
.
.
.
"bagaimana jika kita jalan?". tanya Adi berniat mengubah mood Istrinya.
"kemana? ". tanya Anna.
"ke Rumah Lamaku". jawab Adi
"Rumah lama? ". beo Anna.
Adi menganggukkan kepalanya, "kamu akan lihat bagaimana cara Tuhan menghukum saudara tiri dan Ibu tiriku".
Adi sengaja tidak mengatakan pada Anna bahwa dirinya telah membalas setengah perbuatan orang yang menghancurkan kehidupannya sehingga Mama nya tiada.
"Saudara Tiri? aah..? iya kamu pernah bilang Rumahmu dibakar sampai...?". Anna teringat namun tidak jadi melanjutkan perkataannya karna Anna takut melukai hati Adi yang kehilangan Ibu kandungnya saat itu.
"tidak apa, Tuhan memberimu untukku". jawab Adi tersenyum.
Anna setuju diajak Adi ke Rumah Lama Ibunya yang sudah pernah terbakar namun diperbaiki oleh keluarga tiri serta ayahnya Adi yang tidak ada uang menyewa Rumah lain, kalau sewa Rumah lain tidak akan seluas Rumah Ibu kandungnya.
Ayah kandung Adi berada di dalam penjara karna kejahatannya sudah terungkap dan polisi yang mencarinya pun berhasil ditemukan.
Anna menjatuhkan rahangnya, "ya ampun..! jadi Rumah ini pernah terbakar?". tanya Anna melihat Rumah Adi dulu.
"iya, ini Rumah Ibu kandungku". jawab Adi.
"mereka jahat sekali, setelah membakarnya tapi masih punya muka memperbaiki Rumah ini lagi dan tinggal disini". gumam Anna.
"itulah sebabnya manusia jahat tidak pantas diberi hati sayang, setelah menghancurkan hidupku dan Ibuku Pria itu merencanakan pembunuhan bersama Istri mudanya hanya karna ingin memiliki Rumah ini lalu ibuku ...?". Adi tidak melanjutkan Kata-katanya yang seperti mengorek luka lama baginya.
Anna bisa melihat keringat di pelipisnya Adi, sepertinya ingatan saat kebakaran itu masih terekam jelas di kepala Adi walau sudah bertahun-tahun lamanya kenangan pahit itu masih ada dibenak Adi seperti baru saja terjadi kemarin sore.
Anna menggenggam tangan Adi, "aku akan lawan mereka dengan berani, aku akan hancurkan mereka untukmu". kata Anna dengan serius dan penuh keyakinan.
Adi menoleh ke Anna lalu tersenyum tampan, "apa kamu bisa melakukannya sayang? hatimu terlalu lembut".
__ADS_1
Anna berubah serius, "tatapanmu, ketakutanmu itu sudah membuktikan perbuatan mereka sangat kejam".
Adi menganggukkan kepalanya, "apa kamu menyesal menikah dengan orang sepertiku yang tidak bisa melupakan rasa sakitku sayang? ".
"aku tidak pernah menyesal menikahimu Hubby, aku bangga padamu yang bisa berhasil ditengah rasa takutmu itu". jawab Anna.
"kamu lah kekuatanku sayang". kata Adi.
"aku akan buktikan kalau aku kekuatanmu". jawab Anna lalu mengulurkan tangannya ke Adi.
"mau apa sayang? ". tanya Adi menyambut tangan Anna.
"kita masuk ke Rumah itu". ajak Anna dengan serius.
"sayang..? tidak usah, aku tidak mau masuk ke Rumah itu, terlalu banyak kenangan yang menyakitkan". tolak Adi.
"Hubby..! itu Rumah Mamamu, aku yakin dia sangat sedih jika tau ketakutanmu ini, kalau aku jadi ibumu aku akan minta kamu balaskan kematianku lalu mengusir mereka dari Rumahku, enak saja dia berteduh di Rumahmu itu setelah kejahatan yang mereka lakukan". jelas Anna.
Adi tersenyum tulus, "jangan sayang, lain kali saja ya? aku sudah menghukum mereka tapi aku tidak mau masuk ke Rumah itu, awalnya aku ingin membakar habis mereka dengan Rumah itu tapi aku tidak sanggup, Rumah itu...? aku tidak bisa membakarnya".
Anna tersenyum karna Rumah itu penuh kenangan Adi dengan Mama nya tentu saja tidak sanggup menghancurkan Rumah itu, "untuk itu aku akan ambil Rumah itu untukmu".
Anna menceritakan pada Adi tentang trauma nya yang takut melawan kerabatnya sampai berpura-pura bodoh dan mau dimanfaatkan, tapi sekarang Ia akan mencoba untuk melawan dan meminta Adi juga harus melawan rasa takutnya lalu merebut semua milik Ibunya yang tidak pantas dimiliki oleh Ibu Tiri serta saudara tirinya Adi itu.
Adi memejamkan matanya lalu Anna mengajak Adi masuk ke Rumah itu, tangan Adi menggenggam erat jemari tangan Anna.
"Aku penakut tapi aku tidak menyangka trauma Adi lebih besar dariku, dia terlihat tidak takut apapun tapi masih takut melawan masa lalunya". batin Anna merasa dirinya harus kuat setidaknya demi Adi.
Adi selalu melindungi Anna, entah mengapa Anna merasa seperti itu, tentu Ia ingin juga melindungi Adi walau hanya sekali tapi Anna ingin membuktikan pada Adi bahwa dirinya kuat dan tangguh.
Anna menekan bel Rumah itu, tiba-tiba seorang wanita berambut pirang membuka pintu.
"siap..? eehhh?? Nona Anna?? Asia Group? haaa? Mal ANA? ke. kenapa kalian bisa ada disini? ak.. aku pasti bermimpi". wanita itu menepuk-nepuk kedua pipinya untuk menyadarkan diri.
Anna melihat penampilan wanita itu yang banyak tanda cin*nya sebab Ia juga seperti itu karna ulah suaminya saja namun tidak tau wanita ini karna ulah siapa.
"iya Aku Anna namamu siapa? ". tanya Anna menggenggam tangan Adi yang menatap tajam wanita itu.
"ahhh..? aku Flo Nona..! silahkan masuk Nona, Mamaaaa?? ". teriak Flo membuka pintu lebar-lebar berlari mencari Mamanya.
__ADS_1
"apa dia saudara tirimu? ". tanya Anna dan Adi mengangguk pelan.
Adi bukan takut pada Flo atau Ibu tirinya tapi yang Ia takutkan adalah Rumah ini.
Anna ingin menarik tangan Adi tapi sepertinya Adi tidak mau masuk ke Rumah ini yang membuat Ibunya meninggal dunia.
"Hubby...! walaupun ini adalah bagian dari rasa sakitmu tapi kamu harus lebih memikirkan bagaimana kamu tumbuh besar di Rumah Ini? kenangan disini lebih banyak dari pada rasa sakit itu kan? tidak bisakah kamu ingat kenangan manisnya saja? ". Anna
Adi memejamkan matanya, Ia teringat kenangan kecilnya saat Ibunya menyambutnya pulang sekolah membawanya ke meja makan sampai Adi gemuk karna terlalu dimanja dengan makanan oleh mendiang Mamanya itu.
"bagaimana? ". tanya Anna tersenyum lebar.
"aku menginginkan rumah ini sayang, kamu benar Rumah ini harus menjadi milikku dan tidak boleh dijadikan tempat berteduh oleh mereka yang membuat mamaku meninggal". Adi berubah serius seperti memiliki kekuatan baru.
Anna tersenyum manis merangkul lengan Adi, "aku bersamamu Hubby..! kita lawan mereka bersama".
"terimakasih sayang kamu membangkitkan kenangan indahku". ucap Adi dengan tatapan penuh cinta dan berkaca-kaca ke Anna.
"simpan rasa terimakasihmu Hubby, nanti kalau aku hamil aku akan menyusahkanmu seperti Kak Nana menyusahkan Bang Arka". jawab Anna dengan senyum cerianya.
Adi merasa terhibur dengan perkataan Anna, "aku tidak sabar menantikan hari itu".
tak lama kemudian Flo datang membawa seorang wanita berpakaian seksi dan rambut berwarna emas, mereka berdua adalah seorang pel*c*r di Kelab malam.
"Benarkan Ma? aku benarkan? ". Flo tersenyum bangga melihat tamu mereka.
"ada gerangan apa Tuan Muda dan Nona Muda terhormat bisa menginjakkan kaki di Gubuk saya?". tanya wanita itu sopan yang namanya Rida.
"gubuk? ". senyum tipis Anna mengedarkan pandangannya.
"benar Nona, Rumah ini tidak ada apa-apanya dengan Mansion Nona atau Apartemen Tuan". jawab Flo tersenyum seperti berusaha menjilat Anna dengan bertingkah manis dan sopan.
"silahkan masuk Tuan.. Nona". Rida memberi jalan ke Anna dan Adi.
Adi bisa melawan rasa takutnya menginjakkan kaki di Rumah itu, Ia teringat semua kenangannya bersama Sang Mama, sungguh membuatnya ingin menangis karna selama ini hatinya dipenuhi dendam hanya kejadian beberapa jam saat tragedi kebakaran itu, padahal masih banyak kenangan manis mereka di Rumah ini selama bertahun-tahun.
.
.
__ADS_1
.