Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
penyakit cinta


__ADS_3

.


.


.


Nana tertawa mendengar cerita Anna, Pantas saja Anna mengatakan Adi begitu romantis ternyata Aditya sudah mengungkapkan perasaannya di Vila puncak.


"sepertinya aku tidak perlu lagi ikut campur masalah mereka, Adi bisa diandalkan untuk menjaga dan melindungi Anna". batin Nana tersenyum manis melihat wajah ceria Anna yang berceloteh tentang keindahan alam di Puncak.


"maaf ya Kak? hehe..! Anna kebanyakan ngoceh ya?". cengir Anna malu-malu karna baru menyadari hampir 1 jam lebih mereka bercerita lebih tepatnya Anna yang bicara tanpa rem.


Nana tertawa lebar, "kakak senang kok mendengar ceritamu sayang..! kakak tidak menyangka adik kecil kakak ini ternyata sudah dewasa tidak cemburu hanya karna sebuah artikel lagi kan?".


"kapan Anna cemburu karna Artikel Kak? ". rengut Anna mengerucutkan bibirnya.


"Anna yang kakak kenal itu hatinya sangat lembut dan mudah tersinggung kalau sudah menyangkut orang tersayang, kakak takut kamu marah sama Adi dan hubungan kalian dalam masalah besar karna Artikel Layla itu". Nana


Anna tersenyum lebar lalu menceritakan bahwa Ia sudah tau duluan Perasaan Adi kalau belum tau mungkin beda ceritanya, beruntung saja Adi membawa Anna ke Puncak dan mengungkapkan segala isi hatinya disana.


perkataan Adi yang sangat membuat Anna meleleh sampai terngiang-ngiang di kepalanya adalah saat Adi bilang bahwa Anna itu alasan Adi hidup, berarti tebakan Anna selama ini Adi hidup dan bertahan hidup demi Anna hanya demi Anna saja, perempuan mana yang hatinya tidak akan melayang dijadikan Prioritas utama bagi seseorang terutama bagi Pria yang sedang Ia sukai.


"uuuhh.. kesayangan kakak ini udah nakal ya? ". Nana menoel-noel hidung Anna dengan gemas.


"apa kalian sudah malam pertama? ". tanya Nana menggoda.


Anna menggeleng kepalanya malu-malu,


Nana tertawa keras membuat Anna semakin malu lalu Nana bertanya alasannya tapi Anna menjawab berdasarkan penilaian Caca dan Sekar bahwa tubuh Anna masih kaku dan kikuk membalas sentuhan Adi.


"apa Anna salah kak? Anna masih harus banyak belajar, Anna kan masih belum terbiasa dekat dengan laki-laki". tanya Anna dengan polos.


Nana tertawa gemas, "sayang..?? kamu itu benar-benar gemesin tau nggak? pasti Adi sayaaaangg banget sama kamu, Kakak aja sayang sama kamu apalagi Adi ya?? ".


Anna tersenyum lebar lalu memeluk Nana dengan manja, "Anna juga saaaayyyyaaaannng.. banget sama kakak".


Nana tertawa mengelus kepala Anna, bagi Anna memang Nana itu seperti Kakak juga sosok figur Ibu bagi Anna, Idola, dan hanya satu-satunya wanita yang selalu didengarkan perkataannya oleh Anna.


makan malam bersama,


Anna dan Nana datang bersama, mereka berdua begitu dekat seperti kakak-adik kandung tapi semua yang ada dimeja makan terlihat biasa saja melihat keakraban Anna dengan Nana.


menurut Sekar, Nana adalah malaikatnya pernah menyelamatkan hidupnya,menyekolahkannya juga menjaganya sampai Papanya bebas dari penjara.

__ADS_1


tapi berbeda bagi Anna yang menganggap Nana segala-galanya bagi Anna, pelita dalam kegelapan Anna yang membawa Anna ke dunia yang terang benderang hingga sampai ke titik ini, jadi wajar saja Anna begitu lengket pada Nana dan terobsesi ingin seperti Nana.


"sudah selesai bicaranya sayang? ". tanya Arka menggenggam tangan Nana.


Nana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu melihat Rose yang dipangku oleh Leonard juga Caca dan Sekar selalu menatap Rose sesekali mereka menyuapi Rose.


Ren duduk angkuh disamping Arka, harga dirinya terlalu tinggi untuk dimanja orang lain selain Mama kandungnya saja, bisa dikatakan Ren terlihat lebih dewasa dari Rose padahal wajahnya masih imut dan umurnya tidak berbeda jauh dengan Rose yang masih mau dimanja dan disayang.


.


.


di mobil,


Rose tidur dipangkuan Ren sementara Ren tidur menyandar di kursi mobil, tangan kecil Ren melingkar ditubuh Rose seolah melindungi adik kembarnya itu.


"kenapa sayang? apa Anna mu baik-baik saja?". tanya Arka dengan lembut ke Nana.


"percuma saja aku mengkhawatirkan Anna sayang, dia sudah dewasa". senyum lebar Nana melihat ke arah Arka.


"kan aku sudah bilang..! Aditya Pratama adalah Pria pekerja keras, selama ini tujuannya hanya Anna dan Anna tentu saja Pria itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan saat menjadi suami Anna". Arka mengecup sayang punggung tangan Nana.


"huh..! iya..! lain kali aku akan percaya dengan Adi, aku yakin mereka bisa mengatasi masalah mereka bersama". kata Nana tersenyum lembut.


Nana menatap tajam suaminya, "siapa yang kamu katakan bodoh hah? adikku tidak bodoh".


"iya.. iya.. dia tidak bodoh hanya mencari jalan aman biar tidak dalam masalah kan?". ralat Arka terkekeh mengelus sayang kepala Nana.


.


sementara di Kamar Anna,


Anna tertidur pulas menggenggam ponselnya sekitar jam 2 malam Ponsel Anna berbunyi,


"hah? apa itu? ". Anna terbangun dengan wajah bantalnya lalu mengambil ponselnya yang membuatnya terbangun.


Anna tersenyum lebar melihat nama kontak yaitu Pak Suami ❤, dilayar ponsel nya.


"haloo? ". Anna melambaikan tangannya menjawab VC Adi.


"apa aku membangunkanmu sayang? padahal aku hanya iseng tidak berniat mengganggumu". Adi tertawa kecil melihat wajah bantal istrinya yang sangat ia rindukan.


Anna mengelus sebelah pipinya, "kapan sampainya? kenapa menghubungiku jam segini? ".

__ADS_1


"aahhh.. tadi aku langsung ke Perusahaan, saat tiba di Apartemen langsung menghubungimu, kalau tidak diangkat tidak masalah tapi ternyata Istriku ini ternyata menunggu kabar dariku ya". gemas Adi menggoda Anna menaik turunkan kedua alisnya.


"tidak juga". Anna membuang muka karna ketangkap basah oleh sang suami dirinya memang menunggu kabar dari Adi.


mereka berbicara sampai 1 jam-an, perbedaan jam di negara mereka masing-masing tidak menjadi pengganggu dalam mereka berkomunikasi.


.


.


pagi-pagi,


"selamat pagi semuanya..? ". sapa Anna begitu cerah dan ceria padahal ia tidur tadi malam cuma 5 jam.


"pa.. pagi Nona". jawab para pelayan dan pengawal yang kaget melihat Anna menyapa mereka.


Caca dan Sekar yang baru saja keluar kamar pun hanya menganga lebar saat melihat Anna melintasi mereka melompat-lompat seperti anak remaja saja.


Caca dan Sekar segera berlari mengejar Anna lalu menahan tubuh Anna, Sekar meletakkan tangannya dikening Anna.


"Anna kamu baik-baik saja kan? ". tanya Caca padahal Sekar tengah mengecek suhu badan Anna.


"kenapa?". tanya Anna dengan mata mengerjab polos menatap Caca dan Sekar bergantian.


"suhu badannya normal kok, coba kamu cek Ca". pinta Sekar.


Caca juga melakukan hal yang sama,


"kalian kenapa sih? aku mau sarapan terus berangkat kerja". Anna melewati kedua sahabat baiknya itu sambil menyeringai lebar.


"apa terjadi sesuatu dengan otaknya? ". tebak Sekar merangkul lengan Caca.


"aku rasa penyakit Cintanya semakin parah". jawab Caca juga.


"aku jadi takut menikah". gumam Sekar


"sama". jawab Caca.


mereka berdua semakin merapat hingga seruan Anna tiba-tiba membuat mereka segera berjalan cepat sambil berpegangan tangan mendekati meja makan untuk sarapan bersama.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2