
.
.
.
Adi berlari memasuki gedung Apartemen dan memasuki Lift bersama Radit yang juga sedang terburu-buru.
"cepattt...!!". desak Radit dengan geram ke tombol lift yang terasa lambat.
"haissh". Adi pun mengumpat.
mereka berdiri dengan tidak tenang menatap gelisah nomor lantai tujuan mereka, saat pintu Lift terbuka mereka berdua lari seperti orang kesetanan saja.
brakkhh..
Linda terlonjak kaget melihat ke arah pintu Apartemen, "Tuan?".
Adi mendekati Linda dengan nafas terengah-engah, "dimana Istriku?". tanya Adi.
"dikamar sedang menangis Tuan". jawab Linda.
Radit sudah berlari memasuki kamar Istrinya, karna sejak tadi mereka telfonan tidak terputus sama sekali jadi tau keberadaan sang Istri.
Adi menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan dengan langkah lebar ke Kamar Anna dan masuk ke kamar itu, hatinya teriris melihat Anna tengah meringkuk dan menangis memilukan.
Linda mengulum senyum melihat itu, "akhirnya mereka sadar juga". gumam Linda lalu tertawa pelan.
Adi mengunci kamar dan mendekati Anna, Ia duduk di tepi ranjang.
"sayang?". panggil Adi dengan nada bergetar.
Anna terduduk dan mencari suaminya yang ternyata ada di hadapannya, Ia sesegukan menatap Adi lebih teliti sebab Anna takut melihat hal yang tidak nyata (alias hanya khayalan saja).
"kenapa menangis hmm?". tanya Adi menghapus air mata Anna dengan lembut.
tangis Anna pecah seketika, Ia memeluk Adi dan memukul-mukul punggung suaminya.
"kamu kemana aja Hubby..? hiks.. hiks.. aku benci kamu.. aku bencii...! aku benci suamiku.. hiks.. hiks.. kita putus aja, aku tidak mau melihatmu lagi". racau Anna yang sudah frustasi di tinggal suaminya ke luar kota.
Adi pun menangis, "bukankah kamu yang mengabaikanku sayang? aku tidak mau kamu marah padaku berlama-lama jadi aku memilih bekerja, sebenarnya hanya sehari saja tapi aku tidak bisa fokus bekerja jadi memakan waktu cukup lama".
"aku mendengarkan permintaanmu kan? kamu bisa tidur dengan kedua teman-temanmu kan? aku bisa menahan kerinduanku padamu sayang, asalkan kamu bahagia dan tidak diam padaku lagi". sambung Adi lagi.
Anna menangis kencang seperti anak-anak saja, Ia sangat sensitif dan sekarang pun masih bisa menyalahkan suaminya yang pergi ke Luar Kota meninggalkannya, Adi terus saja meminta maaf walau tidak salah Ia akan terus meminta maaf sampai Anna tenang.
__ADS_1
.
seperti biasa Adi menyelesaikan masalah dengan hal ranj*ng, Ia menciumi wajah Istrinya yang sesegukan juga matanya bengkak karna menangis.
"maafkan aku sayang..! maafkan aku". ucap Adi yang sudah kesekian kalinya.
Anna mengangguk-ngangguk padahal yang salah diri Anna sendiri karna masalah kecil dibesar-besarkan tapi sebagai suami dan Ayah yang baik Adi memang harus sabar dengan tingkah Istrinya yang masih dalam efek kehamilannya itu.
"aku mencintaimu". ucap Adi memeluk Anna dengan penuh cinta tak lupa bibirnya terus saja menciumi puncak kepala Anna.
Anna membalas pelukan Adi dan matanya terpejam sampai tertidur pulas dipelukan Adi,
Adi benar-benar tidak mengerti perempuan padahal Ia sudah sangat sabar menghadapi Istrinya yang sedang hamil tapi tetap saja ada saja masalah yang membuat Istrinya menangis, Adi sudah berjanji tidak akan membiarkan Anna menangis tapi sekarang Adi malah membuat Anna menangis.
mood perempuan hamil memang selalu bisa berubah-ubah seperti tertawa, manja, menangis, ngambek karna masalah kecil dan masalah lainnya yang dibesar-besarkan yang ujung-ujungnya Pria juga yang salah.
"ada apa dengan anakku ini? apa dia memusuhi Papanya sendiri?". gumam Adi dengan sangat pelan.
tangan Adi mengelus perut Anna yang sudah besar, "nak...? Papa mohon jangan membuat Mama kalian menangis lagi ya? kalian boleh mengerjai Papa tapi jangan membuat Mama kalian menangis". batin Adi seakan berbicara dengan Anaknya tapi lewat hati ke hati saja, entah anak-anaknya dengar atau tidak.
.
.
ke esokan harinya,
Mami Erie kembali dari urusannya dan berterimakasih pada Anna serta Sekar, mereka kembali ke Rumah masing-masing dijemput juga oleh Mama Eve yang merindukan menantunya tapi tidak bisa berkunjung sebelumnya karna ada urusan juga.
Adi membawa Anna ke Mal membeli pakaian longgar untuk Anna, mereka terlihat mesra dilihat orang lain.
"beli yang mana sayang?". tanya Adi memperlihatkan daster cantik dan ukurannya sangat besar yang pasti longgar untuk sang Istri kini tengah mengandung 3 anak.
Anna memperhatikan hal itu pun cukup bingung, "yang mana ya? semuanya cantik". gumam Anna.
"bungkuskan ini semua". titah Adi tanpa basa-basi.
"baik Tuan". jawab pelayan yang didekat mereka.
Anna tersenyum lebar, Ia suka semua dan Suaminya tanpa memikirkan apapun langsung membeli semuanya tanpa memikirkan permintaannya terlalu banyak.
"mau apa lagi sayang?". tanya Adi dengan lembut mengelus kepala Anna sambil tersenyum tampan.
"beli dalam*n". rengek Anna dengan memelas.
Adi terkekeh, "beli lingerie bagaimana?". tanya Adi menaik turunkan kedua alisnya menggoda sang istri.
__ADS_1
"baju jaring-jaring ikan itu?". tanya Anna dengan mata mengerjab.
"iya sayang..! aku sangat ingin melihatmu memakai pakaian seperti itu". bisik Adi dengan senyum mesumnya.
Anna mendengus, "modus...! ya udah cepetan!".
Adi tertawa merangkul bahu Anna mencium pelipis Anna yang tengah mengerucutkan bibirnya.
.
.
selesai berbelanja,
Anna tersentak kaget melihat seorang Pria yang tengah berada di depan seorang wanita hamil, terlihat wanita itu sangat menginginkan satu pakaian yang sangat mahal tapi si Pria memelas untuk membujuk Istrinya tidak meminta yang paling mahal.
"ada apa sayang?". tanya Adi dengan lembut.
"itu". tunjuk Anna seperti anak kecil saja.
"ayo kita lihat!". ajak Adi membuat senyum Anna mengembang sempurna.
"ada apa mbak?". tanya Anna dengan sopan.
Si Pria tampak kaget melihat Anna dan Adi yang kini sedang di jadikan perbincangan orang banyak, Adi menanyakan hal yang sama lalu dijawab gugup oleh Pria itu tanpa ragu Adi meminta pekerja Mal untuk memberikan pada Istri Pria itu yang juga sedang hamil.
"terimakasih Tuan! terimakasih banyak Nona". ucap Pria itu menunduk hormat berkali-kali.
"hmm..! kalau Istrimu sedang hamil semua permintaannya harus dipenuhi, jika tidak sanggup tanyakan pada Pelayan disini, kami mengizinkan pembeli untuk beli barang yang di inginkan dengan cara mencicil". kata Adi.
Si Pria tau tapi terlalu berat membayar cicilan karna hutang mereka sangat banyak dan banyak juga kebutuhan,
"sudahlah Suamiku..! yang penting keinginan Istrinya sudah terpenuhi". Anna mengelus lengan suaminya untuk berhenti berbicara.
"tolong istrinya di jaga ya?". pinta Anna dengan senyuman.
setelah mengucapkan terimakasih mereka pun langsung pulang, Anna bisa melihat wanita hamil itu tengah bahagia memeluk baju yang diinginkannya seolah itu adalah harta yang sangat berharga dan sulit didapatkan.
"kamu terlalu baik sayang!". decak Adi mengelus kepala Anna.
"setiap manusia itu punya masalahnya sendiri tapi yang paling dominan masalah ekonomi". kata Anna nyengir.
.
.
__ADS_1
.