
.
.
.
"apa kau sadar Adii? ini negara hukum..? kenapa kamu semena-mena hah? waktu di Jerman pun kamu begitu, kamu selalu saja menghabisi orang yang membuli kita". omel Radit.
"bukankah itu wajar? ". tanya Adi dengan santai.
Radit memijit pelipisnya, Ia tidak bisa mengatasi jiwa kejamnya Adi selalu saja seperti itu tapi sebenarnya Radit juga sayang sebagai Sahabat serta Kakak bagi Adi, Adi sebenarnya baik hati hanya saja tidak bisa menerima kejahatan orang lain terutama jika ada yang menyakiti Radit saat itu
Adi akan menjadi tameng terbaik hingga nekat melakukan hal seperti itu, awalnya Radit takut tapi perkataan Adi membuat hati Radit mencelos betapa baiknya Adi yang menganggapnya teman baik yang tidak boleh disakiti oleh siapapun.
"lalu bagaimana dengan saudara tirimu? dia sudah menjadi jal*ng di Club malam". tanya Radit lebih baik mengganti topik cerita dari pada membahas hal yang menyebalkan membuatnya kesal saja.
"hmm? ibu nya bagaimana? ". tanya Adi mengelus dagu
"sama..! dia juga menjadi jal*ng..!". jawab Radit
"aah..? Ayahku bagaimana? ". tanya Adi
Radit menjawab bahwa saat ini Pria yang menjadi Ayah kandung Adi tengah menjadi buronan polisi karna terlibat kasus narkoba, belum ditemukan tempat persembunyian Ayahnya Adi tapi yang jelas dimanapun Ia berada pasti akan ditemukan.
"hmm? ya sudah biarkan saja..! saat kedua wanita jal*ng itu berhasil dan menjadi kaya? bakar habis kekayaannya serta mereka juga". ucap Adi dengan senyuman miringnya.
Radit menatap datar Adi yang memang memberi neraka versi dunia bagi keluarga yang menyakiti Ibu kandungnya dulu hingga tiada, penderitaan yang Adi berikan benar-benar seperti seorang ketua Mafia saja.
Adi bukan anggota Mafia tapi kelakuannya seperti orang Mafia saja yang tidak punya hati dalam menghabisi targetnya, jika orang terdekatnya tersakiti, apalagi Istrinya tersinggung atau menangis Adi bisa marah dan mengeluarkan taringnya.
"Mama..? aku sudah membalas mereka..! saat aku membakar mereka nanti aku harap Mama menghabisinya di pintu neraka". batin Adi menatap ke atas langit-langit Ruangannya.
Radit pun memilih pergi karna merasa tidak dibutuhkan lagi,
di Rumah Sakit tempat Anna bekerja,
banyak bunga dan coklat serta hadiah yang diberikan orang untuk Anna, mereka meminta maaf pada Anna karna sudah membuli serta menyakiti hati Anna padahal mereka tau bagaimana baiknya Anna selama ini namun masih saja meragukan Anna.
__ADS_1
Anna balas dengan senyuman ramah dan mengatakan itu semua karna suaminya yang sudah membuka aib kotor Fendy yang sudah Anna ketahui. Anna bekerja seperti biasa bahkan para suster begitu kagum dengan kehebatan Adi menyelesaikan masalah Anna.
semua pekerja di Rumah Sakit mulai mengetahui bahwa Anna sudah menikah dan suaminya adalah Adi seorang Presdir Mal ANA yang digadang-gadangkan adalah kekasih Anna tapi ternyata Suami Anna.
"bisakah kalian fokus bekerja saja?". pinta Anna serius.
"baik dokter". jawab mereka semua serentak dan mulai fokus bekerja saja.
sebenarnya masalah Pribadi tidak boleh diceritakan saat jam kerja karna membuat konsentrasi hilang, jadi mereka tidak marah saat Anna meminta fokus bekerja.
setelah selesai bekerja, Anna pergi ke Restaurant Caca seperti biasa numpang memasak disana dan setelah itu Ia pergi ke Perusahaan Asia Group.
"ada apa ini? kenapa menjadi lebih tertib? ". gumam Anna penasaran.
"eeh..? Nonaaa? ". pekik para gadis yang ternyata pekerja setia Leonard.
Anna terperangah melihat semua pekerja lama ada di Perusahaannya, mereka berbincang cukup lama sampai akhirnya Anna tau Adi menukar karyawan Roben menjadi Karyawan lama Leonard.
"hebat sekali..! aku pikir dia bercanda ternyata beneran?". batin Anna tak percaya betapa pintar dan cekatannya Adi membalik keadaan.
Anna pun pergi ke Ruangan Kerja Adi yang ternyata Pria itu begitu sibuk dengan para Manager disetiap kelompok yang dibagi, cara kerja, hasil penjualan, cara mempromosikan semua Anna dengar.
"sudah kan? jadi atur jam kerja kalian". pinta Adi serius mengembalikan berkas-berkas milik para manager sebagai perwakilan kelompok.
"Adi? ". panggil Anna
Adi seketika berdiri, "Anna? kamu datang? ". Adi berlari kecil membuat semua yang ada di Ruangan Adi membeku.
Anna tersenyum kikuk lalu menundukkan kepalanya dengan sopan ke Para pekerja setia Kakeknya, hampir semua yang Anna lihat adalah Pekerja Kakeknya sepertinya Adi benar-benar membasmi semua orang setia Roben.
"ayo kita pergi..! ". ajak Radit
mereka semua menundukkan badan 90° dengan hormat ke Anna karna sudah lama sekali mereka tidak melihat Anna sebagai Cucu tunggal Leonard, Anna memang tidak bekerja di Perusahaan Asia Group tapi bisa memberi mereka pemimpin yang tegas, bijak dan berani (suami) seperti Adi.
tinggallah Adi dan Anna saja di Ruangan itu,
"ada apa Anna? apa ada yang kamu butuhkan?". tanya Adi sambil mengambil rantang nasi yang dibawa sang Istri.
__ADS_1
"tidak ada..! aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karna kamu sudah menyelesaikan masalahku". jawab Anna sambil tersenyum malu.
Adi mengulum senyum manisnya dan merangkul bahu Anna membawa Istrinya duduk di sofa.
"apa besok kamu libur Adi? ". tanya Anna
"iya..! bukankah besok hari iklan kita? jadwal kerjaku yang padat bisa dikendalikan oleh Sekretaris Im". jawab Adi mengulas senyum.
Anna menganggukkan kepalanya, "apa kamu tidak keberatan dengan skripnya? ".
"memang kenapa? apa ada masalah dengan skripnya? aku tidak membacanya". tanya Adi dengan raut wajah serius dan penasaran padahal Adi sudah baca isinya.
Anna menggeleng kepalanya, "semoga saja tidak ada perubahan Skrip ya? aku bisa canggung".
"kenapa canggung? aku suamimu". tanya Adi dengan santai memasukkan makanan ke mulutnya.
Anna memperhatikan Adi yang berbicara dengan fasih dan santai, sepertinya tidak ada masalah bagi Adi sendiri sampai bisa berbicara seperti itu.
"apa dia menyukaiku? kenapa perkataannya seperti dia tidak terlalu peduli denganku? apa aku salah? ". batin Anna menebak-nebak.
"Adi..? ". panggil Anna
"hmm? sebaiknya kamu makan juga Anna..! coba Aahhh?? ". Adi menyuapi Anna, dengan kikuk Anna pun membuka mulutnya.
drama suap-suapan pun selesai sampai Anna mengutarakan keinginannya yaitu datang ke acara makan malam keluarga Nana.
"apa aku diundang? ". tanya Adi
"tentu saja..! Kak Nana ingin mentraktirmu karna sudah menyelesaikan masalahku". jawab Anna tersenyum.
Adi pun mengangguk, "baiklah..! nanti malam kita ke Mansion Arkatama".
senyum Anna kian melebar, Ia sangat merindukan Putri kecil Nana yaitu Rose.
.
.
__ADS_1
.