Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
mengerjai


__ADS_3

.


.


.


Anna mengerucutkan bibirnya menunjukkan layar ponsel Linda, Linda terkekeh lalu membuka layar kunci ponselnya dan Anna melihat pesan Linda pada Adi yang tertera Tuan Nona Anna,


"apa-apaan ini? kenapa fotoku jelek sekali? ". protes Anna ke Linda.


Anna tidak tau kalau Linda akan memotretnya dan mengirim foto ke Adi,


"Nona sangat cantik". jawab Linda menahan senyum.


"cantik dari mana?? mana ada cantik kaya gini, ini mah gaya preman pasar kalau lagi makan". omel Anna.


Linda tertawa lebar, "Maafkan saya Nona, lain kali saya akan izin pada Nona saat memotret".


Anna menyerahkan ponsel Linda, "awas aja kalau dilakukan lagi, aku potong gajimu". ancam Anna melotot horror.


Linda bukannya takut malah tertawa, "baik Nona".


Anna mendelik lalu mengulurkan tangannya dengan cepat Linda membantu Anna berdiri, Anna mengomel-ngomel sepanjang jalan ke Ranjang akan tingkah Adi yang meminta Linda memotret dirinya tanpa sepengetahuan nya.


"kenapa dia tidak tanya padaku? aku pasti akan mengirim fotoku padanya kalau dia memang ingin, kenapa malah melaluimu? ". kesal Anna.


Linda menahan tawa saja sekuat tenaga,


"Linda..?". geram Anna.


"iya Nona? ". sahut Linda.


"aku bicara itu dijawab, kamu itu dibayar untuk menjadi temanku bukan patungku, ngerti nggak? ". ujung-ujungnya Linda juga kena Omel oleh Nona nya itu.


"maaf Nona, saya akan menjawab lain kali". jawab Linda sambil mendudukkan Anna di ranjang sambil nyengir kuda.


Linda menyelimuti Anna lalu hendak pergi,


"mau kemana? ". tanya Anna melihat Linda hendak keluar kamarnya,


Linda berbalik, "apa Nona harus di tungguin tidur?". tanya Linda.


"tidur disampingku". titah Anna.


Linda berkedip lucu, "sa.. saya Nona? itu tidak mungkin".

__ADS_1


Anna terpaksa kembali duduk, "kalau begitu dimana aku harus tidur biar kamu juga mau tidur di dekatku? dilantai? atau dikamarmu? ".


Linda menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, alhasil Anna tidur di kamar Linda karna Linda tidak mau tidur dikamar mewah Anna yang menjadi tempat menjalin cinta Anna dengan Adi, membayangkannya saja sudah membuat Linda segan.


"apa Nona memang sesederhana ini? semakin aku mengenal Nona semakin aku menyukai pribadi Nona, selama aku bekerja baru kali ini aku dapat Bos yang baik dan ramah menganggapku teman bukan babu". batin Linda saat tersentak ternyata Anna tengah memeluknya seperti bantal guling saja.


.


pagi-pagi,


Anna tercengang saat pengawal yang berjaga mengatakan Sartika dan Mia datang ke Mansion Anna, Leonard sedang tidak ada di Mansion sebab Leonard menemui Ren & Rose di Mansion Wijaya karna Sikembar Nana tidur disana.


"siapa Sartika dan Mia Nona? ". tanya Linda.


"apa aku belum bilang? ". tanya Anna ke Linda.


"belum Nona". jawab Linda.


Linda berusaha mengingat siapa saja keluarga Anna yang harus di ingat Linda tapi tidak ada selain Leonard dan keluarga besar Nana saja.


"apa Tuan tidak masukkan Keluarga Nona yang lain? lalu bagaimana caraku mengenali mereka? ". batin Linda gelisah.


"ini adalah data Keluarga Anna yang harus kamu hormati, sisanya tidak perlu". perkataan Adi seketika terngiang di kepala Linda.


"Tante Sartika itu keluarga Mamaku, dia datang dengan anaknya, sepupuku, mereka pasti ada maunya menemuiku lagi". jawab Anna menghentakkan kakinya dengan kesal.


"Nona? apa perlu saya beritau anda sedang istirahat?". tanya Linda.


"mereka itu keras kepala, sebaiknya biarkan saja mereka menunggu diluar sana, bilang saja aku sedang mandi dan aku mandi sangat lama". titah Anna ke Pengawalnya.


"baik Nona". jawab pengawal itu mengangguk mengerti bahwa Nona nya tidak mau bertemu wanita diluar sana.


"kenapa Nona tidak mengusir mereka saja?". tanya Linda.


"aku lelah bicara dengan mereka, yang ada aku membuat anakku takut nanti". jawab Anna berbalik pergi disusul oleh Linda.


Linda percaya saja dengan keputusan Anna, jika menurut Anna itu adalah yang terbaik asalkan Anna baik-baik saja.


.


.


di luar Mansion,


"apaaa?? sedang mandii? kenapa tidak membiarkan kami masuk hah?? dimana Papa Leonard?". tanya Sartika tak percaya.

__ADS_1


"maaf Bu, kami tidak bisa mengajak kalian masuk". jawab salah satu pengawal.


"kalian tidak tau aku hah?? aku SARTIKA, Tante kesayangan Anna". pekik Sartika yang sudah kehilangan kesabarannya.


Pengawal yang lain saling melihat satu sama lain,


"kenapa kalian lihat-lihatan hah?? apa kalian tidak tau kalau kalian sudah melakukan kesalahan?? Mamaku ini kesayangan Nona Muda kalian, hanya karna dia sedang mandi bukan berarti kalian tidak mengizinkannya masuk hah?? kalau Paman tau pasti dia akan marah, kalian akan dipecat nanti". teriak Mia yang marah-marah.


para pengawal Anna tertawa satu sama lain lalu mereka membubarkan diri meninggalkan Mia dan Sartika, mereka yang di tinggal didepan gerbang pun menggeram marah seperti tidak disambut sama sekali oleh pengawal rendahan Mansion Anna.


"Mama ayo kita pulang aja ke Singapura..! aku udah malas disini". kesal Mia.


"pulang kemana hah?? Mama tidak terima semua ini, Mama akan membuat mereka yang membiarkan Mama berdiri disini dipecat". Sartika tidak mau pergi dari posisinya saat ini.


.


siang harinya,


Adi tiba di Mansion Anna pulang dari Luar Kota, Ia melihat Sartika dan Mia didepan Pagar, Adi tersenyum miring karna tau Anna melarang kedua wanita pengemis itu masuk ke Mansion Anna.


melihat mobil Adi dengan cepat para pengawal Mansion Anna membukakan Pintu Gerbang,


"ayo cepat masuk Ma..! ". teriak Mia.


buru-buru Sartika dan Mia memasuki Mansion Anna tapi dilarang oleh Para pengawal Anna, mereka berlarian mengikuti mobil Adi sementara Para Pengawal Mansion Anna yang mau mengejar kedua wanita tidak diundang itu tiba-tiba mendapat pesan langsung dari Anna membiarkan mereka masuk tapi tidak usah diantar. Jalan menuju Mansion utama Anna sangat jauh, Adi tau Mia minta tumpangan malah menyeringai tidak mau menghentikan mobilnya tapi sengaja memperlambat mobilnya untuk mengerjai mereka berdua. luas Mansion Anna 8 hektar, ramai pepohonan dan tumbuhan yang dirawat oleh Han seorang diri berbeda yang menjadi tukang sapu dan pemotong rumput.


"bahkan kalian lebih buruk dari seorang Pengemis, seorang Pengemis hanya meminta makan tapi kalian meminta harta? kalian bukan manusia". sinis Adi.


"kalau bukan karna janjiku pada Anna sudah aku tabrak mundur kalian sejak tadi". sambung Adi lagi berdecak pasrah tidak bisa membunuh kedua makhluk serakah itu.


setibanya di Mansion Anna,


Sartika dan Mia sudah basah karna keringat, mereka tiba dengan nafas terengah-engah.


"aaahhh? Mama..? badan aku bau dan basah, aku geli Maaa". jerit Mia melihat bajunya basah.


"kamu pikir kamu aja hah?? mama bagaimana?? sial*n suami Anna itu? apa dia tidak tau kalau kita mengejarnya tadi? lagian kenapa Mansion ini tidak berubah hah?? jauh sekali masuk ke Rumah Utama ini". geram Sartika mengipas-ngipasi wajahnya yang berkeringat.


Adi masuk ke Mansion lewat parkiran bawah tanah khusus mobil, Ia mencari sosok Istrinya ternyata salah satu pengawal mengatakan Anna ada di Ruang Keamanan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2