
.
.
.
Anna perlahan membuka matanya, Ia memijit pelipisnya yang terasa pusing.
"Anna? kamu sudah bangun? ". tanya Caca dengan wajah datarnya.
Anna terkejut melihat Caca, "Ca? ka.. kamu kenapa bisa disini? ". tanya Anna berusaha bangkit dan duduk dengan benar.
"suamimu mengantarmu kesini". jawab Caca dengan datar.
Anna tersenyum kikuk melihat wajah Caca yang datar artinya pengawal sekaligus teman baiknya itu tengah marah padanya.
"kenapa aku pingsan? ". tanya Anna mencairkan suasana.
"kamu pingsan karna kelelahan juga terlalu banyak pikiran". jawab Caca.
Caca menarik nafas dalam-dalam,
"sekarang katakan sebenarnya Anna, kenapa kamu mendengarkan perkataan Niandra? kamu tau sendiri kan dia selalu iri denganmu, kekayaanmu, semua yang kamu miliki membuatnya iri, kamu tau sendiri kenapa orangtuamu meninggal tapi kenapa masih mendengarkan perkataan Niandra yang jelas tidak benar hah?? dia itu tidak waras..! ". omel Caca panjang X lebar.
Anna menundukkan wajahnya sambil menautkan jemari tangannya, "maaf..! aku terlalu bawa perasaan tadi". cicit Anna.
Caca menghela nafas, "pergilah..! temui suamimu, sejak tadi dia mondar-mandir menerima panggilan telfon dari Perusahaan, demimu dia meninggalkan pekerjaannya Anna".
Anna menatap Caca dengan kaget karna Ia tidak tau kalau Adi masih menunggunya.
"suamimu hanya 1 Anna, bukankah kamu selalu iri dengan perasaan bang Arka pada Kak Nana? kamu mendapatkan Pria yang kamu impikan Anna, dia hanya memandangmu, dia memprioritaskanmu dibanding segalanya, jadi ku mohon kamu harus kuat dan mempertahankannya karna lelaki seperti Bang Arka, Adi itu sulit untuk ditemukan". Caca.
Anna tersenyum, "kamu akhirnya mengakui dia tuanmu?".
Caca memutar bola matanya dengan malas, "jangan lupa tebus obat dan minum vitamin ya? walaupun disini Rumah Sakit Hewan tapi aku hanya bisa mengobati manusia bukan menjual obat untuk manusia, disini yang aku jual hanya obat untuk hewan".
Anna mengangguk pelan sambil tertawa kecil, "terimakasih".
"hmm". Caca membantu Anna yang turun dari brankar.
Caca memapah Anna berjalan keluar Ruangan nya,
"Adii? ". panggil Anna tersenyum lebar.
Adi yang sedang memejamkan matanya di kursi pun membuka matanya dan berdiri segera mendekati Anna.
__ADS_1
"sayang?? kamu udah baikan? ". tanya Adi dengan khawatir menangkup wajah sang Istri.
Caca tersenyum melihat cara Adi memperhatikan Anna, ternyata yang Nana katakan memang benar yaitu Aditya Pratama sangat mencintai Anna.
"aku baik-baik saja Adi..! kenapa kamu tidak bekerja hm? aku punya pengawal kenapa meninggalkan pekerjaanmu?". omel Anna.
"masih bisa mengomeliku sayang? seharusnya aku yang marah padamu". Adi mencubit pipi Anna yang meringis pelan mengelus pipinya.
Anna mengerucutkan bibirnya.
Adi menoleh ke Caca, "terimakasih sudah merawat Istriku Ca".
"iya sama-sama, ini tebusan obatnya jangan lupa suruh dokter nakal ini minum obatnya 2 kali sehari setelah makan jangan sampai dia kelelahan dan banyak pikiran". Caca memberikan secarik kertas yang sudah ia tulis untuk Anna.
"terimakasih..! aku akan beli obatnya nanti di Apotik". Adi menerima kertas itu dan menyimpannya.
Anna berpamitan pada Caca.
.
setibanya di Mansion Anna, setelah membersihkan diri.
diranjang,
"Adi..? ". Anna memanggil Adi dengan tatapan haru.
Anna tersenyum menerima suapan Adi sambil memandang wajah Adi yang begitu serius merawatnya, sampai Anna sudah minum obat Adi membenarkan bantal di punggung Anna lalu membuat Anna tertidur dan menyelimuti Anna.
"tidurlah..! aku ada disini menemanimu, aku disofa sayang". bisik Adi lalu mengecup kening Anna.
Anna memutar tubuhnya kesamping, matanya hanya memperhatikan Adi yang berjalan ke sofa.
Adi hanya mengenakan kaus lengan pendek warna hitam juga celana panjang warna cream, Adi sangat gagah dengan pakaian santainya itu.
"suami seperti Adi sulit aku temukan, aku boleh kan sesekali serakah menginginkannya disisiku". batin Anna tersenyum lembut.
perlahan mata Anna terpejam karna efek obat yang ia minum adalah mengantuk, Anna kelelahan jadi butuh istirahat yang cukup sekaligus untuk menenangkan pemikirannya.
keesokan harinya,
Adi di Ruangan Leonard,
"Kakek tau? ". Adi kaget saat Leonard mengetahui kecelakaan yang terjadi pada Roben dan Besta ada hubungannya dengan Adi.
"bisa jelaskan pada kakek nak?". tanya Leonard.
__ADS_1
Adi menghela nafas lalu mengatakan alasannya tidak bisa membiarkan kedua orang itu untuk tetap hidup, Leonard mengepalkan tangannya.
"kamu benar nak..! habisi saja dia, tidak cukup harta yang Anna miliki mereka kuras bahkan kebahagiaan Anna pun mau mereka atur". Leonard geleng-geleng kepala.
"maafkan Adi Kek..! Anna sempat pingsan karna tindakan Adi membuatnya berpikir bahwa dia pembawa sial". Adi menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Leonard mengatakan pada Adi dengan tegas bahwa hati Anna itu terlalu lembut, di lingkungan keluarga Leonard yang memiliki segalanya memang tidak bisa mempunyai hati yang lembut, dunia terlalu kejam untuk kita terlalu menggunakan hati.
"jadii..? ". Adi tidak melanjutkan kata-katanya.
"semua yang kamu lakukan itu benar nak..! Kakek akan melindungimu sama seperti kamu melindungi cucuku, lakukan apa saja yang membuatmu benar selama itu memberi rasa aman dan kebahagiaan untuk cucuku". Leonard menepuk-nepuk pundak Adi.
Adi tersenyum, "terimakasih atas kepercayaan Kakek! Adi akan melakukan sesuatu kedepannya lebih berhati-hati lagi".
.
"Anna? kamu sudah bangun? ". Adi berlari kecil mendekati Anna yang tengah berkaca.
Anna menoleh ke Adi lalu tersenyum, "sama seperti kamu tidak mau melepaskanku suamiku, aku juga tidak akan melepaskanmu". kata Anna dengan senyuman.
Adi tertegun, "sungguh? ". tanya Adi seketika langsung tersenyum lebar.
Anna menganggukkan kepalanya lalu memeluk Adi dengan manja, "aku juga ingin bahagia". gumam Anna tersenyum senang dipelukan Adi.
Adi membalas pelukan Anna, "sayang.!? jangan memancingku, aku tidak mau membuatmu kelelahan". Adi tersenyum nakal menghembus dan menggigit pelan telinga Anna.
Anna tertawa pelan, "aku juga tidak berniat menggodamu Hubby ! tapi memang pemikiranmu itu yang kotor dan mesum".
Adi melepaskan pelukannya dari Anna dan memegang kedua bahu Anna, "kamu memanggilku apa tadi sayang? ".
"hmm? aku panggil Apa? ". tanya Anna dengan wajah polosnya membuat Adi gemas menggelitiki pinggang Anna.
"ampun.. haha.. ampun Hubby.. ampun..!". Anna tertawa menggeliat geli dipelukan Adi yang terus menggelitikinya karna Anna tidak bisa melarikan diri.
mereka berpelukan dengan erat lalu Adi mengatakan bahwa tidak ada manusia yang bisa memisahkan mereka, Adi akan melakukan apa saja demi membahagiakan Anna hal itu membuat hati Anna melayang sebagai perempuan yang haus akan cinta dan perlindungan.
"kenapa kamu manis sekali hmm? aku makin suka nih". Anna mencubit kedua pipi Adi sambil tertawa lucu.
Adi tersenyum memejamkan matanya, kedua tangannya melingkar di pinggang Anna.
"aku akan membuatmu bahagia sayang seperti kamu yang membuatku bahagia, lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi saat menghabisi orang lain yang mencoba mengusik kita". batin Adi menatap penuh cinta Anna yang tengah tertawa mencubit pipinya.
.
.
__ADS_1
.