
.
.
.
Acara terus berlanjut,
saat memberi penghargaan Anna mendapatkan piagam the Best Mom begitu juga Nana yaitu the Power Mom, sepertinya piala dari logam emas itu memang dibuat khusus untuk mereka malam ini.
Nana mengucapkan terimakasih pada semua orang yang telah memberi kepercayaan besar itu padanya, begitu juga Anna yang tidak mengira dirinya mendapatkan Piagam berharga dari acara bergengsi malam ini.
.
"acara puncak saat ini adalah penghargaan untuk Tuan Muda Pimpinan Asia Group yang berhasil membuat nama negara kita harum dengan cara bisnisnya yang semakin luas di luar negri mengikat erat hubungan negara kita dengan negara lain". kata MC Pria dengan bangga.
"inilah kita sambut pada pembisnis termuda yang sangat hebat bisa mengelola 2 Perusahaan sekaligus dan keduanya sukses besar juga sangat diminati oleh semua masyarakat kita". mc wanita juga tak kalah bersemangat.
Mc wanita dan Pria saling pandang lalu mengangguk bersama, "kami persilahkan kepada Tuan Muda Asia Group yaitu Tuan Aditya Pratama untuk naik ke panggung penghargaan". ucap mereka serentak.
"silahkan Tuan Muda..? kami mohon beri sedikit tips untuk kesuksesan Tuan Muda dalam mengelola 2 Perusahaan besar hingga semakin berjaya seperti sekarang". kata Mc Pria dengan sopan.
Anna terkesiap, Ia lagi-lagi merasa telah melakukan kesalahan melupakan perjuangan sang suami mengelola perusahaan Asia Group yang pada dasarnya milik Anna, Adi bahkan tidak pernah mengambil sepesepun uang dari penghasilan pemasukan Asia Group yang sangat berlimpah-limpah.
"apa aku salah? dia yang salah tidak menganggapku orang penting di Mansion Anna, aku seorang dokter tapi dia malah pergi ke Rumah Sakit mengabaikanku". batin Anna berusaha membela diri.
Adi berdiri dari duduknya, Ia ditatap takjub oleh banyak wanita, baik yang masih gadis, janda dan bersuami, Adi tidak tersenyum karna pikirannya sebenarnya sangat kacau tapi pekerjaan menuntutnya harus bersikap profesional.
"tampannya". bisik para artis dibelakang Anna dan Nana.
__ADS_1
"aku pernah melihat senyumnya yang menawan".
"dia tampan sekali".
"pasti Nona Anna tidak akan bosan memandang wajah manis suaminya itu".
"aku dengar Tuan Adi itu sangat sabar menghadapi tingkah anak-anak Istrinya yang tukang ngambek".
"hussh... kamu ngomong apa sih? kamu tidak lihat Nona Anna didepan". bisik yang lainnya.
"Oups..! aku lupa".
"kalau udah cinta semua harus dihadapi kan, apalagi dia kaya dan punya segalanya".
"seharusnya punya suami yang baik di sayangi, dicintai jangan sampai melihat perempuan lain yang bersikap dewasa". sahut yang lainnya seperti sengaja menyindir Anna.
Anna terpaku mendengarnya, "aku hanya tidak mau bertengkar maka nya aku diam, tapi apa itu sangat keterlaluan? apa Hubby akan mencari perempuan lain? apa aku terlalu bersikap anak-anak?". batin Anna yang kalut dengan pemikirannya.
sejak awal Anna dan Adi tidak duduk bersama, Anna duduk disamping Nana dibelakang Anna ada banyak para artis dan model yang berada 1 tingkat dibawah Anna dan Nana walau mereka berdua bukan artis, Adi juga terus menatap sendu Anna yang sudah pasti ditebak orang iri itu Anna menyakiti hati Adi seolah Adi melakukan kesalahan yang tidak termaafkan, menurut mereka Anna terlalu lebay mentang-mentang punya segalanya.
"terkadang tidak ada yang tau kedalaman air hanya dengan dilihat dari atas sayang, mereka hanya netizen yang iri dengan apa yang kamu miliki jangan masukkan hati sayang..! masalah Rumah Tangga mu tidak ada yang tau kecuali kamu dan Adi saja". Nana berkata dengan serius membuat para artis dan model dibelakang mereka terdiam.
"kak?". rengek Anna.
"kakak tau kamu pasti kesal dengan suamimu karna suatu hal, tidak usah pikirkan mereka yang tidak tau apa-apa, anggap saja mereka itu hanya anj*ng menggonggong tanpa sebab". jelas Nana lagi serius sambil menoleh kebelakang melihat sinis satu persatu ke arah para artis dan model yang menyindir adiknya.
wajah para model dan artis itu kian memucat dan Pura-pura mencari kesibukan dengan memainkan ponsel masing-masing.
"fokus pada suamimu yang sempurna itu sayang". kata Nana dengan senyuman mengelus kepala Anna.
__ADS_1
Anna melihat ke arah depan dimana Adi malah masih sibuk menyalami para pejabat tinggi belum menaiki panggung, bagaimana mungkin Adi tidak menyalami para perdana menteri dan presiden saat mereka semua yang enak-enakan duduk mau berdiri memberi tepuk tangan meriah untuk Adi sebagai pengusaha sukses dengan memiliki mal ANA, belum lagi Asia Group yang dikelola oleh Adi.
Anna terdiam memikirkan kata-kata para model dan artis dibelakangnya, "perkataan Kakek?". batin Anna teringat akan sesuatu.
"nak...! Kami laki-laki memang terlihat sempurna dimata orang lain tapi sebenarnya kami punya banyak kekurangan, tugas kalian sebagai para wanita seharusnya membimbing laki-laki jika salah, memberi tau kalau kami salah, jangan didiamkan tanpa sebab karna tidak semua laki-laki peka dan sabar seperti suamimu". perkataan Leonard terngiang-ngiang di kepalanya.
'jangan sampai dia mencari perempuan lain yang lebih dewasa, seharusnya dia harus bersikap baik pada pria seperti Adi, terlalu Lebay, mentang-mentang punya uang dan kekuasaan'
kata-kata itu bermunculan di benak Anna sampai Ia sadar dan matanya berkaca-kaca, Anna memandang ke arah Adi yang berjalan ke atas panggung.
"terimakasih atas penghargaan ini, saya tidak bermaksud untuk mencari popularitas atau perhatian seperti ini karna yang saya lakukan hanya untuk Istri dan anak-anak saya kedepannya supaya hidup enak dan bahagia". kata Adi dengan tenang.
mereka yang mendengar tertawa dengan perkataan Adi yang tegas tapi sangat benar.
Adi menjelaskan cara kerja nya mengelola 2 Perusahaan besar yang Ia miliki memang tidak mudah, para pejabat penting yang ingin mencari usaha untuk booming di Pasaran tanpa segan bertanya pada Adi, Adi tanpa berpikir menjawab semua pertanyaan mereka dengan mudah beserta penjelasan keuntungannya tak lupa mengatakan segala kelebihan dan kekurangan setiap bisnis yang akan di kelola.
"Rugi?". beo para tamu undangan tidak mengerti,
Adi melihat kebingungan para tamu undangan pun berbicara,
"dalam bisnis menang, kalah, jatuh dan bangkit hal yang dianggap sudah biasa, jika kalian calon pembisnis takut untuk rugi lebih baik tidak perlu membuka usaha. saat kita menetapkan suatu Usaha besar Rugi adalah awal kemenangan, kita sebagai pembisnis harus tau cara kerja masyarakat kita yang suka berbaur dengan diskon atau potongan harga, tidak masalah kita harus rugi diawal tapi jika Produk kita memang bagus dan mereka menyukainya, otomatis kedepannya mereka akan kembali membeli walau semua barang harus mereka dapatkan dengan harga ketentuan kita".
Adi menjelaskan dengan santai dan membuat Para Pejabat penting negara sungguh takjub dengan kehebatan Adi dalam menguasai hal bisnis.
.
.
.
__ADS_1