
.
.
.
"jadi suami mereka mau enaknya saja ya? ". tanya Anna.
"mereka mau instan saja, memikirkan uang tanpa memikirkan hal lain. aku tidak mau kalau sampai kamu terluka seperti Kak Intan sebelum waktu lahiran tiba sudah melahirkan, itu semua karna kita sebagai lelaki kurang teliti dan hati-hati". Adi.
"masa sih? berarti bang Celvin tidak becus ya? ". sambar Anna.
"bukan begitu sayang". elak Adi.
"iya aku tau, asal kamu tau saja Hubby..! Kak Intan sudah banyak keguguran padahal dia sudah berhati-hati tapi saat anak ini mungkin selamat karna ritual keluarga Wijaya, nama nya saja musibah tidak ada yang tau kan? bang Celvin juga tidak bisa disalahkan jika sudah takdir yang berkehendak". jawab Anna.
Adi mengangguk, "kamu lebih pintar dariku karna kamu seorang dokter sayang".
Anna tersenyum manis, "aku memang dokter yang sangat pintar, semua orang mengenalku sebagai dokter pemberani".
"iya, oh ya? aku dengar Sarla ikut kelas tarian balet dan dia juga seorang dokter cilik". kata Adi sambil tersenyum mengecup punggung tangan Anna.
"benarkah? ". tanya Anna berbinar.
"iya, dia ingin melakukan banyak hal". jawab Adi.
"dari mana kamu tau By?". tanya Anna
"Tuan Damanik menghubungiku 2 hari yang lalu di kantor". jawab Adi.
Anna mengangguk, "aku bahagia tanganku bisa menyelamatkan pitas suaranya".
"kamu hebat sayang". puji Adi.
Anna tersenyum bahagia, Anna merasa karirnya menjadi dokter telah memuaskan dengan pasien terakhirnya adalah Sarla.
.
2 bulan kemudian, Mansion Anna.
Anna terkejut mendengar kabar dari Pengawal bahwa Mia datang ke Mansionnya.
"ya sudah suruh dia masuk! ". pinta Anna.
Pengawalpun dengan cepat berpamitan dan mengizinkan Mia masuk ke Mansion,
"kenapa dia datang lagi Nona? ". tanya Linda dengan kesal.
"aku rasa mereka sudah berubah". jawab Anna tersenyum lebar.
"siapa mereka yang berubah Nona? ". tanya Linda penasaran.
__ADS_1
"Tante Sartika dan Mia". jawab Anna.
Linda mengerutkan keningnya karna Ia tidak tau Anna meminta Adi menyelesaikan masalah dengan cepat, yaitu dengan cara Anna tanpa harus menghabisi.
Mia tiba di Ruangan tamu dan Anna tersenyum lebar sudah menunggunya.
"bagaimana kabarmu Mia? ". tanya Anna dengan ramah.
"aku baik-baik saja Anna, a.. aku mau minta nomor rekeningmu karna aku akan pulangkan semua uangmu". jawab Mia.
"pulangkan? bagaimana? ". tanya Anna tidak mengerti
"aku menjual semua barang mahal yang pernah aku minta padamu". jawab Mia.
"apaa?? kamu juga menjual semuanya? terus kamu tinggal dimana? ". tanya Anna mendekati Mia sambil memegang perutnya.
"aku sudah sewa Apartemen baru di Indonesia, aku akan tinggal disini saja". jawab Mia sambil tersenyum.
"benarkah?". tanya Anna bahagia.
"kalau begitu aku minta nomor rekeningmu". pinta Mia.
"tapi aku tidak maksud menyombongkan diri padamu Mia, uang pemberian suamiku sangat banyak belum lagi uang dari gajiku sebagai dokter, kemarin saat aku mengoperasi Sarla Tuan Damanik memasukkan uang ke Rekeningku 5 M, aku tidak bisa mengembalikannya, dia terus saja mengoceh penuh drama lalu Istrinya memberiku berlian mahal".
"lalu? ". tanya Mia tidak mengerti.
"aku tidak bisa terima uangmu itu, aku minta kamu jadikan usaha saja ya? entah kamu buat toko kue, supermarket, atau apalah yang bisa berguna untukmu". jelas Anna.
"buka usaha aja ya? siapa tau uang itu untuk pernikahanmu sama Pria Indonesia nanti". goda Anna.
"siapa yang mau denganku Anna? aku tidak kaya lagi, aku suka dengan keadaan sederhana dan lebih menyenangkan saat bekerja". jawab Mia.
"bagaimana dengan keadaan Tante Sartika? ". tanya Anna penasaran.
Mia diam, "aku tidak mau memaafkannya".
Anna menghela nafas panjang, "kamu tau kenapa dia adalah Tante kesayanganku? ".
"ke.. kenapa? ". tanya Mia.
"karna dia tidak pernah minta apapun padaku, kalau dia meminta sesuatu pasti untukmu, semua untukmu". jelas Anna.
"masa sih? ". Mia seakan tidak percaya.
"Tante Sartika memang keterlaluan karna berselingkuh darimu tapi Pria bernama Brian itu penipu ulung, kalian bukan korban pertama sudah banyak janda yang punya anak perempuan menjadi korban dan kebanyakan Ibu dari perempuan bunuh diri karna tidak sanggup dijauhi anak sendiri". jelas Anna.
"bunuh diri? kami bukan yang pertama?". beo Mia tak percaya.
"jangan percaya dengan muka polos orang lain Mia, kamu lebih baik menikah dengan Pria dingin dan sombong serta angkuh daripada harus menikah dengan Pria polos yang hanya sebagai topeng". Anna.
Anna menjelaskan dengan sederhana ke Mia, Mia tidak menyangka Anna menyimpan rasa iri padanya karna memiliki Ibu padahal selama ini Mia selalu Iri dengan Anna yang punya banyak uang hingga bisa beli apapun yang diinginkan.
__ADS_1
Anna mengajari Mia supaya Mia mau memaafkan Sartika dan hidup berdua bahagia tak lupa Anna mengajak Mia makan siang bersama di Mansion Anna.
.
"apa menurut Nona dia mau mendengarkan Nona?". tanya Linda ke Anna.
Anna melambai ke Mia yang diantar ke Bandara oleh supirnya.
"iya..! apa kamu tidak lihat matanya terlihat tulus? penghianatan orang tercintanya membuat mata hatinya terbuka, aku senang saat Hubby membongkar kejahatan Tante Sartika dengan Brian sampai Mia tersakiti dan berubah". senyum bahagia Anna.
"semoga saja Nona, mari kita masuk Nona! ". ajak Linda.
Anna dibawa masuk ke Mansion oleh Linda dan Leonard menatap cucunya dengan serius, Linda pun pamit memberi waktu Anna dengan Leonard berbicara.
.
di sofa,
"jadi dia datang karna ingin mengembalikan uangmu cucuku? ". tanya Leonard tak percaya kedua wanita haus harta itu berubah.
"apa yang terjadi dengan mereka nak? ". tanya Leonard.
"Hubby membongkar perselingkuhan Brian dengan Tante Sartika, Kek". jawab Anna.
"selingkuh? Brian sekecil itu dengan Sartika? ". tanya Leonard makin tidak percaya kebenaran itu.
"iya Kek..! mereka berselingkuh dan Brian itu memang keliatan polos tapi dia penipu ulung". jawab Anna dengan kesal.
mendengar cerita Anna membuat Leonard mengerti bahwa Anna sangat mirip dengan Nana yaitu menyadarkan orang jahat tidak harus membunuh, sebelum bertemu Nana, Leonard selalu menghabisi orang yang mendekati Cucunya atau bahkan memanfaatkannya.
.
Anna tersenyum lebar berjalan ke arah Ruangan Kerja Adi dan hendak menyapa suaminya dengan ceria tapi melihat Adi tertidur di meja kerja membuatnya terdiam.
"pasti Pak Su lelah". gumam Anna lalu tersenyum cerah.
Anna kembali ke Dapur lalu membuatkan makanan enak untuk Suaminya, dan tak lupa Ia membuatkan susu jahe.
"Nona saya mohon berhentilah bekerja, nanti Tuan bisa marah". bujuk Linda sudah yang kesekian kalinya tapi Nona nya itu tetap saja keras kepala memasak untuk Adi.
"dia kelelahan karna kerja Linda, aku mau memasak untuknya, lagian kata guru senamku kalau banyak bergerak itu sangat bagus". jawab Anna dengan senyuman.
"tapi Tuan kan sudah bilang kalau Tuan bukan Bayi yang harus di urus Nona, nanti kalau Nona terkena pisau atau minyak bagaimana?? ". omel Linda.
"diamlah..! kamu makin bawel aja Lin". kesal Anna.
.
.
.
__ADS_1