Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak sengaja bertemu


__ADS_3

.


.


.


berulang kali Bambang membawa Bunga ke Perusahaan Asia Group, tapi tak kunjung menemukan Adi yang jarang berada di Perusahaan.


"bukannya sekarang janjinya Tuan Adi akan datang ya? kenapa sekarang malah tidak?". bentak Bunga ke Satpam yang berjaga.


"maaf Nona, hari ini Tuan Adi mengantarkan Nona Anna ke suatu tempat". jawab salah satu satpam.


Bunga mengepalkan tangannya, seandainya Bunga menerima Adi dari dulu pasti hidup Bunga sudah enak terlebih lagi Mal yang didirikan Adi seharusnya atas nama dirinya saja bukan atas nama ANA.


"ayo kita kembali!". ajak Bambang menarik lengan Bunga pergi dari sana.


didalam mobil,


Bambang menghubungi seseorang dan meminta orang itu mencari tau keberadaan Adi dengan Anna yang ternyata orang itu tau lewat sosmed bahwa pasangan itu sedang berada di gedung senam ibu hamil.


"kenapa Pa?". tanya Bunga.


"mereka sedang berada di gedung senam ibu hamil". jawab Bambang setelah mematikan panggilan ponselnya.


"kenapa begitu sulit mendekati Adi Pa? dia seperti sengaja mempermainkanku". kesal Bunga.


"lalu kenapa kau bertindak bodoh dulu hah?". marah Bambang.


"mana aku tau kalau Adi sigendut dan jelek itu akan jadi Pria yang sangat tampan, Hot dan kaya Pa, kalau aku tau aku juga tidak akan menolaknya". teriak Bunga.


"diam, kau gunakan saja kecantikanmu itu untuk mendapatkannya lagi". tegas Bambang.


"iya Pa". jawab Bunga dengan pasrah.


Bunga membayangkan perlakuan Adi yang begitu lembut ke Anna diacara Reunian malam itu, Ia benar-benar iri dengan Anna yang seharusnya posisi Anna adalah Bunga sendiri. Adi sangat romantis, lembut, menatap penuh cinta Anna, memanjakan Anna, bahkan Adi tidak mengizinkan Anna bekerja hanya melayaninya diatas ranj*ng saja.


"bagaimana caraku mengembalikan situasiku? bagaimana cara biar aku bisa memiliki Adi lagi? aku sangat seksi tapi kenapa Adi tidak menatapku? Layla? artis itu? aku jauh lebih baik darinya yang memakai bedak 5 Cm sementara aku hanya 2 Cm". batin Bunga malah bangga dengan bedak yang Ia pakai tidak setebal Layla.


Layla kan Artis, bintang Top, penyanyi terkenal tapi karirnya jatuh karna Vidio beredar sehingga pekerjaan Layla kini menjadi bintang Por*o, tidak seperti Bunga yang hanya modal cantik tapi otak pas-pasan, lulus di Kampus juga karna tid*r dengan dosennya bukan karna kepintarannya atau usaha nya melainkan tubuhnya saja, Bunga hanya tau berdandan, salon, perawatan dan berpakaian bagus saja tidak tau apa itu belajar.


di Parkiran gedung senam ibu hamil.


"jadi bicara yang benar, jangan mengacau dan kau harus bersikap manis supaya Tuan Adi menilaimu sebagai wanita baik-baik yang sudah berubah". peringatan Bambang.


Bunga menganggukkan kepalanya, mereka berdua keluar dari mobil dan mencari keberadaan Adi dan Anna yang tidak tau di Ruangan mana.

__ADS_1


"Pa..? aku udah capek jalan-jalan terus, Papa cari sendiri aja deh!". Bunga yang kakinya sudah pegal memilih duduk di bangku yang ada didekatnya.


Bambang terpaksa pergi sendiri, Ia tidak menyerah mencari Adi untuk membantu lagi Perusahaannya.


"kenapa susah sekali mencari orang penting?". kesal Bunga memijit kakinya yang pegal dan Ia melepas heelsnya.


sementara orang yang mereka cari sudah berada di Parkiran mobil, Adi merangkul Anna dan masuk ke mobil.


"kenapa sayang?". tanya Adi melihat Anna terlihat kesal akan sesuatu.


"aku melihat Bunga tadi By". jawab Anna dengan geram.


"Bunga? kenapa dia disini? apa dia lagi hamil?". tanya Adi yang tidak mengerti.


Anna menepuk keningnya, "apalagi? dia pasti sedang mencarimu untuk minta bantuanmu lah, Perusahaan B Group akan jatuh bangkrut".


"oh". jawab Adi tidak peduli.


"kok Oh sih Hubby". rengek Anna.


Adi melihat ke arah Anna, "terus aku harus bagaimana sayang? aku tidak mau membantu mereka, biarkan saja mereka kesulitan mencariku". jawab Adi.


Anna mengangguk, "iya, awas aja kamu membantu mereka".


"iya Nyonya..! aku tidak akan membantunya walau sedikit". jawab Adi dengan lembut mengelus kepala Anna.


Adi terkekeh dan menuruti permintaan Anna, setibanya di Rumah Sakit. Adi terharu melihat hasil cetakan foto anaknya diperut Anna sangat lucu memang ada 3, Adi terus memeluk foto itu seperti benda yang sangat berharga. Anna tertawa melihat Adi tengah menangis haru, Ia mengelap air mata Adi.


"kenapa sih?". tanya Anna dengan senyuman.


"aku tidak sabar melihat anakku lahir sayang, kamu dengar kata dokter Henny sayang? kemungkinan kamu akan melahirkan normal". Adi.


Anna menganggukkan kepalanya, "aku akan rajin berolahraga ya Hubby demi anak-anakmu ini".


"jangan nangis ya?". kekeh Anna.


"aku terharu sayang". keluh Adi dibalas tawa oleh Anna.


setelah pulang dari Rumah Sakit, Adi membawa Anna makan di Restaurant Caca dan tidak sengaja bertemu dengan Caca bersama Radit.


"Cacaaa?". pekik Anna.


Caca menoleh dan melebarkan matanya namun matanya itu berbinar bahagia, "Annaa?".


Caca dan Anna berpelukan gembira, mereka saling berceloteh melupakan Radit dan Adi saling melirik satu sama lain,

__ADS_1


"aku bosan melihatmu". ketus Adi.


"aku juga, kenapa kau disini?". ketus Radit juga.


"Istriku ingin makan disini, kau ngapain disini?". tanya Adi dengan malas.


"heii? ini Restaurant Istriku tentu saja aku lebih berhak atas Restaurant ini". sungut Radit.


Adi dan Radit malah berdebat namun berbisik-bisik berbeda dengan Anna dan Caca malah sibuk mengoceh layaknya perempuan yang memang hoby bergosip.


.


"dasar ya si Bunga itu, apa dia tidak punya malu? kenapa dia bisa mirip dengan Layla?". geram Caca


"entahlah, mereka mungkin keluarga". jawab Anna asal.


Caca terkekeh, "tapi Layla jadi bintang top terkenal loh". goda Caca ke Anna.


"bintang top por*o gitu?? enggak bagus itu". kesal Anna.


"aku juga suka nonton vidionya, lawannya ganteng-ganteng dan super Hot, dia sekarang jadi kaya tau". kekeh Caca.


"bodo amat, kalau sampai dia mencari masalah denganku aku akan habisi dia sampai ke tulang-tulang". jawab Anna dengan santai dan Caca menjatuhkan rahangnya.


"ke tulang-tulangnya? emang kamu sanggup membunuhnya?". tanya Caca tertawa lepas.


Anna mengerucutkan bibirnya, "tentu saja".


Caca menggeleng-geleng kepalanya menganggap perkataan Anna hanya gurauan saja, menurut Caca mana mungkin Anna tega membunuh orang saat pekerjaannya dulu adalah menyelamatkan nyawa orang lain.


"sudah..! sampai kapan kalian mengacangi kami hmm? cepat makan! ". Radit.


Caca membekap mulutnya, "aah.. aku melupakan suami mamiku ini ya? maafkan aku sayang". Caca merangkul lengan Radit dan mencium pipi suaminya.


Anna sibuk dengan makannya sementara Adi memutar matanya dengan jengah, dunia milik Caca dan Radit saja.


"makan ini ya sayang?". bujuk Caca.


"kamu juga sayang, yang ini..! kamu harus makan yang banyak demi anak kita". Radit mengelus perut Caca yang masih datar.


Caca tersenyum lebar, "aku akan menjaga bayi anak Mami ini ya?". Caca menggoda suaminya dengan mengelus-ngelus dagu Radit seperti peliharaan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2