Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
kembar


__ADS_3

.


.


selama 3 hari Anna menginap di Rumah Sakit menemani Intan, namun setelah itu Anna diminta pulang oleh Intan karna tidak mau janin Anna terkena dampaknya.


semua sudah baik-baik saja, Intan bisa bersabar selama 2 bulan lagi menunggu bayinya keluar dari perawatan medis karna Prematur, tidak ada yang bisa mencegah keputusan Intan dan mereka akhirnya mau pulang ke Rumah masing-masing.


di Mansion Anna,


Anna diam diranjang menatap lurus kedepan,


"sayang? ". Adi duduk disamping Anna dan meletakkan susu bumil dimeja nakas.


"aku berharap Kak Nana dan Kak Ara baik-baik saja". gumam Anna dengan lirih.


"kenapa? apa kamu pikir mereka sedih? semua sudah baik-baik saja kan? masalahnya Bayi Kak Intan lahir Prematur tentu harus di inkubator terlebih dahulu". jawab Adi dengan lembut.


"iya, tapi mereka pasti lebih terpukul dari kami". jawab Anna.


Adi membujuk Anna bahwa semua itu tidak sengaja tapi bagaimana pun proses kelahiran Bayi Intan dan Celvin asalkan bayi mereka selamat, bukankah semua akan baik-baik saja? Anna pun mengangguk setuju dan menjadi lebih tenang.


"sekarang kamu minum susu ya? udah 3 hari kamu diRumah Sakit sayang, Kak Intan meminta kalian pulang itu adalah keputusan yang benar, lagian penjelasannya masuk akal kan? ". tanya Adi.


"tapi dimana Radit? kenapa di hari pertama aku tidak melihatnya? aku melihat Reyhan tapi tidak melihat Radit". tanya Anna serius setelah menghabiskan susunya.


"dia datang tapi malam-malam karna banyak pekerjaan". jawab Adi melihat arah lain.


Anna menatap Adi dengan serius, "kamu melimpahkan pekerjaanmu pada dia By? ".


"sayaang..? aku akan ambil pekerjaannya nanti kalau Caca mengandung anaknya, aku janji ya? bagaimana??". bujuk Adi.


Anna menghela nafas, "aku melihat Caca semakin berisi, apa dia tengah hamil? ". gumam Anna pelan.


"tidak, tapi Mami Erie selalu memanjakan Menantunya". jawab Adi.


"huh..! andaikan saja aku masih punya Mama". gumam Anna dengan kepala tertunduk.


"maafkan aku sayang". ucap Adi merasa bersalah.


Anna melihat ke arah Adi, "kenapa Hubby minta maaf? ". tanya Anna.


"karna aku tidak punya Mama dan tidak bisa memberimu mertua yang sayang padamu seperti Sekar dan Caca". jawab Adi.


Anna menggeleng kepalanya, "maafkan aku By..? aku tidak bermaksud menyinggungmu tapi aku hanya berbicara saja, lagian aku sudah banjir kasih sayang oleh Mama Dewi dan Papa Yardan, Mommy Diah serta keluarga Kak Nana".

__ADS_1


Adi mengulum senyum, "tapi aku tetap minta maaf".


Anna yang kini merasa bersalah karna ucapannya menyinggung Adi, Ia memeluk Adi dengan erat.


"aku tidak apa-apa Hubby..! selama Hubby ku baik-baik saja maka aku akan baik-baik saja, tidak ada masalah diantara kita kan? nanti Mansion ini akan ramai tangis bayi, apa perlu kita lakukan USG? ". Anna.


Adi tersenyum karna tau Anna tengah mengalihkan pemikirannya namun Ia menghargai Anna yang tengah berusaha.


.


Anna mengoles gel dingin di perutnya sendiri, mereka punya Ruangan perawatan sendiri demi Anna supaya tidak kehilangan jati dirinya.


Adi memperhatikan Anna yang tengah sibuk lalu membantu Anna menaikkan lagi baju nya, Anna meletakkan alat USG di perutnya dan matanya melihat ke arah layar.


"i.. itu apa sayang? kenapa aku merasa anak kita banyak? ". tanya Adi.


Anna membekap mulutnya tak percaya, "kita punya anak memang 3 Hubby..! 3?". pekik Anna.


Adi menjatuhkan rahangnya, "3? jadi bayiku di perutmu ada 3?".


"iya.. sebaiknya kita langsung ke dokter Henny ya? aku ingin mendengar penjelasannya kalau aku tidak salah menebak". pinta Anna.


Adi membawa Anna hari itu juga ke Rumah Sakit, sebelumnya Anna selalu menangis karna takut terjadi sesuatu dengan Intan dan bayinya, tapi saat Anna mencoba menghibur Adi ternyata Ia malah dilimpahkan kepercayaan yang tidak terhingga.


Anna dan Adi begitu bahagia, Dokter Henny menjelaskan bahwa Jenis kelamin anak mereka belum bisa dilihat tapi menunggu beberapa bulan lagi.


"tidak usah Dok, saya tidak memikirkan jenis kelamin anak kami, jenis kelamin laki-laki maupun perempuan sama saja". tolak Adi.


Anna tersenyum ke Adi, biasanya lelaki Penguasa pasti memikirkan pewaris yang akan dipimpin oleh anak laki-laki, tapi Adi malah tidak peduli jenis kelamin anak mereka nanti.


.


Anna tidur di Ruangan Pribadi Adi (Perusahaan Asia Group), Adi sibuk bekerja membantu Radit karna Anna bersikeras meminta Adi untuk tidak mengalihkan pekerjaannya pada Radit. Radit memang anak Mami tapi saat bekerja Ia sangat Profesional dan tidak akan ada yang tau tentang rahasia besarnya itu.


"tumben kau membantuku? ada apa? kesambet setan apa? ". ledek Radit.


"Anna-Ku yang memintanya, kalau tidak aku biarkan saja kau bekerja". jawab Adi dengan santai.


Radit terkekeh, "Nona Anna sangat baik tidak sepertimu".


"kau fikir aku tidak baik? ". tanya Adi dengan dingin.


"hmm? sedikit saja lebihnya banyak jahatnya". jawab Radit tanpa merasa bersalah.


"aku menyesal membantumu". ketus Adi.

__ADS_1


"aku laporkan pada Nona Anna". jawab Radit.


"oo, kau sudah pandai mengancamku?". tanya Adi dengan tatapan mengerikan.


"huh..! kau harus jadi manusia sedikit Di, Istrimu sedang hamil". ledek Radit.


Adi mendengus karna merasa Radit menekan kelemahannya, Radit bersiul senang keluar dari Ruangan Adi.


.


"Hubby? ". panggil Anna keluar dari Ruangan Pribadi Adi.


"sayang?? kamu sudah bangun? butuh apa? air? makan? ". Adi bangkit dan berlari ke arah Anna memegang tangan Anna.


Anna tersenyum, "ada apa? kenapa aku mendengar kamu sedang ribut dengan seseorang? apa ada masalah? ". tanya Anna.


"maaf sayang, aku tidak bermaksud membuatmu terganggu cuma masalah Radit yang mengejek kelemahanku". Adi.


Anna mengangguk, "aku mau minum".


"aku ambilkan". jawab Adi segera merangkul Anna memasuki Kamar (Ruangan Pribadi) lalu membawa Istrinya duduk di kursi.


"aku mau minum es! ". pinta Anna.


"tidak boleh sayang, kamu tidak ingat peringatan Dokter Henny hmm? aku tidak akan biarkan anakku membengkak didalam perutmu". omel Adi.


Anna mengerucutkan bibirnya, terpaksa Ia minum air biasa padahal Anna ingin minum es tapi demi kebaikan bayinya Anna harus menahan diri.


"mau roti? ". tanya Adi.


"aku tidak mau Roti tapi sup ayam buatanmu". jawab Anna.


"sup Ayam? kalau begitu aku pesan Ayamnya". Adi mengeluarkan ponselnya dan meminta Linda membeli ayam potong untuk membuat Sup.


"buatnya disini? ". tanya Anna mengerjab.


"iya sayang, aku akan masak disini". jawab Adi tersenyum mengelus wajah Anna.


Anna dengan sabar menunggu Linda datang membawakan ayam potong untuk mereka sementara Adi mengerjakan pekerjaannya dengan cepat supaya bisa lebih leluasa memasak setelah ayam nya tiba.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2