
.
.
.
Adi menggendong Anna dengan hati-hati seolah takut membangunkan Anna.
saat tiba di Mansion Anna, Caca dan Sekar bersama Leonard tengah menunggu kepulangan mereka. melihat Anna digendong membuat mereka panik mendekati Anna namun Adi sudah memberi isyarat bahwa Anna tengah tertidur.
Sekar membekap mulutnya syok, Caca menghela nafas lega Anna baik-baik saja.
"antar Anna nak..! Kakek ingin bicara denganmu". pinta Leonard.
"iya kek". jawab Adi dengan gerakan bibir.
Leonard melajukan kursi rodanya meninggalkan mereka semua, tak lama Adi pun pergi dari sana, Sekar dan Caca menatap kepergian Adi menggendong Anna.
"kenapa Anna bisa ketiduran gitu? apa mereka baru saja malam pertama? ". celutuk Sekar.
Caca memukul kepala Sekar yang meringis seketika, "pemikiranmu itu dangkal sekali". ledek Caca.
"dangkal apanya? Anna kelelahan gitu wajar lah aku berpikiran seperti itu". gerutu Sekar mengelus kepalanya yang terasa sakit dipukul Caca.
"apa otakmu isinya hanya keponakan kecil saja? ". decak Caca dan Sekar menjatuhkan rahangnya.
Sekar yang kesal menyibakkan kedua lengan bajunya,, "sini kamu Ca..! aku pukul balik kepalamu". bentak Sekar dengan kesal.
Caca segera berlari dan Sekar mengejarnya, mereka belum punya pasangan jadi berdebat dan bertengkar pun berdua, sebelum Anna menikah dengan Adi mereka bertengkar selalu bertiga terutama jika berada didekat Rose.
Han yang baru masuk Mansion melihat aksi kejar-kejaran mereka langsung berteriak,
"Sekaaaarr?? Cacaaaa?? ".
"aihh.. mampus". Caca dan Sekar berdecak bersama lalu segera melarikan diri ke kamar masing-masing.
Han menarik nafas dalam-dalam, Sekar pernah operasi ginjal dan hal itu membuat Han masih waspada sampai sekarang bahwa Putrinya itu tidak boleh kelelahan padahal sudah sembuh total, namun karna seorang Ayah yang mencintai Anaknya tentu tetap tidak mau anaknya lelah apalagi berlarian seperti tadi.
Han mengelus dada melihat pelaku yang membuatnya marah sudah melarikan diri ke kamar, percuma Ia marah sebab orang yang dimarahin itu tidak ada, jadi berusaha menenangkan amarahnya sendiri saat ini sampai benar-benar tenang.
beberapa pengawal yang menjaga kediaman Mansion Anna tidak heran lagi dengan Han, mereka lebih memilih menjalankan aktifitas masing-masing dengan mengambil minuman berupa kopi dan cemilan malam untuk berjaga.
.
__ADS_1
Adi menyelimuti Anna dengan hati-hati, bibirnya terus saja mengukir senyuman tampannya mengenang masa kencannya dengan Anna selama 1 harian penuh tadi sampai Anna terlelap karna kelelahan.
"tidur yang nyenyak sayang, jangan lupa mimpi indah tentangku ya? ". bisik Adi lalu mengecup lama kening Anna.
Adi segera keluar dari kamar nya menuju Ruangan Leonard.
Adi masuk ke Ruangan Leonard lalu tak lupa mengunci pintu, "Kakek? ". panggil Adi.
"kemarilah..! ". titah Leonard.
Adi melangkahkan kakinya mendekati Leonard lalu seperti biasa Adi duduk bersila di kaki Leonard dan memijit kaki Leonard.
"ada apa Kek? ". tanya Adi sambil senyam-senyum.
Leonard mengerutkan keningnya melihat raut wajah bahagia Adi, "Kakek dengar dari seseorang ada yang berusaha menyakitimu nak? apa itu benar? tapi ekspresimu kenapa bahagia sekali? ".
Adi terkekeh, Ia tak heran lagi Leonard tau banyak hal tentangnya.
"Anna dan Adi baru saja resmi menjadi sepasang kekasih Kek". jawab Adi dengan senyuman tampannya.
Leonard tergelak, "sepasang kekasih? kalian sudah suami Istri nak".
"Adi tau Kek". jawab Adi tersenyum sangat lebar.
Leonard menghela nafas, "bagaimana keadaanmu nak? Kakek bahagia kalian semakin dekat tapi Kakek juga takut kamu dalam bahaya nak".
"Adi tidak akan lengah Kek..! Adi janji akan menjadi yang terkuat supaya bisa melindungi diri Adi sendiri tanpa melibatkan Anna". Adi berbicara dengan serius.
"Anna pasti aman Nak..! Kakek menambah beberapa pengawal bayangan untuk Anna tapi kamu?? apa kamu tidak mau dikawal? ". tanya Leonard.
"tidak Kek..! Adi baik-baik saja, cukup awasi saja Adi dengan baik". pinta Adi.
"Anna memang ceria tapi hatinya rapuh Adi.! kamu harus bertahan, harus baik-baik saja deminya, Kakek tidak mau dia merasakan yang namanya kehilangan lagi". Leonard menekan-nekan bahu Adi dengan pandangan serius.
"Iya kek..! apa Adi boleh melakukan cara Adi untuk menghabisi mereka yang berusaha membunuh Adi Kek?". tanya Adi dengan hati-hati.
"lakukan nak..! dunia ini sangat kejam, jika kita terlalu menggunakan hati, kita tidak akan bahagia dan tentram, kekejaman itu penting untuk melindungi diri kita dan orang terkasih kita". Kata Leonard dengan serius.
Adi mengulum senyum tampannya, "terimakasih Kek..! Adi akan balas perbuatan mereka yang berusaha menyingkirkan Adi dengan cara kotornya".
Leonard menganggukkan kepalanya, Ia tidak peduli Aditya seorang Mafia sekalipun asalkan Cucunya bahagia, tidak kesulitan, dan semua baik-baik saja walau harus bermandikan darah.
Leonard dulu juga seperti itu, sangat kejam dan tidak pernah ada kata ampun saat ada orang lain yang mengusik kebahagiaannya walau kerabat kandung sekalipun, Leonard tanpa segan membantai keluarga Pihak Papa Anna karna membuat kecelakaan hebat itu sampai menewaskan kedua orangtua Anna dan membuat Anna lumpuh total.
__ADS_1
.
pagi-pagi,
Adi tersenyum saat Anna melayaninya dengan sangat baik, terlebih lagi Anna sangat cantik tanpa polesan make-up terlihat begitu natural.
"kamu cantik sekali Anna". puji Adi dengan senyuman.
Anna mendongakkan pandangannya, "aku memang cantik tapi sekarang aku belum mandi, kamu jam berapa berangkatnya Adi? ".
"15 menit lagi". Adi melihat jam tangannya.
"aduh..! sarapannya gimana? ". tanya Anna merasa bersalah terlambat melayani Adi.
"mandilah..! aku bisa sarapan sendiri, Istriku ini seorang dokter tapi juga bisa menjadi seorang Istri yang sempurna untukku, jangan terlalu pusingi aku sayang, aku bukan Pria yang haus akan di layani". bisik Adi dengan mesra lalu menggigit gemas telinga Anna.
Anna tersenyum lalu memukul bahu Adi yang menggigit telinganya, "dasar..!". rengut Anna.
Adi tertawa sementara Anna merapikan kembali dasi Adi,
"sudah..! pergilah, hati-hati ya? ". kata Anna mengelus dada bidang suaminya untuk merasakan betapa rapinya pakaian Adi saat ini.
"iya..! kamu juga ya? ". kata Adi mengecup pipi Anna.
Anna menggeleng kepalanya sambil tersenyum melihat kepergian Adi, Anna masuk ke kamar mandi lalu menepuk keningnya.
"aku lupa menyalaminya". gumam Anna melupakan adegan romantis yang Ia sukai.
"issh..! lain kali aja deh". jawab Anna sendiri sambil tersenyum ceria menutup pintu kamar mandinya.
.
setibanya di Perusahaan,
Adi meminta Boy (OB) untuk mencari tau cairan dalam alat suntik yang dibawa oleh pengendara motor yang mencoba mencelakainya sebelumnya.
"baik Tuan..! saya minta izin cuti sehari untuk mencari tau hal ini". kata Boy dengan sopan.
"hmm". jawab Adi menganggukkan kepalanya.
Radit sedang sibuk bekerja, Adi terlalu kejam jika meminta Radit mencari tau cairan itu lebih baik meminta bantuan Boy yang merupakan orang setia Nana.
.
__ADS_1
.
.