Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
makan dipinggir jalan


__ADS_3

.


.


.


setelah bernyanyi, acara yang sebenarnya yaitu puncaknya pun tiba.


Adi menarik tangan Anna sampai ke tengah acara,


"waah... ini Tuan Aditya dan Nona Anna ya? ini pasangan yang sedang naik daun". kata MC Pria dengan senang.


MC wanita pun begitu heboh menanggapi rekan MC nya saat ini karna jujur saja Ia menyukai ACouple itu.


"kenapa kesini Adi? aku tidak terlalu pandai menari dan berdansa". bisik Anna di bahu Adi.


"gampang, bukankah kamu ahli memegang pisau". bisik Adi.


"apa hubungannya Pisau dengan gerakan menari? ". gerutu Anna.


"tentu saja berbeda, aku hanya ingin menghiburmu". jawab Adi dengan santai.


Anna melebarkan matanya, "lebih baik kita mundur saja ya? Kak Nana dan yang lainnya tidak ikut berdansa tuh".


"wajar saja.. kamu kan tidak lagi hamil sayang". gemas Adi.


"jadi aku harus hamil biar tidak ikut dansa ini? ". tanya Anna dengan polos namun terlihat jengkel.


Adi tertawa, "pijak saja sepatuku! ". bisik Adi ditelinga Anna.


"tidaklah..! ajari aku saja sedikit demi sedikit". tolak Anna.


musik dansa pun dimulai,


awalnya gerakan Anna sangat kaku tapi lama kelamaan menjadi lebih tenang dan terbiasa, Adi bahagia sekali bisa menatap wajah Anna yang tersenyum cerah dan bahagia karna bisa berdansa.


"berputar bagaimana? ". tanya Adi melirik pasangan disebelah nya.


Anna menoleh dan meniru gerakan wanita disebelahnya namun Adi memutar tubuh Anna malah memeluk Anna dari belakang,


"kok begini? ". tanya Anna


"bisa, jangan terlalu meniru gerakan orang lain Anna". gemas Adi membuat Anna yang polos malah mengiyakan perkataan Adi.


gerakan Adi yang lembut membuat Anna bisa menyeimbangkan tarian Adi,


"ya Ampun...! mereka manis sekali". gemas Nana


"aku bisa seperti itu sayang". kata Arka dengan bangga namun Nana melirik saja suaminya sekilas kembali melihat Anna dan Adi.


"pengantin baru". kata Ara dibalas dengusan oleh Abi karna mereka juga pasangan pengantin baru.


"Anna cantik sekali". puji Intan berbinar,

__ADS_1


"kamu juga cantik Istriku juga begitu seksi". Celvin memeluk Intan dari belakang sambil mengelus perut buncit Intan.


mereka 3 berpasangan hanya menonton Anna dan Adi saja padahal banyak pasangan dansa lainnya di tempat khusus dansa itu.


Layla mendatangi Besta, "kenapa belum beraksi juga Tante? ". tanya Layla dengan serius.


"Pelayan bayaran Tante gagal memberikan obat itu ke dia Layla, apa kamu bisa melakukannya sendiri?". tanya Besta.


"ya sudah..! tapi Tante harus pisahkan Tuan Adi dengan istrinya itu". pinta Layla.


"hm..! serahkan sama Tante". senyum puas Besta.


Layla segera pergi dengan senyuman liciknya sementara Besta menceritakan rencana barunya dengan Layla ke Roben.


"hmm..! biar kita pisahkan mereka". Roben menganggukkan kepala pertanda Ia setuju dengan rencana Besta.


saat acara dansa selesai, Adi dan Anna mendapat banyak tepuk tangan meriah tamu undangan, kemesraan mereka saat berdansa benar-benar membuat yang lainnya iri, padahal Anna kebanyakan bermain dipelukan Adi tidak ada niat hatinya untuk mencari perhatian.


"kamu hebat juga berdansa ya? ". puji Anna dengan senyuman cerianya.


"tidak sebaik dirimu". jawab Adi malah memuji Anna.


"memang aku sebaik apa? kamu jauh lebih baik, kamu menyindirku ya? ". rengut Anna.


"bukan..! kamu berdansa dengan hati Anna, kamu menikmati tarianmu dan menurutku itu yang lebih bagus". jelas Adi.


"benarkah?". tanya Anna terlihat senang.


Nana melihat Besta yang menerobos banyak orang demi menemui Anna,


"sepertinya ada rencana licik disini". tebak Nana teringat kejahatan serta kelicikan sosok Emma dari raut wajah Besta.


"ada apa sayang? ". tanya Arka.


"kita lihat dari jauh apa rencana kerabat tidak tau diri Anna itu sayang". pinta Nana serius.


Arka melihat arah tatapan Nana pun mengangguk setuju karna tidak ada gunanya Arka melarang kalau menyangkut Anna yang sangat disayang oleh Nana.


Besta mendatangi Anna,


"sayang..? kamu kemana aja sih? apa kamu tidak menyapa Tante?? ". Besta merangkul Anna dengan wajah manisnya yang sok baik.


Anna tersenyum kikuk sementara Adi tetap menggenggam tangan Anna tidak melepaskannya sedikitpun.


"maaf Tante..! Anna tadi tidak melihat Tante, Tante memangnya dimana? ". tanya Anna basa-basi.


"Tante tadi sama Om mu, kamu mau ikut tante sayang? Tante mau kenalin kamu sama teman-teman Tante". bujuk Besta.


Anna melihat ke arah Adi tapi Adi tetap dengan pendiriannya menggenggam tangan Anna.


"Boleh bawa Suami Anna tante? ". tanya Anna ke Besta.


Besta masih memasang wajah manisnya, "tapi kan Suamimu tidak akan kenapa-napa kalau ditinggal sendiri sayang, kamu tidak percaya sama Tante ya?". Besta memasang jurus rayuan nya yang seperti orang tertindas saja patut dikasihani.

__ADS_1


Anna menghela nafas panjang, "Adi aku harus ikut Tanteku, kamu mengizinkanku? ". tanya Anna.


"tidak bisa sayang..! aku sangat lelah dan ingin pulang". tolak Adi dengan serius lalu memijit pelipisnya hingga Anna melepaskan rangkulannya dari Besta dan menangkup wajah suaminya.


"kenapa? pusing? ". tanya Anna khawatir


Besta mengepalkan tangannya ternyata Adi tau rencana liciknya ingin membawa Anna pergi dari Adi tapi sayangnya Adi bisa berakting lebih baik dari Besta yang bermuka dua.


"iya sayang". jawab Adi memijit lebih kuat keningnya.


"lebih baik kita makan ya? ". bujuk Anna karna tau Adi belum makan apapun sejak awal masuk pesta.


"aku tidak suka makanan disini". bisik Adi ditelinga Anna.


alhasil Anna melupakan Besta lebih mementingkan suaminya yang sedang pusing, Ia meminta maaf pada Besta karna tidak bisa menuruti permintaan Besta dan tak lupa Anna meminta izin pada Nana dan yang lainnya.


Nana terkekeh melihat wajah masam Besta yang gagal, "Adi lebih pintar dari perkiraanku". gumam Nana.


"kamu memuji dia sayang? ". tanya Arka tak senang.


Nana menghela nafas panjang dengan tingkat kecemburuan suaminya itu semakin menjadi-jadi saja.


.


di dalam mobil,


Anna yang nyetir sementara Adi bersandar di kursi mobil dengan mata terpejam, Anna mengkhawatirkan suaminya yang belum makan apapun.


"apa perlu kita makan dipinggir jalan Adi?". tanya Anna


"iya..! berhenti dipinggir jalan saja Anna..! aku sudah lapar". pinta Adi diam-diam menahan senyum.


Anna pun memarkirkan mobilnya lalu membantu Adi keluar dari mobil padahal Adi baik-baik saja cuma sedikit bersandiwara.


"mau makan apa? ". tanya Anna dengan serius duduk disamping Adi.


"kita makan pecel lele tapi menu ayam". jawab Adi


pakaian mereka yang mewah mendapat banyak perhatian dari pembeli biasa di pinggir jalan, terlebih lagi Adi dan Anna sekarang lagi populer.


Adi dan Anna makan dengan nikmat sesekali Adi melihat ke Anna yang tidak keberatan makan dipinggir jalan, Arka mengejek Anna Tuan Putri padahal Anna bisa makan dijalanan dan tidak mengeluh sedikitpun.


"mau minum? ". tanya Anna ke Adi.


Adi menganggukkan kepalanya, ditengah nikmatnya Anna makan masih bisa melayani suaminya, Anna bukan gadis manja yang tidak tau cara menyenangkan suami, perilaku kecil Anna sekarang sudah membuktikan bahwa Anna bukan Tuan Putri yang manja tidak tau cara mencari uang dan tidak tau hidup susah orang lain.


Anna dapat ajaran dari Nana bahwa surga Istri ada pada suami, itu sebabnya Anna berusaha menjadi Istri yang baik untuk Adi walau belum sempurna tapi Anna sedang belajar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2