
.
.
.
di Perusahaan Asia Group,
"kenapa kau melihatku seperti itu heh? ". tanya Adi dengan tatapan tajam ke Radit.
"apa vidio itu sengaja? ". tanya Radit memicing.
"Vidio apa yang kau maksud? bicara yang jelas, jangan menggantung cerita". ucap Adi.
"Vidio yang sedang tersebar lah, tentang kelebihan perhiasan di Toko emas berlian Mal ANA". jawab Radit.
"ohh..! aku itu tidak sengaja". jawab Adi dengan santai.
"sekarang Mal ANA kehabisan stok perhiasan, mereka sampai harus memesan banyak barang untuk pemesanan orang-orang yang menginginkan Perhiasan yang sama, Mal ANA sedang kebanjiran uang masuk". kata Radit.
"hmm..! baguslah, aku tidak perlu repot-repot menyewa model untuk mempromosikan perhiasan itu, kau beri saja bonus untuk para pelayan itu". titah Adi.
"aah.. iya.. lalu bagaimana Layla itu? kenapa dibiarkan keliaran? ". tanya Radit penasaran sebab tak biasanya Adi membiarkan mangsanya lepas.
"Anna memintaku untuk tidak mencari masalah dengan wanita, dia sendiri yang akan melawannya". jawab Adi tersenyum tampan.
Radit berubah datar, "lalu kekasihnya si Layla?". tanya Radit.
"hmm? biarkan saja, aku rasa dia cemburu berat padaku hanya karna kekasihnya mengincarku, aku mau lihat apa yang akan dia lakukan". jawab Adi dengan tenang.
Radit memutar bola matanya dengan malas, "hebat ya? dulu aja kalau bunuh orang main sat.. set.. sat.. set.. aja sekarang udah diperingati Nona Anna langsung nurut kayak kerbau dicucuk".
"diamlah..! kau pergilah! ". usir Adi.
Radit mendengus dan pergi dari Ruangan Adi, "dulu setiap kali aku memperingatinya tidak pernah mempan, giliran Nona Anna? ciih... perempuan terlalu mempesona ya? bisa membuat lelaki begitu patuh". oceh Radit.
Radit baru menyadari pertemanannya selama ini dengan Adi tidak ada apa-apanya dibanding Adi setelah menikah, Pria jika sudah menikah akan berubah 360°.
sementara di tempat lain,
"kenapa Ca? ". tanya Anna heran melihat raut wajah Caca menatap layar ponselnya sendiri.
"ini..! Layla namanya sudah tercoreng, dia akan diperhitungkan kalau tampil dimana-mana". jawab Caca menunjukkan layar ponselnya ke Anna.
__ADS_1
Anna tertawa kecil, "itu akibat menyerang keaslian perhiasan Mal ANA, kan dia jadi dalam masalah besar".
"bagaimana dengan film barunya sebagai dokter bedah seksi? apa di tunda? ". tanya Caca
"kok kamu tau? ". tanya Anna heran saat Caca bilang tentang film baru Layla.
"tentu saja aku tau, semua yang terjadi padamu aku tau Anna". jawab Caca sambil mengibaskan rambutnya dengan raut wajah sombong.
"palingan tanya sama pengawal aku kan? ". tuding Anna.
"emang". jawab Caca menjulurkan lidahnya dan Anna memutar bola matanya dengan malas.
"tapi aku serius Anna..! apa syutingnya ditunda? ". tanya Caca serius.
"aku rasa tidaklah..! tinggal bayar aja sama tubuh seksinya itu, syuting pasti berjalan dengan lancar kan? ". jawab Anna dengan santai.
"whattt?? jadi desas-desus itu benar ya? ". pekik Caca syok.
"desas-desus apa? ". tanya Anna yang ikutan kaget saat Caca memekik syok.
"Layla sebenarnya tidak punya koneksi untuk terkenal tapi dia memanjat ranjang seorang direktur musik, sejak saat itu Layla dimanja oleh selingkuhannya itu dan melatih vocal, maka nya suaranya bagus terus dia bisa langsung terkenal tanpa ikut ajang pencarian bakat". jawab Caca.
"ohh.. begitu ya, aku baru tau". jawab Anna terkikik.
di kamar Anna,
diam-diam Anna menghubungi seseorang dan meminta orang itu mencarikan kehidupan pribadi Layla sampai ke akar-akarnya.
"ayolah Anna..! belajarlah jadi orang cerdik". Anna menyemangati diri sendiri untuk menjadi lebih baik.
ke esokan harinya,
Anna menerima sebuah paketan yang isinya adalah berkas tentang kehidupan Layla, Anna ingin mendapatkan kuncinya terlebih dahulu baru bisa menekan Layla.
"wow. ! ini dia? ". senyum lebar Anna membuka isi berkasnya dengan semangat.
Layla artis pendatang yang lumayan terkenal namun tidak tau bagaimana perjuangan Layla dibalik layar sampai harus merangkak ranjang orang, juga membutuhkan biaya lain yang ternyata berasal dari kekasih Layla yang tanpa lelah terus saja bekerja keras untuk Layla supaya bisa menjadi Artis.
"baiklah..! mari kita lihat apa rencananya, aku terlalu kejam menyerangnya sekarang karna dia pasti sedang sakit hati dan frustasi karna vidio yang beredar". Anna tertawa cekikikan membayangkan posisi Layla.
"siapa suruh berani menatap suamiku". kata Anna dengan kesal menatap biodata pribadi Layla.
"bahkan jalannya menjadi artis sangat buruk". gumam Anna geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Anna mendatangi Rumah Sakit tempat nya bekerja juga Layla yang sedang syuting film barunya.
Anna menjatuhkan rahangnya melihat keadaan disana baik-baik saja, "ternyata dia punya muka tembok ya? setelah dicela seperti itu dia masih bisa bekerja? wow..! nyalinya yang kuat itu patut di beri pujian". gumam Anna.
Jika Anna ada di posisi Layla pasti akan memilih mengurung diri di kamar dan tidak mau memperlihatkan wajah ke orang lain tapi Layla sepertinya sudah tidak punya urat malu.
"Cut...!". teriak sutradara memberhentikan akting Layla.
"terimakasih.. terimakasih". ucap Layla dengan ramah pada semua orang.
Anna bersidakap dada melihat perbuatan Layla hingga Ia ngeri saat si Sutradara mendekati Layla dan meremas bok*ng Layla, Layla menoleh ke Sutradara itu malah tersenyum manis seperti tidak jijik sama sekali di sentuh pria brengs*k.
"iiihh". Anna bergidik melihatnya.
Anna melebarkan matanya saat Sutradara film itu membawa Layla ke suatu tempat yang ternyata sebuah gudang kecil, tak lupa juga menutup pintu itu.
"apa mereka bercint* disana? ". tebak Anna dengan langkah hati-hati mendekati gudang kecil itu lalu membuka sedikit pintunya dengan perlahan sangat hati-hati.
"sabar Anna.. sabar...! kamu harus merekam adegan mereka". batin Anna.
Anna berhasil membuka gudang kecil itu, Ia membekap mulutnya melihat pasangan itu sudah tidak berpakaian sehelai benangpun, dengan perlahan Anna mengeluarkan ponselnya dan merekam adegan itu.
jujur saja Anna sangat jijik tapi ia harus kuat, apalagi mendengar des*h*n Layla yang bisa membangkitkan birah* lawan jenis menjadi lebih buas.
"akhirnya selesai juga". batin Anna segera menutup pintu dengan sangat hati-hati.
Anna tersenyum lebar memeluk ponselnya, "ini bisa aku gunakan sebagai senjataku nanti, hihihi..! Anna kamu sangat cerdas". Anna memuji dirinya sendiri lalu segera pergi dari sana.
Anna pergi ke Mal ANA, dimana suaminya sedang bekerja disana.
"Hubby...? ". Anna berlari ke arah Adi yang tengah melihat perhiasan yang baru saja datang dari luar negri.
Adi menoleh ke Anna, melihat wajah ceria Anna membuatnya ikut mengulum senyum tanpa Adi sadari banyak wanita yang melihat hal itu.
seperti perkataan Nana bahwa senyuman Adi sangat berbahaya bisa memutuskan urat malu wanita saat memandangnya.
hap..!
Anna memeluk Adi, Adi terkekeh merangkul pinggang Anna sedangkan Radit memutar bola matanya dengan malas melihat pasangan yang sedang dimabuk cinta itu hingga merasa dunia milik berdua.
.
.
__ADS_1
.