
.
.
.
Anna terima jika dimanfaatkan oleh orang-orang serakah itu tapi tidak terima saat kehidupan pribadinya di campuri.
uang? tahta? kepopuleran? semua itu bisa Anna berikan pada orang lain tapi jika masalah hati dan kehidupan percintaan Anna tidak bisa ia relakan.
Roben mencoba mencari cara supaya Anna meninggalkan Adi lalu menikah dengan Pria pilihan Om nya, Anna tidak mau itu terjadi karna pernikahan itu adalah Privasi Anna untuk itu Ia tidak ingin menerima Pria pilihan Roben karna yang menjalani pernikahan itu adalah Anna sendiri bukan orang lain.
"aku sangat menyukai Adi, dia sangat romantis". Anna tersenyum mengingat betapa lembutnya Adi memperlakukannya.
Anna teringat Roben dan Besta yang pasti tidak akan tinggal diam jika Anna tidak percaya pada mereka.
"aku memang bodoh Om aku terima Om bodohi tapi masalah Cinta dan Pernikahanku aku mohon jangan ikut campur! ". pinta Anna dengan lirih menatap potret itu di tong sampah.
di Negara Lain,
"ada apa Di? ". tanya Radit saat Adi tiba di Apartemen terlihat sedang menahan amarah.
"bagaimana?". tanya Adi dengan serius dan terlihat dingin.
"sesuai dengan permintaanmu, aku sudah atur semua dan hari ini kita akan langsung berangkat ke Indonesia, tapi aku tanya ada apa Di? kenapa kamu memilih mempercepat pekerjaan kita? kamu mau cepat balik? ada masalah apa dengan Nona Anna? ". cecar Radit dengan khawatir.
"bedeb*h tidak tau diri itu ingin memprovokasi Istriku". kata Adi dengan mata memerahnya seakan ingin melampiaskan sesuatu.
"memprovokasi?". beo Radit.
"kau ingat wanita yang pernah kita tolong? ". tanya Adi dengan dingin.
"iya..! wanita hamil itu kan? ada apa dengan dia? bukannya dia selamat ya?". Radit tidak mengerti masalah Adi.
"bedeb*h itu memotret ku dengan wanita itu seolah aku berselingkuh dari Anna". bentak Adi.
Radit terlonjak kaget, "apa.. apa?? ".
Adi memijit pelipisnya, "cepat persiapkan segalanya". titah Adi.
Radit bergerak cepat membantu Adi berkemas sambil menyumpah serapahi Keluarga Anna yang sangat licik dan picik,
didalam pesawat mereka harus menunggu selama belasan jam sampai Adi dan Radit tiba di Indonesia, Adi tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Anna, Ia sungguh takut Istrinya tidak mempercayainya hingga membuat hubungan mereka merenggang.
.
sekitar jam 02.09 WIB (Pagi).
__ADS_1
Anna tertidur pulas di ranjangnya sambil memegang ponselnya, jujur Anna menunggu panggilan suaminya tapi tidak ada tanda-tanda Aditya menghubunginya sampai Anna tertidur.
Adi tiba di Mansion Anna dan masuk ke Kamar Anna.
Adi meletakkan kopernya di depan pintu lalu melepas jaket dan jasnya, perlahan Adi berjalan ke arah sosok gadis yang tengah meringkuk diatas ranjang.
"kenapa tidak pakai selimut sayang? ". gumam Adi dengan tatapan lembutnya yang sangat merindukan Anna.
saat Adi dapat kabar dari Anna tentang foto itu membuat Adi ketar-ketir menyelesaikan pekerjaannya langsung pulang ke Indonesia saking takutnya Anna salah faham padanya, padahal Adi sudah menjelaskan semua itu tidak benar namun tetap saja Adi khawatir bahkan tidak bisa tidur dalam perjalanannya memikirkan Anna.
Adi perlahan merangkak di atas ranjang dan tiba diatas tubuh Anna,
"sayang..? ". bisik Adi.
Anna menggeliat geli mendengar bisikan Adi lalu berpindah posisi hingga terlentang, Adi mengecup lama kening Anna dengan penuh perasaan dan kerinduan.
"Anna? ". bisik Adi lagi.
Anna belum merespon Adi, Anna baru saja tertidur 1 jam yang lalu karna terlalu sibuk memikirkan Adi mengapa tidak menghubunginya padahal Anna tengah menunggu kabarnya, jadi wajar Anna sangat mengantuk saat ini.
Adi mencium bibir Anna dengan lembut lalu bibirnya perlahan mendarat di leher Anna memberi kecupan-kecupan kecil disana.
"Anna? ". bisik Adi.
Anna perlahan membuka matanya, "Adi? ". gumam Anna.
"aku sangat merindukanmu sayang". kata Adi dengan suara pelan dan seksi.
"aku pasti mimpi". gumam Anna memejamkan matanya lalu tangannya berusaha meraba-raba ponselnya.
Adi masih menatap Anna dengan penuh kerinduan seakan 2 hari tidak melihat Anna itu seperti 2 tahunan bagi Adi padahal mereka sering berkomunikasi.
Anna menemukan ponselnya lalu menoleh kesamping, Anna tidak menganggap Pria yang tengah ada diatas tubuhnya kini adalah Adi yang nyata bukan mimpi.
"dimana dia? kenapa tidak menghubungiku? ". gumam Anna dengan suara khas bangun tidur mengotak-ngatik ponselnya setengah mengantuk.
Anna meletakkan ponselnya di telinganya lalu kembali tertidur hal itu membuat Adi cukup terhibur dengan aksi menggemaskan Anna.
"maafkan aku membuatmu menunggu sayang, aku didalam pesawat tidak bisa mengakses internet". ucap Adi dengan lembut menarik tubuh Anna dan memeluknya dengan erat.
"uunngggh ". Anna menduselkan kepalanya di pelukan Adi sedang mencari kehangatan.
.
pagi-pagi,
Anna mengerjabkan matanya melihat kedepan,
__ADS_1
"kenapa pinggangku terasa berat? ". gumam Anna meraba-raba pinggangnya lalu keningnya mengkerut merasakan ada tangan besar di pinggangnya.
"apa ini?". Anna melihat ke perutnya dan terbelalak.
pikiran Anna langsung kosong, dengan takut-takut Ia memutar kepalanya kesamping demi melihat siapa yang berani masuk ke kamarnya dan memeluknya seperti ini sebab setau Anna suaminya masih di Amerika.
"A.. Adi? ". Anna kaget ternyata pelaku yang tengah memeluknya adalah Adi.
Anna terduduk seketika dan mengucek kedua matanya.
"sayangg? ". Adi mengerutkan tangannya di pinggang Anna.
"Adi?? kamu disini? bukannya kamu di Amerika?". tanya Anna tidak percaya ternyata Ia tidak bermimpi.
"aku berada didalam pesawat belasan jam sayang, aku tidak sempat tidur, mataku benar-benar sangat berat". kata Adi dengan suara serak.
Anna terdiam beberapa saat lalu Adi menarik Anna kembali tertidur dan dengan gerakan cepat Adi memeluk Anna dengan posesif, Adi menyembunyikan wajahnya di leher Anna sesekali bibirnya mengecup leher Anna tapi masih dengan mata terpejam.
"kenapa ini?? kok Adi bisa ada dikamarku? apa yang terjadi? ". batin Anna tak bergerak sama sekali.
sekitar jam 11.36 WIB,
Anna perlahan membuka matanya dan melihat Adi tengah menatap dalam dirinya.
"aehh..? eh..? aku ketiduran ya? ". Anna terduduk merapikan rambutnya dengan malu.
Anna teringat dirinya harus bekerja pun segera hendak turun tapi Adi menahan tubuh Anna dan itu membuat Anna menoleh ke Adi yang kini duduk bersila didepannya.
"boleh kah aku meminta hak ku? ". tanya Adi dengan serius.
Anna terpaku, "H.. Hak? ".
"aku menginginkanmu Anna". kata Adi dengan raut wajah seriusnya itu padahal baru bangun tidur mengapa dimata Anna suaminya terlihat sangat tampan.
Adi menggenggam tangan Anna lalu mengecup punggung tangan Anna dengan lembut.
"aku akan lakukan dengan perlahan". kata Adi dengan sangat serius.
pikiran Anna langsung kosong, otaknya sudah traveling kemana-mana maksud perkataan Adi tapi tidak berani berbicara.
"apa Adi serius? hanya bercanda?". batin Anna mengira Adi hanya ingin menggodanya saja.
.
.
.
__ADS_1