Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
sifat tegas


__ADS_3

.


.


.


di Ruangan ganti,


Adi senyam-senyum sendiri, "sepertinya tidak usah meletakkan lemari khusus handuk di kamar mandi". gumam Adi sangat pelan.


Adi menatap penampilannya dari pantulan cermin, "cintai aku Anna..! aku sangat mencintaimu". bisik Adi dengan suara pelan namun terdengar seksi.


cukup lama berpakaian dan memilih jam tangan, Anna tiba-tiba masuk ke Ruangan ganti dan sontak saja mata Anna melebar kaget.


"maaf..! ". Anna hendak berbalik.


"tidak apa". jawab Adi


Anna memegang erat handuknya, rambutnya basah menetes-netes di lantai juga kakinya tidak mengenakan apapun.


Adi melangkahkan kakinya mendekati Anna lalu berdiri disamping Anna, "keringkan rambutmu Anna, aku tidak mau kamu tergelincir karna tetesan air dirambutmu".


Anna mengangguk-anggukkan kepalanya pelan Adi menatap penampilan Anna membuat si empunya malu bukan kepalang, namun Anna tersentak saat Adi memasangkannya alas kaki Adi yang besar ke kaki Anna hingga kebesaran di kaki Anna yang kecil.


Adi berdiri tegak dihadapan Anna,


"bisa pasangkan dasiku? ". pinta Adi menunjukkan dasi nya yang belum terpasang.


Anna melihat penampilannya, "a.. aku belum berpakaian". cicit Anna.


"tidak apa..! aku tidak akan memakanmu selagi kamu tidak menggigitku". jawab Adi mengelus puncak hidung Anna.


wajah Anna sungguh merah, Ia malu tapi tidak bisa lari.


Anna menerima dasi yang diberikan oleh Adi lalu Anna memasangkan dasi Adi dengan telaten dan hati-hati.


Anna mengelus dada bidang Adi seperti sudah kebiasaan Anna melihat betapa rapinya pakaian Adi sekarang, Anna adalah gadis penggila kerapian jika Pakaian Adi kusut pasti matanya tidak suka, berbeda kalau sudah pulang bekerja.


"sudah..! ". kata Anna


"terimakasih". ucap Adi.


Anna sekali lagi mengangguk, Adi menatap Anna cukup lama sungguh menggemaskan sekali wajah Anna yang merah seperti kepiting rebus, Adi tau Anna sangat malu karna penampilannya yang masih mengenakan handuk.


"aku mungkin tidak bisa sarapan..! kamu berangkat sendiri dan hati-hati ya? ". Adi berkata dengan lembut.


Anna menatap manik mata Adi, "bawa mobil sendiri? kenapa pagi sekali? ". tanya Anna.


"Karyawan di Perusahaanmu benar-benar tidak bisa diandalkan, aku tidak percaya cara kerja Perusahaan raksasa seperti Asia Group sangat buruk..! ". keluh Adi


"lalu? oh ya mereka semua adalah para pekerja Omku..! pekerja setia mendiang Papaku ada di Amerika, disini hanya ada para pekerja Kakekku tapi dipecat oleh Om dengan cara tidak hormat, alasannya penggelapan dana, menjebak mengenakan obat-obatan terlarang". Anna berkata


Adi tertegun, "kenapa aku baru tau? ".

__ADS_1


"maaf aku tidak mengatakannya ya? ". Anna menggaruk keningnya.


"ya sudah..! aku harus ke kantor..! lantai licin kalau berjalan berpegangan di sekitar ya? ". peringatan Adi mengecup lama kening Anna.


Anna sontak saja memejamkan matanya lalu setelah Adi selesai Anna lah yang menyalami Adi.


Adi berangkat kerja detik itu juga tanpa sarapan, Ia adalah pekerja keras mendapatkan laporan seperti itu oleh Anna membuatnya marah, Adi akan memberi pelajaran pada Om nya Anna itu.


Adi sungguh membenci cara kotor seseorang mengusir orang tidak bersalah apalagi dengan cara menjebaknya, kasus masuk penjara karna memakai obat-obatan terlarang bisa mencoreng nama baik seseorang, zaman sekarang tahta bisa membuat siapapun masuk penjara walau tidak terkait sekalipun.


.


Anna sudah memakai pakaian kasualnya tinggal memakai jas dokternya saja, hanya saja Jas Dokter Anna ada di Rumah Sakit, semenjak menikah Ia lebih senang menyelamatkan orang lain tidak terlalu memikirkan bisnis yang sudah Ia percayai pada Adi.


"aahhh". Anna hampir saja terpeleset.


"untung saja aku pelan kalau berlari aku bisa jatuh". gerutu Anna terpaksa berjalan meraba dinding sekitarnya.


genangan air dari tetesan rambut serta tubuh Anna masih ada membuat lantai marmernya menjadi licin, karna ingat perkataan Adi maka nya Anna jalan pelan-pelan tapi tetap saja hampir terjatuh.


Anna memasang sepatunya lalu sarapan bersama keluarganya tanpa Adi,


"Kakek..? ". panggil Anna


"iya nak..! ". sahut Leonard


"apa Adi tadi memang tidak sarapan? ". tanya Anna


Anna melihat mereka satu persatu,


"bukankah kamu Istrinya Anna? antarkan saja makan siang untuknya nanti". kata Sekar


Caca memukul paha Sekar yang dibalas dengusan olehnya, tapi Leonard malah mendukung perkataan Sekar.


"sepertinya kemarin malam-malam dia juga tidak makan nak..!hmm.. dia pulang dari Restaurant hanya menemani Radit makan, lebih tepatnya traktir makan Radit karna Adi tidak nyaman dengan perut Radit yang bunyi". Leonard.


"apa dia sedang mencari perhatian Anna? ". gumam Caca


"ssstt...! mana ada mencari perhatian dengan tidak makan malah membuat rugi dirinya sendiri, kan lemas kalau nggak makan". potong Sekar


"itu karna dia sibuk..! ". jawab Leonard.


"huuh..! terkadang Adi mengingatkanku pada Alm. Papamu Anna..! Kakek sering mendengar pertengkaran Papa dan Mama mu dulu karna makanan, Papamu itu sibuk bekerja sampai lupa makan". Leonard tersenyum lirih mengingat masa lalu.


Sekar dan Caca terdiam, Anna tampak berpikir.


"apa kakek suka pertengkaran alm. Papa dan alm. Mama dulu? ". tanya Anna


"suka..!". kekeh Leonard


kedua gadis cantik itu yaitu Sekar dan Caca saling melirik satu sama lain,


.

__ADS_1


.


di Rumah Sakit,


"apa jadwalku lagi Mei? ". tanya Anna ke Suster yang mengatur jadwal Operasi dan mengunjungi bangsal Pasiennya.


"tidak ada Kak..! apa kakak ada urusan penting? ". tanya Suster bernama Mei


"hmmm..! aku harus antar makan siang untuk suamiku". jawab Anna dengan serius sambil melihat jam tangannya.


Mei senyam-senyum, saat Anna melihat Susternya malah heran.


"kenapa kamu tersenyum Mei? apa ada yang lucu? ". tanya Anna heran.


"ehh..?? tidak ada Kak". jawab Mei tersenyum lebar.


Anna keluar dari Rumah Sakit langsung ke Restaurant Caca meminta izin pada para Koki disana untuk memasak juga menggunakan peralatan makanannya.


sesampainya di Perusahaan,


Anna menjatuhkan rahangnya melihat banyak Karyawan Asia Group menangis keluar dari Ruangan Adi, entah apa yang Adi katakan bisa membuat mereka semua histeris melupakan Anna yang ada disekitar mereka.


"apa yang dia lakukan? ". gumam Anna berjalan memasuki Ruangan Adi.


Anna masuk Perusahaan tidak ada halangan apapun, Ia langsung di beri hormat saat di meja Reseptionis membiarkan Anna keluar-masuk Ruangan manapun tanpa di hadang atau ditanya-tanya.


Adi memijit pangkal hidungnya lalu Radit disamping Adi pun menghela nafas.


"apa kau mau mengosongkan Perusahaan Asia Group Di? kenapa kau membentak mereka? apa kau tidak takut mereka mengundurkan diri seperti wanita itu? ". omel Radit.


"cara kerja mereka itu lebih buruk dari karyawan amatiran Dit..! kau tadi lihat sendiri kan? apa menurutmu aku suka pekerja amatiran? mereka semua meremehkan cara kerjaku..! bahkan karyawanku di Mal ANA tidak seburuk mereka semua yang bekerja di Perusahaan Raksasa ini". geram Adi


Anna mendengar pembicaraan Adi yang tegas dan sangat cocok menjadi pemimpin Asia Group.


"pantas saja Kakek mempercayainya, dia sangat mengutamakan keseriusan bekerja tak ada menye-menye". batin Anna


"aku akan mendepak semua hama-hama yang merangkak disekitar Perusahaan Anna". desis Adi dengan mata terpejam.


"tanpa persetujuan Kakek Leonard? ". tanya Radit


"Kakek membebaskanku menggunakan cara apapun memimpin Asia Group...! lagian mereka semua hama-hama yang dipilih oleh Roben itu". kata Adi


"hah? bagaimana kau bisa tau? ". tanya Radit


"apa kau bekerja dengan benar Radit? aku tau dari Anna..! cari tau orang-orang yang bekerja dengan Kakek sebelumnya, mereka dijebak dan diperlakukan tidak adil oleh Roben". titah Adi dengan tegas.


"baiklah.. akan aku cari tau lebih detail". jawab Radit yang merasa kecolongan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2