
.
.
.
Adi menaikkan sebelah alisnya,
"terlalu berlebihan maksudmu?". tanya Adi tidak mengerti.
Mia menundukkan pandangannya, Anna melebarkan matanya mendengar perkataan Pria cantik itu.
"oh.. hanya paras nya saja yang cantik perkataannya menyakitkan, mulutnya berbisa seperti ular". geram Anna dalam hati dengan mata melototnya itu.
Anna ingin mendatangi Pria itu lebih dekat tapi ditahan oleh Linda yang memasang raut memelas supaya Anna tidak ikut campur sebelum semua nya selesai.
"iya juga, Pria ini pasti tau kalau aku bukan gadis lagi". batin Mia menahan tangis.
"Tuhaaan...! andai waktu bisa diulang aku tidak akan terlibat pergaulan bebas lagi". batin Mia penuh penyesalan.
Mia tinggal di Singapura, Ia bergaul tidak pernah dilarang Sartika tapi kalaupun Sartika melarang saat itu mungkin Mia tidak akan mau mendengarkan, Mia terlalu bahagia dengan dunia gemerlap itu hingga Ia terkena pergaulan bebas, tapi apalah daya semua sudah terlambat Ia menyesal juga tidak ada guna nya.
Mia belum pernah menikah tapi sudah tidak gadis lagi, Ia ingin berteriak pada semua orang mengapa dirinya bisa salah pergaulan? tapi kemana Mia menyalahkan kesalahannya itu? seharusnya Mia menjadi gadis kutu buku saja, Culun itu lebih baik untuk menjaga kehormatannya supaya tidak direndahkan oleh Pria lain.
Pria cantik itu memperhatikan Mia yang tertunduk lemah seolah dirinya telah menyinggung hati Mia.
"hei..? aku bertanya terlalu berlebihan bagaimana maksudmu hmm?". tanya Adi menjentik-jentikkan tangannya didepan David si Pria cantik.
David benar-benar cantik, banyak Pria Guy yang menyukai David tapi David Pria normal yang menyukai lawan jenis, mungkin jika David memakai rambut palsu perempuan tidak akan ada yang tau kalau David itu lelaki.
"dia terlalu berlebihan di segalanya". jawab David.
"apa maksudmu ha? apa kamu merendahkan sepupuku?". sambar Anna dengan kesal ditarik-tarik oleh Linda, Linda yang kikuk menutup mulut Anna dan membawa Nona nya pergi.
David tertegun lalu melihat ke arah Adi, "kenapa Istrimu?".
"kau menyinggung sepupunya tentu saja dia marah, maafkan dia..! Istriku sedang hamil dan sangat sensitif". Adi.
__ADS_1
David pun mengangguk mengerti, "aku tidak bermaksud menyinggung sepupu istrimu, aku rasa dia ini terlalu cantik, dia juga perempuan normal kenapa dia mau menerima tawaranmu? aku kan lumpuh".
Mia masih menunduk dalam, Ia hanyut dalam pemikirannya jadi tidak mendengar perkataan David dengan jelas.
"sudah aku bilang dia baru saja bertaubat dari dosa besar". jawab Adi.
David melihar ke arah Mia lalu Adi juga menjelaskan Mia tinggal di Luar negeri dan terlibat salah pergaulan, kini Mia sudah berubah dan ingin menikah tapi Ia tidak mau menikah dengan Pria sempurna karna dia tidak lagi sempurna.
David mendengarnya langsung tersenyum, "padahal dia sempurna". gumam David sangat pelan.
"bagaimana?". tanya Adi dengan malas melihat David seperti sengaja mengulur waktu supaya dirinya berlama-lama di dalam Ruangan itu.
"aku suka tapi dia..? sepertinya dia tidak menyukaiku". David.
"itu karna kau menyinggungnya". jawab Adi dengan santai.
"perkataanku yang mana menyinggungnya?". tanya David seolah tidak tau kesalahannya sebab Ia sendiri tidak berkata sangat kejam.
"kau mengatakan dia terlalu berlebihan, heii..! terkadang perkataan kita itu seperti belati menancap pada hati perempuan walau kita tidak berniat menyinggungnya, hati mereka lembut". kata Adi dengan datar.
"aahhh begitu". David menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"ap.. apa aku menyinggungmu?". tanya David gugup.
Mia terkejut saat David berbicara dengannya, Ia baru saja tersadar dari lamunan panjangnya.
Mia mengedarkan pandangannya tidak melihat siapapun, Ia menebak David ingin bicara dengannya menolak perjodohan teman ini, Ia menarik kursi didekatnya dan duduk dihadapan David supaya tidak menyinggung hati David yang sedang duduk dikursi roda.
"tidak apa..! kamu memang benar aku terlalu berlebihan, maaf ya? aku akan lupakan semua ini, tenang saja kamu tidak akan melihatku lagi". senyum lebar Mia untuk memperlihatkan pada David dirinya baik-baik saja.
David masih mematung, ini pertama kalinya ada yang bicara dengannya sejajar dengan pandangan matanya biasanya Ia mendongak padahal tingginya 186 Cm tapi sekarang karna duduk di kursi roda, sungguh Mia adalah orang pertama sejajar dengan pandangan matanya sehingga jantungnya berdebar kencang melihat senyum lebar Mia yang terkesan menganggapnya Pria normal padahal David Pria lumpuh yang cacat.
"T.. Tuan David?". Mia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah David.
Mia mengerutkan keningnya, "ada apa dengannya? apa dia tidak berani menolakku karna takut menyinggungku?". gumam Mia melihat ke arah samping seolah tengah berbicara dengan seseorang padahal hanya Mia sendiri saja disana.
David tersadar dan tak sengaja mendengar gumaman Mia yang seolah berbisik dengan seseorang membuatnya mengulum senyumnya yang sangat cantik seperti perempuan.
__ADS_1
"ekhemm..! aku baik-baik saja Tuan David". senyum lebar Mia dan hendak berdiri namun David memegang tangan Mia.
Mia terkejut dan terpaksa kembali duduk, Ia menunggu David berbicara yang Ia kira sedang menyusun kata-kata untuk menolaknya.
"dia kenapa sih? kalau mau menolak ya Tolak aja, kenapa dia memerah gitu? apa dia sakit?". batin Mia yang tidak mengerti keadaan David.
"hmm..? a.. apa kamu mau menikah denganku?". tanya David dengan gugup.
Mia diam mencerna perkataan David, "a.. apa? Tuan bilang apa? bukannya Tuan menolakku? kenapa malah bertanya seperti itu?".
"kamu terlalu berlebihan karna terlalu cantik dan organ tubuhmu juga normal aku pikir Adi akan mengenalkanku pada perempuan tunanetra yang cacat juga sepertiku". jelas David dengan perkataannya tadi yang mengatakan Mia terlalu berlebihan.
Mia tercengang, "aku juga cacat". bentak Mia.
David terkejut, "cacat? mana ada kamu cacat?".
Mia memijit pelipisnya, "aku salah pergaulan, aku belum menikah tapi bukan gadis lagi dan itu adalah kecacatan yang tidak akan pernah disembuhkan".
"kalau begitu aku terima kecacatanmu itu dan kamu harus terima kecacatanku ini". kata David sambil tersenyum.
tiba-tiba Anna datang dengan muka memerah, Linda berusaha menahan Anna tapi tetap saja Anna memaksa masuk bersama Adi yang geleng-geleng kepala sebab tidak mau terkena amukan Anna jadi membiarkan Anna melampiaskan amarahnya.
"kita menikah hari ini juga?". tanya David membuat Anna dan yang lainnya mematung ditempat.
"apa mas kawin yang kamu inginkan?". tanya David dengan serius ke Mia makin membuat Anna dan yang lainnya menjatuhkan rahang.
"mas kawin? ". beo Anna pelan.
"ayo Nona! mereka bisa menyelesaikan masalah sendiri kan? ayolah Nona..! mereka bukan anak kecil lagi". bisik Linda membujuk.
Linda merangkul pinggang Anna keluar yang berjalan mundur dan mundur namun Linda melangkah dengan hati-hati supaya Nona nya tidak terjatuh, Adi mengikuti Anna sebab Ia tidak mau mendengar pembicaraan David dan Mia.
diluar Ruangan Anna terdiam, "itu maksudnya apa?".
"sudah aku bilang sayang tadi kata David berlebihan itu Mia bukan perempuan cacat, itu makna dia mengatakan Mia terlalu berlebihan tapi kamu sangat marah sayang dan aku takut menjelaskan lagi". jawab Adi.
.
__ADS_1
.
.