
.
.
.
setelah puas bermain dengan Baby Kembar, jelang malam harinya mereka kembali ke Mansion Anna.
"terimakasih Hubby...! aku senang menghabiskan waktu dengan mereka". ucap Anna dengan tulus.
Adi tersenyum mengelus kepala Anna, "aku sudah memberi hadiah pernikahan yang indah untukmu kan sayang?".
Anna mengangguk-ngangguk setuju sebab sang suami memberi nya hadiah yang sangat menyenangkan hatinya,
"Linda". panggil Adi.
"iya Tuan". jawab Linda dengan kaget.
Linda sejak tadi kan diabaikan tiba-tiba dipanggil tentu saja Ia kaget.
"aku mau kau pulang duluan, karna aku akan membawa Istriku ke suatu tempat". titah Adi.
Anna mengerjabkan matanya menatap Adi yang tersenyum, sementara Linda tanpa berpikir lagi langsung menuruti kemauan Adi, yang pasti Adi membawa Anna ke tempat Romantis jadi Linda tidak mau jadi obat nyamuk lebih baik Ia pulang saja.
Anna melihat Linda sudah turun dan naik taksi untuk pulang ke Mansion, Anna menoleh ke Adi dan bertanya :"mau bawa aku kemana Hubby?".
"aku menyiapkan hadiah spesial kedua untuk Istriku ini". jawab Adi tersenyum tampan.
"tapi hadiahmu tadi sudah sangat berharga bagiku". bela Anna.
Adi menggeleng kepalanya, "aku tau Kak Nana sangat berharga bagimu sayang, tapi aku juga ingin menjadi orang kedua yang berharga bagimu sayang".
"iya kamu memang berharga dihatiku suamiku, kamu Pria yang aku cintai". jawab Anna dengan serius sebab Adi memang berharga baginya.
Adi mengulum senyum tampannya, "untuk itu aku mau kamu harus menghabiskan waktu denganku sayang".
Anna pun tak lagi mengelak, Ia pasrah kemana suaminya membawanya pergi walau ke kuburan untuk bermesraan disana sekalipun.
.
.
__ADS_1
Adi membawa Anna dengan kursi roda ke Restaurant mewah, sepertinya Romantisnya malam yang gagal itu dilimpahkan di hari pernikahan mereka.
"kenapa harus di tutup?". protes Anna saat Adi menutupi matanya dengan tangan kekar Adi.
"sebentar sayang..! aku ingin membuatnya terhura eh.. bukan terharu". jawab Adi yang masih diselingi dengan candaan.
Anna tertawa pelan, "ya udah..! kalau ada lubang didepan aku tidak tau nih.! matamu Hubby mataku sekarang".
"iya sayang, aku adalah matamu". bisik Adi yang sangat suka kata-kata Anna.
"kenapa berbisik?". tanya Anna menoleh kesamping tapi matanya masih di tutup oleh Adi.
"karna kata-kata Istriku tadi membuat jantungku berdebar kencang". jawab Adi membuat Anna tersenyum lalu memukul lengan suaminya itu.
Anna tersenyum misterius, lalu wajahnya ditutup Adi berubah serius.
"tolong jangan menggodaku lagi ya? aku sudah menikah dan akan punya anak". tegur Anna mengelus perut besarnya seolah Adi adalah Pria asing membuat Pria berlesung pipi itu tertawa lepas.
"kenapa tertawa? apa matamu buta tidak melihat perutku seperti ini karna ulah suamiku itu ha?". omel Anna yang tiba-tiba iseng ingin membuat drama dengan bertengkar dengan lelaki asing saja.
"aku mau jadi Pria yang kedua untukmu wanitaku". bisik Adi.
Anna memukul lengan Adi lagi, "maaf ya Tuan, suamiku sangat kejam dan aku adalah wanita baik hati, setia, jadi aku minta kamu buang saja perasaanmu itu jauh-jauh".
Pelayan membuka Ruangan yang sudah di tata oleh orang bayarannya, sebab tadi Adi menghabiskan waktu dengan Anna bersama keluarga Nana tidak mungkin Adi keluar dari Mansion itu, jika di tata semalam maka bunga-bunga itu akan layu.
"kejutanku sayang...!". ucap Adi sambil melepaskan tangannya dari mata Anna.
Anna perlahan membuka matanya dan tercengang melihat pemandangan indah itu,
di kaki Anna ada kelopak Bunga yang membentuk tanda hati, juga ukiran indah tertera tanggal malam ini adalah hari spesial pernikahan mereka yang pertama.
"Hubby?". Anna memutar kepalanya ke Adi dengan mata berkaca-kaca haru.
Adi mengecup lama kening Anna, "aku juga bahagia sayang, kita makan ya?".
Adi tau Anna bahagia, itu sebabnya Ia juga mengatakan bahwa dirinya bahagia melihat Anna yang bahagia.
Anna mengangguk-ngangguk dengan senyuman, Adi mengambil rangkaian Bunga yang ia letakkan di kursi lalu diberikan ke Anna dan tangannya memindahkan kursi itu, Ia mendorong kursi Roda Anna merapat ke meja makan, Anna tersenyum manis melihat ke arah Adi yang duduk tepat disampingnya.
__ADS_1
"makan yang banyak ya?". bisik Adi membuat Anna tersenyum lebar mencium aroma bunga yang diberikan sang suami.
mereka menghabiskan waktu dengan canda tawa lalu pulang larut malam di Mansion Anna,
"ganti bajumu terus kita tidur aja sayang". ajak Adi mengelus kepala Anna.
Anna mengangguk dengan senyuman lalu menatap kepergian Adi yang keluar dari ruangan gantinya, Ia menarik laci lemari yang berisi banyak pakaian yang dibelikan oleh sang suami.
Anna menatap lama kumpulan pakaian itu lalu menghela nafas,
"Anna..? kamu harus menyenangkannya ya? suamimu sudah memberimu hadiah yang berharga, dia bahkan tidak memintamu untuk melayaninya di hari pernikahannya sementara dia selalu memikirkan perasaanmu". oceh Anna pada diri sendiri.
Anna mencari pakaian yang menggelikan itu dan memilihnya 1 berwarna merah muda, Ia memaksa diri memakainya untuk diperlihatkan pada suaminya.
"aaiih..! kenapa harus ada pakaian seperti ini sih? apa mereka tidak berpikir ini tidak layak untuk dijual? aku tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh orang yang punya ide ini saat mereka membuat pakaian seperti ini". gerutu Anna melihat penampilan dirinya didepan cermin ruang gantinya.
Anna menoleh kesamping saat mendengar suaminya memanggilnya dan bertanya apakah dirinya sedang kesulitan sehingga lama keluar.
"tidak By..? aku udah siap kok". sahut Anna.
.
Adi kembali memainkan ponselnya lalu mendengar suara derit pintu yang menandakan Istrinya sudah keluar dari kamar ganti,
"ada apa sayang..? ken..?". tanya Adi tak jadi melanjutkan kata-katanya malah meletakkan ponselnya dan menaik-turunkan pandangan melihat sang Istri sebab Ia sangat terpesona dengan penampilan Anna.
"sayang.. kamu..?". Adi bangkit dari ranjang nya dan mendekati Anna.
Anna sampai tidak berani menatap mata suaminya, "b.. bukankah Hubby mau melihatku memakai ini? ak.. aku sudah memakainya di hari pernikahan kita".
Adi tersenyum lebar, "terimakasih sayang..! kamu jauh lebih seksi dari pada tidak memakai baju".
Anna semakin malu saja, "bukankah sama saja, hanya jaring-jaring ikan ini tidak akan menutup tubuhku".
Adi terkekeh, "aku jadi ingin memakanmu, huh..! tapi aku tidak mau egois pasti Istriku sedang lelah". keluh Adi berubah serius.
Anna mengelus rahang suaminya, "aku milikmu suamiku, miliki aku dan lakukan apa saja yang kamu mau, sebagai gantinya biarkan aku besok pagi tidur untuk mengganti jam tidurku malam ini".
Adi tersenyum lebar, "setuju". jawab Adi dengan semangat berkobar.
.
__ADS_1
.
.