Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
Penggemar setia


__ADS_3

.


.


.


"ayo ikut aku! ". pinta Anna bersikeras menyeret Sekar.


Sekar mendengus pasrah di tarik-tarik oleh Anna.


setelah dipaksa membersihkan diri akhirnya Anna membawa Sekar ke Mal.


"kenapa kesini? ". tanya Sekar dengan heran melihat Mal ANA.


"kamu mau ketemu dengan Pria itu kan? aku sudah mencari tau, Kak Nana bilang dia Pria yang tertutup tidak pernah pacaran dan tidak ada tanda-tanda bahwa Pria itu jahat sebelumnya Pria ini pernah menolong nenek-nenek sampai koma 1 minggu". oceh Anna.


"kamu bicara apa sih? memangnya siapa Pria itu? aku tidak peduli". Sekar membuang muka.


"ayolah..! sekarang dia sedang ada urusan disini". bujuk Anna memelas.


"tunggu..! bagaimana kamu tau dia disini? kamu memata-matainya? ". tanya Sekar memicing curiga.


"ayolah Sekar..! aku hanya memata-matainya sedikit, asal kamu tau ya? menikah dengan Pria yang mencintai kita itu sangat indah sama seperti Adi yang mencintaiku". celoteh Anna mendorong Sekar berjalan didepannya.


"hei..? apa hubungannya denganku? ". Sekar mendelik kesal, Ia berusaha untuk tidak berjalan tapi Anna selalu mendorongnya.


lama-lama Sekar malu ditatap orang lain yang melihat situasi mereka yang main dorong-dorongan, alhasil Ia mengikuti kemauan Anna,


"nah.. gitu dong". senyum ceria Anna menggandeng tangan Sekar.


"kenapa Caca tidak ikut? ". tanya Sekar.


"dia ikut cuma dia sudah ada janji hari ini dengan orang kalau Peliharaan kesayangan orang itu disuntik hari ini, jadi datangnya agak telat". jawab Anna.


Sekar menganggukkan kepalanya, Ia mengedarkan pandangannya dengan malas.


setibanya di Restaurant yang ada dikawasan Mal, Anna asik menarik tangan Sekar yang sudah panik melihat situasi.


"Anna.? kenapa disini? banyak orang". Sekar berbisik panik.


"diamlah..! mereka bukan orang yang harus kamu temui". jawab Anna.


Sekar dipaksa masuk sampai tiba di salah satu meja dan Anna mendorong Sekar hingga gadis itu memekik dan terduduk dipangkuan seorang Pria tampan yang melingkarkan tangannya di pinggang Sekar.


"Oups. ! aku terlalu kuat dorongnya ya? ". Anna pura-pura syok membekap mulutnya.


Sekar tersadar, "maaf..maaf..! ". Sekar berusaha melepaskan diri dari Pria itu yang ternyata seorang pengagum rahasia Sekar.


"tidak apa". jawab Reyhan dengan senyuman tipis nya membantu Sekar berdiri.

__ADS_1


Sekar berjalan ke arah Anna lalu memukul lengan Anna dengan geram, "kenapa kamu mendorongku?". bisik Sekar dengan kesal.


"kamu aja yang terlalu lemah, kenapa malah menyalahkan aku heh? ". Anna mengelus lengannya yang dipukul Sekar.


"silahkan Duduk Nona! ". pinta Reyhan dengan sopan.


Sekar melihat situasi lalu menarik Anna duduk tapi Anna mengelak hingga Sekar lah yang terduduk dihadapan Reyhan, mata Sekar membulat besar, Ia hendak berdiri tapi Anna duduk disamping Sekar menahan tubuh Sekar supaya tidak lari.


"kenalkan ini temanku Sekar yang kamu lamar diam-diam". kata Anna dengan senyuman.


Sekar membelalak, "lamar? apa maksudnya Anna? ". tanya Sekar dengan intonasi tinggi tak percaya.


"kecilkan suaramu Sekar..!". bisik Anna.


"bagaimana aku tidak syok? aku tidak tau apa-apa, kenapa jadi begini? ". Sekar berbisik juga dengan mata melotot.


Anna terkekeh tidak takut dengan amarah Sekar karna jujur ini adalah yang terbaik untuk sahabatnya itu.


"tunggu sebentar ya Tuan Reyhan, teman saya akan datang sebentar lagi". pinta Anna ke Reyhan.


"tidak apa". jawab Reyhan tersenyum ramah.


diam beberapa saat,


Reyhan menatap Sekar dengan pandangan berbinar kecil, tidak ada yang tau dan itu membuat Sekar gelisah karna Ia tidak terbiasa di tatap lelaki.


"maaf aku terlambat ya? ". Caca datang dengan nafas terengah-engah.


Caca duduk dengan tenang sampai Ia dan Anna saling melirik satu sama lain melihat Reyhan dan Sekar hanya saling tatap-tatapan bedanya Sekar melihat arah lain tidak melihat Reyhan yang memandang intens Sekar.


Anna mencairkan suasana, mereka berbicara langsung akrab hanya Sekar yang kebanyakan diam padahal jika Anna, Sekar dan Caca berkumpul Sekar lah yang paling rewel.


"oh.. jadi kamu penggemar Sekar ya?". Caca langsung menggunakan bahasa informal.


"iya". jawab Reyhan menatap Sekar.


"boleh minta tanda tangan? ". tanya Reyhan mengeluarkan sebuah buku kecil dan meletakkannya didepan Sekar.


"cieee...! yang punya penggemar, pria tampan lagi". goda Anna.


Caca tertawa pelan,


Sekar dengan malu mengambil pulpen Reyhan lalu menandatangani buku kecil itu.


Reyhan mengambil buku itu dengan senyuman lalu jari tangannya meraba tanda tangan Sekar yang sangat indah,


"bahkan tanda tanganmu juga seperti lukisan". senyum Reyhan terlihat tulus meraba tanda tangan Sekar.


"tentu saja..! dia butuh waktu selama 1 bulan membuat tanda tangan seperti itu". Caca yang menjawab.

__ADS_1


"iya..! 2 buku penuh model tanda tangan, akhirnya mendapatkan tanda tangan seperti itu". Anna pun menyahut.


"terimakasih". ucap Reyhan menatap Sekar yang mengangguk.


"kenapa kamu jadi pendiam Sekar? biasanya paling rewel? ". goda Caca.


Sekar menatap tajam Caca yang terkikik lucu begitu juga dengan Anna.


"Sekar jadi wanita anggun didepan Fans nya". gemas Anna.


"aku pulang aja". Sekar hendak berdiri tapi di tahan oleh Anna dan Caca.


"kalian bicara lah berdua..! hehe.. kami mau beli sesuatu ya? ". Anna


Sekar melototkan matanya dengan horror seolah memperingati mereka jangan meninggalkannya berdua saja dengan Reyhan.


Caca dan Anna benar-benar meninggalkan Sekar yang mengumpat dalam hati, jujur saja Sekar gugup berhadapan dengan Pria sukses seperti Reyhan yang ternyata adalah penggemarnya.


"tidak usah gugup..! maaf ya? aku tidak bermaksud melamarmu, aku hanya ingin mengagumimu diam-diam tapi Mama dan Papaku tau kalau aku hanya mengagumimu jadi dia melamarmu pada Kakek Leonard, aku tidak bermaksud apa-apa". Reyhan berusaha menjelaskan alasan lamaran kedua orangtuanya ke Sekar.


"Kakek? ". beo Sekar dan Reyhan mengangguk pelan,


Sekar menatap Reyhan yang menjelaskan semuanya tanpa ada yang tertinggal, jujur ia terperangah karna Reyhan memang Pengusaha sukses yang tidak pernah terkena skandal dengan wanita, berpacaran saja tidak tau tapi Sekar benar-benar tidak menyangka Pria sukses seperti Reyhan menyukai setiap hasil karya seninya.


"ka.. kamu FlowerBoy? ". tanya Sekar ke Reyhan.


"iya". Reyhan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sekar lagi-lagi terperangah, "apa yang kamu sukai dari hasil karyaku? kamu sejak dulu penggemar setiaku yang selalu membeli karyaku".


"lukisanmu penuh warna dan penuh kehidupan, aku merasakannya". jawab Reyhan dengan jujur.


.


"ja.. jadi kamu bisa melukis juga? ". tanya Sekar kaget melihat lukisan yang Reyhan berikan padanya adalah wajah Sekar sendiri.


ini pertama kalinya Sekar mendapatkan hadiah berupa lukisan wajahnya sendiri tapi bukan buatan tangannya melainkan tangan orang lain.


"iya hoby seni tapi aku harus kubur impianku dalam-dalam karna Perusahaan Papaku tidak punya penerus lain, aku anak tunggal". jawab Reyhan tersenyum hambar melihat ke gelas minuman yang ia pegang.


Sekar tersenyum tipis, "apa orangtuamu tau kalau kamu mengubur cita-citamu demi mereka? ".


"tau, mereka selalu meminta maaf padaku". lirih Reyhan.


Sekar merasa nyaman berbicara dengan Pria yang satu frekuensi dengannya, terlebih lagi Reyhan juga suka melukis sepertinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2