
.
.
.
didepan mobil.
"Hubby??". rengek Anna bergelayut manja di samping Adi.
"hmm?". jawab Adi dengan cuek.
"Hubby ngambek nih? ayo kita pulang...! aku lapar, tadi cuma makan sandwich doang". rengek Anna memelas.
Adi mengangguk mengantarkan Istrinya masuk mobil, walau Ia ngambek tapi tidak mengurangi rasa perhatiannya pada Istrinya tetap membelikan makanan supaya Istrinya kenyang tidak lapar lagi.
"Hubby udah makan?". tanya Anna dengan tampang lucunya disamping Adi.
Adi terlihat cuek saja malah membuang muka hingga Anna mengerucutkan bibirnya, Anna tau Adi masih ngambek karna dirinya berbuat kesalahan melupakan waktu, pasti Adi kerepotan mengurus anak-anaknya seorang diri dari tadi siang.
Anna teringat perkataan para model dan Artis yang ada dibelakangnya saat berada di acara bergengsi ternama, Anna beruntung punya suami Kaya, Tampan, Sabar seperti Adi.
"aku baru sadar kalau suamiku jauh lebih baik dari perkataan mereka semua". batin Anna tersenyum menatap suaminya yang cuek.
Anna jadi berjanji dalam hati akan bersikap lebih dewasa lagi, Ia juga tidak akan mendiami sang suami jika ada salah.
"Hubby??". rengek Anna.
Adi melirik sekilas, Ia melihat pipi Anna yang belepotan dengan raut wajah menggemaskannya itu membuat Adi luluh, Ia tidak menghentikan mobilnya hanya mengelap pipi Anna dengan tisu tanpa menoleh tapi gerakannya tidak kasar itu membuat Anna senang.
Adi pura-pura masih marah pada Istrinya dengan bertingkah cuek, Anna masih belum menyerah menggoda suaminya yang jutek-jutek perhatian itu.
sesampainya di Mansion,
"dimana anak-anak Kek?". tanya Anna celingukan.
"mereka sudah tidur, suamimu yang mengurus mereka". jawab Leonard membuat Anna merasa gemas saja dengan tingkah suaminya yang sangat sempurna bisa menggantikan posisinya sebagai seorang Ibu.
Adi masih terlihat cuek berjalan memasuki Lift meninggalkan Istrinya diruangan tamu bersama Leonard.
"Kakek?". rengek Anna mendekati Leonard lalu memeluk Leonard dengan manja.
Leonard terkekeh mengelus kepala Anna, "Kakek tidak bisa membantumu nak..! kamu harus pandai menggodanya, kan Kakek sudah bilang tidak semua Pria itu Peka dan Sabar seperti suamimu".
__ADS_1
Anna mengerucutkan bibirnya, "dia sangat baik Kek..! Anna tau itu".
"tentu saja..! Kakek sampai bangga dengan Cucu Kakek bisa membuat Pria seperti Adi itu begitu tunduk pada Cucuku, berkali-kali Cucuku bertingkah tapi dia tetap sabar dan bisa melakukan semua tugasmu dengan baik tanpa mengeluh". jelas Leonard.
"itu sebabnya Anna sangat mencintainya Kek". ucap Anna dengan senyuman bahagianya.
"Kakek tau, sejak kamu memutuskan mundur dari karirmu saat menjadi Dokter, disana Kakek tau betapa berharganya Adi bagimu nak". jawab Leonard.
Anna tersenyum bahagia, "sekarang Anna tidak pernah menyesali keputusan Anna saat itu Kek..! Adi banyak kekurangan tapi Anna juga lebih banyak Kekurangan, dia bisa melengkapi semua itu sehingga menjadi Pria yang sempurna bagi Anna".
"tidak ada Pria sempurna itu nak, hanya wanita saja yang ingin punya Pria sempurna, sebenarnya Pria sempurna dipandang orang itu juga punya kekurangan, dan orang yang paling dekat dengan Pria sempurna itulah yang paling mengerti kekurangannya". jelas Leonard.
"Kakek benar..!" Anna tersenyum cerah.
Perempuan memang ingin punya Pria Sempurna tapi Realitanya tidak ada yang namanya Pria Sempurna pasti ada saja kekurangannya, Adi yang dinilai sempurna oleh perempuan lain nyatanya masih bisa membuat Anna kesal dengan tingkahnya yang sesekali melupakan Anna seorang dokter, atau kesalahan lainnya yang membuat Anna malas menegur sang suami sehingga sifat Anna dikatakan anak-anak.
jujur saja Anna juga masih dalam tahap belajar, walaupun umur pernikahannya dengan Adi sudah 5 tahunan tapi mereka belum puas belajar saling memahami satu sama lain, mempertahankan pernikahan itu tidak mudah, dalam Rumah Tangga pertengkaran hal yang biasa, tapi cara Pasangan Suami-Istri mengatasi masalah dalam Rumah Tangga itu demi buah hati untuk membentuk Keluarga Sempurna ditengah kekurangan masing-masing baru bisa dikatakan Sempurna.
"pergilah..! hibur suamimu itu". kekeh Leonard.
"siap Kek". jawab Anna lalu tertawa riang berlari meninggalkan Leonard.
Leonard menatap ke langit-langit Mansionnya, Ia berbicara pada kedua Orangtua Anna bahwa saat Ini Anna sudah menikah punya anak dan sangat bahagia dengan suami yang sangat mencintai Anna melebihi dirinya sendiri.
.
"menggoda suami ngambek harus menyerang kelemahannya, aku harus jadi perempuan Liar malam ini untuknya". gumam Anna tersenyum lebar.
Anna memakai Lingerie pemberian suaminya, punya suami mesum sangat mudah diatasi kalau sedang ngambek.
.
"apa yang dia lakukan?". gumam Adi memicingkan matanya melihat ke arah Ruangan Ganti mereka.
"aku tidak akan tergoda". gumam Adi lagi penuh keyakinan.
Adi kembali memainkan ponselnya, sementara Anna masih sibuk berdandan di Ruangan Gantinya itu.
pintu Ruangan ganti terbuka, Adi terlihat enggan melihat ke arah sana.
"Hubby?". panggil Anna dengan nada mendayu pelan.
glek...!
__ADS_1
Adi merasa ada yang aneh disini, perlahan matanya melihat ke arah Anna seketika matanya melebar melihat pemandangan indah itu.
Anna tersenyum manis lalu berpose seksi karna berhasil membuat suami mesumnya itu memandangnya.
"aku sangat seksi kan?". tanya Anna dengan pose menggodanya seperti wanita nakal.
Adi malah mengangguk-nganggukkan kepala dengan raut wajah bodohnya itu.
Anna menggerakkan tangannya menari seperti wanita penghib*r saja, "tidak masalah menjadi seorang jal*ng pada suami sendiri". batin Anna terkikik dalam hati.
sungguh menyenangkan punya suami mesum, saat ngambek atau marah mudah sekali merayunya.
"Sayang?". Adi berdecak sebal karna mengakui kekalahannya tapi masih berusaha menahan diri.
Anna mendekati Adi lalu mendorong suaminya hingga terlentang di atas ranjangnya, Anna mengikat tangan Adi benar-benar membuat Adi begitu terpesona dengan sisi berbeda Istrinya yang sangat berani.
"kenapa tidak dari dulu saja dia begini?". batin Adi menelan salivanya.
Anna menci*mi wajah, leh*r sang suami dengan gerakan tangannya yang nakal tapi senyumnya merekah karna Adi benar-benar tergoda olehnya,
"aah?? aku lelah". kata Anna bangkit dari posisinya lalu hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Adi.
"mau kemana?". tanya Adi dengan wajah memerah.
"mau mandi". jawab Anna dengan polos.
Adi menarik tangan Anna dan kini berbalik posisi Adi menindih tubuh Anna.
"setelah memancingku mau pergi begitu saja? tidak bisa". kata Adi dengan tatapan penuh na*sunya itu.
Anna tersenyum lebar, "bukannya kamu lagi marah ya sama aku?". Anna memainkan jari telunjuknya di dada bidang suaminya.
Adi melenguh geram karna Istrinya sudah sangat pintar lalu Ia menahan tangan Anna, "sejak kapan kamu bisa sepintar ini sayang? sejak kapan jadi nakal hmm?". tanya Adi.
"sejak kamu marah padaku". jawab Anna melepaskan tangannya dan mengalungi leher Adi.
"aku kalah sayang". kata Adi dengan tampang memelasnya.
Anna menebarkan senyum bahagianya, "baiklah..! sebagai hukumanku, aku akan memuaskan Tuanku ini dengan sangat baik". kata Anna mengedipkan matanya dengan senyuman nakal andalannya.
Adi tak bisa berhenti memandang Istrinya itu yang semakin saja membuatnya menggila.
.
__ADS_1
.
.