
.
.
.
Bayu berhasil memasang gelang itu, membuat senyum Linda semakin melebar memperlihatkan deretan gigi rapi nya, Bayu terkesima melihat taring Linda menambah kesan manis Linda saat tersenyum.
"kamu ada gingsul?". tanya Bayu basa-basi.
"hmm, kalau begitu terimakasih ya? aku pergi". Linda berbalik dan hendak membuka pintu namun lagi-lagi di tahan oleh Bayu.
Linda menarik nafas dalam-dalam, "ada apa sih dengan Bayu? dia kenapa? kenapa jadi aneh?". batin Linda dengan heran.
Bayu menarik tangan Linda hingga Linda berbalik dan berhadapan dengan Bayu.
"ada masalah apa?". tanya Linda melepaskan tangan Bayu dan berjalan melewati Bayu ke arah sofa kecil kamarnya lalu duduk disana.
Bayu melangkah kan kaki nya dan duduk disamping Linda yang melihat lutut Bayu mengenali lututnya, Linda merasa jantungan tapi tidak mengatakan apa-apa karna Ia perempuan lebih baik memendam perasaan dari pada harus mengungkapkan perasaannya ke Laki-laki.
"a.. aku? aku pernah ditolak". ucap Bayu tiba-tiba serius.
"lalu?". tanya Linda.
"jadi aku takut kamu menolakku juga". sambung Bayu lagi.
"aku menolakmu? memangnya menolak apa? kamu mengajakku ngapain?". tanya Linda tidak berpikir lain.
"Aku menyukaimu, sangat menyukaimu padahal perasaanku baru tumbuh beberapa minggu ini tapi semakin lama semakin besar, aku tidak tau jika setiap hari melihatmu itu sama saja dengan memupuk perasaanku menjadi semakin subur". ungkapan Bayu akhirnya perasaan terpendam itu keluar juga dari dalam hatinya.
Linda melebarkan matanya, "a.. apa?".
"kalau hanya hutang budi tidak perlu seperti ini Bayu, aku tidak minta apapun setelah menolongmu jika ada orang lain berada di posisimu aku pasti akan menolongnya tanpa memilih". jelas Linda yang takut Bayu hanya mempermainkan Perasaan saja.
biasanya lelaki punya harga diri yang tinggi, saat diselamatkan oleh perempuan akan sedikit melukai harga diri mereka, sehingga mereka akan balas budi sebagai ungkapan rasa terimakasih, dan berasumsi perasaan balas budi itu adalah Cinta padahal sebenarnya belum tentu Cinta.
Bayu menggeleng kepalanya lalu menangkup tangan Linda dan mengecup bibir Linda hingga gadis itu semakin terpaku dengan mata melotot.
"aku sangat tau perasaanku, ini bukan balas budi tapi memang aku jatuh cinta padamu". jawab Bayu.
"mungkin bagimu seorang pengawal bertugas melindungi tuannya juga orang lain itu sudah biasa, tapi itu sudah membuktikan kalau kamu menganggap nyawa setiap orang itu berharga, aku sangat menyukai hari itu saat kamu berjalan pincang memaki Supir itu kamu terlihat seksi dan sangat cantik dengan mata melotot itu". ungkap Bayu lagi.
Linda masih terdiam, jujur jantungnya seakan jatuh ke lantai dan Ia merasa ribuan kupu-kupu menari di perutnya, tidak disangka saat pertama kali merasakan jatuh Cinta dan sekarang Perasaannya itu berbalas.
"apa kamu akan menolakku? setidaknya beri aku kesempatan bagaimana? aku akan buktikan kalau aku adalah Pria yang baik untukmu". tanya Bayu memegang tangan Linda.
"Linda.. kuat Linda.. kuat.. jangan langsung mengatakan kalau kamu juga menyukainya, nanti dia bisa ilfil padamu". batin Linda memekik.
__ADS_1
"Lin?". panggil Bayu
Linda tersentak lalu kaget melihat Bayu menurunkan pandangannya,
"sepertinya aku tidak bisa diberi kesempatan juga ya?". gumam Bayu lemah.
Bayu merasa Linda juga menolaknya sebab Gadis itu tidak mengatakan apa-apa, Bayu memang terlalu terburu-buru mengungkapkan perasaannya.
Linda mengecup pipi Bayu hingga Bayu berdebar dan menoleh ke arah Linda, "a.. aku juga suka kamu". jawab Linda dengan gugup.
Bayu seketika tersenyum lebar, "sungguh?".
Linda mengangguk kikuk dan pipinya tampak merona, Bayu langsung memeluk Linda dengan raut wajah bahagia.
Bayu merasa dirinya telah memiliki seluruh dunia saat Cinta nya di terima, perubahan besar saat dirinya dari Culun menjadi Pria tampan yang ramah membuahkan hasil yaitu mendapatkan hati gadis yang Ia sukai.
.
.
di Luar Mansion,
"kenapa Anna?". tanya Sekar melihat Anna yang tengah celingukan sambil memakan ayam bakar pemberian Adi.
"aku tidak melihat Bayu dan Linda, apa mereka sudah jadian ya?". gumam Anna pelan.
"baguslah kalau mereka pacaran, ini hari bahagia kita bersama". kekeh Caca.
"Bayu yang mana itu orangnya?". tanya Mia.
Sekar menjawab ciri-ciri Pria itu hingga Mia manggut-manggut mengingat sosok Pria itu memang pernah datang ke lahiran Anna dan Sekar hari itu.
"aku lupa". cengir Mia.
"pikiranmu hanya David yang cantik saja". cerocos Anna.
Mia mengerucutkan bibirnya, "kan suamiku".
"iya-iya, kalian ini makan aja deh..! nanti kita makan jagung bakar yang dibakar oleh abang Arka dan Bang Abi". jawab Sekar memotong pembicaraan mereka semua.
alhasil mereka fokus dengan satu makanan sebelum makanan lain tiba.
.
"apa sih bang? kenapa ganggu Rose meluluk? kan abang udah punya adek Rara". gerutu Rose memukul lengan El.
El tertawa pelan, "tapi abang masih suka gangguin adek Rose". jawab El mengelus kepala Rose.
__ADS_1
Ren melirik El dan Rose hanya diam saja sambil fokus dengan makanannya, semakin besar Ren malah makin tidak banyak bicara, Putra pertama Arka dan Nana itu semakin pelit berbicara.
Rose memanyunkan bibirnya, "Rose kebelet". rengek Rose dengan wajah imutnya.
"biar abang temani". El bangkit mengulurkan tangannya.
"Kak..? Rose sama Bang El...". Rose awalnya ramah tapi tiba-tiba Ia menatap kesal Kakaknya.
"hmm". sahut Ren memotong pembicaraan Rose yang mau menjelaskan padahal Ren sudah mengerti.
"ayo! ". El menggenggam tangan Rose membawa gadis kecil itu ke kamar dan buang air kecil, El setia menunggu Rose seperti abang yang baik padahal mereka sering bertengkar.
.
.
.
"K.. Kalian?". Anna tidak menyangka Keluarga Damanik juga tiba di Mansion Anna dengan membawa Koper seperti mau liburan.
"Kakaaak?". Sarla berlari ke arah Anna dan memeluk Anna yang duduk di kursi Roda.
Samta tersenyum lebar menyapa keluarga besar itu, Anna mengenalkan Sarla pada keluarga Nana yang mengulum senyumnya seolah sudah tau tentang Sarla terutama Nana.
"kenapa kalian bisa kesini sayang?". tanya Anna tak percaya dengan kedatangan Sarla.
"aku libur sekolah Kak..! Papa akan mengabulkan permintaanku ingin jalan-jalan ke negara mana saja tapi aku mau ke Indonesia ketemu kakak". Sarla melompat-lompat senang.
"imut sekali sih". Anna mencubit gemas pipi Sarla.
Sekar, Caca dan Mia senyam-senyum melihat Sarla dan Anna,
Anna memanggil Rose lalu mengenalkan Rose pada Sarla, Sarla sangat menyukai Rose yang sangat wangi seperti bunga mawar kesukaannya, Samta pun langsung akrab dengan El dan Ren walau Ren banyak diam tapi El sudah jelaskan kalau Ren pelit bicara.
Keluarga Damanik bercerita dengan Leonard, Yardan dan Aman, Istri Damanik (Rheiny) begitu gemas dengan ketiga anak kembar Anna.
Mansion Anna semakin ramai dengan kedatangan Keluarga Damanik, menurut Anna acara hari ini lebih mewah dibanding acara pesta perayaan apapun, hanya makan-makan sesama keluarga saja membuat tempat itu begitu ramai, beruntung Leonard membangun Mansion Anna begitu megah dengan banyaknya Kamar seolah sudah diperuntukkan pada masing-masing keluarga Nana.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.