
.
.
.
sementara di tempat lain,
Roben dan Besta sudah berpesta ria untuk menyambut keberhasilan mereka di dalam Rumah sederhana, mereka memang hanya berdua di Rumah Sederhana itu tapi merasa sedang di surga bermandikan uang berlimpah ruah.
"sebentar lagi kita bisa membebaskan Nian sayang..! aku tidak sabar menunggu perpisahan mereka". Besta tertawa meneguk minumannya.
"iya..! aku bisa kaya raya dan dihormati oleh orang banyak, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan tanpa takut kekeringan uang.. hahaha". Roben juga tertawa bersama Besta.
mereka tidak sadar rencana jahat yang telah mereka buat untuk memisahkan Anna dengan Adi malah membuat Adi dan Anna menyatu tidak tergoyahkan oleh rencana jahat mereka, sementara mereka malah merayakan kemenangan yang belum tentu mereka dapatkan melainkan petaka besar bagi mereka berdua.
"uuh... siapa kira-kira Pria yang cocok untuk Anna ben?? apa kamu punya kriteria? ". tanya Besta
"bagaimana dengan wanita bernama Layla itu? kita harus membuat nama pria sombong itu semakin tercemar dan Anna akan mencampakkan Pria itu terlebih lagi saat ini dia sedang diagung-agungkan oleh masyarakat seperti seorang raja saja". Roben berbicara dengan serius.
"aah.. iya..! kita harus memupuk api kecemburuan di hati Anna lalu membuat gadis boneka kita itu ragu terhadap Pria sombong itu dan menendangnya dari Kehidupannya". Besta tersenyum penuh semangat.
"kita lihat besok bagaimana wajah Anna ya di media?". Roben menyeringai kembali meneguk minumannya.
tidak tau saja mereka, pasangan yang mereka kira sedang bertengkar hebat tengah bermesraan di balkon memakan buah sambil melihat pemandangan Mansion yang semakin indah berkat kerja keras Han yang mempercantik Mansion Anna.
Anna menonton lewat Ipednya sementara Adi juga fokus dengan Ipednya isinya tentang pemasukan dan pengeluaran Mal ANA.
"baju siapa ini sayang? kenapa aku baru sadar? ". tanya Adi melihat pakaian Anna yang baru Ia lihat.
"apa kamu tidak tau aku memakai kartu sakti pemberianmu? ". tanya Anna sambil fokus menonton filmnya.
"aah.. iya? tapi aku tidak tau pakaian yang kamu beli sayang, aku pikir kamu beli Lingerie". Adi tersenyum lebar tanpa segan mencium bahu Anna menghirup aroma tubuh Anna yang sangat memabukkan.
Anna mendengus, "kenapa aku harus memakai pakaian seperti jaring-jaring ikan itu? aku tidak mau".
"baiklah.. baiklah.. lebih baik tidak usah pakai baju saja didepanku, itu lebih baik dari pada berpakaian seperti itu yang ujung-ujungnya juga bakal dibuka, iyakan? ". bisik Adi
Anna merona mendengar perkataan Adi, "dasar mesum..! ".
Adi malah tertawa bangga dikatai mesum oleh Anna bukannya malu,, "bagaimana Sekar dan Caca? apa mereka ada berkomentar saat menjadi model Perusahaan? ". tanya Adi.
__ADS_1
"aah..? karnamu aku melupakan mereka". Anna tersadar dari kesalahannya melupakan kedua sahabatnya sebab terlena dalam buaian cinta Adi.
"bagaimana kalau kita ke Perusahaan hmm?". tanya Adi berbisik.
"tapi jalanku belum normal". keluh Anna.
"bisa..! nanti aku gendong". jawab Adi.
Anna menolak keras karna tidak mau orang lain menilai Anna dengan pemikiran negatif padahal mereka suami istri, sampai Adi memberi ide dengan melingkarkan perban di kedua pergelangan kaki Anna.
"perfect kan? ". tanya Adi dengan puas melihat hasil karya nya.
Anna menganga ditempat melihat kakinya penuh perban, Ia tak bisa berkata-kata bahkan sekedar protes saja tidak berani karna menurutnya itu memalukan namun itu satu-satunya ide yang terbaik untuk menutupi dirinya yang sedang tidak sanggup berjalan normal.
.
di Perusahaan Asia Group,
kedatangan Adi yang tengah menggendong Anna membuat geger 1 Perusahaan, apalagi mereka datang terlihat semakin mesra namun tidak berpikiran yang macam-macam dilihat dari kaki Anna yang banyak perbannya.
"Anna..? kakimu kenapa? ". tanya Sekar dengan khawatir.
"aku baik-baik saja". jawab Anna serius.
"lalu kenapa kakimu seperti ini? ". tanya Caca
Anna pusing sendiri meladeni pertanyaan kedua teman bawelnya itu sampai Anna terpaksa jujur dirinya tidak sanggup berjalan karna sudah melakukan hubungan istimewa dengan Adi walau sangat malu tapi Anna harus mengatakannya supaya Sekar dan Caca berhenti mengkhawatirkannya.
Caca berubah datar,
"jadi ini hanya akting? ". tunjuk Sekar.
mereka bertiga memang polos tapi umur mereka sudah cukup dewasa tau soal hubungan istimewa itu, walaupun mereka belum pernah melakukannya.
"huhh..! menyebalkan saja". gumam Sekar dan Caca bangkit dari duduk mereka kembali syuting menjadi model dengan Sari.
mereka sudah syuting namun Adi tidak menyukai salah satu scene dan meminta di ganti, itu sebabnya mereka semua berkumpul lagi untuk merubah scene yang tidak disukai Adi.
Anna menangkupkan kedua pipinya melihat cara Adi bekerja terlihat sangat seksi, tubuh Adi yang tinggi sekitar 187 cm belum lagi tubuh Adi yang atletis juga lengan dan dada bidang yang berbentuk (Otot), Ia merona seketika mengingat adegan percinta*nnya dengan Adi.
"haisssh..! kenapa berpikir yang tidak-tidak Anna". rutuk Anna menggeleng pelan kepalanya lalu melihat kearah perut datarnya.
__ADS_1
Anna mengelus perutnya pelan, "semoga saja anak Bunda cepat hadir ya? ". gumam Anna terkikik sendiri membayangkan dirinya punya anak laki-laki mungil seperti Adi.
.
Anna setia menunggu Adi dan kedua sahabatnya bekerja sementara Ia fokus memainkan Ponselnya.
"Layla? kenapa artis menyebalkan ini muncul lagi diberandaku? ". gerutu Anna terlalu malas melihat berita tentang Layla.
Layla baru saja Comeback dengan lagu terbarunya dan lagu itu cukup terkenal saat ini namun Anna tidak terlalu tertarik dengan dunia selebriti, baginya hanya Nana saja yang membuatnya ingin mengetahui banyak hal.
Adi selesai mengatur scene yang Ia inginkan dengan Sutradara juga Sekretaris Im, tak berapa lama kemudian Radit datang membawa makanan yang dipesan oleh Adi sampai Radit membelinya ke luar kota dengan mobil ke bandara lalu naik pesawat dam mobilnya tinggal diparkiran, disana Radit bisa sewa taksi.
"lanjutkan pekerjaanmu Radit..! terimakasih". ucap Adi menerima makanan yang dibeli Radit lalu meninggalkan Radit yang geleng-geleng kepala.
"dasar bucin akut". umpat Radit berbalik pergi melanjutkan pekerjaannya yang tertunda gara-gara membeli makanan yang Adi mau diluar kota padahal di jakarta juga ada minta nya di luar kota.
memang kalau Bos selalu menang bisa melakukan apa saja dengan memerintah bawahan, mengatas namakan gaji ditambah 2 kali lipat, bagaimana Radit tidak akan terperdaya demi gaji 2 kali lipat itu.
.
"sayang? ". Adi mengecup singkat kening Anna.
Anna berkedip lucu lalu mengedarkan pandangannya menyadari banyak orang yang melihat mereka.
"Adi..? Kam..?". Anna mendongak ke Adi namun matanya melebar saat Adi kembali mencium puncak hidungnya, sontak saja Anna menutup bibirnya yang akan menjadi target selanjutnya.
Adi tertawa pelan lalu duduk disamping Anna, "makanlah..! bukankah tadi kamu mau makan seblak bandung? aku beli langsung di tempat yang kamu mau sayang".
"hah?? kapan belinya? kok cepat sekali? apa masih enak? ". Anna berbinar seketika menerima pemberian Adi.
"aku minta Radit yang membelinya sebentar naik pesawat kok". jawab Adi tersenyum tampan.
"mana dia? aku mau berterimakasih". Anna mengedarkan pandangannya mencari Radit karna terharu Radit membelinya jauh-jauh untuknya padahal Anna hanya bercanda saja,
Adi yang cemburu segera mengatakan dirinya sudah memberi Radit hadiah sebagai rasa terimakasih jadi Anna tidak perlu berterimakasih pada Radit.
.
.
.
__ADS_1