Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
hadiah


__ADS_3

.


.


.


"saya rasa yang ini bagus Tuan, bukankah kita ada undangan makan malam? karna Film pendek itu banyak yang penasaran dengan kebenaran itu, mereka bertanya apakah kalian memang suami istri". Radit.


Adi melihat perhiasan yang ditunjuk Radit, "ini terlalu berlebihan dit..! istriku tidak suka yang terlalu glamor".


"hah? jadi yang seperti apa?". tanya Radit pun bingung.


biasanya kalau Adi bingung Radit bisa memecahkan kebingungan Adi tapi sekarang Radit malah yang kebingungan memecahkan dilema Adi dalam mencari Perhiasan untuk Anna.


"bagaimana dengan yang ini Tuan.? Nona Anna adalah gadis polos yang elegan, menurut saya ini adalah pilihan yang cocok dengan karakter Nona Anna yang kami kenal, apalagi Ia seorang Dokter". kata Pelayan menunjukkan Perhiasan sederhana namun mewah bagi yang tau keistimewaan nya.


Adi melihat itu pun langsung tersenyum puas, "bungkuskan ini dan antar ke Ruanganku". pinta Adi.


"baik Tuan". jawab si Pelayan dengan sopan.


"apa kau mengenal istriku dengan baik? ". tanya Adi


"kami menyukai Nona Anna Tuan, jujur saja Nona Anna pernah menyelamatkan Ibu saya yang butuh Operasi tapi saat itu saya tidak punya uang yang cukup, dia bidadari dan malaikat untuk saya Tuan". jawab si Pelayan yang ternyata sama seperti Adi pernah ditolong oleh Anna.


"dunia sangat sempit ya? aku juga pernah ditolong Anna". kata Adi dengan senyum tipisnya.


semua yang mendengar perkataan Adi pun terdiam padahal tadi mereka histeris melihat senyuman tampan Adi,


"tidak peduli berapa banyak orang yang salah faham dengannya, aku akan percaya apapun tentangnya tanpa harus dijelaskan". kata Adi dengan serius mengingat masalah yang pernah menimpa Anna hingga membuat para netizen memaki Istrinya.


"saya juga percaya Tuan..! Nona Anna memiliki hati yang bersih bahkan mau menolong orang lemah artinya hatinya tidak sejahat yang dikatakan orang lain". kata si Pelayan toko Perhiasan dengan serius.


Radit diam saja mendengar pembicaraan mereka,


"Radit..? ". panggil Adi


"iya Tuan". jawab Adi dengan sopan mendekati Adi.


"beri dia hadiah..!". pinta Adi


"baik Tuan". jawab Radit.


"tidak usah Tuan?". si Pelayan berusaha menolak dengan halus tapi Adi sudah berlalu meninggalkan kerumunan.


teman-teman pekerja pelayan tadi tidak bisa berkata-kata, mereka sempat tidak percaya saat berita Anna yang dijelekkan keluarga Fendy tapi gadis itu mengatakan bahwa Anna memang baik dan tidak jahat seperti yang diberitakan oleh keluarga Fendy. bahkan saat mereka ingin ikut berkomentar pun dengan akun kecil, gadis itu yang paling keras membela Anna mati-matian dan mengancam mereka akan melaporkan mereka ke Adi.

__ADS_1


Radit memberikan gaji 3 kali lipat, itu adalah hadiah yang dimaksud Adi untuk gadis itu yang menyukai Anna.


di Ruangan kerja Adi,


"ini Perhiasan nya Tuan". si pelayan toko pun datang memberikan bungkus cantik yang dipesan Adi.


Adi melirik name tagnya adalah Sari.


"Sari?". gumam Adi.


"saya Tuan, terimakasih atas hadiah yang Tuan berikan tapi saya tulus mengagumi Nona Anna Tuan, saya tidak minta imbalan". kata gadis bernama Sari itu.


"tidak apa..! gunakan saja hadiahnya dengan baik, aku senang kalau banyak orang yang mengagumi Istriku". jawab Adi dengan tenang tapi wajahnya datar tak berekspresi.


gadis bernama Sari itu pun pamit undur diri, alasan Ia bekerja di Mal ANA karna iseng saja, Sari suka dengan nama Mal itu yang mengingatkannya pada Anna tanpa tau makna nama Mal itu dihati Adi.


Adi bekerja seperti biasa sesekali Ia melihat ke bingkisan yang telah ditata rapi dan cantik oleh Sari khusus untuk Anna padahal isinya pemberian Adi.


.


"apa ada masalah Di? kenapa kamu bekerja di Perusahaan Asia Group sampai siang hari saja? ". tanya Radit yang tiba-tiba datang sebagai teman.


"Kakek memintaku bekerja dengan santai tanpa terburu-buru". jawab Adi.


"sudah aku bilang aku baik-baik saja". jawab Adi dengan datar.


"aku hanya tidak mau di omeli oleh Nona Muda..! ini makan siang untukmu, Nona Anna yang memintaku untuk mengawasi jam makan siangmu jangan sampai terlambat...!! ". tekan Radit sambil memberikan kotak makan siang yang Ia beli.


Adi menerima dengan senyuman, Ia segera berpindah ke Sofa dan mencuci tangan hingga Radit melongoh bodoh melihat betapa cepatnya Adi makan hingga rela meninggalkan pekerjaannya biasanya selalu nanti, nanti dan nanti.


"dasar bucin...! giliran nyebut Nona Anna aja langsung patuh". gerutu Radit sambil melenggang pergi dari Ruangan Adi.


beberapa menit yang lalu Anna memang menghubungi Radit dan meminta Radit mengawasi jam makan siang Adi karna Anna sedang sibuk dengan pasien terlebih lagi kemarin Anna libur merawat Adi.


.


di Mansion Anna,


"apa ini Adi? ". tanya Anna menerima pemberian Adi.


"besok malam aku ada acara, mereka ingin mengundangku juga membawa Istriku". kata Adi dengan senyuman.


Anna terdiam, "acara?".


Adi mengangguk, "kamu mau ikut kan?".

__ADS_1


"Mal ANA atau Presdir Asia Group? ". tanya Anna


"sekarang Pemilik Mal ANA". jawab Adi.


Anna menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju ikut dengan Adi, "apa aku boleh membukanya? ".


"silahkan saja..!". senyum tampan Adi.


"tapi bungkus kadonya terlalu cantik". gumam Anna dengan ragu-ragu.


Adi mengulum senyum manisnya, "itu bungkusan Pelayan bernama Sari, dia bilang kamu pernah mengoperasi Ibunya tanpa uang ya? kamu membiayai operasi ibunya".


"benarkah? Sari? Sari? Sari? aku tidak ingat tapi kalau melihat wajahnya mungkin aku tau". Anna tidak bisa mengingat gadis bernama Sari itu.


"buka lah! ". pinta Adi.


dengan berat hati Anna membukanya, Ia penasaran isi kadonya tapi juga terlalu sayang merobek bungkusan kadonya yang cantik dan unik.


"hah? Perhiasan? ". Anna menatap isi Perhiasan itu yang menarik dimata Anna.


"kamu suka? ". tanya Adi dengan lembut.


"suka..! ini kan barang limited kan? aku tau ini sudah ada di Sosmed, kok aku langsung memilikinya sih?". Anna kagum dengan bentuk perhiasan yang sempat ia inginkan padahal baru tadi pagi Anna melihatnya di sosmed.


Adi semakin bangga karna apa yang Sari pilihkan ternyata sangat disukai oleh Anna, senyum cerah Anna menyejukkan hati Adi.


Anna tertegun saat Adi mencium keningnya, bola mata birunya tadi melihat perhiasan perlahan mendongak menatap mata Adi yang bibirnya kini tengah tersenyum.


"kamu begitu baik Anna". Adi berbicara dengan tulus dan tak lupa senyumannya membuat Anna menatapnya tapi tak berbicara sepatah katapun.


"aku akan belikan gaun untukmu besok malam". Adi hendak pergi seperti mau mengambil ponselnya di meja nakas.


"tidak usah..! aku punya banyak gaun". jawab Anna cepat menahan lengan Adi yang hendak pergi.


"oh ya? tidak terbuka kan? ". tanya Adi


"tidak terlalu seksi lah, gaun-gaun itu memang di buat khusus untukku dan semua berdasarkan keinginanku tidak terlalu seksi atau terlalu terbuka, lupakan saja itu...! bisakah kamu memasangkan kalung ini dileherku? aku ingin mencobanya". Anna


Adi mengangguk dengan senyuman.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2