria bernama Boy itu.


tidak butuh waktu lama, Boy tiba di hadapan Adi.

__ADS_1


"apa yang kau bawa? ". tanya Adi melihat benda berbulu yang dipegang oleh Boy.


"kemoceng Tuan..! saya tidak boleh ketahuan bahwa saya adalah mata-mata Nyonya Nana, hampir semua Orang disini bekerja dengan Pak Roben". Boy menjelaskan alasan dirinya membawa Kemoceng.


"kau tau maksudku kan? Pria serakah itu menutup akses ku mencari tau pekerja setia Kakek Leonard sebelumnya". Adi mengerti alasan Boy karna itu memang sebagian sudah tugas mutlak dari Tuannya untuk merahasiakan identitasnya sebagai mata-mata Nana.


"beri saya waktu Tuan, saya akan catat di buku lalu membawa alamat tempat tinggal semua pekerja setia Tuan Leonard". Pinta Boy


Adi menatap Boy serius, "kau tau tempat tinggal mereka semua? ".


"Nyonya saya dan Tuan Leonard melindungi mereka semua tanpa sepengetahuan Keluarga bermuka dua Nona Anna". jawab Boy


"berapa lama? ". tanya Adi


"3 hari sudah cukup Tuan, Saya minta Cuti selama 3 hari itu untuk mengkonfirmasi lagi tempat tinggal mereka semua". jawab Boy


Adi mengangguk lalu mengkode Boy untuk pergi, Adi melihat penampilan Boy dari belakang.


Adi bukan Pria bodoh yang tidak menyadari Boy bukan Pria biasa, cara bicara dan keyakinan Boy itu seperti Pria berpendidikan yang tinggi dan menurut Adi dari semua pekerja Asia Group yang Ia temui hanya Boy yang pantas namun posisi Boy tidak cocok menjadi OB.


"mungkin karna dia mata-mata". jawab Adi pada diri sendiri.


Adi mengerti mengapa Boy bekerja menjadi OB yang super sibuk pasti bisa lebih leluasa masuk ke Ruangan-Ruangan tertentu dengan dalih bersih-bersih padahal punya maksud tertentu.


"kau bicara apa dengannya Di? ". tanya Radit nyelonong masuk dengan raut wajah penasaran.


"hahh?? dia tau tempat tinggal mereka semua? bukankah mereka semua dijebak dan hilang tidak ditemukan? bagaimana seorang OB tau tempat tinggal mereka? ". cecar Radit tidak percaya.


"kau lupa dia orangnya Kak Nana? mata-mata itu kerjanya bagaimana heh? ". tanya Adi dengan datar.


"sembunyi-sembunyi". jawab Radit menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"lalu menurutmu semua orang bisa menjadi mata-mata hah? mereka itu sudah terlatih dan cara kerja mereka seperti Agen Rahasia Swasta, jadi jangan menganggap remeh pekerjaannya". kata Adi


"iya juga..! dia mata-mata Presdir ternama W Group, Nyonya Nana bahkan punya Hacker Rahasia yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain, tidak ada yang tau wajahnya dan sekarang punya mata-mata pasti bukan orang sembarangan". gumam Radit mengangguk-angguk membenarkan perkataan Adi.


.


di Mansion Anna,


"jadi iklannya 1 minggu lagi Kek? ". tanya Anna tak percaya bahwa Sekretaris Im sudah mengatur jadwal Syuting Iklannya dengan jam kerjanya sebagai dokter.


"Sekretaris Im cukup sulit mengatur jadwalmu nak..! sepertinya Cucu Kakek ini sangat hebat ya di Rumah Sakit hmm? ". Leonard bangga dengan kesibukan Cucunya.


Anna hanya balas dengan senyuman canggungnya, Ia melihat map berisi cerita Iklan singkat mengenai kisah cinta Anna dan Adi,

__ADS_1


"kenapa nak? bukankah ceritanya tidak terlalu vulg*r hmm? hanya kecupan, pelukan juga cara menatap saja kan? apa kamu lupa kalau kamu pernah menjadi model sayang? ". tanya Leonard.


"tapi sudah lama Kek..! Anna pasti sudah lupa cara berakting karna otak Anna isinya hanya saraf-saraf manusia saja". gerutu Anna membuat Leonard tertawa lepas.


Anna mengerucutkan bibirnya,


"sabar ya nak..? bukankah kamu ingin membuat orang lain tau pernikahanmu dengan Adi hm? diadakan Pesta kamu tidak bisa, Sekretaris Im bilang Cucu Kakek ini memang tidak bisa libur lebih dari 1 hari di 2 bulan ini, iyakan? ". Leonard.


Anna mengangguk,


"kalau pesta diadakan mana mungkin Cucu kakek ini kuat besoknya bekerja ya kan? jadi Kakek putuskan tunggu Kamu hamil saja ya? ". kata Leonard.


maksudnya tidak kuat karna kelelahan berdiri pasti ingin istirahat sementara esok harinya harus bekerja, kasihan sekali Anna jika dipaksakan.


Anna membelalakkan matanya,


"kenapa nak? raut wajahmu tidak senang sayang?apa karna hamil ya? Kakek ingin punya Cicit sayang..! apa Kakek menyinggungmu? ". tanya Leonard tidak mengerti.


"aah.. tidak Kek..! haha.. tidak". jawab Anna


.


di dalam Kamar,


Anna mondar-mandir sambil menggigit kukunya.


"kenapa jadi makin tidak terkendali sih? apa aku harus punya anak? mana mungkin Adi mau, tapi tunggu..! haissh..! mana bisa aku melakukannya karna aku tidak mencintainya". oceh Anna dengan gelisah.


"coba aku tanya Adi..! mungkin saja dia punya jalan keluarnya". Anna tersenyum seketika menemukan Ide dengan bertanya pada Adi.


Anna setia menunggu kedatangan Adi, setibanya Adi di Kamar, Anna terus saja mengikuti Adi sampai Ia masuk kamar mandi, Adi membuka Kemeja nya dihadapan Anna.


glek...!


"mau apa? mandi bersama? ". tanya Adi


"ti.. tidak". jawab Anna kikuk segera melarikan diri.


Anna segera menutup pintu Kamar mandinya, Ia menangkup wajahnya sendiri.


"kenapa pikiran itu ada lagi? bukankah aku sudah biasa melihat Pasien tidak pakai baju? lalu apa masalahku? kenapa melihat tubuh atas Adi malah membuat kepalaku pusing dan bermasalah? ". gumam Anna dengan khawatir memegang keningnya sendiri.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2