
.
.
.
Anna tinggal di Rumah Sakit selama 1 minggu penuh, Adi bolak-balik ke Rumah Sakit dan tempat kerja membawa makanan untuk Istrinya.
untuk saat ini belum ada yang tau Anna sedang hamil, mereka ingin memberi kabar bahagia itu pada Leonard yang pasti merasa paling bahagia diantara mereka.
Anna kaget saat seorang wanita cantik memiliki kecantikan khas Rusia memberikan susu kotak tapi harganya sangat mahal dibanding susu kotak lainnya.
"apa ini? ". tanya Anna dalam bahasa Rusia.
Anna bisa bahasa Rusia tapi belum menguasai 100%,
"itu sebagai hadiah kecil untukmu, terimakasih sudah memberi kehidupan untuk putri kecilku". ucap wanita itu menangkupkan kedua tangannya dengan pandangan mata terlihat berkaca-kaca.
Anna tidak terlalu faham tapi Anna tau sedikit bahwa Wanita ini tengah mengucapkan terimakasih padanya.
"sama-sama, Putri kecilmu belum boleh berbicara selama 1 bulan, aku akan memberinya obat kalau obatnya sudah habis dia harus menemuiku lagi, jika aku sudah melihat keadaannya membaik maka kalian boleh mengajaknya berbicara". Anna menjawab dalam bahasa Inggris.
Wanita itu terlihat tidak mengerti lalu Samta menerjemaahkan perkataan Anna tadi ke dalam bahasa mereka.
setelah mendengar perkataan Samta, Istri Tuan Damanik itu memeluk Anna yang lumayan kaget tapi membalas pelukan wanita cantik itu.
hubungan mereka semakin membaik, terutama Damanik menawarkan kerja sama lagi pada Adi namun Adi menolak dengan sopan sebab Istrinya menolong bukan karna Project itu melainkan hati Istrinya memang baik, Damanik kembali menawarkannya karna Ia sendiri tidak menyerah sebab Ia tidak akan tenang jika Adi menolak kerja samanya.
Adi merasa beruntung akhir-akhir ini, Istrinya sedang hamil dan kerja sama yang Ia impikan berhasil digenggam olehnya.
di Perusahaan Asia Group,
"dimana kalian bertemu Di? bagaimana kau bisa membuatnya meminta kerja sama padamu? kemana kau selama ini? ". cecar Radit.
Adi mengulas senyum, "Anna, dialah yang membuat Pria itu memohon kerja sama padaku padahal sebelumnya dia sempat menolakku".
"ada apa sebenarnya diantara kisah kalian? dulu bukannya Kak Nana juga membuat malu Kakek Leonard? dan sekarang Cucu Kakek Leonard membuat seorang Damanik tunduk padamu? apa semua memang turun temurun? ". omel Radit.
Radit tau cerita itu dari Caca yang sedang bersama Maminya.
__ADS_1
"diamlah, kau fikirkan saja Istrimu itu". ketus Adi.
Radit mendengus, "dia merebut Mamiku".
Adi tergelak, "wajar saja Mamimu menyayangi Caca, apa kau tidak tau kalau Anna, Caca dan Sekar itu adalah menantu impian ibu mertua di seluruh Indonesia ini heh? ".
Radit diam sambil membuang muka, "aku tidak peduli, gara-gara minuman itu aku merusak semuanya.. sial.. kenapa bukan kau saja yang minum heh?? hidupku jadi kacau karna minuman sinting itu".
Adi tertawa keras tapi Radit malah pergi karna malas menanggapi tawa Adi yang terlalu bahagia itu menghina nya.
"mungkin itu lah cara Tuhan memberimu jodoh, dasar bodoh..! ". ejek Adi lalu kembali tertawa.
masalah Radit dengan Caca sudah pasti hanya kasih sayang Ibu mertua saja, Caca yang begitu disayang oleh Mami Radit sementara Radit yang anak Mami tidak terima kasih sayang Maminya terpecah 2.
.
di Rumah Sakit,
Anna mengizinkan Sarla pulang dan tidak lupa mengomeli Pasiennya itu untuk jangan lupa meminum obat, Sarla tersenyum dan menggunakan bahasa Isyarat bahwa Ia sangat berterimakasih padanya.
Anna yang gemas mengecup lama kening Sarla, lalu kembali menggunakan bahasa Isyarat Sarla tidak boleh berbicara sebab pitas suara Sarla belum sempurna dan Anna tidak mau Sarla kembali tidak bisa bersuara jika pitas suaranya kembali rusak, sekali lagi Sarla mengangguk dan akan melakukan apapun perkataan Anna.
"Samta kamu harus menjaga adikmu ya? jangan sampai dia bersuara karna itu semua demi kebaikan Sarla". peringatan Anna mengelus kepala Samta.
"iya Kakak dokter, saya akan memastikan adik saya tidak akan mengeluarkan suara walau hanya A saja". jawab Samta dan hal itu membuat Anna tertawa.
Anna berbicara pada Ibunya Samta dan Sarla, Samta menerjemahkannya, tak lupa Damanik mengucapkan terimakasih pada Anna.
.
Keluarga Damanik kembali ke Rusia hari itu juga, Sarla akan menepati janjinya pada Anna tidak akan mengeluarkan suara sampai obatnya habis lalu kembali pada Anna untuk diperiksa kondisinya, Ia dengan sabar menunggu sampai Ia bisa menjerit dan memekik karna selama ini Ia iri dengan orang yang bisa berbicara namun tidak diberitau pada kedua orangtuanya yang pasti semakin sedih, padahal mereka sudah berusaha mengobati Sarla kemana-mana.
Anna mengerutkan keningnya melihat banyak orang menatapnya dan mereka terlihat mengagumi Anna tapi Anna tidak tau penyebabnya, Ia mengabaikannya dan pergi ke Ruangan kerjanya dulu lalu berkemas.
tok tok..
"siapa..? ". tanya Anna.
ceklek..!
__ADS_1
"eeh.. suster, ada apa? ". tanya Anna.
"Direktur Joy memanggil Dokter Anna". jawab Suster dengan sopan sambil tersenyum ramah lalu keluar dari Ruangan Anna.
"ada apa dengannya? bukankah kami sudah sepakat aku kerja hanya untuk Sarla? kalau Sarla sudah pulang aku ya harus pulang, aku juga tidak sabar mengabari kakek". gumam Anna.
Anna menggeleng kepalanya, Ia memilih langsung pulang tidak menemui Direktur Joy sebab Ia malas menemui Pria yang tidak adil itu,
Anna bisa saja membangun Rumah Sakit tapi Anna seorang wanita yang kodratnya sebagai seorang Ibu, Ia tidak mau anaknya kekurangan kasih sayang karna dirinya sibuk di dunia pekerjaan, semua itu Anna lakukan karna Ren dan Rose menjadi pribadi yang sangat baik, itu semua hasil didikan Nana yang memprioritaskan anak dibanding karir.
Anna diantar oleh Pengawal bayangannya pulang ke Mansion, setibanya di Mansion senyum bahagia Anna langsung buyar melihat Mia bersama Brian ada di Mansion Anna sedang bersama Leonard.
"Kakek? ". sapa Anna.
"Anna? ". sapa Mia tersenyum lebar.
"mau apa? minta 5 M lagi? Kakekku tidak akan memberikanmu uang". ketus Anna.
Leonard terkekeh sementara Mia memerah dan Brian diam saja sambil menatap takjub Anna yang tidak berdandan masih sangat cantik, Ia ingin bertanya apakah mata Anna asli tapi tidak berani bertanya pada Anna didepan Leonard.
"Kakek Anna ada kabar baik". kata Anna dengan senyum cerahnya.
"kabar baik apa cucuku? bagi Kakekmu ini tidak ada kabar sebaik Kakek mendapatkan Cicit". jawab Leonard.
"Kakek, di perutku ini masih calon cicit untuk Kakek". jawab Anna tersenyum manis.
"Calon Cicit? ". beo Leonard seketika menoleh ke Anna lalu melihat perut Anna.
"kamu lagi hamil sayang? ". tanya Leonard berdiri dan melangkah lebar mendekati Anna.
"Iya Kek..! aku hamil dan kami sudah periksa". jawab Anna tersenyum bahagia.
Leonard bersorak gembira seolah dirinya itu seorang Ayah padahal Ia akan menjadi Eyang.
.
.
.
__ADS_1