
.
.
.
"Nonaa?? ". teriak kedua Pria itu dengan memelas.
Caca melajukan mobilnya tanpa menabrak motor orang yang menghadang mereka.
Anna melihat kebelakang, "apa sih tujuan mereka membawaku? apa om Roben pelakunya? masih dia atau tante Besta? atau....? ".
"atau siapa?? banyak sekali saudaramu Anna". gerutu Sekar.
"Saudara dari pihak Mama saja, mereka sedang diluar negri entah bagaimana nanti mereka kalau kesini pasti banyak maunya". oceh Anna dengan raut wajah memberengut.
Sekar menganggukkan kepalanya, "terakhir yang dari Singapura minta mobil ya samamu? kenapa kamu kasih?? ".
"aku hanya malas berdebat dan cari perkelahian dengan mereka". jawab Anna menghela nafas panjang.
"apa mereka masih mengikuti kita Anna? ". tanya Sekar melihat kebelakang.
Anna juga menoleh kebelakang, "tidak ada..! Caca bawa mobilnya kencang pasti mereka tidak akan bisa mengejar kecepatan mobilku ini".
"dasar penipu zaman sekarang menjual belas kasihan". gerutu Sekar.
"apa ada penipu menjual rasa kasihan? kenapa aku baru tau ya?". Anna jujur saja baru tau ada Penipu menjual rasa kasihan.
"Anna kamu harus berhati-hati, sebelumnya pernah kejadian dikampus kita sekolah kedokteran, katanya adiknya sakit dan anak itu tertipu malah dijadikan sandera oleh penipu itu". jawab Caca.
"aku juga tau berita itu". Sekar mengangguk membenarkan.
"padahal aku rajin lihat berita terkini kenapa aku tidak tau? ". Anna mengeluarkan ponselnya.
"tidak apa Anna..! yang penting Adi sudah memperingatimu juga kami". jawab Caca
"tidak terlihat lagi mereka, ingin rasanya aku bakar sipenipu itu tapi mereka tidak membunuh orang hanya dijadikan uang saja, mereka melakukan itu untuk penebusan keluarga sementara kamu Anna? orang terkaya raya seAsia saat ini". Sekar
"terlalu berlebihan, kak Nana jauh lebih kaya dariku". jawab Anna tersenyum lebar.
"Kak Nana punya uang penghasilan sendiri sementara kamu pewaris Asia Group Anna..! kamu bisa beli 5 pulau dalam sekedip mata". heboh Sekar.
__ADS_1
Anna memutar bola matanya dengan malas, "terlalu boros, lebih baik uangnya untuk membantu orang susah".
"inilah kebaikan Anna". kata Caca tersenyum tulus.
"yah..! aku juga mengakuinya". jawab Sekar menghela nafas panjang.
tak ada pembicaraan lagi diantara mereka sampai tiba di Mansion Anna,
pengendara motor tadi mendatangi Mansion Anna,
"mereka sudah sampai kan? ". tebak Pria 1
"haissh..! kenapa dia susah sekali ditipu? padahal katanya hatinya baik". gerutu Pria 2
"karna Suaminya sudah bertindak merawat anakku". kesal Pria 1
"bagaimana cara kita membawa Nona itu? apa Pak Roben akan marah kalau kita tidak berhasil?". Pria 2
"uuh..! sebenarnya aku takut mencari masalah dengan Nona ini, apa kau tidak dengar peringatan suaminya? aku merasa Suaminya punya aura kekejaman seperti ketua Mafia". Pria 1
"lebih baik kita pergi saja..! aku takutnya kita dikeroyok pengawal Mansion itu". pinta Pria 2
mereka berbalik pergi melaporkan kegagalannya pada Roben yang benar-benar meledak dalam amarahnya, Ia sudah banyak kehilangan uang untuk Nian tapi sekarang anaknya kembali ditangkap polisi serta bukti sudah terlanjur tersebar, sekarang rencananya selalu gagal untuk mendapatkan Anna supaya Adi mau memberikan beberapa saham untuknya dan itu semua membuat amarahnya sulit dikendalikan.
mereka lari ketar-ketir naik motor sambil berboncengan dan pergi dari Roben, Besta menenangkan sang suami yang suka marah-marah.
"bagaimana kalau kita minta Sartika dan Mia kesini sayang? ". rayu Besta.
"Mia? ". beo Roben
"iya..? bukankah Mia sepupu kesayangan Anna? dia selalu datang kalau ada maunya dan Anna menurutinya kan?". Besta.
Roben mengangguk membenarkan, Amarahnya yang tadi meledak langsung meredup.
"Sartika juga Tante kesayangannya kan?". senyum tipis Roben yang penuh rencana jahat.
"iya..! tapi kenapa Anna tidak datang ke Singapura untuk melihat mereka ya? apa mereka memang dekat? atau memang hanya Anna saja yang sayang mereka?". Besta.
"Anna terlalu baik dan patuh kan? tapi suaminya? yang menjadi halangan terbesar kita saat ini adalah Suaminya.. kita harus menyingkirkan suaminya terlebih dahulu baru kita bisa menjalankan rencana, Anna pasti tidak mau menjadi Presdir Asia Group tapi sekarang karna dia punya suami sombong dan angkuh itu yang menduduki posisi yang harusnya menjadi milikku saja". Roben.
"Anna seharusnya di kamar saja melayani suami". kesal Besta
__ADS_1
Roben tertawa, "bagaimana jika kita mencarikannya Pria lagi? apa perlu kita buat adegan cerita berlebihan supaya Anna membenci Suaminya dan pada akhirnya minta cerai".
"ya Sayang..! kamu benar, semua laki-laki itu binatang buas aku yakin dia pria yang suka perempuan cantik dan seksi". seringai jahat Besta.
"tapi Ciska saat itu ditolak olehnya, bagaimana cara kita membuat perempuan bekerja disisinya? ". tanya Roben menanyakan pendapat sang istri.
"aduh sayang..! percuma banyak obat perangs*ng saat ini kan? kita beli lalu berikan padanya dan masukkan dia dalam kamar yang sudah diberi rekaman CCTV, atau kita suruh Anna kesana biar dia melihatnya lalu meminta cerai". ide licik Besta.
"aah..! kamu memang Istriku yang cerdik". puji Roben dengan bangga.
mereka terus saja merencakan hal jahat demi saham Perusahaan Asia Group, satu saham kecil saja di Perusahaan Asia Group bisa mendapatkan penghasilan sampai Milyaran apalagi lebih. Anak mereka didalam penjara pun dibiarkan saja malah memilih memperkaya diri terlebih dahulu setelah itu hukum akan bisa mereka beli.
.
malam hari di kamar Anna,
"Adi kamu pulang? ". Anna berlari kecil mendekati Adi dan mengambil tas kerjanya.
Adi menautkan kedua alisnya, "ada apa Anna? kok tumben? ".
"tumben? apanya? aku hanya melayani suamiku". jawab Anna tersenyum lebar lalu membelalak seketika saat menyadari perkataannya.
Anna segera pergi ke sofa dan meletakkan tas kerja Adi disana, Adi kaget sesaat namun Ia mengulum senyumnya melihat raut wajah malu Anna yang keceplosan mengakui dirinya adalah suami Anna.
"mau minum apa Adi? apa aku buatkan kopi? ". tanya Anna mencairkan suasana.
Adi terkekeh melangkahkan kaki ke Anna hingga tiba di hadapan sang Istri.
Anna perlahan mendongakkan wajahnya, "mau Kopi?". tanya Anna dengan mata mengerjab polos.
Adi memeluk Anna dengan erat, Anna yang awalnya gugup pun tidak lagi gugup saat Adi memeluknya seperti saat ini.
"aku benar-benar lelah sayang..! terimakasih telah menjadi obat lelahku". ucap Adi dengan lembut.
"aku tidak melakukan apa-apa". jawab Anna sambil tersenyum di belahan dada bidang Adi.
Adi suka sekali memeluknya, sebenarnya Adi sangat bahagia saat Anna mengakuinya sebagai suami, menurut Adi itu adalah perubahan yang sangat besar namun Adi tetap tidak mau terburu-buru ingin memiliki Anna seutuhnya.
Adi sedang menunggu waktu sampai Anna benar-benar siap menjadi Istrinya, bisa saja Adi memiliki Anna saat ini tapi rasa cintanya lebih besar dari hawa nafs*nya saat ini. Adi mungkin takut kecanduan nanti maka nya Ia lebih baik menahan diri terlebih dahulu.
.
__ADS_1
.
.