Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
takut


__ADS_3

.


.


.


keesokan harinya


di Mansion Anna, malam hari.


Adi melaporkan semua kejadian yang ada di Perusahaan Asia Group pada Leonard, membuat Leonard tersenyum tulus.


"kenapa menceritakannya pada Kakek nak? Kakek percaya pada penilaianmu". Leonard mengelus kepala Adi yang tengah duduk dibawah memijit kakinya.


Adi tersenyum hangat ke Leonard, "semua yang bersangkutan dengan Anna harus dilaporkan, terimakasih Kakek sudah menjaga Anna selama ini".


Leonard terkekeh, "kalau begitu beri kakek hadiah cicit hmm? apa kalian tidak juga berhubungan? ".


Adi mengulum senyum manisnya, "Anna belum siap Kek, Adi tidak mungkin melakukannya saat tubuhnya masih kaku Adi peluk dan cium".


"loh..? bukankah kamu bisa membuatnya terangs*ng terlebih dahulu? jangan langsung begitu, dulu saat Kakek menyentuh neneknya Anna juga begitu, dia pemalu dan banyak bicara tapi Kakek sangat mencintainya". Leonard menceritakan sosok wanita yang menjadi raja dihatinya walau sudah tiada sekalipun.


"maafkan Adi selalu mengorek luka lama Kakek". ucap Adi merasa bersalah melihat Leonard kembali sedih.


Leonard menggeleng kepalanya, "mereka bukan luka lama nak..! tapi kenangan lama".


Adi mengangguk, "Adi bahkan tidak punya kenangan lama yang berhasil membuat Adi senang, Adi hanya ingat kesedihan saat Mama Adi meninggal di Rumah Sakit karna terlalu banyak menghirup asap". lirih Adi.


"bukankah kamu diberi hadiah Anna hmm? kamu sudah beruntung menjadi pilihan pertama Anna nak..? Anna tidak pernah percaya pada Pria manapun tapi saat dia membawamu pada Kakek, hati Kakek langsung menyukaimu apalagi caramu menatap Anna". Leonard.


"tapi Kakek sudah mencari tau tentangku kan? ". tanya Adi menahan senyum menghapus air matanya yang menetes tanpa seizinnya.


"tentu saja". jawab Leonard dengan bangga.

__ADS_1


"itu Anna pulang". Adi tersenyum lebar mendengar suara mobil khas Anna.


"pergilah..! tanyakan padanya mau makan apa? Anna suka dimanja tapi jangan katakan dia gadis manja, kamu bisa kena getahnya". kata Leonard dengan serius.


Adi tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya lalu pamit pergi dari Leonard,


"anak itu benar-benar hebat..! bagaimana bisa Anna mendapatkan laki-laki spesial sepertinya? tidak peduli dia psikopat sekalipun tapi Cinta nya yang terbaik untuk Anna". gumam Leonard.


Anna berjalan lemah sambil memikirkan kata-kata Nian yang berani mendatangi tempat kerjanya, Ia tidak menyangka Nian bertingkah seolah Anna adalah gadis yang menumpang hidup dengannya padahal yang parasit selama ini adalah Nian.


Anna yang memiliki harta kekayaan Asia Group tidak pernah mengorek uang Perusahaan sampai triliunan malah terakhir Anna mengambil blackcard pemberian Kakeknya untuk menolong Adi, Anna suka shopping tapi tidak terlalu boros seperti Nian yang hampir setiap hari, bahkan Anna yang dikatakan Tuan Putri punya penghasilan yang sangat besar dari pekerjaannya kini seorang dokter bedah terbaik.


"Anna? ". Adi memegang pinggang Anna yang terus saja berjalan tidak mendengar atau melihat sang suami.


Anna tersentak langsung melihat kanan dan kiri ternyata ada Adi yang tengah khawatir melihatnya.


"ada masalah apa? katakan padaku !". pinta Adi dengan serius.


Anna melihat perutnya yang berbunyi, Adi menghela nafas lalu menggendong Anna membawa Istrinya itu ke dapur dan mendudukkan Anna di meja sementara Adi memasak makanan sederhana yang cepat dimasak untuk mengisi perut Anna yang minta diberi jatah makan.


Adi menatap manik mata biru Anna yang seperti menyimpan rasa takut yang besar.


"katakan padaku Anna..! apa yang terjadi? kenapa kamu seperti cangkang kosong? kemana wajah cerah dan ceriamu? ". tanya Adi.


"huuh...!! tadi Nian mendatangiku dan mengatakan aku pembawa sial, dia bilang untuk menjaga serta mengawasimu yang hanya tau cara bertindak semena-mena, entah dimata otaknya berani berbicara padaku. bodohnya aku tidak bisa melawan karna dia datang ke tempat kerjaku dan mengatakannya didepan rekan dokter, suster dan Pasien yang sedang menungguku..! aku tidak mungkin berteriak didepan mereka semua". Anna berkata sambil memijit pelipisnya.


Adi tetap tenang mendengarkan Anna sampai selesai bercerita tapi jujur hatinya sudah terbakar juga tangannya sudah mengepal kuat, sepertinya sentilan yang Ia berikan tidak membuat mereka jerah malah menyalahkan Istrinya yang pembawa sial.


"apa kamu juga menganggapku anak pembawa sial Adi? aku membuat kedua orangtuaku meninggal dalam kecelakaan". tanya Anna ke Adi dengan mata berkaca-kaca.


Adi membuang muka karna tidak sanggup melihat wajah Anna yang menyimpan rasa luka yang dalam. Adi berdiri tegak mendekati Anna menggendong Anna yang melingkarkan tangannya dileher Adi, Ia tidak berbicara lagi, bola mata birunya melihat wajah Adi yang tampak seksi dengan wajah datarnya itu.


tangan Anna malah meraba jakun Adi, "aku harap kamu tidak menganggapku pembawa sial Adi..! aku sahabat baikmu kan? tapi aku malah membawamu dalam masalahku".

__ADS_1


"Ya Ampun...! kenapa mereka semakin romantis sih?? apa mereka lupa kalau disini ada 2 anak gadis yang belum menikah, mereka membuatku iri saja". gemas Sekar


Caca yang ikutan mengintip dengan Sekar pun tersenyum kecil, "sepertinya kita akan punya keponakan kecil".


Sekar tertawa cekikikan, "semoga saja !".


"Anna udah keliatan sayang sama Adi ya? kayaknya dia takut Adi juga dalam bahaya karnanya". Sekar seketika berubah murung mendengar perkataan Anna tadi.


Caca menghela nafas panjang, "Adi sangat hebat..! tidak masalah jika dia membunuh orang demi menjaga keselamatannya supaya tetap bersama Anna..! menurutku menjadi suami Anna harus kuat dan kejam karna yang mengelilingi Anna bukan manusia melainkan iblis berkedok manusia".


"iya..! dia sangat tegas dan kejam saat membela Anna tanpa peduli reputasi orang". Sekar mengakui kehebatan Adi.


Adi langsung menyerang orang yang berani menodongkan senjata pada Istrinya (main-main), hebatnya Adi bisa menjatuhkan mereka dan membalikkan situasi sampai orang itu bunuh diri karna Adi padahal jika mereka tau kebenaran pasti syok sekali mereka.


Sekar dan Caca sibuk memikirkan masalah Anna semoga saja Adi bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya yang akan datang, Anna dilindungi itu wajar tapi Adi pasti tidak mau diberi pengawal karna harga dirinya sebagai laki-laki akan tercoreng.


Adi meletakkan Anna di atas Ranjang lalu Adi berpindah dengan posisi berjongkok keren di hadapan Anna, Ia menyentuh tangan Anna dan menggenggamnya, tatapannya begitu lembut saat mendongak menatap mata gadis yang diam-diam Ia cintai.


"Anna? kamu tidak pembawa sial..! manusia yang serakah itu lah yang seharusnya kamu salahkan, orangtuamu meninggal karna tahta yang dimiliki keluargamu, percayalah kamu bukan gadis pembawa sial sayang". Adi berbicara dengan nada serius.


"tapi aku takut kamu akan mengalami hal yang sama dengan alm. Papa serta Mamaku". Anna perlahan melepaskan sebelah tangannya memegang dan mengelus rahang kokoh Adi.


"tidak akan sayang..! aku berjanji akan melindungi diriku dengan baik, aku tidak akan membuatmu menangis, percayalah padaku". Adi menyentuh punggung tangan Anna yang meraba rahangnya Ia mengecup lama telapak tangan Anna.


.


.


.


Nae meleleh...!! wkwk..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2