
.
.
.
ke esokan harinya,
"ada apa?". tanya Rose heran ke Sarla.
"Kamu cantik sekali sih dan wangi". puji Sarla dengan mata berbinar.
Rose tertawa kecil, "aku? aku cantik mirip dengan Mommyku kan?".
Sarla tampak berpikir demi mengingat persamaan Rose dengan Nana lalu tersenyum cerah dan mengangguk-ngangguk semangat,
"hidung, bibir, mata, dan wajah kecil mirip Mommymu". puji Sarla.
Rose senang di katakan mirip dengan Mommy nya, "benarkah? kamu tidak berbohong?". tanya Rose tertawa lebar.
"tidak..! hmm.. tapi alismu tebal mirip Papamu ya?". tanya Sarla dengan senang.
Rose tertawa cekikikan, "iya".
"tapi Kakak Ren kenapa pendiam ya? apa dia memang pendiam?". tanya Sarla penasaran.
"tidak.. dia hanya pelit bicara tapi sebenarnya kalau Mommyku sakit dia lah di Mansion yang paling banyak bicara mengalahkan Papaku". jawab Rose.
"aahh... Kakak laki-lakiku juga begitu, mereka mirip". senyum lebar Sarla.
Rose tersenyum, "apa kamu bahagia setelah bisa berbicara?". tanya Rose hati-hati.
"aku bahagia, sangat bahagia, untuk itu aku ingin menjadi seorang dokter yang sangat hebat seperti Kak Anna". jawab Sarla ceria melebarkan kedua tangannya.
Rose tersenyum lebar, "Kak Anna menjadi dokter karna Mommyku".
"Mommymu? benarkah?". tanya Sarla berbinar.
"dulu Kak Anna juga sakit, Kakinya tidak bisa berjalan, semua dokter mengatakan kalau Kak Anna tidak bisa disembuhkan tapi Mommyku merawat Kak Anna dengan sangat baik, Kak Anna sembuh dan sangat menyayangi mommyku begitu juga Mommyku". jawab Rose.
Sarla tersenyum ceria mendengar cerita Rose, "wah.. berarti Mommymu juga seorang dokter?". tanya Sarla semangat menggebu-gebu.
__ADS_1
"iya, dokter akupuntur yang sangat ahli". jawab Rose.
"Akupuntur itu apa? jarum?". tanya Sarla yang suka membaca keahlian dokter tapi Ia belum pernah dengar ada dokter yang bisa menguasai Akupuntur.
"iya, zaman sekarang dokter seperti itu sudah tidak ada lagi di muka bumi ini". jawab Rose.
"waah.. apa kamu juga bisa belajar akupuntur? itu sangat langka kan?". tanya Sarla semangat.
"ha?". Rose terlihat bingung.
"jika aku jadi kamu aku akan menjadi seperti Mommymu yang sangat sempurna, aku tau dia seorang Pengusaha, tapi sekarang aku baru tau Mommymu juga seorang dokter". jawab Sarla.
Rose terdiam, "iya juga, aku ingin menjadi seperti Papa maupun Mommy". batin Rose yang jadi ingin menguasai ilmu dokter kuno.
mereka berbicara banyak hal lalu pintu dibuka menampilkan Nana dan Rheiny berpegangan tangan mendekati Putri kesayangan mereka, Rheiny juga belajar bahasa Indonesia demi anak-anaknya yang juga belajar bahasa Indonesia, di Mansion Luar Negri mereka berbicara dengan bahasa Indonesia termasuk Damanik, walau otak mereka tidak terlalu encer seperti Samta dan Sarla tapi mereka juga bisa menguasai bahasa Indonesia walau butuh waktu berbulan-bulan.
"apa udah mandi sayang?". tanya Nana berjongkok dan menoel-noel hidung putri sulung kesayangannya.
"Mommy". sapa Rose dengan senyuman membuat Nana gemas mencium sayang pipi Rose.
"ada apa sayang?". tanya Nana yang sangat cerdas bahwa Putrinya ingin sesuatu darinya.
Rose tersenyum bahagia memiliki Ibu yang sangat mengerti dirinya, itu Sebabnya Ren sangat menyayangi Mommynya yang tidak terlalu banyak bicara tapi mengerti maksud Ren tanpa harus menjelaskan panjang X lebar.
"putri Mommy ini menginginkan sesuatu dari Mommy ya? apa nak? apapun akan Mommy berikan jika Mommy sanggup memberinya, tapi harus hal baik ya?". gemas Nana yang sudah terbiasa dengan panggilan Putra-Putrinya yang merubah panggilan menjadi Mommy.
dulu memanggil Mama saja tapi karna sekolah disekolahan elit dan semua anak disana memanggil Mom atau Mommy membuat kedua anak kembar Nana tidak mau ketinggalan memanggil Mommy atau Mom juga ke Nana dan Nana tidak mempermasalahkan panggilan permata-permata hatinya itu.
"iya Mommy masih hal baik kok". jawab Rose tersenyum cerah di pangkuan Mommynya bahkan tangannya melingkar di leher Nana.
"ayo sayang..! katakan ! mommy udah siap mendengarnya". tanya Nana mengelus sayang rambut Rose yang di ikat sendiri sungguh putri kesayangan Nana yang bisa melakukan apapun sendiri walau manja tapi bisa melakukan apa saja yang dilakukan anak mandiri.
"apa Mommy bisa mengajari Rose belajar ilmu dokter Kuno? Rose ingin menguasainya". tanya Rose mengerjabkan mata besarnya dengan ekspresi lucunya seolah takut Mommy nya tidak mau menurutinya.
Nana tertawa lepas, "kenapa penuh drama meminta hal itu sayang? tentu saja Mommy akan berikan seluruuh ilmu Mommy padamu".
Rose tersenyum bahagia memeluk Mommynya, "Rose sayang Mommy".
"Mommy juga sangaaaaat sayang sama Rose". jawab Nana membalas pelukan sang putri sulung, Rose tertawa cekikan senang.
"Papa bagaimana?". tanya Nana menggoda.
__ADS_1
Rose terdiam, "hehe.. Rose juga sangat sayang sama Papa".
"hmm? nanti dia cemburu kalau Putri Mommy ini lebih menyayangi Mommy dari pada ke Papanya". gemas Nana dibalas cengiran manja Rose.
"ayo kita sarapan ya sayang! ". ajak Nana dibalas anggukan cepat oleh Rose.
Nana menggenggam tangan Rose berjalan keluar dari kamar mereka, kedatangan Rose dilihat Keluarga Nana dan Keluarga Damanik yang tersenyum melihat Nana menggandeng Putri yang cantik jelita seperti Rose.
"sini nak?". pinta Arka tersenyum bangga ke Rose.
Rose berlari ke arah Arka dan langsung naik di pangkuan Arka membuat yang lainnya tertawa, Nana terkekeh menggeleng gemas kepala nya dan Ia berjalan ke samping Arka duduk disana sambil mengelus kepala Ren yang menoleh padanya sambil tersenyum.
Samta melihat itu berbisik ke Elvin, "apa Ren hanya tersenyum pada keluarganya?". tanya Samta.
"bukan..! sama Mommynya saja". jawab El tenang.
Samta mengangguk-ngangguk, Ia bahagia berlibur ke Negara ini apalagi melihat Keluarga besar Nana yang sangat terkenal juga di Luar Negeri dan Leonard sudah terkenal se-Asia.
semua pasangan sibuk memanjakan suami dan Istri-istri mereka sementara yang sudah punya anak besar bukan Bayi lebih mementingkan anak-anaknya dari pada pasangan.
"kenapa sayang?". tanya Adi ke Anna.
"itu". tunjuk Anna dengan ekor matanya.
Adi melihat arah tatapan Anna pun memicingkan matanya, "mereka sudah pacaran?". tanya Adi menebak.
"iya By, sejak tadi Bayu terlihat terang-terangan merangkul bahu Linda". kekeh Anna.
"kapan mereka jadiannya?". tanya Adi yang merasa mereka semua hampir tidak ada waktu berduaan kecuali saat tidur.
"tadi malam aku tidak melihat mereka beberapa jam, aku yakin disana mereka jadian dijam-jam itu". jawab Anna terkikik.
"ya sudah biarkan saja, Bayu juga Pria yang butuh pasangan kan? kalau dia menikah asalkan pekerjaan dia tetap aman aku izinkan". jawab Adi.
"jadi pekerjaan Linda padaku?". tanya Anna.
"aku bisa menjagamu sayang". jawab Adi enteng lalu Anna menggeleng-geleng kepalanya tapi bibirnya tersenyum.
.
.
__ADS_1
.