Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
temui


__ADS_3

.


.


.


di Kamar Anna,


"kenapa sayang? ". tanya Adi memeluk Anna dari belakang.


"ini". Anna memperlihatkan layar ponselnya dimana ada Artikel berita mengenai dirinya sebagai satu-satunya Dokter pemberani mengoperasi pasien punya penyakit khusus seperti Sarla.


"hmm?". Adi mengambil ponsel Anna dan membacanya namun masih dalam keadaan memeluk Anna dari belakang.


"aku penasaran kenapa Direktur Joy memintaku bertemu saat Sarla pulang, terus banyak dokter, pasien dan suster yang melihatku ternyata karna ini". rajuk Anna.


Adi meletakkan ponsel Anna diranjang, "memang kenapa hmm? bukankah Istriku ini tulus menolong Sarla? kenapa peduli berita itu hmm? ".


"iya tapi kamu tidak lihat komentar mereka By? mereka ingin aku tetap menjadi dokter dan menyelamatkan banyak pasien tanpa mereka tau apa-apa situasiku yang ingin menjadi Istri sempurna untukmu". gerutu Anna.


Adi terkekeh, "sayaaang..! kamu memang Istri sempurna untukku".


Anna tersenyum lebar, "hmm? aku juga sangat cantik dan baik hati".


"hmm". jawab Adi.


"kenapa hmm? apa itu? ". tanya Anna dengan kesal.


"iya sayang, iya..! kamu sangat cantik dan baik hati juga menawan". jawab Adi yang harus berhati-hati berbicara dengan istrinya ini yang begitu sensitif.


Anna mengangguk, "kenapa aku tidak dengar kabar Sekar dan Caca? apa mereka baik-baik saja?".


"aku dengar Sekar juga hamil sayang". jawab Adi.


"apaaa?? kenapa aku tidak tau? ". pekik Anna.


Adi tertawa pelan, "aku juga baru tau tadi, Reyhan yang kasih kabar padaku, aku dan dia tidak sengaja bertemu di Mal ANA katanya dia beli hadiah untuk istrinya".


Anna menganga, "Caca? Caca bagaimana? ". tanya Anna.


"kalau dia aku harap kamu tidak terlalu berlebihan sayang, Radit itu anak Mami dan aku yakin otaknya hanya ada kasih sayang Maminya saja, kecuali dia jatuh cinta pada Caca. bukankah kamu yang bilang Caca itu galak? Radit tidak suka gadis galak malah suka gadis imut". Adi.


Anna mengangguk pelan, "Caca gadis imut kok, tapi awas saja Sekar, aku akan menyemburnya nanti".

__ADS_1


Adi terkekeh, "kamu tidak bisa kemana-mana sayang, aku tidak mengizinkanmu pergi".


"aku bisa pergi ditemani Linda kan? ". tanya Anna.


"tidak boleh, tunggu sudah 5 bulan". jawab Adi.


"apa-apaan itu? aku tidak mau terlalu lama". elak Anna.


mereka malah berdebat karna masalah menemui Sekar tapi Sekar juga tidak akan di izinkan datang ke Mansion Anna sebab Mama Eve pasti mengurung menantu kesayangannya itu, malah jika Sekar mau bertemu Han maka supir Mama Eve akan datang menjemput besannya itu.


"sayaang..? jangan ya? tunggu 1 bulan lagi ya? aku tidak bisa membiarkanmu pergi sayang". bujuk Adi.


"aku mau kesana titik..! kalau kamu larang aku akan marah dan mengusirmu dari kamarku, terserah kamu beri aku pengawal berapa tapi aku mau kesana TITIK!! ". tegas Anna yang bersikeras.


Adi menghela nafas, Ia pasrah mengizinkan Anna pergi ke Rumah Mertua Sekar tapi dikawal oleh 10 Pengawal lelaki dan Linda, tidak dikawal dari jauh lagi namun terang-terangan terkadang Anna merasa dirinya ini anak Putri Presiden bahkan Putri mahkota kerajaaan yang datang ke negeri orang, tapi mau bagaimana lagi? demi bertemu Sekar Ia harus dikawal ketat seperti itu terlebih lagi Ia sedang hamil muda.


"Annaaaa?? ". pekik Sekar saat membuka pintu ternyata sahabatnya datang.


Anna mengerucutkan bibirnya memasuki Rumah Mertua Sekar,


"Sayaaangg? kenapa keluar? ". Mama Eve datang dengan celemek dapurnya memegang sendok bubur seketika Ia menjatuhkan sendoknya ke lantai melihat Anna ada di Rumahnya yang tidak ada apa-apanya dibanding Mansion Anna.


"Mama Eve? kenapa melarang sahabatku menemuiku? lihatlah aku sampai dikawal ketat demi menemuinya". omel Anna melirik 10 pengawal Pria yang masuk ke Rumah dan berdiri disetiap sudut Ruangan menghadap Anna.


Mama Eve melihat ke segala arah dan tercengang, Ia berjalan ke arah Anna lalu meminta maaf pada Anna sebab menantunya sedang hamil.


"iyalah aku tau, suamimu yang bilang pada suamiku". jawab Anna.


"iya dia juga mengatakan padaku". jawab Sekar malu-malu.


Anna menghela nafas, lalu Mama Eve memberi waktu pada kedua sahabat baik itu untuk bicara sedangkan Linda mengikuti Mama Eve meminta segelas jus untuk Nona nya.


"boleh juga nih, sepertinya aku juga harus gaji pengawal untuk menjaga menantuku". batin Mama Eve memperhatikan Linda yang cekatan mencuci buah dan langsung menguasai dapurnya.


Anna dan Sekar bercerita, betapa bahagianya Sekar mendengar kabar bahwa Anna juga sedang mengandung, mereka akan menjadi calon Ibu dan cita-cita terbesar mereka adalah punya anak seperti Ren dan Rose setidaknya setengah dari sifat sikembar Nana dan Arka.


.


selama beberapa minggu Direktur Joy juga mondar-mandir ke Mansion Anna meminta Anna bekerja lagi sebab Karir Anna sedang meroket tinggi, tapi Anna menolak karna Ia hamil dan tidak bisa bekerja.


Rumah Sakit Direktur Joy juga ramai didatangi wartawan mencari Anna tapi tidak ada, Direktur Joy tidak mengatakan pada wartawan bahwa Anna sudah lama mengundurkan diri, alasannya karna kepopuleran Anna mengoperasi Sarla.


di Mansion Anna,

__ADS_1


"Nona..? ada tamu". Linda memasuki kamar Anna dan tidak menemukan Nona nya di Kamar itu.


Linda tau kapan bisa masuk ke kamar Anna dan tidak boleh masuk ke kamar itu jika ada Adi.


"tamu siapa? aku sedang berendam". teriak Anna dari kamar mandi.


Linda berlari kecil ke kamar mandi dan mencari Anna di kamar mandi seluas kamar itu, Ia melihat Anna sedang berendam di Bath Up dengan aroma Lavender yang menenangkan.


"Nona? tamu Nona dari Rusia, dari Sikecil Sarla". jawab Linda.


Anna yang memejamkan matanya seketika langsung membuka matanya, "Sarla? ".


"iya Nona". jawab Linda.


Anna berdiri lalu sontak saja Ia menutupi tubuhnya yang banyak tanda cinta dari sang suami,


"Lindaaa?? ". kesal Anna melihat Linda menahan tawa sekuat tenaga.


"maaf Nona, saya tidak akan tertawa! mari saya bantu Nona". Linda mendekati Anna dan membantu Anna keluar dari bath Up.


Anna sedang berlumur sabun, Jika ia memaksa berjalan sendiri maka Anna akan tergelincir dan itu membahayakan untuk janinnya, itu sebabnya Linda harus membantu Anna.


Anna menutupi tubuhnya dengan jaket sampai lehernya, Ia juga memakai syal sambil mengomel-ngomel perbuatan suaminya membuat Anna menjadi wanita aneh memakai syal di dalam Rumah.


"jangan terburu-buru Nona, mereka mengatakan akan menunggu berapa lama pun". pinta Linda.


"iya, aku kan cuma kesal, tapi awas kamu beritau orang lain Linda? aku tidak mau ada yang tau". peringatan Anna.


"baik Nona, saya akan jaga rahasia ini sampai kapanpun". jawab Linda menahan senyum.


Anna mendengus lalu meminta Linda mencarikan sendal berbulu nya, setelah selesai berpakaian Anna langsung keluar kamar menemui Sarla si gadis kecil yang mengingatkan Anna pada sosok dirinya saat masih kecil.


Sarla lebih beruntung dari Anna sebab Sarla punya Kedua orangtua juga Kakak laki-laki yang sangat menyayangi gadis itu walau tidak bisa mengeluarkan suara.


.


.


esok lai.. hehe.


selamat beraktifitas..!!


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2