Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
Nana dan Celinne


__ADS_3

.


.


.


Nana membawa Putranya, "sayang?". panggil Nana menoleh ke Ren.


Ren mendekati Nana lalu memberi tundukan sopan ke Celinne tapi tidak tersenyum, "Aunty?". sapa Ren dengan wajah datarnya itu.


Celinne tertawa pelan sambil menghapus air matanya, "bagaimana bisa dia mirip sekali dengan Tuan Arka ya?".


Nana tersenyum manis, "karna anaknya maka nya sama". jawab Nana.


Celinne tertawa lebar, "iya kamu benar Nana, anakmu duplikat dari suamimu".


Ren terlihat cuek saat para remaja yang bermain di E-Zone memandangnya, Ren adalah sosok Tuan Muda generasi akan menjadi penerus Arkatama Group atau Wijaya Group, yang mana Perusahaan di jalani Ren pasti akan terkenal sebab Ren menuruni Kejeniusan Papa serta Mommynya sebagai pemimpin 2 Perusahaan besar.


"ya ampun..! aku gemas banget sama Ren ini Nana, bibirnya sangat cantik sepertimu tapi wajah dan sifatnya mirip Tuan Arka". Celinne begitu takjub dengan wajah Ren yang benar-benar tampan.


Mata tajam, alis tebal, hidung mancing serta sifatnya mirip sekali dengan Arka tapi bentuk bibir Ren benar-benar cantik seperti Nana.


Nana tertawa saja mengelus dagu Ren yang terlihat tidak protes sama sekali, lucunya Ren masih memasang wajah datarnya itu membuat siapapun gemas.


"itu anakku, Arabella". tunjuk Celinne dengan senang ke Putrinya.


"ternyata benar perkataan mereka, kamu punya anak perempuan ya? berapa anakmu?". tanya Nana dengan delikan kesal.


"sebenarnya kalau selamat 5". jawab Celinne menundukkan kepalanya dengan sedih.


"heh? maksudnya?". tanya Nana merasa tidak enak hati membuat Celinne sedih.


"anak aku sekarang 2, Arabella berumur 9 tahun dan satu laki anak laki-laki berumur 7 tahun namanya Kenzo". jawab Celinne tersenyum lembut.


"lalu dimana Kenzo?". tanya Nana mengedarkan pandangannya.


"Kenzo sekolah tapi saat pulang sekolah akan ikut dengan Papanya, d.. dia lebih suka bersama Papanya, katanya akan mengumpulkan uang untuk membelikanku Cincin, dia anak yang aku sayang tapi aku juga sayang dengan Arabella". jawab Celinne malu-malu.


"waah..! memang kebanyakan anak laki-laki itu sayang sama Mama nya". kekeh Nana.


"sama seperti Ren mu". jawan Celinne.


mereka tertawa berdua lalu Ren mendengar Mommynya batuk, Ren segera pergi membelikan jus segar dengan es sedikit dan kembali dengan tampang datarnya memberikan kedua minuman itu ke Nana dan Celinne.


"Ya Tuhan...! anakmu manis sekali Nana, andai saja dia menjadi menantuku". puji Celinne dengan polosnya membuat Nana membelalak.


"eehh? Oups..! hehe bercanda". cengir Celinne seakan menyadari sesuatu.

__ADS_1


"jangan asal bicara Celinne.. ! kita bersaudara, mana mungkin anak kita bisa bersama". gerutu Nana.


"kamu lupa ya? Papa kita berbeda apalagi Mama kita". kekeh Celinne.


"Eh?? kenapa aku jadi pikun begini sih? maaf ya Celinne, aku sudah tua maka nya pikun". ucap Nana dengan tampang polosnya itu membuat Celinne tak bisa menahan tawanya.


"kamu secantik ini dikatakan Tua lalu bagaimana dengan kami yang begini? nenek kah? kalau udah tau kita sudah tidak lagi muda jangan bilang-bilang dong.! kan aku jadi ingat umur". celoteh Celinne, mereka berdua tertawa kecil.


Ren melirik Arabella tampak sibuk memainkan E-Zone tankap boneka, tapi Kelima wanita cantik itu tidak bisa mendapatkan Boneka yang Arabella mau sampai koin mereka habis tapi membeli lagi dan lagi.


Ren melangkahkan kakinya ke arah mereka, "bisa berikan padaku?". tanya Ren dengan wajah datarnya.


"waah..? ada Ren nih". Anna berdecak kagum


"tentu saja si Raja akan menang". sahut Caca senang.


"akhirnya pertolongan dari yang maha kuasa datang juga". gumam Sekar.


Linda dan Mia saling pandang lalu tertawa bersama, Arabella menganga menatap Ren.


"Kakak tampan? Kakak tampan siapa?". tanya Arabella dengan berbinar memandang Ren yang sangat tampan seperti Idola favoritnya dari dalam Komik kesukaannya.


"Ren". jawab Ren dengan tenang.


"Arabella kak, panggil Abel". jawab Arabella dengan senang.


"Abel?". beo Ren melirik Arabella yang mengangguk-ngangguk dengan semangat.


"aa iya..! yang ini Ren". tunjuk Anna dan yang lain juga.


"Lalu?". tanya Ren.


"ini Ren". tunjuk Linda melihat Boneka Gajah putih.


Ren masukkan uang logam ke dalam mesin permainan, hanya sekali main saja Boneka itu berhasil di dapatkan oleh Ren.


Arabella dan Linda sangat senang mendapatkan hadiah itu,


"habiskan saja boneka nya Ren!". pinta Anna dengan semangat berkobar.


"ok". jawab Ren singkat.


kelima wanita itu sampai serius melihat cara bermain Ren yang tenang sampai boneka dalam permainan itu habis membuat mereka semua bertepuk tangan meriah.


"terimakasih Kakak tampan". ucap Arabella dengan senyum cerah.


"hmm". jawab Ren singkat lalu berbalik meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


"ini boneka untuk Arabella aja ya? haha". tawa lepas Mia.


mereka mengumpulkan semua boneka-boneka itu hanya Linda mengambil boneka Gajah Putih, lebihnya mereka berikan pada Arabella.


"ayo kita main yang lain lagi Abel!". ajak Caca.


Ren kembali ke Nana,


"ya ampun Nana..! anakmu keren banget". puji Celinne yang penyakit lama nya belum sembuh, suka sekali dengan Pria dingin dan datar tapi bukan maksud ingin memiliki.


Nana tertawa, "apa kamu tidak lapar? kita makan bagaimana?". tanya Nana.


"boleh tapi anakku masih main, ini pertama kalinya aku melihatnya seriang itu". jawab Celinne menoleh ke Arabella membuatnya tidak tega membawa pergi anaknya makan.


Nana tersenyum lalu melihat ke arah Ren, "sayang? bisa belikan kami Sandwich? Mommy lapar nak".


"berapa Mom?". tanya Ren.


"jumlah kita semua". jawab Nana tersenyum.


"jangan kemana-mana Mom!". pinta Ren dibalas anggukan patuh oleh Nana yang memang tau Ren menjaganya karna perintah dari Arka.


Celinne terkagum lagi dengan tingkah Ren yang keren padahal masih sangat muda, Ren pergi dari sana.


"gemes deh..!! tapi dimana Tuan Arkamu Nana?". tanya Celinne.


"ooh.. dia lagi di ada urusan di Luar Negri, palingan besok atau besoknya lagi dia pulang, Ren dan Papanya memang jarang berbicara dan kadang banyak berdebatnya, tapi sebenarnya Ren sangat patuh juga sama Papanya, dia dapat tugas menjagaku". kekeh Nana.


"tentu saja Kenzoku juga begitu cuma berbeda cara aja". jawab Celinne tersenyum manis.


mereka berbincang dan bercerita mengenai kehidupan Celinne, Nana mengangguk dengan serius mendengarkan cerita Celinne.


"jadi kamu jualan kue ya? apa sudah ada Tokonya?". tanya Nana dibalas gelengan oleh Celinne.


"aku hanya buka kecil-kecilan, tapi kamu tidak boleh membantuku Nana..! aku tau kamu baik tapi jangan buat aku merasa bersalah lagi". pinta Celinne memelas.


Nana tertawa, "siapa juga yang mau membantumu, aku hanya ingin bertanya apa rasanya terjamin?". tanya Nana.


"maksudnya?". tanya Celinne tidak mengerti.


"hari minggu aku harus pergi ke Panti asuhan, aku ingin membeli banyak kue-kue ke sana, tapi kalau rasanya tidak enak aku tidak akan beli". Jelas Nana dengan santai.


Celinne kaget, "borong gitu?". tanya nya memastikan lagi.


"iya". jawab Nana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2